Sistem Ekonomi Komando : Pengertian, Ciri-ciri, Sejarah, Kelebihan dan kekurangan

sistem ekonomi komando, sejarah, tujuan, contoh, tokoh, kelebihan kekurangan
Seluruh faktor produksi dalam sistem ekonomi komando dikontrol sepenuhnya oleh kebijakan pemerintah pusat

Sistem ekonomi yang diterapkan oleh tiap negara sangat tergantung pada ideologi dan tujuan yang ingin dicapai. Salah satu sistem ekonomi yang ada adalah sistem ekonomi komando. Sistem ini dikenal dengan salah satu karakteristiknya yaitu penguasaan penuh pemerintah pusat atas seluruh faktor-faktor ekonomi, termasuk : tanah, sumber daya alam, dan faktor-faktor produksi. Pada artikel ini, kita akan membahas pengertian, ciri-ciri, sejarah, tokoh-tokoh, serta kelebihan dan kekurangan sistem ekonomi komando.

Pengertian Sistem Ekonomi Komando

Sistem Ekonomi Komando adalah suatu sistem ekonomi di mana seluruh kebijakan ekonomi dikontrol sepenuhnya oleh pemerintah pusat. Penguasaan atas tanah, sumber daya alam, dan seluruh faktor produksi sepenuhnya di tangan negara atau dimiliki secara kolektif. Perekonomian tidak bergantung pada hukum penawaran dan permintaan seperti yang terjadi pada sistem ekonomi pasar. Ekonomi komando juga mengabaikan tradisi atau kebiasaan yang terkait sistem ekonomi tradisional.

Sistem yang dikenal juga dengan istilah sistem ekonomi terpusat terencana ini dianggap sebagai sistem ekonomi kiri. Sistem ini didasarkan pada prinsip kolektivisme, seperti : kesetaraan ekonomi, kepentingan kolektif, dan kepemilikan publik. Ini berarti bahwa dalam ekonomi komando intervensi pemerintah dalam kegiatan ekonomi sangat tinggi. Namun, meskipun diatur dengan cara berbeda, seperti sistem ekonomi lainnya, tujuan sistem ekonomi komando adalah untuk mencapai kemakmuran bagi rakyatnya.

Sistem ekonomi komando memiliki salah satu kekuatan yaitu adanya keselarasan antara visi dan misi pemerintah pusat dengan strata pemerintahan di bawahnya. Hal ini penting supaya segala sumber daya ekonomi difokuskan untuk mencapai tujuan nasional. (Baca juga : Macam-macam sistem ekonomi beserta kelebihan dan kekurangannya).

Sejarah Sistem Ekonomi Komando

Ekonom yang berasal dari kota Wina, Austria yaitu Otto Neurath mengembangkan konsep ekonomi komando paska Perang Dunia I. Menurut Otto Neurath sistem ekonomi komando adalah cara untuk mengendalikan hiperinflasi. Istilah “ekonomi komando” berasal dari bahasa Jerman “Befehlswirtschaft.”

Namun sesungguhnya, sistem ekonomi terencana terpusat ada jauh sebelum era Nazi Jerman. Beberapa peradaban yang menerapkannya, termasuk kerajaan Inca pada abad ke-16 di negara Peru. Bahkan Amerika Serikat yang saat ini terkenal sebagai pelopor ekonomi liberal menggunakan ekonomi komando untuk memobilisasi ekonomi selama Perang Dunia II.

Ciri-ciri sistem ekonomi Komando

Berikut adalah beberapa ciri-ciri sistem ekonomi komando yang membedakannya dengan sistem yang lain :

  • Pemerintah pusat menyusun rencana pembangunan ekonomi, baik itu rencana ekonomi jangka pendek, menegah, atau jangka panjang. Rencana ekonomi lima tahun menetapkan tujuan ekonomi dan kemasyarakatan untuk setiap sektor dan wilayah negara.
  • Pemerintah mengalokasikan semua sumber daya sesuai dengan rencana yang disusun pemerintah pusat.
  • Pemerintah pusat menetapkan prioritas produksi semua barang dan jasa, termasuk berapa jumlahnya dan berapa harga barang itu dijual. Tujuannya adalah untuk menyediakan cukup makanan, perumahan, dan kebutuhan dasar lainnya bagi seluruh rakyat.
  • Pemerintah memiliki bisnis monopoli. Biasanya monopoli dilakukan pada sektor ekonomi yang dianggap penting untuk tujuan nasional. Tidak ada persaingan domestik di sektor-sektor penting ini.
  • Pemerintah menciptakan undang-undang, peraturan, dan arahan untuk menegakkan rencana pusat. Aktivitas perekonomian akan diarahkan untuk mengikuti rencana produksi dan target yang telah disusun pemerintah.
  • Pemerintah memiliki kekuasaan tertinggi dalam seluruh aktivitas perekonomian. Pihak swasta atau individu tidak punya peran berarti.
Baca Juga :  Sejarah Sistem Ekonomi Indonesia (Perkembangan Dari Masa ke Masa)

Kelebihan dan kekurangan Sistem Ekonomi Komando

Tidak ada sistem ekonomi yang sempurna, begitu pula ekonomi komando pasti memiliki kelebihan dan kekurangan. Berikut adalah kelebihan dan kekurangan sistem ekonomi komando :

Kelebihan Sistem Ekonomi Komando

  1. Dukungan pada sektor industri-industri penting sangat baik. Untuk merealisasikan proyek-proyek besar dan mencapai tujuan nasional, ekonomi komando memberikan dukungan penuh pada sektor-sektor ekonomi penting, misalnya perminyakan, perbankan, bahkan industri militer.
  2. Monopoli pasar oleh pemodal besar tidak terjadi. Karena semua faktor ekonomi diatur oleh pemerintah, tidak akan pernah ada pemodal besar yang mampu mengendalikan harga dengan semena-mena.
  3. Volume produksi dan ketersediaan barang terkontrol baik. Dalam ekonomi komando, volume produksi dapat disesuaikan dengan kebutuhan penduduk.
  4. Sistem ekonomi komando memiliki salah satu kekuatan yaitu, sistem ekonomi menjadi selaras dari atas ke bawah. Sistem ekonomi seperti ini memiliki kemampuan untuk menyesuaikan segala aktivitas ekonomi untuk mewujudkan visi dan misi bangsa. Antara pemerintah pusat dan daerah fokus pada rencana pembangunan yang telah disusun, sehingga mempunyai arah yang jelas.
  5. Mobilisasi sumber daya dilakukan lebih baik. Pemerintah memiliki hak untuk memobilisasi seluruh komponen bangsa dalam skala besar untuk mencapai tujuan nasional secara cepat.
  6. Respons terhadap bencana dan keadaan darurat lebih baik. Otoritas pusat dengan mudah meningkatkan produksi di banyak fasilitas yang dikontrolnya untuk memenuhi kebutuhan saat terjadi bencana. Misalnya, jika di suatu wilayah terjadi bencana, pemerintah dengan mudah menggerakan segala sumber daya yang berada penuh dalam kontrolnya.
  7. Memprioritaskan kesejahteraan sosial secara kolektif. Kesejahteraan sosial adalah perhatian utama dalam ekonomi komando, di mana salah satu tujuan utamanya adalah memastikan bahwa kesejahteraan sosial maksimum akan terjadi. Sistem ini melahirkan rasa kebersamaan karena kurangnya ketimpangan pendapatan, sehingga masyarakat secara keseluruhan dapat mengambil peran dalam proses produksi dan dapat memperoleh manfaat darinya.
Baca Juga :  Sistem Ekonomi Kapitalis : Pengertian, Ciri-ciri, Kelebihan dan Kekurangan

Kekurangan sistem Ekonomi Komando

  1. Kebutuhan masyarakat terabaikan. Dalam ekonomi komando, kebutuhan masyarakat sering diabaikan demi kesetaraan. Tidak banyak pilihan pada barang konsumsi, karena apa yang diproduksi ditentukan negara. Untuk pekerja, mereka tidak akan mempunyai banyak pilihan di mana mereka ingin bekerja.
  2. Kebebasan dibatasi. Jenis ekonomi ini biasanya terkait dengan komunisme, yang berarti pemerintah memiliki kontrol penuh terhadap rakyat yang berakibat rendahnya kebebasan rakyat. Warga negara tidak dapat memilih jalur karier berdasarkan minat dan keterampilan yang mereka miliki, tetapi ditentukan otoritas pusat. Karena kelemahan ekonomi komando ini, kebanyakan orang menjadi tidak puas, menciptakan kemalasan dan menurunkan produktivitas.
  3. Inovasi sangat rendah. Jika sistem pasar bebas mendorong inovasi dan perubahan, ekonomi komando justru sebaliknya. Karena pemerintah yang berkuasa mengendalikan pasar, inovasi bukanlah prioritas atau tidak didorong sama sekali.
  4. Tingkat kompetisi sangat renda. Kompetisi yang ketat pada sistem ekonomi pasar adalah kekuatan utama yang mendorong terjadinya inovasi terus menerus, tetapi hal ini tidak ditemukan dalam ekonomi komando.
  5. Berpotensi munculnya pasar gelap. Karena pemerintah membatasi produk dan jasa yang beredar di pasar, sementara keinginan manusia susah dikontrol, maka pemenuhan kebutuhan ini akan disuplai oleh pasar gelap. Akibatnya akan merugikan negara dari sisi pajak.
  6. Kinerja ekspor rendah. Karena inovasi sangat rendah, produktivitas juga rendah, ekspor bisa menjadi masalah karena kalah bersaing dengan produk-produk negara lain.
  7. Jumlah barang yang tersedia tidak seimbang dengan permintaan. Sulit bagi pemerintah untuk memperoleh data aktual tentang kebutuhan konsumen, sehingga pemerintah mengambil kebijakan untuk melakukan penjatahan.
  8. Banyak subsidi ekonomi salah sasaran. Demi menghindari kesenjangan ekonomi, pemerintah banyak menggelontorkan subsidi, namun kebijakan ini sering tidak tepat sasaran dan menghabiskan anggaran yang besar sehingga mengurangi alokasi pada sektor lain yang lebih penting.
  9. Koordinasi antar lembaga sangat sulit. Jika dilakukan dalam skala kecil, sistem ini mungkin sangat baik. Namun, untuk skala negara, nyaris tidak mungkin mengontrol segala aspek kehidupan dari hulu ke hilir. Akibatnya, koordinasi sering tidak efisien. Di sisi lain, banyak kebijakan ekonomi lambat terealisasi karena ketakutan aparat bawah mengambil keputusan secara cepat sesuai keadaan.

Contoh-contoh Ekonomi komando

Sistem ekonomi komando pada umumnya dianut oleh negara-negara yang dipimpin seorang diktator yang kuat. Hal ini sangat lumrah, karena tanpa pemimpin yang kuat sangat tidak mungkin mengendalikan seluruh perekonomian dalam satu komando.

Tokoh-tokoh sistem ekonomi komando pun dicitrakan sebagai seorang diktator. Sebut saja Lenin, Joseph Stalin, Mao Zedong, Fidel Castro, atau Kim Jong-Un.

Lebih jauh lagi, ekonomi komando juga sering dikaitkan dengan negara komunis. Komunisme adalah sistem ekonomi dan politik yang didasarkan pada prinsip-prinsip sosialisme. Komunisme berpusat pada gagasan membangun masyarakat yang didasarkan pada kepemilikan publik atas alat-alat produksi dan penghapusan bentuk kelas sosial apa pun. Dengan demikian, diktator komunis sering menggunakan ekonomi komando sebagai cara mengendalikan lebih lanjut negara mereka.

Baca Juga :  Perbedaan Sistem Ekonomi Kapitalis dan Sistem Ekonomi Sosialis

Salah satu contoh ekonomi komando dalam sejarah adalah saat Uni Soviet mengambil alih seluruh tanah pertanian di Ukraina. Tanah yang awalnya adalah milik para petani diambil paksa menjadi milik negara. Kejadian ini pada akhirnya justru menyebabkan terjadinya kelaparan di Ukraina alih-alih meningkatkan kesejahteraan sosial.

Negara yang menganut sistem ekonomi komando

Ada banyak negara yang pernah dan masih menganut sistem ekonomi komando. Namun, seiring runtuhnya Uni Soviet perlahan tapi pasti sistem ini ditinggalkan karena dianggap gagal mewujudkan kesejahteraan rakyat.

Berikut adalah daftar negara yang menganut sistem ekonomi komando :

  • Rusia : Sejak dipimpin Vladimir Lenin, Rusia mengadopsi ideologi komunis dan menerapkan sistem ekonomi komando. Rusia adalah negara pertama yang menerapkan sistem ini. Komite Perencanaan Negara Soviet, atau “Gosplan,” telah menjadi entitas ekonomi komando yang paling banyak dipelajari. Uni Soviet juga merupakan negara penganut sistem ekonomi komando terlama, antara tahun 1930-an hingga akhir 1980-an. Saat ini, Rusia mulai bergerak ke arah ekonomi pasar yang lebih terbuka.
  • China : paska perang Dunia II, Mao Zedong memimpin China dengan menerapkan komunisme. Dia membangun China menggunakan sistem ekonomi yang terencana secara ketat oleh kebijakan pusat. Namun, saat ini China mulai menerapkan sistem ekonomi berbasis pasar. Meski begitu, pemerintah pusat masih mengontrol perekonomian secara garis besar melalui rencana lima tahun untuk mewujudkan tujuan dan sasaran ekonomi.
  • Kuba : sejak dipimpin Fidel Castro, Kuba menerapkan komunisme dan ekonomi terencana. Namun, di negara ini pasar gelap sangat lumrah karena sebenarnya diketahui bahkan semacam direstui pemerintah.
  • Korea Utara : Tidak diragukan lagi, saat ini Korea Utara adalah negara paling tertutup di dunia. Ini berawal paska berakhirnya perang Korea. Presiden pertamanya, Kim Il-sung membangun negara dengan sistem ekonomi terpusat. Namun nampaknya sistem ini mengalami kegagalan karena menciptakan kekurangan makanan, kekurangan gizi dan kelaparan. Dibandingkan dengan Korea Selatan, negara ini jauh tertinggal di bidang ekonomi.
  • Belarusia : negara bekas satelit Uni Soviet ini masih menerapkan ekonomi komando. Saat ini, 75 % saham perbankan di sana dimiliki oleh negara. Bahkan 80 persen dari keseluruhan perekonomian di negara itu dikuasai negara.

Demikian artikel mengenai sistem ekonomi komando yang membahas secara rinci mulai dari pengertian, ciri-ciri, sejarah, tokoh, negara yang menerapkannya, sampai kelebihan dan kekurangan sistem ekonomi ini. Semoga bermanfaat.