Thiamphenicol Obat Apa? Dosis, Kegunaan, dll

Thiamphenicol yang juga dikenal dengan nama thiophenicol adalah antibiotik yang termasuk kelas amphenicols. Antibiotik ini digunakan dalam pengobatan infeksi sistemik. Obat Thiamphenicol adalah analog metil-sulfonil dari kloramfenikol dan memiliki spektrum aktivitas yang sama, tetapi sedikit lebih lemah. Seperti kloramfenikol, Thiamphenicol tidak larut dalam air, tetapi sangat larut dalam lipid. Keuntungan utamanya dibanding kloramfenikol adalah Thiamphenicol tidak pernah dikaitkan dengan anemia aplastik.

Di Apotik, obat ini tersedia baik berupa Thiamphenicol generik atau Thiamphenicol paten/branded (misalnya, Thiamycin, Dionicol, dll). Harga Thiamphenicol generik relatif terjangkau, sediaan obat-obat paten yang mengandung Thiamphenicol juga beragam.

Dalam artikel ini kita akan mengenal lebih jauh mengenai obat ini. Thiamphenicol obat apa, apa kegunaannya, efek sampingnya, dan formulasi yang tersedia.

Ringkasan

Berikut tabel yang memuat informasi Thiamphenicol secara singkat :

Informasi ObatThiamphenicol
GolonganDengan resep
IndikasiAntibiotik
DosisLihat bagian DOSIS
Aturan PakaiSesuai anjuran dokter
KontraindikasiHipersensitif
Depresi sumsum tulang Diskrasia darah
Imunisasi aktif
SediaanTablet 250 mg, 500 mg, 1000 mg
Syrup 125 mg/5 mL, 250 mg/5 mL

injeksi 300 mg/3 ml
Merk dagang yang tersediaalfatic, anicol, biothicol, canicol, cetathiacol, comthycol, conucol, corsafen, daiticin, dexycol, dionicol, fenibios, fosicol, fusaltrax, genicol, inticol, ipibiofen, kalticol, lacophen, lanacol, mirakap, nikolam, nilacol, nufathiam, opiphen, phenobiotic, promixin, renamoca, riamycin, sendicol, solathim, thiambiotic, thiamet, thiamex, thiamfilex, thiamika, thiamphenicol, thiamycin, thianicol, thislacol, tiphutic, troviakol, urfanicol, urfekol, venacol, yekathiacol, zecathiam, zicafen, zumatab
thiamphenicol 500 mg

Thiamphenicol Obat Apa?

Thiamphenicol memiliki spektrum aktivitas yang luas mirip dengan Chloramphenicol. Obat ini kurang aktif dibandingkan kloramfenikol tetapi sama efektif dan lebih aktif terhadap bakteri Haemophilus dan Neisseria spp.

Thiamphenicol adalah analog chloramphenicol dengan kisaran aktivitas yang mirip dengan chloramphenicol, walaupun umumnya 1-2 x lebih lemah. Keduanya memiliki aktivitas yang sama terhadap Haemophilus, Bacteroides fragilis dan Streptococcus. Tidak seperti chloramphenicol, thiamphenicol tidak menyebabkan anemia aplastik pada manusia.

Mekanisme Aksi

Antibiotik ini secara reversibel mengikat subunit 50s ribosom bakteri sehingga menghambat transpeptidasi dan menghambat sintesis protein dari bakteri yang rentan, sehingga menghambat pertumbuhan sel.

Baca Juga :  Alprazolam Obat Apa? Dosis, Kegunaan, Efek Samping

Distribusi

Obat ini berdifusi ke sistem saraf pusat, mampu melintasi plasenta, masuk ke dalam ASI dan masuk ke paru-paru.

Sediaan obat yang tersedia

Obat ini tersedia dalam sediaan thiamphenicol syrup 125 mg/5 ml dan 250 mg/5 ml atau thiamphenicol 500 mg dan 1000 mg tablet.

Indikasi dan Kegunaan Thiamphenicol

Sebelum menggunakan obat ini, harus benar-benar sudah mempertimbangkan potensi manfaat dan risiko yang mungkin terjadi. Gunakan dosis efektif terendah untuk durasi terpendek yang konsisten dengan tujuan perawatan pasien).

Berikut adalah beberapa kegunaan antibiotik ini :

  • Antibiotik Thiamphenicol digunakan untuk mengobati infeksi yang disebabkan oleh bakteri Salmonella, H. influenzae (khususnya infeksi meningococcal), rickettsia, bakteri gram negatif yang menyebabkan bacteremia, atau meningitis.
  • Antibiotik ini juga sering digunakan untuk mengobati infeksi bakteri yang ditularkan melalui aktivitas s3ksual, misalnya Gonorrhoea.

Kontraindikasi

Antibiotik ini tidak boleh diberikan untuk :

  • Hipersensitivitas/alergi terhadap obat ini
  • Penderita depresi sumsum tulang atau diskrasia darah
  • Baru saja menjalani imunisasi aktif
  • Ibu hamil dan ibu menyusui
  • Penderita gangguan fungsi hati dan ginjal berat

Efek Samping Thiamphenicol

Selain memberikan efek yang dibutuhkan, sebagian besar obat dapat menyebabkan beberapa efek samping yang tidak diinginkan. Meskipun tidak semua efek samping ini dapat terjadi, penggunaan obat tetap harus dilakukan secara hati-hati. Segera dapatkan perawatan medis yang sesuai jika efek samping yang parah terjadi.

Berikut adalah beberapa efek samping yang mungkin bisa terjadi :

  • Reaksi hipersensitivitas
  • Gangguan pada saluran pencernaan, stomatitis, glositis, ensefalopati, depresi mental dan sakit kepala, ototoxicity
  • Anemia hemolitik, reaksi Jarish-Herxheimer
  • Penggunaan jangka panjang dapat menyebabkan perdarahan, perifer dan neuritis optik
  • Efek samping yang berpotensi fatal : Depresi sumsum tulang, sindrom bayi kelabu, reaksi anafilaksis.
Baca Juga :  Asam Salisilat Obat Apa? Dosis, Kegunaan, Efek Samping

Penggunaan Thiamphenicol Untuk Ibu Hamil dan Menyusui

FDA (badan pengawas obat dan makanan amerika serikat) menempatkan Thiamphenicol dalam kategori C, penjelasannya adalah sebagai berikut :

Penelitian pada reproduksi hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin dan tidak ada studi yang memadai dan terkendali dengan baik pada manusia, namun jika potensi keuntungan dapat dijamin, penggunaan obat pada ibu hamil dapat dilakukan meskipun potensi resiko sangat besar.

Belum ada data yang cukup memadai apakah antibiotik ini aman digunakan selama kehamilan. Namun, mengingat obat ini mampu melintasi plasenta, sebaiknya tidak digunakan, kecuali benar-benar tidak ada pilihan lain lagi.

Penggunaan thiamphenicol secara sistemik dikontraindikasikan selama kehamilan. Pengecualian untuk mengobati infeksi yang mengancam jiwa yang tidak merespon terhadap antibiotik yang kurang toksik. Ketika perawatan sistemik mutlak diperlukan sebelum masa persalinan, penting untuk mengamati bayi baru lahir apakah ada/tidak gejala toksik. Penggunaan lokal juga harus dihindari selama kehamilan.

sumber : penggunaan thiamphenicol selama kehamilan

Perhatian

Obat antibiotik ini ini harus diberikan hanya dengan resep dokter. Berikut adalah hal-hal yang harus diperhatikan :

  • Penggunaan pada penderita kerusakan ginjal mungkin memerlukan penyesuaian dosis.
  • Antibiotik ini sebaiknya tidak digunakan untuk jangka panjang. Gunakan obat sesuai durasi yang diresepkan dokter.
  • Lakukan pemeriksaan darah rutin secara berkala.
  • Hati-hati memberikan antibiotik ini pada bayi prematur dan bayi baru lahir.
  • Sebaiknya tidak diberikan pada ibu hamil atau ibu menyusui.
  • Waspadai terjadinya superinfeksi.

Interaksi Obat

Meskipun obat-obatan tertentu sama sekali tidak boleh digunakan bersama, dalam kasus lain dua obat yang berbeda dapat digunakan bersama-sama bahkan jika interaksi mungkin terjadi. Dalam kasus ini, dokter mungkin akan mengubah dosis, atau tindakan pencegahan lain yang mungkin diperlukan. Katakan kepada dokter jika Anda menggunakan obat-obatan yang diresepkan atau yang tidak diresepkan (over-the-counter [OTC]).

Berikut adalah beberapa interaksi obat yang mungkin terjadi :

  • Antibiotik ini bisa berinteraksi dengan Dicumarol, phenytoin, tolbutamide, phenobarbital. Konsultasi dengan dokter jika Anda menggunakan salah satu dari obat itu.
  • Interaksi yang berpotensi fatal : Obat-obatan yang menekan fungsi sumsum tulang.
Baca Juga :  Fargetix Kaplet (Mefenamic Acid 500 mg) : Informasi Lengkap

Dosis Thiamphenicol

Secara umum obat ini diberikan dengan dosis seperti berikut :

  • Dewasa, anak, bayi usia >2 minggu

50 mg/kg per hari dalam 3-4 dosis bagi

  • Bayi prematur

25 mg/kg sehari dalam 2 dosis bagi

  • Bayi usia <2 minggu

25 mg/kg sehari dalam 4-6 dosis bagi

Dosis untuk penggunaan indikasi tertentu :

  • Penyakit menular s3ksual (diberikan secara oral)

Dewasa : 1.5 g sehari dalam dosis bagi, bisa ditingkatkan sampai 3 g/sehari pada awal pemberian untuk infeksi parah.
Anak : 30-100 mg/kg/hari.

  • Gonorrhoea (diberikan secara oral)

Dewasa : 2.5 g/hari untuk 1-2 hari. Dosis alternatif, 2.5 g pada hari pertama kemudian diikuti oleh 2 g / hari pada masing-masing dari 4 hari berikutnya.

Penyesuaian Dosis Untuk Pasien Gangguan Ginjal

  • Penyakit menular s3ksual (diberikan secara oral)
CrClDosis
10-30500 mg 1 x sehari
30-60500 mg 2 x sehari
  • Gonorrhoea (diberikan secara oral)
CrClDosis
10-30500 mg 1 x sehari
30-60500 mg 2 x sehari

Aturan Pakai

  • Baca Panduan Pengobatan yang disediakan oleh apoteker Anda sebelum Anda mulai menggunakan obat ini. Jika Anda memiliki pertanyaan, tanyakan kepada dokter atau apoteker Anda.
  • Dosis didasarkan pada kondisi medis Anda dan respons terhadap pengobatan. Jangan menambah dosis atau minum obat antibiotik ini lebih sering daripada yang diarahkan.
  • Harus diminum saat perut kosong : minum 1 jam sebelum atau 2 jam setelah makan.
  • Gunakan obat ini secara teratur untuk mendapatkan manfaat maksimal. Ingat untuk menggunakannya pada waktu yang sama setiap hari.
  • Jangan menghentikan pengunaan antibiotik ini sebelum durasi waktu yang disarankan. Penggunaan antibiotik tidak sesuai dengan durasi yang dianjurkan bisa memicu resistensi.
  • Katakan kepada dokter jika kondisi Anda memburuk.

Artikel Pengetahuan Obat lainnya :

Thiamphenicol harus diberikan melalui resep seorang dokter. Jangan menggunakan obat ini sendiri tanpa sepengetahuan dokter. Penggunaan antibiotik yang tidak terkontrol akan memicu resistensi antibiotik.