Katamasa

Sistenol Tablet Obat Apa? Dosis, Kegunaan, Efek Samping

Sistenol adalah obat flu dan batuk yang mengandung kombinasi Paracetamol dan N-acetylcysteine.

Kegunaan Sistenol adalah untuk mengurangi batuk produktif dan mengurangi demam akibat influenza.

Di Apotik, obat flu dan batuk ini tersedia berupa Sistenol film coated caplet.

Sistenol tablet diproduksi oleh Dexa Medica.

Harga Sistenol tablet di kisaran Rp. 14.000 – Rp. 23.000.

Dalam artikel ini kita akan mengenal lebih jauh mengenai obat flu dan batuk ini. Sistenol obat apa, apa manfaat, efek samping, dan zat apa saja yang merupakan komposisi obat flu dan batuk ini.

Sistenol Obat Apa?

Sistenol adalah obat flu dan batuk yang diproduksi oleh perusahaan farmasi, yaitu, Dexa Medica.

Obat ini mengandung zat aktif kombinasi Paracetamol dan N-Acetylcysteine.

Zat aktif

Paracetamol atau disebut juga dengan nama lain acetaminophen adalah obat analgetic (pereda nyeri) dan antipiretik (penurun demam).

Obat ini bisa diperoleh tanpa resep dokter.

Acetylcysteine adalah obat untuk melonggarkan viskus atau dahak pada penderita cystic fibrosis atau chronic obstructive pulnary disease.

Selain itu, Acetylcysteine juga sering digunakan untuk menangani kejadian overdosis paracetamol.

Efek samping yang sering terjadi pada penggunaan acetylcysteine adalah mual, muntah, kulit kemerahan dan gatal-gatal.

Mekanisme Aksi

Paracetamol mempunyai efek analgesik dan antipiretik dengan mekanisme kerja yang mirip salisilat.

Paracetamol bekerja pada daerah hipotalamus yang menyebabkan vasodilatasi dan peningkatan aliran darah perifer, sehingga menurunkan suhu tubuh.

Acetylcysteine memiliki efek mukolitik yang dapat mengurangi viskositas sekresi paru sehingga dapat dengan mudah dikeluarkan dengan batuk, jalur postural atau peralatan mekanis.

Produsen

Sistenol kaplet salut selaput diproduksi oleh Dexa Medica.

Kandungan

Komposisi Sistenol Film Coated caplet adalah :

Per kaplet :

Bentuk Sediaan

Sistenol kaplet salut selaput dijual dengan kemasan :

Ringkasan

Berikut tabel yang memuat informasi obat Sistenol secara singkat :

Informasi ObatSistenol
GolonganG (dengan resep)
KomposisiParacetamol dan N-acetylcysteine
IndikasiBatuk dan demam akibat Influenza
KontraindikasiHipersensitif
DosisLihat bagian dosis
Aturan PakaiDengan makanan
Sediaankaplet salut selaput / film coated caplet
ProdusenDexa Medica

Indikasi dan Kegunaan Sistenol

Sebelum menggunakan Sistenol, harus benar-benar sudah mempertimbangkan potensi manfaat dan risiko yang mungkin terjadi.

Gunakan dosis efektif terendah untuk durasi terpendek yang konsisten dengan tujuan perawatan pasien.

Kegunaan Sistenol adalah untuk mengobati kondisi-kondisi berikut :

Kontraindikasi

Sistenol kontraindikasi pada pasien berikut ini :

Efek Samping Sistenol

Selain memberikan efek yang dibutuhkan, sebagian besar obat dapat menyebabkan beberapa efek samping yang tidak diinginkan.

Meskipun tidak semua efek samping ini dapat terjadi, penggunaan obat tetap harus dilakukan secara hati-hati.

Segera dapatkan perawatan medis yang sesuai jika efek samping yang parah terjadi.

Berikut adalah beberapa efek samping Sistenol yang mungkin terjadi :

Peringatan

Waspadai hal-hal di bawah saat menggunakan obat Sistenol :

Penggunaan Sistenol Untuk ibu hamil atau ibu menyusui

Amankah Sistenol untuk ibu hamil?

FDA (badan pengawas obat dan makanan amerika serikat) menempatkan Acetylcysteine dalam kategori B, penjelasannya adalah sebagai berikut :

Penelitian pada reproduksi hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin dan tidak ada studi yang memadai dan terkendali dengan baik pada manusia, namun jika potensi keuntungan dapat dijamin, penggunaan obat pada ibu hamil dapat dilakukan meskipun potensi resiko sangat besar.

Sementara itu, Paracetamol masuk kategori C :

Penelitian pada reproduksi hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin dan tidak ada studi yang memadai dan terkendali dengan baik pada manusia, namun jika potensi keuntungan dapat dijamin, penggunaan obat pada ibu hamil dapat dilakukan meskipun potensi resiko sangat besar.

Wanita hamil lebih rentan terkena flu dibandingkan wanita usia reproduksi yang tidak hamil.

Perubahan sistem kekebalan tubuh, jantung, dan paru-paru selama kehamilan membuat wanita hamil (dan wanita hingga dua minggu pascapersalinan) lebih rentan terhadap penyakit parah akibat flu, termasuk penyakit yang mengakibatkan rawat inap.

Flu juga bisa berbahaya bagi janin. Oleh karena itu, ibu hamil yang terkena flu sebaiknya segera ke dokter untuk memeriksakan kondisi kesehatannya.

Banyak obat flu mengandung lebih dari satu jenis obat. Beberapa mungkin lebih aman daripada yang lain, tetapi tidak ada yang terbukti 100% aman.

Secara umum, yang terbaik adalah menghindari obat flu, jika mungkin, terutama selama 3 sampai 4 bulan pertama kehamilan.

Langkah perawatan diri terbaik untuk merawat diri sendiri ketika Anda terserang flu adalah istirahat dan minum banyak cairan, terutama air. (sumber : Kehamilan dan flu).

Penggunaan obat flu untuk ibu hamil tidak dianjurkan. Namun, jika terpaksa digunakan, harus dengan pengawasan dokter dan dilakukan jika benar-benar diperlukan.

Paracetamol diketahui ikut keluar bersama ASI, meskipun dalam jumlah yang kecil.

Oleh karena itu, penggunaan Sistenol untuk ibu menyusui sebaiknya dikonsultasikan dengan dokter.

Interaksi

Interaksi dengan obat lain dapat mengubah cara kerja obat atau meningkatkan risiko terjadinya efek samping yang serius.

Beritahu dokter dan apoteker tentang obat apa saja yang sedang Anda konsumsi.

Jangan memulai, menghentikan, atau mengubah dosis obat apa pun tanpa persetujuan dokter Anda.

Berikut interaksi obat yang mungkin terjadi :

Dosis Sistenol

Berikut adalah dosis Sistenol yang lazim digunakan :

Atau sesuai dengan anjuran dokter.

Aturan Pakai

Artikel Pengetahuan Obat lainnya

Sistenol Film Coated Caplet / Kaplet salut selaput adalah obat yang bisa didapatkan hanya dengan resep dokter. Jangan menggunakan obat flu dan batuk ini melebihi dosis dan durasi yang telah diresepkan oleh dokter. Penggunaan yang berlebihan tidak akan meningkatkan manfaat obat ini namun justru akan meningkatkan efek sampingnya.

Sharing is caring