Sistem Ekonomi Campuran : Pengertian, Ciri-ciri, Kelebihan dan Kekurangan

Sistem Ekonomi Campuran, kombinasi ekonomi pasar dan ekonomi komando
Sistem ekonomi campuran adalah sistem yang menggabungkan aspek-aspek kapitalisme dan sosialisme. Sistem ekonomi ini memadukan karakteristik sistem ekonomi komando dan sistem ekonomi pasar.

Sistem ekonomi yang diterapkan oleh tiap negara sangat tergantung pada ideologi dan tujuan yang ingin dicapai. Namun, seiring waktu sebagian besar negara menerapkan semua model sistem ekonomi untuk mengakomodasi semua kondisi yang mungkin ada dalam perekonomian. Sistem seperti ini disebut sistem ekonomi campuran. Karakteristik sistem ekonomi campuran adalah mengkombinasikan sistem ekonomi pasar (yang memungkinkan kepemilikan swasta), dan sistem ekonomi komando (adanya intervensi pemerintah untuk melindungi kepentingan publik). Pada artikel ini, kita akan membahas pengertian, ciri-ciri, sejarah, tokoh-tokoh, serta kelebihan dan kekurangan sistem ekonomi komando.

Pengertian Sistem Ekonomi Campuran

Sistem ekonomi campuran adalah sistem yang menggabungkan aspek-aspek kapitalisme dan sosialisme. Sistem ekonomi campuran melindungi kepemilikan pribadi dan memungkinkan tingkat kebebasan ekonomi dalam penggunaan modal, tetapi juga memungkinkan adanya intervensi pemerintah dalam kegiatan ekonomi untuk mencapai tujuan sosial. (Baca juga Jenis-jenis sistem ekonomi beserta ciri-ciri dan karakteristiknya).

Sistem ekonomi campuran memadukan karakteristik sistem ekonomi komando dan sistem ekonomi pasar. Sebagian besar negara menerapkan sistem ekonomi campuran. Bahkan, Amerika Serikat yang dikatakan biangnya ekonomi pasar, pemerintahnya masih menerapkan peraturan dan struktur pajak yang memungkinkan distribusi pendapatan kepada orang miskin. Negara-negara lain, seperti China, yang dulunya sangat condong ke arah sistem ekonomi komando, selama dua dekade terakhir telah meningkatkan upaya untuk mendorong investasi swasta.

Tujuan Sistem Ekonomi Campuran

Pada sistem ekonomi komando peran negara sangat besar. negara ada dalam semua sektor kehidupan. Kontrol negara terhadap perekonomian memang bisa memberi efek positif, namun banyak pula efek negatifnya, misal : produktivitas rendah, inovasi mandeg, pertumbuhan ekonomi lambat, dan lain-lain.

Sementara itu, sistem ekonomi pasar mengejar efisiensi ekonomi yang pada akhirnya akan menekan ongkos produksi sehingga sumber daya bisa dimanfaatkan secara maksimal. Sayangnya, seringkali upah buruh juga dianggap sebagai biang inefisiensi sehingga juga ditekan yang pada akhirnya menimbulkan konflik atara buruh dan pengusaha. Penggunaan teknologi juga bagian dari upaya mengejar efisiensi, hal ini juga berpotensi menciptakan banyak pengangguran.

Tujuan sistem ekonomi campuran adalah mengambil poin-poin positif dari kedua sistem ekonomi itu sambil meminimalisir poin negatifnya. Dengan peran negara pada kondisi-kondisi dan sektor-sektor tertentu maka perekonomian tidak akan lepas kendali yang justru mengorbankan pihak yang lemah secara kapasitas ekonomi.

Baca Juga :  8 Perbedaan Sistem Ekonomi Komando dan Sistem Ekonomi Pasar

Sejarah Sistem Ekonomi campuran

Istilah ekonomi campuran muncul dalam perdebatan politik di Inggris pasca perang dunia 2. Namun, sebetulnya sejak tahun 1930-an sudah banyak kebijakan-kebijakan ekonomi yang mengarah pada penerapan sistem ekonomi campuran..

Tokoh-tokoh Sistem Ekonomi Campuran

Tokoh-tokoh pendukung diterapkannya sistem ekonomi campuran pada umumnya terkait dengan Partai Buruh Inggris, contoh : R. H. Tawney, Anthony Crosland dan Andrew Shonfield. Namun, selain tokoh dari partai buruh ada juga pendukung sistem ekonomi ini yang berasal dari partai Konservatif, contoh : Harold Macmillan.

Pengkritik Sistem Ekonomi Campuran

Selain tokoh-tokoh pendukung, sistem ini juga dikritik banyak pihak, contoh Ludwig von Mises dan Friedrich von Hayek. Mereka berpendapat bahwa mengkombinasikan antara sistem komando terencana yang terpusat dengan sistem ekonomi pasar tidak akan pernah mencapai titik temu.

Dalam makalahnya Human Action, Ludwig von Mises mengelaborasi hal ini dengan menyatakan bahwa bahkan jika dalam ekonomi pasar terdapat banyak perusahaan yang dikelola negara atau dinasionalisasi, tidak akan membuat ekonomi “bercampur” karena keberadaan perusahaan negara tidak mengubah karakteristik fundamental ekonomi pasar. Perusahaan-perusahaan milik negara ini masih akan tunduk pada kedaulatan pasar, harus memperoleh barang modal melalui pasar, berusaha untuk memaksimalkan keuntungan (atau setidaknya mencoba untuk meminimalkan biaya) dan memanfaatkan akuntansi moneter untuk perhitungan ekonomi.

Teoris Marxis klasik dan ortodoks juga menyatakan sistem ekonomi campuran tidak mungkin menjadi jalan tengah antara sosialisme dan kapitalisme. Terlepas dari ada atau tidaknya kepemilikan negara, maka perekonomian akan berlangsung ke dalam satu arah pasti. kalau tidak digerakkan oleh hukum penawaran dan permintaan, maka pasti oleh intervensi pemerintah.

Pernyataan-pernyataan para pengkritik sistem ekonomi campuran nampaknya terbukti di dunia barat. Bahwa meskipun dalam situasi tertentu negara melakukan intervensi, secara umum perekonomian masih digerakkan oleh mekanisme pasar murni. Hukum penawaran dan permintaan masih dominan mengendalikan perekonomian.

Perbedaan Sistem Ekonomi Campuran Dengan Model/Sistem Ekonomi Lain

Sistem ekonomi campuran dibangun oleh aspek-aspek baik itu sistem ekonomi pasar atau ekonomi komando. Ada beberapa perbedaan mendasar yang membedakan antara sistem ekonomi campuran dengan kedua penyusunnya, yaitu :

Perbedaan Sistem Ekonomi Campuran dan Sistem Ekonomi Pasar

  • Sistem ekonomi campuran tidak bisa leluasa mengatur dirinya sendiri dengan mekanisme hukum pasar. Karena, pemerintah terlibat dalam perencanaan alokasi beberapa sumber daya dan dapat melakukan intervensi terhadap bisnis di sektor swasta.
  • Pemerintah memiliki upaya untuk mendistribusikan sumber daya secara lebih merata. Kebijakan ini biasanya membebani sektor swasta, misalnya dengan pengenaan pajak, kewajiban CSR, dan lain-lain.
  • Proteksi pada beberapa sektor perdagangan, subsidi, stimulus fiskal dan adanya kemitraan publik-swasta adalah contoh umum dari intervensi pemerintah dalam ekonomi campuran.
  • Pemerintah sering mengintervensi pasar untuk mendorong pertumbuhan industri tertentu dengan menciptakan aglomerasi dan mengurangi hambatan masuk dalam upaya untuk mencapai keunggulan komparatif. Strategi ini banyak digunakan negara-negara Asia Timur seperti jepang dan Korea selatan pada tahun 90-an. Hasilnya, kawasan ini telah berubah menjadi pusat manufaktur global untuk berbagai industri.
Baca Juga :  10 Negara yang Menganut Sistem Ekonomi Sosialis Di Dunia

Perbedaan Sistem Ekonomi Campuran Dengan Sosialisme

Sosialisme memiliki karakteristik berupa kepemilikan publik pada faktor-faktor produksi. Para pendukung sosialisme yakin bahwa dengan perencanaan terpusat, tujuan nasional untuk mencapai kesejahteraan rakyat lebih mudah tercapai. Mereka tidak percaya bahwa pasar bebas akan mendorong efisiensi dan optimalisasi perekonomian. Sehingga tokoh-tokoh sosialis menganjurkan pengaturan yang ketat pada penetapan harga, redistribusi pendapatan dan pembatasan perdagangan.

Sistem ekonomi campuran tidak berada pada posisi pengaturan ekstrem semacam itu. Intervensi pemerintah hanya dilakukan pada hal-hal yang tidak mungkin dicapai oleh sistem pasar bebas.

Ciri-ciri sistem ekonomi Campuran

Berikut adalah beberapa karakteristik atau ciri-ciri sistem ekonomi campuran yang membedakannya dengan sistem yang lain :

  • Ada kolaborasi antara pemerintah dan swasta dalam menggerakkan roda perekonomian.
  • kepemilikan swasta diakui namun pemerintah juga memiliki kepemilikan pada sektor-sektor ekonomi yang penting bagi tujuan nasional.
  • Pada keadaan tertentu, pemerintah bisa melakukan intervensi pasar. Contoh : operasi pasar untuk mengendalikan harga komoditas penting.
  • Pemerintah memiliki perencanaan berjenjang, undang-undang, dan kebijakan-kebijakan ekonomi untuk mengatur perekonomian.
  • Kompetisi antar perusahaan berdasarkan hukum penawaran dan permintaan (mekanisme pasar). Bahkan, perusahaan milik negara pun harus ikut bersaing secara wajar. Namun, untuk kasus-kasus tertentu yang menyangkut tujuan pembangunan nasional, pemerintah bisa melakukan intervensi bahkan monopoli. Contoh : monopoli penjualan bahan bakar dan penetapan harga secara terpusat.

Kelebihan dan kekurangan Sistem Ekonomi Campuran

Tidak ada sistem ekonomi yang sempurna, begitu pula ekonomi campuran pasti memiliki kelebihan dan kekurangan. Berikut adalah kelebihan dan kekurangan sistem ekonomi campuran :

Kelebihan Sistem Ekonomi Campuran

  • Barang dan jasa didistribusikan tersedia dengan berbagai pilihan (karena tidak diatur negara), sementara harga diatur oleh hukum penawaran dan permintaan sehingga selalu berada dalam keseimbangan pasar.
  • Karena kontrol pemerintah tidak begitu besar, persaingan tetap ada sehingga efisiensi industri akan terjadi.
  • Persaingan juga meningkatkan inovasi yang dilakukan produsen untuk menjaga produk mereka di pasar tetap bisa diterima pasar dari waktu ke waktu.
  • Kepemilikan swasta diakui negara. Swasta memiliki hak ekonomi dari aset yang dimilikinya.
  • Harga tidak bergejolak terlalu lama, karena jika itu terjadi pemerintah dapat melakukan intervensi pasar.
  • Perusahaan swasta tidak bisa menguasai sektor-sektor ekonomi yang menyangkut hajat hidup banyak orang.
  • Intervensi negara pada sektor ekonomi yang penting membuat kondisi perekonomian negara yang menganut sistem ekonomi campuran cenderung stabil.

Kekurangan sistem Ekonomi Campuran

  • Pemerintah bertanggungjawab pada pembangunan sektor-sektor publik. Hal ini membuat anggaran pemerintah untuk hal ini sangat besar sehingga membebani keuangan negara. Sementara peran swasta minim karena tidak banyak memberi keuntungan.
  • Sektor-sektor yang dikuasai negara biasanya perkembangannya lebih lambat dibandingkan sektor yang dikuasai swasta. Hal ini terjadi karena peran pemerintah dalam perekonomian selalu disertai muatan politik, misalnya menempatkan orang dekat sebagai pemimpin perusahaan negara. Akibatnya perusahaan menjadi sarang koruptor, tidak efisien dan merugi terus menerus.
  • Keuntungan swasta berkurang karena ada pengeluaran tambahan misalnya CSR, kewajiban rehabilitasi lingkungan, pajak yang besar, dan lain-lain.
  • Faktor-faktor produksi yang dikuasai negara sulit didefinisikan.
Baca Juga :  5 Contoh Negara yang Menganut Sistem Ekonomi Komando

Contoh-contoh Ekonomi Campuran

Amerika serikat bisa dijadikan contoh sistem skonomi campuran diterapkan. Negara ini sering mempromosikan ekonomi pasar, dan memang di negaranya prinsip-prinsip ekonomi pasar diterapkan. Contoh : Kepemilikan swasta dilindungi oleh hukum, setiap orang bebas untuk hidup, bekerja, memproduksi, membeli, dan menjual apa pun yang mereka inginkan (asalkan legal.), harga-harga diatur oleh hukum penawaran dan permintaan, konstitusi AS melindungi kebebasan pers yang memungkinkan setiap orang memiliki akses yang sama terhadap informasi.

Disamping memiliki aspek-aspek ekonomi liberal, Amerika serikat juga menerapkan sistem ekonomi komando dalam banyak hal. Contoh : Pemerintah federal USA memilki skala prioritas pembanguna tahunanan, penerapan sturktur pajak dan subsidi, belanja pemerintah mengikuti prioritas untuk mencapai tujuan nasional, pemerintah melakukan monopoli dalam industri nasional yang penting (NASA, sistem jalan raya antarnegara bagian, dan pertahanan), pemerintah federal sering melakukan kebijakan proteksionisme ekonomi (seperti melindungi produk-produk pertanian).

Negara yang Menganut Sistem Ekonomi Campuran

Karena sistem ekonomi sebuah negara sangat terkait dengan ideologi yang dianutnya, maka dahulu ketika ketegangan ideologi antara blok barat dan blok timur masih ada, menunjuk negara-negara penganut sistem ekonomi tertentu bisa dilakukan dengan mudah. Mana negara yang menganut sistem ekonomi komando atau mana negara yang menganut sistem ekonomi pasar/liberal bisa dilakukan dengan mengetahui ideologi negaranya.

Namun saat ini, ketika ideologi semakin cair begitu pula sistem ekonomi yang diterapkan sudah bias. Rusia, dedengkotnya komunis sudah mulai membuka perekonomiannya. Begitu pula dengan China yang semakin agresif membuka investasi asing atau berinvestasi di negara lain. (Baca : Daftar negara yang menganut sistem ekonomi pasar menurut indeks kebebasan ekonomi).

Di sisi lain, Amerika serikat yang selalu dikenal sebagai pelopor pasar bebas ternyata dalam beberapa hal menerapkan proteksionisme. Misalnya proteksi pertanian.

Saat ini, saat Donald Trump menjadi presiden Amerika, negara ini gencar melakukan proteksi terhadap perekonomiannya dengan cara menerapkan bea masuk tinggi kepada produk-produk negara lain.

Jadi, jika ada yang bertanya “Apa saja negara yang menganut sistem ekonomi campuran?”. Jawabannya “hampir semua negara di dunia menerapkan sistem ekonomi campuran”, termasuk Indonesia juga menerapkan sistem ekonomi ini.