Valisanbe 2 mg, 5 mg, & Injeksi (Diazepam) : Informasi lengkap

Valisanbe adalah obat anticonvulsan, anxiolytic, sedative, relaksan otot dan amnestic yang mengandung Diazepam. Kegunaan Valisanbe adalah untuk mengobati keadaan neurotik, keadaan psikosomatik, gangguan otot reumatik dan traumatis, gejala penarikan alkohol, status epileptikus, serta kondisi pre-operasi dan post-operasi. Terdapat Valisanbe 2 mg, Valisanbe 5 mg dan Valisanbe injeksi.

Obat penenang ini diproduksi oleh Sanbe Farma. Di Apotik, obat ini tersedia berupa Valisanbe 2 mg tablet, Valisanbe 5 mg tablet, dan Valisanbe injeksi. Harga Valisanbe 2 mg tablet di kisaran Rp. 2.000 per pepel, harga Valisanbe 5 mg tablet di kisaran Rp. 3.500 per pepel, sedangkan harga Valisanbe injeksi di kisaran Rp. 16.000 per ampul.

Dalam artikel ini kita akan mengenal lebih jauh mengenai obat penenang ini. Valisanbe obat apa, apa manfaat, efek samping, dan mengenal merk-merk paten lain yang mengandung Diazepam.

Valisanbe Obat Apa?

Valisanbe adalah obat dengan sifat anticonvulsan, anxiolytic, sedative, relaksan otot dan amnestic. Obat ini mengandung zat aktif Diazepam. Obat ini di produksi oleh perusahaan farmasi, yaitu, Sanbe Farma. Tersedia 3 jenis, yaitu Valisanbe 2 mg tablet, Valisanbe 5 mg tablet, dan Valisanbe injeksi.

Zat aktif

Diazepam adalah obat golongan long-acting benzodiazepine dengan sifat anticonvulsan, anxiolytic, sedative, relaksan otot dan amnestic.

Mekanisme aksi Diazepam adalah dengan cara meningkatkan permeabilitas membran neuron terhadap ion Cl dengan mengikat reseptor benzodiazepine stereospesifik pada neuron GABA postsinaptik dengan sistem saraf pusat dan meningkatkan efek penghambatan GABA yang menghasilkan hiperpolarisasi dan stabilisasi.

Diazepam biasanya digunakan dalam situasi seperti kecemasan, kejang otot, dan sulit tidur. Diazepam sebaiknya hanya digunakan dalam terapi jangka pendek.

Produsen

Valisanbe diproduksi oleh Sanbe Farma.

Kandungan

Kandungan Valisanbe Tablet adalah :

Per tablet :

  • Diazepam 2 mg dan Diazepam 5 mg

Kandungan Valisanbe injeksi adalah :

Per 2 mL ampul :

  • Diazepam 10 mg

Bentuk Sediaan

Obat penenang ini dijual dengan kemasan :

  • Valisanbe 2 mg : Box 10 x 10 tablet
  • Valisanbe 5 mg : Box 10 x 10 tablet
  • Valisanbe injeksi : Box @ 10 ampul injeksi
valisanbe 2 mg, valisanbe 5 mg, valisanbe injeksi

Ringkasan

Berikut tabel yang memuat informasi merk-merk obat yang mengandung Diazepam secara singkat :

Informasi ObatDiazepam
GolonganG (Dengan resep)
Indikasikeadaan neurotik, keadaan psikosomatik, gangguan otot reumatik dan traumatis, gejala penarikan alkohol, status epileptikus
Dosislihat bagian dosis
Aturan PakaiDengan atau tanpa makanan
KontraindikasiGlaukoma sudut tertutup akut, Depresi sistem saraf pusat, Insufisiensi pernapasan berat atau akut, Sindrom sleep apnea, Miastenia gravis, Gangguan hati berat, Psikosis parah.
Sediaantablet 2 mg, 5 mg, injeksi 5 mg/mL
Merk yang tersediaArrow-Diazepam, Cetalgin, Danalgin, Decazepam, Diazepam generik, Hedix, Mentalium, Metaneuron, Neo Protal, Neurindo, Neurodial, Neuropyron, Neuroval, Nozepav, Opineuron, Panstop-T, Potensik, Proneuron, Prozepam, Stesolid, Stesolid Rectal Tube, Trazep, Valdimex, Validex, Valisanbe, Valium, Vodin
Baca Juga :  Clonidine Obat Apa? Dosis, Kegunaan, Efek Samping

Indikasi dan Kegunaan Valisanbe

Sebelum menggunakan obat penenang ini, harus benar-benar sudah mempertimbangkan potensi manfaat dan risiko yang mungkin terjadi. Gunakan dosis efektif terendah untuk durasi terpendek yang konsisten dengan tujuan perawatan pasien.

Berikut adalah beberapa daftar kegunaan Valisanbe :

  • Pengobatan jangka pendek pada ansietas atau insomnia (sulit tidur), kejang demam, kecemasan, dan panik.
  • Terapi tambahan untuk mengatasi kejang otot rangka yang disebabkan oleh spasme refleks patologi lokal.
  • Sebagai terapi premedikasi untuk menginduksi sedasi, anxiolysis, atau amnesia sebelum menjalani prosedur medis tertentu (misalnya, endoskopi).
  • Mengatasi gejala putus alkohol akut (agitasi akut, tremor, dan halusinasi).
  • Terapi ketergantungan benzodiazepine.
  • Membantu proses pengobatan kejang karena overdosis obat atau racun kimia seperti zat Sarin, VX, atau soman (atau racun organofosfat lainnya), lindane, klorokuin, physostigmine, atau piretroid.
  • Sediaan injeksi intravena Diazepam atau lorazepam adalah obat lini pertama pada pengobatan status epileptikus.

Kontraindikasi

Obat penenang ini kontraindikasi pada pasien berikut ini :

  • Pasien dengan glaukoma sudut tertutup akut.
  • Depresi sistem saraf pusat yang sudah ada sebelumnya.
  • Koma.
  • Insufisiensi pernapasan berat atau akut.
  • Sindrom sleep apnea.
  • Miastenia gravis
  • Gangguan hati berat.
  • Psikosis parah.
  • Serangan asma akut.
  • Trimester pertama kehamilan.
  • Bayi prematur atau neonatus.
  • Anak <6 bulan (tablet).

Efek Samping Valisanbe

Selain memberikan efek yang dibutuhkan, sebagian besar obat dapat menyebabkan beberapa efek samping yang tidak diinginkan. Meskipun tidak semua efek samping ini dapat terjadi, penggunaan obat tetap harus dilakukan secara hati-hati. Segera dapatkan perawatan medis yang sesuai jika efek samping yang parah terjadi.

Berikut adalah beberapa efek samping Valisanbe yang bisa terjadi :

  • Sedasi, kantuk, ataksia, kelemahan otot, kelelahan, kebingungan, depresi, sakit kepala, vertigo, amnesia, reaksi paradoks (misalnya kecemasan, halusinasi, insomnia, psikosis, gangguan tidur), gangguan penglihatan, tremor, bicara cadel atau disartria, eksitasi paradoks, depresi pernafasan, hipotensi, perubahan libido dan air liur, gangguan pencernaan, retensi urin atau inkontinensia.
  • Nyeri dan tromboflebitis (injeksi).
  • Efek samping dengan frekuensi jarang : hipersensitivitas, kelainan darah, penyakit kuning, peningkatan nilai enzim hati.
  • Obat ini dapat meningkatkan risiko kejang bila dipergunakan terlalu sering pada pengidap epilepsi.
  • Penggunaan obat secara jangka panjang dapat mengakibatkan toleransi, ketergantungan, dan gejala putus obat pada pengurangan dosis.

Peringatan

Waspadai hal-hal di bawah saat menggunakan obat penenang ini :

  • Sebelum meminum obat ini, beri tahu dokter atau apoteker jika Anda memiliki riwayat hipersensitif terhadapnya.
  • Sebelum menggunakan obat ini, beri tahu dokter atau apoteker riwayat kesehatan Anda, terutama : glaukoma sudut terbuka, insufisiensi paru kronik, kelemahan otot, perubahan otak organik terutama arteriosklerosis, gangguan kepribadian, fobia atau keadaan obsesif, psikosis kronis, gangguan ginjal dan hati.
  • Hati-hati menggunakan obat ini pada pasien dengan riwayat depresi atau kegelisahan yang terkait dengan depresi terutama dengan perilaku bunuh diri atau agresif. (Baca : Cara Mengatasi Depresi dengan Mudah).
  • Htai-hati menggunakan obat ini pada pasien dengan riwayat kecanduan narkoba dan alkohol.
  • Valisanbe hanya digunakan secara jangka pendek untuk menghindari withdrawal syndrome dan ketergantungan. Penghentian pengobatan dilakukan secara bertahap sesuai petunjuk dokter.
  • Valisanbe bisa menyebabkan kantuk. Jangan mengemudi atau mengoperasikan mesin yang membutuhkan konsentrasi tinggi.
  • Pasien yang memiliki gangguan hati atau ginjal harus hati-hati menggunakan obat ini.
  • Pasien lanjut usia dan pasien yang lemah secara fisik, harus menggunakan dosis efektif terkecil untuk mencegah pengembangan ataksia.
  • Penderita hipertrofi prostat atau miastenia gravis tidak disarankan menggunakan obat ini.
  • Pasien lansia lebih rentan mengalami efek samping obat ini, terutama gangguan pencernaan, dan gangguan ginjal.
  • Gunakan dosis efektif yang paling rendah untuk pasien dengan insufisiensi pernapasan kronis, karena risiko mengalami depresi pernapasan.
  • Diazepam tidak direkomendasikan untuk pengobatan pasien psikotik dan tidak boleh dipakai sebagai pengganti perawatan yang tepat.
  • Penghentian obat secara mendadak setelah penggunaan jangka panjang berpotensi berbahaya.
  • Reaksi kejiwaan dan paradoks bisa terjadi akibat penggunaan obat-obat golongan benzodiazepine. Segera hentikan pengobatan bila ini terjadi.
  • Beritahu dokter jika Anda hamil, atau berencana untuk hamil dalam waktu dekat.
  • Beritahu dokter jika Anda sedang menyusui.
Baca Juga :  Retinoid acid Obat Apa : Kegunaan, Dosis, Efek Samping

Penggunaan Valisanbe Untuk ibu hamil atau ibu menyusui

Menurut FDA (badan pengawas obat dan makanan amerika serikat), Diazepam masuk obat kategori D dengan penjelasan sebagai berikut :

Terbukti beresiko terhadap janin manusia berdasarkan bukti-bukti empiris yang didapatkan dari investigasi, pengalaman marketing maupun  studi terhadap manusia. Namun jika potensi keuntungan bisa dijamin  penggunaan obat pada ibu hamil bisa dilakukan meskipun potensi risiko sangat besar.

Seperti obat golongan benzodiazepin lainnya, diazepam bersifat lipofilik dan cepat menembus membran. Akibatnya, Diazepam dapat menyeberang ke plasenta dengan serapan obat yang signifikan.

Data tentang risiko malformasi kongenital setelah penggunaan diazepam pada kehamilan sangat dikacaukan oleh teknik penelitian yang digunakan dalam sebagian besar studi yang tersedia. Karena itu, bukti yang ada saling bertentangan; dengan beberapa penelitian yang lebih dahulu menunjukkan kemungkinan peningkatan risiko malformasi kongenital, termasuk celah orofasial dan malformasi jantung. Namun penelitian terbaru, studi yang dirancang lebih baik, telah gagal mengidentifikasi asosiasi tersebut. Di mana penggunaan diazepam yang dapat dibenarkan secara klinis pada trimester pertama dapat dipertimbangkan, idealnya setelah diskusi mengenai data ini dengan pasien. Dosis efektif terendah harus digunakan dan hanya selama dianggap perlu secara klinis. Efek potensial dari penggunaan diazepam pada setiap tahap kehamilan pada hasil perkembangan saraf janin tidak diketahui. (sumber : penggunaan diazepam selama kehamilan).

Penggunaan Diazepam pada akhir kehamilan, apalagi dengan dosis tinggi, bisa mengakibatkan sindrom bayi floppy, hipotonia, keengganan untuk mengisap, sianosis, hipotermia, dan depresi pernafasan moderat.

Peningkatan risiko malformasi kongenital yang terkait dengan penggunaan obat penenang ringan (Chlordiazepoxide, diazepam dan meprobamate) selama trimester pertama kehamilan telah ditemukan dalam beberapa penelitian. Oleh sebab itu sebaiknya penggunaan Valisanbe untuk ibu hamil terutama pada trimester pertama harus dihindari.

Baca Juga :  Meloxicam Obat Apa : Kegunaan, Dosis, Efek Samping

Obat ini hanya direkomendasikan untuk digunakan selama kehamilan hanya jika tidak ada alternatif dan manfaatnya lebih besar daripada risikonya.

Beberapa ahli merekomendasikan : Penggunaan dikontraindikasikan pada pasien wanita yang merencanakan kehamilan atau selama kehamilan kecuali ada alasan kuat.

Diazepam masuk ke dalam air susu ibu (ASI). Jangan menggunakan Valisanbe untuk ibu menyusui.

Interaksi

Interaksi dengan obat lain dapat mengubah cara kerja obat atau meningkatkan risiko terjadinya efek samping yang serius. Beritahu dokter dan apoteker tentang obat apa saja yang sedang Anda konsumsi. Jangan memulai, menghentikan, atau mengubah dosis obat apa pun tanpa persetujuan dokter Anda.

Berikut interaksi obat yang mungkin terjadi :

  • Dapat secara signifikan meningkatkan efek depresi sistem saraf pusat jika digunakan dengan antivirus (misalnya. Amprenavir, ritonavir).
  • Dapat meningkatkan efek depresan sistem saraf pusat jika digunakan dengan anestesi, analgesik narkotik, antidepresan, antipsikotik, ansiolitik, antiepilepsi, antihistamin, antihipertensi, relaksan otot (misalnya. Tizanidine, baclofen), nabilone.
  • Dapat mengurangi klirens jika digunakan dengan antibakteri yang mengganggu metabolisme oleh enzim hati (misalnya. Isoniazid dan erythromycin), OC, cimetidine, omeprazole.
  • Dapat meningkatkan klirens jika digunakan dengan antibakteri yang dikenal sebagai penginduksi enzim hati (misalnya. Rifampicin).
  • Dapat meningkatkan kadar serum jika digunakan dengan disulfiram.
  • Dapat mengurangi klirens jika digunakan dengan digoxin.
  • Dapat mengurangi efek terapi jika digunakan dengan teofilin.
  • Terjadi kemunduran parkinsonisme reversibel jika digunakan dengan levodopa.

Dosis Valisanbe

Berikut adalah dosis Valisanbe yang lazim digunakan :

  • Dewasa : 2-10 mg, 3 x sehari.
  • Anak 6-14 tahun : 2-4 mg, 3 x sehari.
  • Anak <6 tahun : 1-2 mg, 3 x sehari.

Aturan Pakai Valisanbe

  • Baca Panduan Pengobatan yang disediakan oleh apoteker Anda sebelum Anda mulai menggunakan obat penenang ini. Jika Anda memiliki pertanyaan, tanyakan kepada dokter atau apoteker Anda.
  • Dosis didasarkan pada kondisi medis Anda dan respons terhadap pengobatan. Jangan menambah dosis atau minum obat ini lebih sering daripada yang diarahkan.
  • Valisanbe membuat Anda mengantuk dan penurunan konsentrasi. Oleh karena itu, jangan mengemudi atau mengoperasikan mesin yang membutuhkan konsentrasi tinggi selama pengobatan.
  • Jika digunakan secara jangka panjang, obat ini dapat menyebabkan ketergantungan fisik atau psikologis.
  • Gunakan obat ini secara teratur untuk mendapatkan manfaat maksimal. Ingat untuk menggunakannya pada waktu yang sama setiap hari.
  • Jangan menghentikan pemakaian obat ini secara tiba-tiba tanpa sepengetahuan dokter untuk menghindari withdrawal syndrome.
  • Katakan kepada dokter jika kondisi Anda memburuk.

Artikel Pengetahuan Obat lainnya :

Valisanbe 2 mg, Valisanbe 5 mg, dan Valisanbe injeksi adalah obat yang hanya bisa didapatkan dengan resep dokter. Jangan menggunakan obat ini melebihi dosis dan durasi yang telah diresepkan oleh dokter. Penggunaan yang berlebihan tidak akan meningkatkan manfaat obat ini namun justru akan meningkatkan efek sampingnya.