Katamasa

Theophylline Tablet & Syrup Obat Apa? Dosis, Kegunaan, Efek Samping

Theophylline adalah obat asma bronkial. Selain untuk mengobati asma bronkial, kegunaan Theophylline adalah untuk mengobati kondisi bronkospastik lainnya, termasuk bronkospasme akut, bronkospasme kronis, dan bronkospasme akut parah.

Di apotek, obat asma ini umumnya tersedia berupa Theophylline tablet dan Theophylline syrup, baik tunggal atau dikombinasikan dengan obat lain, misalnya kombinasi Theophylline dan Ephedrine HCl (misalnya Asmasolon dari Darya varia) atau kombinasi dengan salbutamol (misalnya teosal dari dexa medica).

Terdapat banyak sediaan Theophylline paten dari berbagai pabrik farmasi, misalnya Theobron dari Interbat, Bufabron dari Bufa Aneka, Bronsolvan dari Kalbe Farma, atau Retaphyl SR dari Kimia Farma.

Harga Theophylline generik cukup terjangkau. Sedangkan harga Theophylline paten bervariasi. Misalnya harga Bufabron dari Bufa aneka di kisaran Rp. 12.500 per pepel (isi 10 tablet).

Dalam artikel ini kita akan mengenal lebih jauh mengenai obat asma ini. Theophylline obat apa, apa manfaatnya, efek samping, formulasi sediaan, dan apa saja merk-merk paten yang tersedia di pasaran.

Ringkasan

Berikut tabel yang memuat informasi Theophylline secara singkat :

Informasi ObatTheophylline
Golongantavlet & syrup : W (dengan/tanpa resep; SR dan sediaan IV : G (dengan resep)
Indikasiasma bronkial
DosisLihat bagian DOSIS
Aturan PakaiSesuai anjuran dokter
KontraindikasiMempunyai riwayat hipersensitif, Ulkus peptikum, Gastritis aktif, Kerusakan ginjal atau hati yang parah, Diabetes.
SediaanTablet 100 mg, 130 mg, syrup 130 mg/15 mL, injeksi IV
Merk obat yang mengandung BromelainAsmadex, Asmano, Asmasolon, Asthma Soho, Bronchophylin, Bronsolvan, Bufabron, Euphyllin Retard/Euphyllin Retard Mite, Getbron, Grafasma, Retaphyl SR, Teosal, Theobron, Theochodil, Tusapres

Theophylline Obat Apa?

Theophylline adalah senyawa obat tutunan xantine. Obat ini adalah obat asma bronkial yang bisa digunakan baik tunggal atau dalam bentuk kombinasi dengan obat lain.

Mekanisme aksi

Theophylline secara kompetitif memblokir fosfodiesterase yang meningkatkan konsentrasi jaringan siklik adenin monofosfat (cAMP) yang menyebabkan bronkodilatasi, diuresis, stimulasi sistem saraf pusat dan jantung, serta sekresi asam lambung.

Absorpsi

Obat diserap dengan cepat dan sepenuhnya dari saluran pencernaan. Tingkat absorpsinya menurun jika digunakan bersama makanan.

Waktu untuk mencapai konsentrasi plasma puncak sekitar 1-2 jam (sediaan liquid /syrup, kapsul atau tablet yang tidak disalut); 4 jam (sediaan sustain released); sekitar 30 menit (injeksi intravena).

Merk dagang

Theophylline paten dipasarkan oleh berbagai pabrik farmasi, baik tunggal atau kombinasi dengan obat lain. Diantaranya : Asmadex, Asmano, Asmasolon, Asthma Soho, Bronchophylin, Bronsolvan, Bufabron, Euphyllin Retard/Euphyllin Retard Mite, Getbron, Grafasma, Retaphyl SR, Teosal, Theobron, Theochodil, Tusapres.

Indikasi dan Kegunaan Theophylline

Sebelum menggunakan obat ini, harus benar-benar sudah mempertimbangkan potensi manfaat dan risiko yang mungkin terjadi. Gunakan dosis efektif terendah untuk durasi terpendek yang konsisten dengan tujuan perawatan pasien.

Theophylline diindikasikan untuk mengobati asma bronkial dan kondisi bronkospastik lainnya, termasuk bronkospasme akut, bronkospasme kronis, dan bronkospasme akut parah.

Kontraindikasi

Obat ini kontraindikasi pada pasien berikut :

Efek Samping Theophylline

Selain memberikan efek yang dibutuhkan, sebagian besar obat dapat menyebabkan beberapa efek samping yang tidak diinginkan. Meskipun tidak semua efek samping ini dapat terjadi, penggunaan obat tetap harus dilakukan secara hati-hati. Segera dapatkan perawatan medis yang sesuai jika efek samping yang parah terjadi.

Berikut adalah beberapa efek samping yang telah dilaporkan :

Peringatan

Waspadai hal-hal di bawah saat menggunakan obat Theophylline ini :

Penggunaan Theophylline Untuk ibu hamil atau ibu menyusui

FDA (badan pengawas obat dan makanan amerika serikat) menempatkan Theophylline dalam kategori C, penjelasannya adalah sebagai berikut :

Penelitian pada reproduksi hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin dan tidak ada studi yang memadai dan terkendali dengan baik pada manusia, namun jika potensi keuntungan dapat dijamin, penggunaan obat pada ibu hamil dapat dilakukan meskipun potensi resiko sangat besar.

Terapi farmakologis yang aman untuk asma gestasional (saat hamil) didefinisikan sebagai terapi di mana risiko obat yang nampak lebih rendah daripada risiko maternal dan janin yang potensial dari asma yang tidak terkontrol yang dapat terjadi jika obat itu tidak digunakan.

Berdasarkan ulasan dari informasi yang tersedia, direkomendasikan bahwa asma ringan selama kehamilan diobati dengan inhalasi beta 2-agonis, sesuai kebutuhan.

Langkah terapi untuk asma sedang akan meliputi inhalasi sodium cromoglycate (cromolyn sodium), inhalasi beclomethasone dipropionate dan Theophylline oral.

Asma gestasional berat harus diobati dengan kortikosteroid oral dengan dosis efektif terendah.

Manajemen farmakologis asma akut selama kehamilan harus mencakup beta 2-agonis nebulised dan ipratropium bromide, dan methylprednisolone intravena.

Aminofilin intravena umumnya tidak direkomendasikan, kecuali pasien memerlukan rawat inap.

sumber : Pengobatan asma saat hamil

Penggunaan Theophylline oral dapat membantu mengendalikan asma berat selama kehamilan. Perawatan ini, bagaimanapun, telah dicurigai menyebabkan komplikasi dan malformasi.

Sebuah penelitian untuk mempelajari pengaruh pengobatan dengan Theophylline terhadap perjalanan kehamilan dan persalinan serta kesehatan ibu dan bayi, menghasilkan data sebagai berikut :

Tiga bayi dari 121 pasien yang diobati dengan Theophylline selama trimester pertama dilahirkan dengan malformasi.

KESIMPULAN : Selama trimester kedua dan ketiga hingga persalinan, pengobatan Theophylline menggunakan dosis sedang dapat dianggap aman. Keamanan pengobatan selama trimester pertama berkenaan dengan teratogenisitas masih harus diteliti lebih lanjut.

sumber : pengobatan dengan slow release theophylline saat hamil

Tidak diketahui apakah obat ini diekskresikan dalam ASI. Karena banyak obat diekskresikan dalam ASI dan karena potensi efek buruk pada bayi yang menyusu, harus dibuat keputusan apakah akan menghentikan menyusui atau menghentikan pengobatan, dengan mempertimbangkan pentingnya obat bagi ibu.

Interaksi

Interaksi dengan obat lain dapat mengubah cara kerja obat atau meningkatkan risiko terjadinya efek samping yang serius. Beritahu dokter dan apoteker tentang obat apa saja yang sedang Anda konsumsi. Jangan memulai, menghentikan, atau mengubah dosis obat apa pun tanpa persetujuan dokter Anda.

Berikut interaksi obat yang mungkin terjadi :

Dosis Theophylline

Di bawah ini adalah aturan dosis yang umum digunakan :

A. Dosis Sediaan Intravenous

Berikut adalah aturan dosis jika obat diberikan secara intravena.

Untuk Bronkospasme berat akut

B. Dosis Sediaan Oral (Tablet/syrup)

Berikut adalah aturan dosis jika obat diberikan secara oral baik menggunakan tablet atau syrup.

Untuk Bronkospasme akut

Untuk Bronkospasme kronis

Aturan Pakai theophylline

Artikel Pengetahuan Obat lainnya

Theophylline tablet dan syrup adalah obat yang bisa didapatkan dengan atau tanpa resep dokter. Sedangkan Theophylline SR dan injeksi hanya bisa diperoleh dengan resep dokter. Jangan menggunakan obat ini melebihi dosis dan durasi yang telah diresepkan oleh dokter. Penggunaan yang berlebihan tidak akan meningkatkan manfaat obat ini namun justru akan meningkatkan efek sampingnya.

Sharing is caring