Katamasa

Sistem Ekonomi Sosialis : Ciri-ciri, Contoh, Kelebihan dan Kekurangan

Sistem ekonomi sosialis adalah sistem ekonomi di mana faktor-faktor produksi dimiliki bersama dan hasil produksi dibagi menurut kontribusi masing-masing

Sistem Ekonomi Sosialis – Sistem ekonomi sosialis adalah suatu sistem ekonomi di mana perekonomian dikendalikan dan diatur oleh pemerintah untuk menjamin terciptanya kesejahteraan dan kesempatan yang sama bagi seluruh rakyat suatu negara.

Terdapat macam-macam sistem ekonomi yang ada di dunia. Sistem ekonomi yang diterapkan masing-masing negara sangat tergantung situasi dan kondisi negara bersangkutan, termasuk ideologi.

Negara yang menganut kapitalisme umumnya menerapkan sistem ekonomi pasar, sedangkan negara yang menganut ideologi komunisme atau sosialisme, menerapkan sistem ekonomi komando.

Sistem ekonomi sosialis adalah sistem ekonomi yang menerapkan prinsip-prinsip sosialisme, yaitu, tiap orang memperoleh bagian sesuai dengan sebesar apa kontribusinya.

Apa pun sistem ekonomi yang dianut sebuah negara, tujuan akhirnya adalah untuk mensejahterakan rakyatnya.

Lalu, bagaimana sistem ekonomi sosialis menyelesaikan masalah ekonomi? Apakah sistem ekonomi sosialis bisa mensejahterakan rakyat?

Ringkasan

Di bawah ini adalah pertanyaan dan jawaban singkat untuk lebih memahami tentang sistem ekonomi sosialis.

Apa pengertian sistem ekonomi sosialis?

Sistem ekonomi sosialis adalah sistem ekonomi di mana semua orang di masyarakat sama-sama memiliki faktor-faktor produksi.
Kepemilikan rakyat terhadap faktor produksi diwakili melalui pemerintah yang dipilih secara demokratis. Bisa juga koperasi atau perusahaan publik di mana setiap orang memiliki saham.
Empat faktor produksi adalah tenaga kerja, kewirausahaan, barang modal, dan sumber daya alam.

Apa saja ciri-ciri sistem ekonomi sosialis?

Ciri-ciri sistem ekonomi sosialis adalah seluruh barang dan jasa diproduksi untuk secara langsung digunakan, sarana produksi dimiliki oleh publik melalui negara, pembagian hasil produksi sesuai dengan seberapa besarnya kontribusi, dlsb.

Apa contoh sistem ekonomi sosialis?

Salah satu contoh sistem ekonomi sosialis adalah koperasi.
Di dalam koperasi, setiap anggota memiliki kepemilikan yang sama terhadap seluruh aset koperasi.
Pembagian hasil dilakukan berdasarkan besarnya kontribusi masing-masing anggota.

Apa kelebihan sistem ekonomi sosialis?

Kelebihan sistem ekonomi sosialis adalah semua keuntungan tersebar secara merata di antara semua pekerja sesuai dengan kontribusinya, setiap orang memiliki akses yang sama terhadap perawatan kesehatan dan pendidikan, sumber daya alam dilestarikan untuk ekonomi berkelanjutan, bertujuan untuk memenuhi kebutuhan pokok setiap warga negara, orang yang lemah secara fisik atau penyandang disabilitas baik mental atau fisik berada dalam pengawasan negara.

Bagaimana sistem ekonomi sosialis menyelesaikan masalah ekonomi?

Sistem ekonomi sosialis menyelesaikan masalah ekonomi dengan cara negara turun langsung mengatur tingkat output dan harga barang dan jasa.

Di dalam artikel ini kita akan membahas apa itu sistem ekonomi sosialis, apa saja ciri-ciri yang membedakannya dengan sistem ekonomi lain, dan bagaimana sistem ekonomi sosialis menyelesaikan masalah ekonomi suatu negara.

Pengertian Sistem Ekonomi Sosialis

Sebagai sebuah ideologi, sosialisme adalah rasa perhatian, simpati dan empati dari individu kepada individu lainnya tanpa memandang status sosialnya.

Menurut Friedrich Engels, model dan gagasan sosialis dapat dirunut hingga ke awal sejarah manusia dari sifat dasar manusia sebagai makhluk sosial.

Sebagai sebuah sistem ekonomi, sosialisme berdasarkan pada premis :

Setiap individu tidak hidup atau bekerja sendiri-sendiri tetapi bekerja sama satu dengan yang lainnya.

Semua yang dihasilkan individu adalah produk sosial, dan setiap orang dihargai sesuai dengan kontribusi yang diberikannya.

Hak milik terhadap aset-aset ekonomi berada di tangan masyarakat melalui pemerintah untuk kepentingan seluruh rakyat.

Sistem ekonomi sosialis adalah sistem ekonomi di mana semua orang di masyarakat sama-sama memiliki faktor-faktor produksi.

Kepemilikan rakyat terhadap faktor produksi diwakili melalui pemerintah yang dipilih secara demokratis. Bisa juga koperasi atau perusahaan publik di mana setiap orang memiliki saham.

Empat faktor produksi adalah tenaga kerja, kewirausahaan, barang modal, dan sumber daya alam.

Sejarah Sosialisme

Sejarah sistem ekonomi sosialis selalu beriringan dengan ideologi sosialisme.

Ketika sosialisme berkembang, maka sistem ekonomi sosialis juga berkembang.

Ada empat periode perkembangan sosialisme, yaitu :

Sosialisme pada periode utopis berpusat pada keprihatinan atas eksploitasi kelas pekerja oleh tuan-tuan tanah/pemilik modal.

Kesengsaraan dan kemiskinan kelas pekerja di bawah pemilik modal memberi inspirasi bagi serangkaian aliran pemikiran yang berpendapat bahwa kehidupan di bawah kelas para tuan, atau para kapitalis akan mengakibatkan kelas pekerja hanya hidup dari upah yang tidak layak.

Ide-ide sosialis menemukan jalannya dalam berbagai gerakan utopis, yang sering membentuk komune pertanian yang bertujuan untuk mencukupi kebutuhan diri sendiri di atas tanah milik sendiri.

Terbentuk juga banyak gerakan sosialisme keagamaan, seperti sosialisme Kristen di Amerika, serta Kibbutz dan komune Zionis.

Pengertian sistem ekonomi sosialis menurut para ahli selalu berkembang menurut periode di atas.

Ekonomi sosialis bisa dikaitkan dengan berbagai aliran pemikiran ekonomi.

Karl Marx memberikan landasan bagi sosialisme berdasarkan analisis kapitalisme, sementara teori ekonomi neoklasik dan ekonomi evolusioner memperkenalkan model sosialisme yang komprehensif.

Selama abad ke-20, proposal dan model sistem ekonomi terencana dan sosialisme pasar sangat bergantung pada teori ekonomi neoklasik atau sintesis ekonomi neoklasik dengan ekonomi Marxian atau institusional.

Tokoh ekonomi sosialis yang penting dalam kancah ekonomi politik diantaranya adalah Pierre-Joseph Proudhon.

Tokoh lainnya, misalnya, Henri de Saint-Simon, Thomas Spence, William Ogilvie, William Cobbett, Thomas Hodgskin, Robert Owen, William Thompson, Charles Fourier, John Gray, dan John Francis Bray.

Ciri-ciri sistem ekonomi sosialis

Berikut adalah karakteristik/ciri-ciri sistem ekonomi sosialis yang membedakannya dengan sistem ekonomi lainnya :

Bagaimana sistem ekonomi sosialis menyelesaikan masalah ekonomi?

Dalam ekonomi kapitalis, harga ditentukan oleh pasar melalui hukum penawaran dan permintaan.

Misalnya, ketika permintaan gula meningkat, sementara pasokan tetap, akan mendorong harga naik sehingga menciptakan inflasi.

Sebaliknya, jika permintaan gula menurun, produsen akan menghadapi masalah harga yang lebih rendah, dan produksi agregat akan menurun.

Sementara itu, di bawah sistem ekonomi sosialis sejati, tingkat output dan harga dikendalikan oleh pemerintah.

Tantangannya adalah menyinkronkan keputusan pemerintah dengan kebutuhan konsumen.

Ekonom sosialis berpendapat bahwa, dengan mengevaluasi tingkat stok, pemerintah dapat menghindari inefisiensi produksi.

Misalnya, ketika di pasaran mengalami kelebihan pasokan gula, itu menandakan perlunya memotong harga, dan sebaliknya.

Salah satu kritik terhadap sistem ekonomi sosialis adalah bahwa intervensi pemerintah dalam menyesuaikan harga menyebabkan kurangnya persaingan antara produsen, sehingga bisa menurunkan kualitas produk.

Pengkritik juga berpendapat bahwa kontrol pemerintah terhadap produksi bisa menciptakan birokrasi yang lambat dan tidak efisien.

Secara teori, tim perencanaan pusat harus bertanggung jawab menentukan harga ribuan produk, sehingga sangat sulit untuk bereaksi cepat terhadap situasi pasar terkini.

Selain itu, politik kekuasaan dalam pemerintah dapat menciptakan situasi di mana motivasi politik mengesampingkan kebutuhan dasar rakyat.

Contohnya, ketika Uni Soviet justru mengalihkan sumber daya yang besar untuk membangun kemampuan militernya, padahal penduduknya mengalami kesulitan untuk mendapatkan berbagai kebutuhan pokok.

Kelebihan dan Kekurangan Sistem Ekonomi Sosialis

Dari berbagai macam sistem ekonomi yang ada di dunia, semuanya memiliki kelebihan dan kekurangan. Termasuk sistem ekonomi sosialis.

Berikut adalah kelebihan dan kekurangan sistem ekonomi sosialis secara umum :

Kelebihan Sistem Ekonomi Sosialis

Kekurangan Sistem ekonomi Sosialis

Contoh Negara Yang Menganut Sistem Ekonomi Sosialis

Hampir semua negara saat ini menerapkan sistem ekonomi campuran. Sistem ekonomi campuran menggabungkan sosialisme dengan kapitalisme, komunisme, atau keduanya.

Jika kita mendengar kata “sosialisme”, mungkin akan langsung mengaitkan dengan negara-negara seperti bekas Uni Soviet, Cina di bawah Mao Zedong, atau Kuba dan Korea Utara.

Negara-negara tersebut dipimpin oleh para pemimpin totaliter dan kontrol kepemilikan publik atas hampir semua sumber daya produktif.

Namun, istilah sosialis ternyata juga digunakan oleh banyak negara lain, namun dengan praktek yang berbeda.

Misalnya, negara-negara Skandinavia – Swedia, Denmark, Norwegia, dan Finlandia – menyebut sistem ekonomi mereka atau sistem politiknya sebagai sosial demokrat atau bahkan sosialis saja.

Tetapi alih-alih pemerintah menjalankan seluruh ekonomi, peran mereka adalah untuk menyeimbangkan persaingan pasar yang keras dengan sistem sosial yang kuat sebagai jaring pengaman.

Di negara-negara tersebut, perawatan kesehatan, pendidikan diberikan seluas-luasnya kepada masyarakat dan hampir-hampir gratis.

Mereka juga menerapkan undang-undang yang secara ketat melindungi hak-hak pekerja.

Bahkan, di negara-negara yang jelas kapitalis seperti Amerika Serikat, beberapa layanan dianggap terlalu penting untuk dibiarkan begitu saja ditentukan oleh pasar semata.

Konsekuensinya, pemerintah menyediakan tunjangan pengangguran, jaminan sosial, dan asuransi kesehatan untuk manula dan masyarakat berpenghasilan rendah.

Pemerintah juga berperan besar dalam pendidikan dasar dan menengah.

Karena itu, untuk menentukan negara-negara yang menganut sistem ekonomi sosialis menjadi sangat rumit.

Ada banyak negara yang masuk kriteria, tergantung syarat apa yang dipakai untuk menentukannya.

Di bawah ini adalah beberapa negara yang menerapkan sistem ekonomi sosialis yang kuat (meskipun bercampur dengan sistem yang lain) :

Pada dasarnya negara-negara barat menerapkan sistem kapitalis, dimana kepemilikan individu/swasta sangat dihargai.

Namun, negara-negara itu ternyata juga menerapkan banyak aspek-aspek sosialisme dalam perekonomiannya.

Jenis Sosialisme

Ada berbagai jenis sosialisme. Mereka berbeda dalam beberapa aspek soal tanggapan terhadap kapitalisme. Di bawah ini adalah penjelasannya :

Kesimpulan

Sistem ekonomi sosialis adalah sebuah sistem pengelolaan perekonomian di mana peran pemerintah sangat besar, misalnya dalam mengontrol output dan tingkat harga.

Namun, di sisi lain, sistem ekonomi sosialis juga bisa diterapkan oleh negara yang berideologi liberal dengan maksud memberikan jaring pengaman sosial bagi masyarakat dari pengaruh kerasnya mekanisme pasar bebas.

Prinsipnya adalah sebuah sistem ekonomi dipilih suatu negara untuk mengelola perekonomian dengan tujuan akhir kesejahteraan rakyat.

Bagaimana sistem ekonomi sosialis menyelesaikan masalah ekonomi? Pada dasarnya adalah dengan cara mengontrol output produksi sesuai kebutuhan dan menjaga tingkat harga barang dan jasa pada tingkat yang bisa dijangkau rakyat.

Sharing is caring