Yusimox 500 mg Kaplet, Syrup, & Forte Syrup : Informasi lengkap

Yusimox adalah obat antibiotik yang mengandung Amoxicillin Trihydrate. Kegunaan Yusimox adalah untuk mengobati infeksi saluran pernafasan bagian atas dan bawah, infeksi saluran kemih (ISK), infeksi saluran cerna, serta infeksi kulit dan jaringan lunak. Yusimox hanya bisa diperoleh dengan resep dokter.

Obat ini diproduksi oleh Ifars. Di Apotik, obat ini tersedia berupa Yusimox 500 mg caplet, Yusimox syrup, dan Yusimox Forte syrup. Harga Yusimox 500 mg caplet di kisaran Rp. 5.500 per pepel, harga Yusimox syrup di kisaran Rp. 5.500 per botol, sedangkan harga Yusimox forte syrup di kisaran Rp. 7.000 per botol.

Dalam artikel ini kita akan mengenal lebih jauh mengenai obat antibiotik ini. Yusimox obat apa, apa kegunaan, efek samping, dan apa saja yang perlu diperhatikan saat menggunakannya.

Yusimox Obat Apa?

Yusimox adalah obat yang mengandung antibiotik Amoxicillin Trihydrate. Obat ini diproduksi oleh perusahaan farmasi, yaitu, Ifars. Tersedia 3 jenis, yaitu, Yusimox 500 mg caplet, Yusimox syrup, dan Yusimox forte syrup.

Zat Aktif

Amoxicillin termasuk antibiotik golongan beta laktam. Antibiotik ini termasuk keluarga penicillin semisintetik. Amoxicillin stabil dalam suasana asam, mempunyai spektrum sedang, aktif terhadap bakteri gram negatif maupun gram positif.

Mekanisme aksi Amoxicillin adalah dengan cara menghambat sintesis dinding sel bakteri sehingga lintas hubungan antara rantai polimer peptidoglikan linier yang membentuk komponen utama dari dinding sel bakteri menjadi terganggu.

Produsen

Obat antibiotik ini diproduksi oleh Ifars Pharmaceuticals Laboratories.

Kandungan

Kandungan Yusimox 500 adalah :

per caplet :

  • Amoxicillin Trihydrate setara Amoxicillin 500 mg.

Kandungan Yusimox Syrup adalah :

per 5 mL syrup :

  • Amoxicillin Trihydrate setara Amoxicillin 125 mg.

Kandungan Yusimox Forte Syrup adalah :

per 5 mL syrup :

  • Amoxicillin Trihydrate setara Amoxicillin 250 mg.

Bentuk Sediaan

Obat antibiotik ini dijual dengan kemasan :

  • Yusimox 500 mg : box 10 x 10’s caplet
  • Yusimox Syrup 125 mg/5 mL : botol 60 mL
  • Yusimox Forte Syrup 250 mg/5 mL : botol 60 mL
yusimox 500, yusimox syrup, yusimox forte syrup

Ringkasan

Berikut tabel yang memuat informasi obat-obat yang mengandung zat aktif Amoxicillin secara singkat :

Informasi ObatAmoxicillin
GolonganG (Dengan resep)
IndikasiAntibiotik/anti infeksi
Dosislihat bagian dosis
Aturan PakaiDengan atau tanpa makanan
KontraindikasiHipersensitif thd Amoxicillin dan penisilin lain.
Sediaancapsul/tablet 250 mg, 500 mg; Syrup 125 mg/5 mL, forte syrup 250 mg/5 mL; drop 100 mg/mL; injection
Merk yang tersediaAmobiotic, Amobiotic Drops, Amodix, Amofion, Amosterra 500, Amoxil, Amoxil Forte, Amoxillin, Amoxsan, Amoxsan Forte, Amoxsan Paed Drops, Ancla Forte, Arcamox 500, Arcamox Forte, Bannoxilin, Bellacid, Bintamox, Broadamox 500, Bufamoxy, Camoksil, Corsamox, Danoxilin, Decamox, Decamox Forte, Dexymox, Dexymox Forte, Erlamoxy, Erphamoxy, Erphamoxy Forte, Etamox 500, Etamox Forte, Ethimox, Farmoxyl 250, Farmoxyl 500, Goxallin, Holimox, Holimox Forte, Hufanoxil, Inamox, Granul, Intermoxil, Intermoxil Forte, Kalmoxilin, Kamox, Kimoxil, Lapimox, Lauramox, Lauramox Forte, Leomoxyl, Leomoxyl Forte, Liskoma, Medimox, Mestamox, Mexylin 500, Mokbios 500, Moxaxil, Moxigra, Moxtid 500, Novamox, Novax, Novax Forte, Nufamox, Opimox, Opimox Forte, Ospamox, Pehamoxil, Pehamoxil Forte, Penmox, Penmox 1000, Pharmamox, Primoxil 250, Pritamox, Ramoxyl, Rimoxa, Rindomox, Robamox, Sammoxin, Sammoxin Forte, Scannoxyl, Sirimox, Supramox, Surpas 500, Topcillin, Vibramox, Wiamox, Widecillin, Widecillin 125, Widecillin 250, Xiltrop, Yusimox, Yusimox Forte, Zemoxil
Baca Juga :  Cendo Xitrol Tetes Mata, Salep Mata, dan Minidose : (Info Lengkap)

Indikasi dan Kegunaan Yusimox

Sebelum menggunakan obat ini, harus benar-benar sudah mempertimbangkan potensi manfaat dan risiko yang mungkin terjadi. Gunakan dosis efektif terendah untuk durasi terpendek yang konsisten dengan tujuan perawatan pasien.

Kegunaan Yusimox adalah untuk mengobati infeksi yang disebabkan oleh bakteri yang peka terhadap Amoxicillin. Bakteri-bakteri yang diketahui peka terhadap Amoxicillin, misalnya : Staphylococcus, Streptococcus, Diplococcus pneumoniae, Bacillus anthracis, Enterococcus, Corynebacterium diphtheriae, Salmonella sp, Shigella sp, H. influenzae, Proteus mirabilis, E. coli, N. gonorrhoeae, dan N. meningitidis.

Berikut adalah beberapa kondisi infeksi yang bisa diobati dengan menggunakan obat yang mengandung Amoxicillin :

  • Infeksi saluran pernafasan : amandel, sinusitis, radang tenggorokan, faringitis, otitis media, bronkitis, bronkiektasis, dan pneumonia.
  • Infeksi saluran kemih (ISK) : Pielonefritis, sistitis, uretritis, gonore.
  • Infeksi kulit dan jaringan lunak : luka, selulitis, furunkulosis, pioderma.
  • Endokarditis akibat infeksi bakteri pada pasien dengan risiko tinggi saat perawatan gigi.
  • Infeksi saluran cerna : tifus, paratifus.

Kontraindikasi

Antibiotik ini kontraindikasi pada pasien berikut ini :

  • Hipersensitif terhadap Amoxicillin dan atau obat golongan penicillin lain.

Efek Samping Yusimox

Selain memberikan efek yang dibutuhkan, sebagian besar obat dapat menyebabkan beberapa efek samping yang tidak diinginkan. Meskipun tidak semua efek samping ini dapat terjadi, penggunaan obat tetap harus dilakukan secara hati-hati. Segera dapatkan perawatan medis yang sesuai jika efek samping yang parah terjadi.

Berikut adalah beberapa efek samping Yusimox yang mungkin terjadi :

  • Mual, muntah, diare, lidah berbulu hitam.
  • Reaksi seperti penyakit serum, ruam makulopapular eritematosa, eritema multiforme, sindrom Stevens-Johnson, dermatitis eksfoliatif, nekrolisis epidermal toksik, pustulosis eksantematosa generalisata, pustulosis eksantematosa umum, vaskulitis, urtikarian.
  • AST dan ALT meningkat, penyakit kuning kolestatik, kolestasis hati, hepatitis sitolitik akut.
  • Kristaluria, anemia, trombositopenia, purpura trombositopenik, eosinofilia, leukopenia, agranulositosis.
  • Efek samping yang frekuensinya jarang : hiperaktif reversibel, agitasi, kecemasan, insomnia, kebingungan, kejang-kejang, perubahan perilaku, pusing, perubahan warna gigi.
  • Efek samping yang berpotensi fatal : Anafilaksis, Diare terkait Clostridium difficile (CDAD) atau kolitis pseudomembran.
Baca Juga :  Rhinos SR Obat Apa? Dosis, Kegunaan, Efek Samping

Peringatan

Waspadai hal-hal di bawah saat menggunakan antibiotik ini :

  • Sebelum menggunakan obat antibiotik ini, beri tahu dokter atau apoteker jika Anda memiliki riwayat hipersensitif terhadapnya; atau terhadap salah satu antibiotik betalaktam, seperti golongan penicillin lain (misalnya Ampicillin) dan antibiotik cephalosporin (misalnya, Cefixime), atau jika Anda memiliki alergi lainnya.
  • Sebelum menggunakan antibiotik ini, beri tahu dokter atau apoteker riwayat kesehatan Anda, terutama : penyakit ginjal, penyakit hati, gangguan darah.
  • Periksa secara berkala fungsi ginjal, hati dan hematopoietik selama terapi jangka panjang.
  • Pertahankan asupan cairan dan output urin yang memadai selama pengobatan dosis tinggi.
  • Penggunaan antibiotik, terutama secara jangka panjang bisa memicu terjadinya super infeksi pada saluran pencernaan. Umumnya disebabkan oleh pertumbuhan tidak terkendali organisme seperti Enterobacter, Pseudomonas, S.aureus Candida. Jika Anda mengalami tanda-tanda super infeksi segera hentikan pengobatan dan hubungi dokter.
  • Amoxicillin yang diberikan secara oral (capsul, drop, syrup) tidak mampu menembus cairan cerebrospinal atau sinovial. Oleh karena itu, Amoxicillin tidak bisa digunakan untuk mengobati meningitis atau perawatan infeksi persendian.
  • Amoxicillin bisa menyebabkan ruam kulit (skin rash). Oleh karena itu, penderita leukemia limfatik yang menerima pengobatan dengan Amoxicillin harus diperhatikan secara serius.
  • Amoxicillin, seperti antibiotik lainnya tidak diindikasikan untuk mengobati infeksi oleh virus.
  • Kehamilan & laktasi.

Penggunaan Yusimox Untuk ibu hamil atau ibu menyusui

FDA (badan pengawas obat dan makanan amerika serikat) menempatkan Amoxicillin dalam kategori B, penjelasannya adalah sebagai berikut :

Penelitian pada reproduksi hewan tidak menunjukkan resiko pada janin dan tidak ada studi yang memadai dan terkendali dengan baik pada wanita hamil / Penelitian pada hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin, tapi studi yang memadai dan terkendali dengan baik pada wanita hamil tidak menunjukkan resiko pada janin di trimester berapapun.

Antibiotik sudah biasa diresepkan selama kehamilan. Namun, tetap saja obat-obatan selama kehamilan harus dipilih secara hati-hati. Beberapa antibiotik boleh digunakan selama kehamilan, sementara yang lain tidak. Keamanan tergantung pada berbagai faktor, termasuk jenis antibiotik, usia kehamilan saat menggunakan antibiotik, berapa banyak yang Anda gunakan, efek apa yang mungkin terjadi pada kehamilan Anda dan berapa lama Anda mengonsumsi antibiotik.

Berikut ini contoh antibiotik yang umumnya dianggap aman selama kehamilan : Penicillins (termasuk amoxicillin, ampicillin), Cephalosporins (termasuk cefaclor, cephalexin), Erythromycin, Clindamycin. (sumber : penggunaan antibiotik dalam kehamilan).

Amoxicillin bisa masuk ke dalam ASI. Oleh karena itu, jika Amoxicillin digunakan untuk ibu menyusui, perlu dikonsultasikan dengan dokter. Untuk menghindari efek sensitivitas Amoxicillin terhadap bayi, penggunaan antibiotik ini harus dilakukan dengan jarak yang cukup dengan saat menyusui.

Interaksi

Interaksi dengan obat lain dapat mengubah cara kerja obat atau meningkatkan risiko terjadinya efek samping yang serius. Beritahu dokter dan apoteker tentang obat apa saja yang sedang Anda konsumsi. Jangan memulai, menghentikan, atau mengubah dosis obat apa pun tanpa persetujuan dokter Anda.

Baca Juga :  Dulcolax Suppositoria (Bisacodyl 5 mg & 10 mg) : Info Lengkap

Berikut interaksi obat yang mungkin terjadi :

  • Probenesid meningkatkan kadar plasma Amoxicillin sehingga mengingkatkan efeknya.
  • Amoxicillin meningkatkan efek antikoagulan oral, misalnya, warfarin dan dabigatran.
  • Allopurinol meningkatkan risiko alergi terhadap Amoxicillin, terutama ruam kulit.
  • Amoxicillin menurunkan efektivitas kontrasepsi oral yang mengandung estrogen.
  • Antibiotik-antibiotik golongan Chloramphenicol, macrolide, sulfonamide dan tetracycline menurunkan efektivitas Amoxicillin.

Dosis Yusimox

Berikut adalah dosis yang lazim digunakan untuk setiap sediaan dan beberapa penyakit yang umum diobati dengan Amoxicillin :

A. Dosis Yusimox 500 mg caplet

  • Dewasa dan anak ≥20 kg : 250-500 mg setiap 8 jam.
  • Anak-anak <20 kg : 20-40 mg/kg setiap 8 jam dalam dosis terbagi.

B. Dosis Yusimox Syrup & Yusimox Forte

  • Anak-anak >8 kg : 125-250 mg setiap 8 jam.

C. Dosis untuk infeksi Typhoid dan paratyphoid

  • Dewasa : 4 g per hari dalam dosis terbagi diberikan selama 14-21 hari.
  • Anak-anak : 100 mg/kg/day dalam dosis terbagi diberikan selama 14-21 hari.

D. Dosis untuk tahap pembawa Typhoid

  • 3-4 g per hari dalam dosis terbagi diberikan minimal selama 1 bulan.

E. Dosis untuk Gonorrhea

  • Dosis tunggal 3 g Amoxicillin + 1 g probenecid.

F. Dosis untuk infeksi saluran kemih tanpa komplikasi

  • Dosis tunggal 3 g Amoxicillin.

G. Dosis untuk Syphilis

  • 250 mg setiap 6 jam diberikan selama 4 minggu sampai 5 bulan.

H. Dosis untuk infeksi saluran pernafasan bawah yang parah dan berulang

  • 3 gram, diberikan 2 x sehari.

I. Dosis untuk Dental abscess

  • 3 g, 2 x sehari setiap 8 jam.

J. Dosis untuk Otitis media

  • Dewasa dan anak usia 3-10 tahun : 750 mg 2 x sehari selama 2 hari.

Aturan Minum Yusimox

  • Baca Panduan Pengobatan yang disediakan oleh apoteker Anda sebelum Anda mulai menggunakan obat ini. Jika Anda memiliki pertanyaan, tanyakan kepada dokter atau apoteker Anda.
  • Dosis didasarkan pada kondisi medis Anda dan respons terhadap pengobatan. Jangan menambah dosis atau minum obat antibiotik ini lebih sering daripada yang diarahkan.
  • Dapat diminum dengan atau tanpa makanan. namun, sebaiknya diminum bersama makanan untuk meningkatkan penyerapan dan untuk mengurangi ketidaknyamanan gastrointestinal.
  • Gunakan obat ini secara teratur untuk mendapatkan manfaat maksimal. Ingat untuk menggunakannya pada waktu yang sama setiap hari.
  • Jangan menghentikan pengunaan antibiotik ini sebelum durasi waktu yang disarankan. Penggunaan antibiotik tidak sesuai dengan durasi yang dianjurkan bisa memicu resistensi.
  • Katakan kepada dokter jika kondisi Anda memburuk.

Artikel Pengetahuan Obat lainnya :

Yusimox 500 mg, Yusimox syrup, dan Yusimox Forte syrup adalah obat yang hanya bisa didapatkan dengan resep dokter. Jangan menggunakan antibiotik yang mengandung Amoxicillin ini melebihi dosis dan durasi yang telah diresepkan oleh dokter. Penggunaan yang berlebihan tidak akan meningkatkan manfaat obat ini namun justru akan meningkatkan efek sampingnya.