Sistem Ekonomi Kapitalis : Pengertian, Ciri-ciri, Kelebihan dan Kekurangan

sistem ekonomi kapitalis, pengertian, ciri-ciri, dasar
sistem ekonomi kapitalis adalah suatu sistem ekonomi yang dicirikan oleh hak milik privat atas alat-alat produksi dan distribusi yang pemanfaatannya untuk mencapai laba dalam kondisi yang sangat kompetitif.

Sistem Ekonomi Kapitalis – Terdapat berbagai macam sistem ekonomi yang dianut oleh berbagai negara. Sistem ekonomi yang dianut sebuah negara, biasanya disesuaikan dengan ideologi yang dianut negara tersebut. Negara yang menganut ideologi komunisme, maka akan menganut sistem ekonomi komunis. Sedangkan negara yang menganut liberalisme akan cenderung menjadi negara yang menganut sistem ekonomi kapitalis. Sistem ekonomi kapitalis adalah sistem ekonomi di mana semua faktor-faktor produksi boleh dimiliki oleh swasta. Terdapat empat faktor produksi, yaitu, tenaga kerja, kewirausahaan, barang modal, dan sumber daya alam. (Baca juga : macam-macam sistem ekonomi yang ada di dunia).

Pengertian Sistem Ekonomi Kapitalis

Menurut Milton H. Spencer, pengertian sistem ekonomi kapitalis adalah suatu sistem ekonomi yang dicirikan oleh hak milik privat atas alat-alat produksi dan distribusi yang pemanfaatannya untuk mencapai laba dalam kondisi yang sangat kompetitif.

Dalam sistem ekonomi kapitalis, terdapat kebebasan yang besar bagi pelaku-pelaku ekonomi untuk melakukan kegiatan yang terbaik bagi kepentingan individual atas sumber daya ekonomi atau faktor-faktor produksi.

Sistem ekonomi kapitalis mendorong adanya kompetisi antar individu dalam memenuhi kebutuhan hidupnya. Termasuk persaingan antar badan usaha untuk memperoleh keuntungan sebesar-besarnya. Dalam sistem ekonomi kapitalis setiap orang menerima imbalan berdasarkan prestasi kerjanya.

Karena sistem ekonomi kapitalis sangat menjunjung tinggi kebebasan individu, campur tangan pemerintah sangat minim. Pemerintah hanya berfungsi sebagai pengamat dan pelindung dalam perekonomian.

Pengertian sistem ekonomi kapitalis di atas, sangat sesuai dengan pemikiran pelopor mazab ekonomi klasik, yaitu, Adam Smith melalui bukunya yang terbit pada tahun 1776 dengan judul An Inquiry the nature and Cause of the wealth of nation. Menurut Adam Smith, setiap orang harus diberi kebebasan untuk bekerja dan berusaha dalam persaingan sempurna dengan meniadakan sama sekali intervensi pemerintah.

Dasar Sistem Ekonomi Kapitalis

Pemikiran ahli-ahli ekonomi klasik yang dipelopori oleh Adam Smith adalah dasar sistem ekonomi kapitalis. Menurut para tokoh-tokoh ekonomi klasik, segala kegiatan ekonomi yang dilaksanakan secara bebas akan memberikan lebih banyak manfaat bagi masyarakat daripada kalau perekonomian diatur oleh pemerintah.

Doktrin yang diajarkan Adam Smith melalui bukunya “ the Welth Of nation “ menerangkan bahwa dasar sistem ekonomi kapitalis dengan konsep “laissez faire” dan prinsif “the invisible hand”. Teori ekonomi klasik ini mencakup tentang nilai barang dan jasa, struktur harga, yakni harga dalam area produksi, harga dalam menentukan komsumsi dan harga dalam metode menentukan produksi.

Baca Juga :  10 Negara yang Menganut Sistem Ekonomi Sosialis Di Dunia

Pemikiran Adam Smith bertahan sampai kemudian terjadi depressi ekonomi pada tahun 1929. Pada saat itu, muncul lah J.M Keyness yang memberikan pemikiran teori ekonomi baru. Teorinya dikenal dengan nama teori Keynesian. Menurutnya, perekonomian memerlukan adanya intervensi pemerintah dalam menentukan kebijakan ekonomi, bukan dibiarkan berjalan sebebas-bebasnya. Munculnya teori Keynesian adalah awal jatuhnya sistem ekonomi kapitalis, namun, setelah terjadi krisis minyak dunia pada tahun 1973, sistem ekonomi kapitalis kembali muncul dengan nama baru, yaitu, neoliberalisme.

Ciri-ciri Sistem Ekonomi Kapitalis

Di bawah ini adalah ciri-ciri sistem ekonomi kapitalis yang membedakannya dengan jenis sistem ekonomi yang lain :

Kepemilikan privat

Kepemilikan dalam kapitalisme terkait pada dua hal. Pertama, pemilik mengendalikan faktor-faktor produksi. Kedua, mereka memperoleh penghasilan dari kepemilikan mereka. Hal itu memberi mereka kemampuan untuk mengoperasikan perusahaan mereka secara efisien. Hal itu juga memberi mereka insentif untuk memaksimalkan laba. Adanya insentif ini adalah sebab mengapa banyak pengusung kapitalisme mengatakan “Keserakahan itu baik.”

Di dalam perusahaan, pemegang saham adalah pemiliknya. Tingkat kendali mereka tergantung pada seberapa banyak saham yang mereka miliki. Para pemegang saham memilih dewan direksi. Mereka mempekerjakan kepala eksekutif untuk mengelola perusahaan mereka.

Pasar Bebas

Kapitalisme membutuhkan sistem ekonomi pasar bebas/liberal untuk bekerja dengan baik. Dalam pasar bebas mekanisme pasar barang dan jasa sesuai dengan hukum penawaran dan permintaan. Dalam hukum permintaan, ketika permintaan naik untuk produk tertentu, maka harga akan naik. Ketika para pesaing menyadari bahwa mereka dapat menghasilkan laba yang lebih tinggi, mereka meningkatkan produksi. Hal ini akan meningkatkan pasokan. Pasokan yang lebih besar akan menurunkan harga ke tingkat keseimbangan lagi.

Para produsen barang bersaing satu sama lain untuk mendapatkan keuntungan tertinggi. Mereka menjual barang-barang mereka dengan harga setinggi mungkin sambil menjaga biaya serendah mungkin. Persaingan menjaga harga tetap moderat dan efisien dalam produksi.

Selain pada barang dan jasa, sistem pasar bebas juga berlaku di pasar modal. Hal itu berarti hukum penawaran dan permintaan mengontrol harga yang wajar untuk saham, obligasi, derivatif, mata uang, dan komoditas. Pasar modal memungkinkan perusahaan untuk mengumpulkan dana untuk berkembang. Perusahaan mendistribusikan keuntungan di antara pemilik, yaitu, para investor, pemegang saham, dan pemilik swasta.

Tanpa Campur Tangan Pemerintah

Dalam sistem ekonomi kapitalis, berlaku teori ekonomi Laissez-faire yang mengatakan bahwa pemerintah harus mengambil pendekatan “lepas tangan” terhadap perekonomian. Pemerintah hanya berfungsi sebagai wasit dalam pertarungan para pelaku ekonomi. Peran pemerintah adalah melindungi pasar bebas. Pemerintah harus mencegah keuntungan yang tidak adil yang diperoleh melalui monopoli atau oligarki. Pemerintah juga harus mencegah manipulasi informasi, memastikan setiap pelaku ekonomi mendapatkan informasi sebebas-bebasnya.

Baca Juga :  20 Kelebihan Dan Kekurangan Sistem Ekonomi Kapitalis

Kelebihan dan Kekurangan Sistem Ekonomi Kapitalis

Dari berbagai macam sistem ekonomi yang ada di dunia, semuanya memiliki kelebihan dan kekurangan. Termasuk sistem ekonomi kapitalis. Berikut adalah kelebihan dan kekurangan sistem ekonomi kapitalis secara umum :

Kelebihan Sistem Ekonomi Kapitalis

  • Dalam sistem ekonomi kapitalis berlaku : produk terbaik untuk harga terbaik. Hal ini terjadi karena konsumen akan membayar lebih untuk apa yang paling mereka inginkan. Pengusaha memberikan apa yang diinginkan pelanggan dengan harga tertinggi yang akan mereka bayar. Dengan ini, maka produk yang dihasilkan selalu yang terbaik sesuai keinginan konsumen.
  • Dalam sistem ini, tingkat persaingan sangat tinggi. Konsumen hanya mau membayar tinggi untuk produk yang berkualitas tinggi. Oleh karena itu, para pengusaha akan berusaha membuat produk mereka seefisien mungkin untuk memaksimalkan laba.
  • Sistem kapitalisme sangat mendorong munculnya inovasi, termasuk inovasi dalam metode produksi yang lebih efisien, dan inovasi produk baru.

Kekurangan Sistem Ekonomi Kapitalis

  • Kapitalisme tidak menyediakan kesempatan pada orang-orang yang tidak memiliki keterampilan kompetitif, termasuk orang tua, anak-anak, dan penyandang disabilitas. Hal ini terjadi karena, mereka akan menurunkan kekuatan kompetitif secara ekonomi.
  • Persaingan yang tinggi juga berlalu pada pasar tenaga kerja. Mereka yang tidak memiliki cukup pendidikan dan keterampilan akan tersisih dari perekonomian. Sehinga memunculkan kesenjangan ekonomi.
  • Orang-orang yang berada di lingkaran elit perekonomian bisa memanfaatkan kuasa uangnya untuk mempengaruhi pejabat politik dalam penyusunan undang-undang yang menguntungkan mereka.
  • Kapitalisme mengabaikan biaya eksternal, seperti polusi dan perubahan iklim. Hal ini membuat barang-barang lebih murah dan lebih mudah diakses dalam jangka pendek. Namun seiring waktu, sistem kapitalisme menghabiskan sumber daya alam, menurunkan kualitas hidup di daerah yang terkena bencana, dan meningkatkan biaya lingkungan.

Perbedaan Kapitalisme, Komunisme, Sosialisme, dan Fasisme

Sistem ekonomi berdasarkan hak kepemilikan terhadap faktor produksi bisa dibedakan menjadi empat, yaitu kapitalisme, sosialisme, komunisme dan fasisme. Keempatnya mempunyai perbedaan yang ekstrem di satu titik namun juga mempunyai beberapa persamaan.

Berikut adalah perbedaan sistem ekonomi kapitalis dengan sistem ekonomi lainnya :

Perbedaan Kapitalisme Dengan Sosialisme

Para penganut faham sosialisme mengatakan sistem ekonomi sosialis adalah hasil evolusi dari kapitalisme. Sistem sosialis menyatakan bawa faktor-faktor produksi sebaiknya dimiliki oleh negara daripada dimiliki secara individu. Hal ini akan mengurangi kesenjangan antara kaya dan miskin. Negara mengontrol sepnuhnya perekonomian, terutama sektor-sektor strategis, misalnya minyak dan gas.

Baca Juga :  7 Ciri-Ciri Sistem Ekonomi Tradisional

Perbedaan Kapitalisme Dengan Komunisme

Komunisme sangat berbeda dengan kapitalisme. Dalam sistem kapitalisme, faktor produksi dimiliki oleh individu/swasta. Distribusi hasil produksi juga dinikmati sebagian besar oleh pemilik modal terbesar.

Dalam sistem ekonomi komunis, pemerintah menyediakan standar hidup minimum bagi setiap orang secara gratis. Tidak peduli seberapa besar kontribusi mereka.

Perbedaan Kapitalisme Dengan Fasisme

Kedua sistem ini, kapitalisme dan fasisme memungkinkan kepemilikan pribadi atas faktor produksi. Kapitalisme memberi pemiliknya kebebasan untuk menghasilkan barang dan jasa sesuai yang diinginkan oleh konsumen. Sedangkan fasisme tunduk pada nasionalisme, yang mengharuskan pemilik bisnis untuk mengutamakan kepentingan nasional. Perusahaan harus mengikuti perintah dari perencana ekonomi pemerintah pusat.

Negara Yang Menganut Sistem Ekonomi Kapitalis

Menurut penganut sistem ekonomi kapitalis, demokrasi hanya bisa ada dalam masyarakat kapitalistik. Tetapi faktanya, banyak negara yang menerapkan prinsip-prinsip ekonomi sosialis, pemerintahannya dipilih secara demokratis. Di negara-negara komunis pun (seperti Cina dan Vietnam), saat ini mulai mengembangkan prinsip-prinsip kapitalisme dalam perekonomiannya. Gabungan dari sistem-sistem ekonomi ini disebut sistem ekonomi campuran.

Sebenarnya tidak ada satu pun negara yang menganut sistem ekonomi kapitalis murni. Seluruh negara pada dasarnya menerapkan sistem ekonomi campuran. Sistem ekonomi campuran adalah sistem ekonomi yang mengkombinasikan sistem ekonomi pasar dan sistem ekonomi komando terencana terpusat.

Karena tidak ada negara yang menganut sistem ekonomi pasar/liberal, maka yang diukur adalah indeks kebebasan ekonomi. Indeks Kebebasan Ekonomi mengukur dampak kebebasan dan pasar bebas di seluruh dunia. Pengukuran ini dilakukan oleh kerja sama antara The Heritage Foundation dan Wall Street Journal. Tujuannya mempromosikan peluang ekonomi, pemberdayaan individu dan kemakmuran.

The Heritage Foundation dan Wall Street Journal baru-baru ini merilis the Index of Economic Freedom, yang mengidentifikasi variabel-variabel yang membentuk kebebasan ekonomi dan menganalisis interaksi kebebasan ekonomi dengan kemakmuran suatu negara. Indeks ini mengukur 157 negara di 10 faktor spesifik kebebasan ekonomi.

Berikut adalah tabel 10 negara yang memiliki indeks kebebasan ekonomi tertinggi.

NegaraOverallChange
Hong Kong90.20.4
Singapore88.80.2
New Zealand84.20.5
Switzerland81.70.2
Australia80.9-0.1
Ireland80.43.7
Estonia78.8-0.3
United Kingdom78.01.6
Canada77.7-0.8
United Arab Emirates77.60.7

Demikian artikel singkat mengenai sistem ekonomi kapitalis, terkait pengertian, ciri-ciri, serta kelebihan dan kekurangan sistem ekonomi ini. Semoga bermanfaat.