Katamasa

Zaman Paleolitikum : Pengertian, Ciri-ciri, & Peninggalan

Zaman paleolitikum adalah periode zaman batu yang ditandai dengan peninggalan berupa peralatan dari batu yang masih sangat sederhana dan kasar.

Baca juga : Pengertian Zaman Batu

Zaman paleolitikum biasa disebut dengan nama lain yaitu zaman batu tua. Tidak salah, karena zaman paleolitikum adalah fase awal Zaman Batu, yang berlangsung kira-kira 2,58 juta tahun yang lalu.

Manusia purba zaman paleolitikum hidup secara nomaden. Mereka hidup dengan cara berburu dan meramu, belum mengenal kehidupan bercocok tanam.

Di artikel ini kita akan membahas apa pengertian, ciri-ciri zaman paleolitikum, manusia pendukung zaman paleolitikum, dan apa saja hasil kebudayaan peninggalan zaman paleolitikum terutama di Indonesia.

Pengertian Zaman Paleolitikum

Zaman paleolitikum adalah salah satu periodisasi zaman batu – selain mesolitikum, neolitikum dan juga zaman megalitikum.

Baca juga : Pengertian Zaman Megalitikum

Baca juga : Pengertian zaman neolitikum

Awal Periode Paleolitik biasanya disebutkan bertepatan dengan penemuan bukti pertama alat-alat dari batu sekitar 2,58 juta tahun yang lalu, dekat awal zaman Pleistosen (2,58 juta hingga 11.700 tahun yang lalu).

Namun, pada 2015, para peneliti yang menggali dasar sungai kering di dekat Danau Turkana di Kenya menemukan alat-alat batu primitif yang tertanam dalam batuan yang berasal dari 3,3 juta tahun yang lalu — pertengahan Zaman Pliosen (sekitar 5,3 juta hingga 2,58 juta tahun lalu). (sumber).

Alat-alat itu lebih tua dari spesimen paling tua sebelumnya yang dikonfirmasi berusia hampir 1 juta tahun.

Hal ini membuat ilmuwan membuka kemungkinan bahwa pembuatan alat-alat dari batu telah dilakukan oleh manusia jenis Australopithecus atau manusia jenis lain sezamannya.

Jika dugaan ini benar maka waktu dimulainya tahap budaya paleolitikum ini harus dievaluasi kembali.

Hasil kebudayaan zaman batu tua masih sangat sederhana dan kasar.

Baca juga : apa yang dimaksud dengan dolmen, menhir, waruga, sarkofagus, dan punden berundak

Hasil kebudayaan peninggalan zaman batu tua yang banyak menarik perhatian sejarawan adalah kapak genggam, kapak perimbas, alat-alat dari tulang atau tanduk binatang, flakes, dan lain-lain.

Manusia pendukung zaman batu tua adalah Pithecantropus Erectus, Homo Wajakensis, Meganthropus Paleojavanicus dan Homo Soloensis.

Fosil-fosil manusia purba zaman batu tua banyak ditemukan di sepanjang aliran sungai Bengawan Solo.

Peninggalan-peninggalan ini, oleh sejarawan disebut kebudayaan Pacitan dan Ngandong.

Manusia pendukung zaman batu tua hidup dengan cara berburu dan meramu makanan tingkat sederhana.

Ciri-ciri Zaman Paleolitikum

Para sejarawan mengelompokkan periode zaman batu menjadi beberapa periode, yaitu : zaman paleolitikum, zaman mesolitikum, zaman megalitikum, dan zaman neolitikum.

Baca juga : Pengertian zaman mesolitikum (zaman batu madya)

Masing-masing periode zaman batu ini mempunyai ciri kehidupan masing-masing. Di bawah ini adalah beberapa ciri-ciri zaman paleolitikum :

Sejarah Zaman Paleolitikum Di Indonesia

Kepulauan Indonesia adalah tempat ditemukannya hasil kebudayaan paleolitikum, misalnya Pacitan dan Ngandong.

Hasil kebudayaan zaman paleolitikum banyak ditemukan di sepanjang aliran sungai Bengawan Solo.

Peninggalan-peninggalan ini, oleh sejarawan disebut kebudayaan Pacitan dan Ngandong.

Hasil kebudayaan peninggalan zaman paleolitikum yang banyak menarik perhatian sejarawan adalah kapak genggam, kapak perimbas, alat-alat dari tulang atau tanduk binatang, flakes, dan lain-lain.

Manusia pendukung zaman paleolitikum adalah Pithecantropus Erectus, Homo Wajakensis, Meganthropus Paleojavanicus dan Homo Soloensis.

Berdasarkan temuan-temuan arkeologis, para sejarawan kemudian mengelompokkan zaman batu tua di Indonesia menjadi dua, yaitu :

1. Kebudayaan Pacitan

Kebudayaan Pacitan dicirikan dengan banyak ditemukannya alat-alat dari batu, seperti kapak genggam dan peralatan batu lainnya oleh Von Koenigswald pada tahun 1935 di daerah Pacitan.

2. Kebudayaan Ngandong

Kebudayaan Ngandong dicirikan dengan banyak ditemukannya alat-alat dari tulang dan juga flakes.

Penemuan lukisan telapan tangan berwarna merah serta lukisan babi hutan pada dinding-dinding gua juga disebut sebagai ciri kebudayaan Ngandong.

Peninggalan Zaman Paleolitikum

Alat-alat peninggalan zaman paleolitikum masih sangat sederhana dan kasar. Bahkan, tidak jarang yang hanya berupa pecahan batu.

Beberapa artefak hasil kebudayaan peninggalan zaman paleolitikum, misalnya, kapak genggam, kapak perimbas, monofacial, alat-alat serpih, chopper, dan beberapa jenis kapak yang telah ditatah kedua sisinya.

Alat-alat peninggalan zaman paleolitikum ini ditemukan di Lapisan Trinil. Selain di Pacitan, alat-alat dari zaman Paleplithikum ini temukan di daerah Progo dan Gombong (Jawa Tengah), Sukabumi (Jawa Barat), dan Lahat (Sumatera Selatan).

Di bawah ini kami akan menjelaskan beberapa artefak hasil kebudayaan peninggalan zaman paleolitikum yang telah ditemukan oleh para arkeolog.

Kapak Genggam

Artefak peninggalan zaman batu tua ini dinamakan kapak genggam karena artefak ini berbentuk seperti kapak namun tidak bertangkai, sehingga digunakan dengan cara digenggam.

Peninggalan zaman paleolitikum, kapak genggam (sumber :kemdikbud.go.id)

Manusia purba membuat kapak genggam dengan cara menajamkan salah satu sisi batu, sedangkan sisi batu lainnya dibiarkan apa adanya sebagai tempat menggenggam.

Fungsi kapak genggam diperkirakan untuk menggali umbi, dan memotong atau menguliti binatang.

Kapak genggam juga disebut “chopper” (alat penetak / pemotong).

Kapak genggam banyak ditemukan di daerah Pacitan, Jawa Timur.

Kapak Perimbas

Kapak perimbas adalah alat yang digunakan untuk merimbas kayu, memahat tulang atau dapat digunakan juga sebagai senjata.

Kapak perimbas paling banyak ditemukan di Pacitan. Namun, ditemukan juga di daerah Gombong Jawa Tengah, Sukabumi Jawa Barat, dan Lahat, Sumatra Selatan.

Alat Tulang Binatang atau Tanduk Rusa

Selain membuat peralatan dari batu, manusia purba zaman batu tua juga membuat peralatan dari tulang atau tanduk binatang, misalnya rusa.

Bentuk alat-alat dari tulang ini, sebagian besar berupa alat penusuk (belati) dan ujung tombak bergerigi.

Manusia zaman batu tua ini menggunakan alat-alat ini untuk mengorek ubi dan keladi dari dalam tanah. Selain itu, mereka juga menggunakan alat ini untuk menangkap ikan dan berburu hewan.

Flakes

Flakes adalah artefak zaman batu tua yang berupa alat-alat kecil terbuat dari batu Chalcedon.

Kegunaan flakes adalah untuk berburu, menangkap ikan, mengumpulkan ubi dan buah-buahan.

Manusia Pendukung Zaman Paleolitikum

Zaman paleolitikum diperkirakan berlangsung sekitar 1 juta sampai awal plestosin sekitar 600.000 tahun yang lalu.

Para arkeolog telah banyak menemukan fosil manusia purba yang diduga adalah manusia pendukung Zaman paleolitikum.

Para sejarawan menduga ada 3 jenis manusia pendukung zaman palelolitikum, yaitu :

  1. Homo Wajakensis
  2. Meganthropus paleojavanicus
  3. Homo Erectus dan Homo Soloensis

Baca juga : Jenis-jenis Manusia Purba

Kehidupan Sosial Ekonomi Zaman Palelolitikum

Pada zaman batu tua, manusia hidup secara nomaden, berpindah pindah untuk mendekati sumber air dan sumber makanan.

Manusia zaman batu tua ini hidup dengan cara berburu dan meramu makanan secara sederhana.

Mereka hidup membentuk kelompok kecil untuk mempermudah pergerakan ke tempat baru dan keamanan diri mereka.

dari penjelasan di atas, bisa disebt 3 hal pokok tentang kehidupan sosial ekonomi zaman batu tua, yaitu :

Demikian artikel kami tentang zaman paleolitikum (batu tua), semoga bermanfaat.

Sharing is caring