Rho (D) atau Immunoglobulin Anti-D atau RhoGAM

RHO (D) atau immunoglobulin anti-D adalah produk darah khusus yang digunakan untuk mengobati immune thrombocytopenic purpura (ITP) pada pasien dengan darah Rh-positif. ITP adalah sejenis gangguan darah di mana orang tersebut memiliki jumlah trombosit yang sangat rendah. Trombosit membantu menggumpalkan darah. RHO atau immunoglobulin anti-D juga digunakan untuk mencegah antibodi terbentuk setelah seseorang dengan darah Rh-negatif menerima transfusi darah Rh-positif, atau selama kehamilan ketika seorang ibu hamil memiliki darah Rh-negatif dan bayinya Rh-positif.

Dalam artikel ini kita akan mengenal lebih jauh mengenai obat ini. Immunoglobulin anti-D obat apa, apa kegunaannya, efek sampingnya, dan formulasi yang tersedia.

Ringkasan

Berikut tabel yang memuat informasi Immunoglobulin anti-D secara singkat :

Informasi ObatImmunoglobulin anti-D
GolonganDengan resep
IndikasiTransfusi komponen darah D-positif ke wanita rhesus negatif yang potensial melahirkan anak
DosisLihat bagian DOSIS
Aturan PakaiSesuai anjuran dokter
KontraindikasiHipersensitif
Sediaanpowder for injection300 mcg
Merk dagang yang tersediaHyperrho S/D.

Immunoglobulin anti-D obat apa

Immunoglobulin anti-D yang disebut juga sebagai rhogam adalah produk yang termasuk ke dalam golongan obat yang disebut agen imunisasi. Immunoglobulin anti-D bekerja untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan mencegah pendarahan yang berlebihan. Produk ini tersedia dalam bentuk sediaan bubuk untuk Solusion, Larutan, atau injeksi.

Untuk Apa Diberikan?

Faktor Rh adalah salah satu bagian dari sel darah merah. Seseorang bisa memiliki salah satu di antara darah Rh-positif atau Rh-negatif. Jika seseorang menerima jenis darah yang berlawanan (misalnya melalui transfusi), tubuh akan menciptakan antibodi yang dapat menghancurkan sel darah merah.

Dalam kasus ibu hamil dengan Rh-negatif sedangkan bayinya Rh-positif, darah bayi dapat masuk ke dalam sistem dan menyebabkan terbentuknya antibodi pada si ibu. Ketika ibu yang sama mengandung bayi kedua dengan darah Rh-positif, antibodi yang sudah terbentuk itu akan menghancurkan sel darah merah bayi. Immunoglobulin anti-D diberikan kepada ibu-ibu dengan kasus seperti ini selama kehamilan atau setelah melahirkan untuk mencegah terbentuknya antibodi.

Sediaan obat yang tersedia

Dalam kemasan, produk ini bisa juga disebut Rho (D) immune globulin atau Rh (D) immunoglobulin. Kadar sediaan umumnya berupa serbuk untuk inj 300 mcg.

Kegunaan Immunoglobulin anti-D

Kegunaan Immunoglobulin anti-D adalah untuk mencegah agar ibu rhesus-negatif tidak membentuk antibodi terhadap sel janin yang memiliki rhesus-positif yang darahnya memasuki sirkulasi ibu ketika dilahirkan atau ketika abortus. Tujuan pemberian obat ini adalah untuk memberi perlindungan jika si ibu mengandung anak berikutnya yang juga memiliki rhesus-positif dari bahaya penyakit hemolitik. Obat ini harus disuntikkan dalam waktu 72 jam setelah kelahiran atau aborsi, tetapi bila sudah lebih lama pun masih dapat memberi perlindungan dan harus tetap diberikan.

Baca Juga :  Amlodipine : Kegunaan, Dosis, Efek Samping

Obat ini juga digunakan dalam kasus purpura trombositopenik idiopatik untuk mencegah perdarahan yang berlebihan.

Untuk penggunaan pascapartum, obat ini hanya digunakan untuk ibu hamil. Bukan untuk individu yang positif rhesus. Pasien harus diamati selama 20 menit setelah pemberian.

Kontraindikasi

  • Pasien yang mengalami splenektomi atau pasien rhesus-negatif, yang jika mengalami hemolisis dapat memperburuk anemia yang sudah ada sebelumnya.
  • Pasien dengan riwayat hipersensitivitas terhadap obat Immunoglobulin anti-D.

Efek samping Immunoglobulin anti-D

Selain memberikan efek yang dibutuhkan, sebagian besar obat dapat menyebabkan beberapa efek yang tidak diinginkan. Meskipun tidak semua efek samping ini dapat terjadi, penggunaan obat tetap harus dilakukan secara hati-hati. Segera dapatkan perawatan medis yang sesuai jika efek samping yang parah terjadi.

Berikut adalah beberapa efek samping Immunoglobulin anti-D yang mungkin bisa terjadi :

  • Reaksi hipersensitivitas seperti gatal-gatal, mengi, urtikaria.
  • Demam, kedinginan, mual, kemerahan pada wajah, sakit kepala.
  • Nyeri di tempat injeksi.
  • Efek samping yang berpotensi fatal : hemolisis intravaskuler atau reaksi anafilaksis.

Perhatian

Immunoglobulin anti-D ini harus diberikan hanya oleh atau di bawah pengawasan dokter. Berikut adalah hal-hal yang harus diperhatikan :

  • Beritahu dokter jika Anda pernah mengalami reaksi alergi atau tidak biasa terhadap obat ini atau obat-obatan lainnya. Juga beri tahu ahli kesehatan Anda jika Anda memiliki alergi jenis lain, seperti alergi makanan, pewarna, pengawet, atau hewan.
  • Belum ada studi yang dilakukan hingga saat ini terkait penggunaan Immunoglobulin anti-D pada anak-anak. Tidak dianjurkan untuk bayi dengan darah Rh-positif yang ibunya Rh-negatif.
  • Pasien usia lanjut cenderung memiliki masalah terkait jantung, ginjal, atau hati yang berkaitan dengan usia, dan mungkin memiliki kondisi yang memerlukan penyesuaian dosis Immunoglobulin anti-D.
  • Obat ini menimbulkan risiko minimal pada bayi ketika digunakan selama menyusui.
  • Dokter akan memeriksa secara rutin perkembangan penggunaan obat ini. Tes darah dan urin mungkin diperlukan untuk memeriksa efek yang tidak diinginkan.
  • Konsultasikan dengan dokter jika Anda atau anak Anda mengalami sakit punggung, menggigil, demam, air kencing gelap, jumlah urin yang menurun, peningkatan berat badan tiba-tiba, pembengkakan tangan atau kaki, atau sesak nafas setelah menggunakan obat ini. Hal ini bisa jadi gejala masalah darah serius yang disebut hemolisis intravaskular (IVH).
  • Obat Immunoglobulin anti-D terbuat dari darah manusia yang didonorkan. Beberapa produk darah manusia bisa menularkan virus tertentu kepada orang-orang yang telah menerimanya. Namun karena kemajuan riset dan teknologi, serta proses pembuatan yang semakin maju, risiko terkena virus dari obat-obatan yang dibuat dari darah manusia telah sangat berkurang dalam beberapa tahun terakhir. Meskipun risikonya rendah, bicarakan dengan dokter jika Anda memiliki kekhawatiran.
  • Obat ini dapat menyebabkan reaksi alergi yang serius, termasuk anafilaksis. Anafilaksis dapat mengancam jiwa dan membutuhkan perhatian medis segera. Beritahukan kepada dokter jika Anda atau anak Anda mengalami gatal-gatal, ruam, gatal-gatal, nyeri dada, pusing, kesulitan bernapas, atau pembengkakan tangan, wajah, atau mulut setelah menggunakan obat ini.
  • Obat Immunoglobulin anti-D dapat menyebabkan pembekuan darah, terutama pada pasien dengan riwayat masalah pembekuan darah, penyakit jantung, dan atherosclerosis (pengerasan arteri) atau masalah sirkulasi. Konsultasikan dengan dokter segera jika Anda atau anak Anda tiba-tiba mengalami nyeri dada, sesak napas, sakit kepala parah, nyeri kaki, atau masalah penglihatan, bicara, atau berjalan.
  • Obat Immunoglobulin anti-D dapat menyebabkan masalah paru-paru yang langka dan serius beberapa jam setelah diberikan. Beritahukan kepada dokter segera jika Anda atau anak Anda mengalami masalah pernapasan dengan atau tanpa demam setelah penggunaan obat.
  • Vaksinasi/imunisasi tidak boleh diberikan selama 3 bulan setelah menggunakan Immunoglobulin anti-D. Sebagai catatan : Vaksin Rubela dapat diberikan dalam masa pasca melahirkan bersamaan dengan injeksi Immunoglobulin anti-D dengan syarat digunakan alat suntik yang berbeda dan disuntikkan lengan kontralateral. Tes darah harus dilakukan tidak lebih cepat dari 8 minggu setelah suntikan untuk memastikan bahwa antibodi rubela telah diproduksi. Bila diperlukan transfusi darah, imunisasi harus ditunda 3 bulan.Vaksin MMR tidak boleh diberikan dalam 3 bulan setelah injeksi Immunoglobulin anti-D.
Baca Juga :  Acetazolamide Obat Apa? Dosis, Kegunaan, Efek Samping

Penggunaan Untuk Pasien dengan Riwayat Medis tertentu

Adanya masalah medis lainnya dapat mempengaruhi penggunaan obat Immunoglobulin anti-D. Pastikan Anda memberi tahu dokter jika Anda memiliki masalah medis lainnya, terutama :

  • Anemia berat, misalnya Anemia hemolitik autoimun
  • Masalah pembekuan darah
  • Masalah pernapasan parah
  • Koagulasi intravaskular diseminata (masalah pembekuan darah)
  • Masalah ginjal
  • Edema paru (cairan di paru-paru)
  • Aterosklerosis (pengerasan arteri)
  • Masalah jantung atau pembuluh darah
  • Hiperviskositas (darah tebal)
  • Stroke
  • Hemolisis aktif (sel darah merah sedang dihancurkan)
  • Defisiensi Immunoglobulin A (IgA) dengan antibodi terhadap IgA-Sebaiknya tidak digunakan pada pasien dengan kondisi ini.
  • Diabetes — Bentuk cair sediaan obat ini ada yang mengandung maltose. Beberapa sistem pengujian glukosa tidak akan berfungsi dengan baik jika maltosa ada di dalam darah.

Interaksi Obat

Meskipun obat-obatan tertentu tidak boleh digunakan bersama sama sekali, dalam kasus lain dua obat yang berbeda dapat digunakan bersama-sama bahkan jika interaksi mungkin terjadi. Dalam kasus ini, dokter mungkin akan mengubah dosis, atau tindakan pencegahan lain yang mungkin diperlukan. Katakan kepada dokter jika Anda menggunakan obat-obatan yang diresepkan atau yang tidak diresepkan (over-the-counter [OTC]).

Dosis Immunoglobulin anti-D

Berikut adalah dosis Immunoglobulin anti-D yang dianjurkan untuk penggunaan obat ini :

  • Transfusi komponen darah D-positif ke wanita rhesus negatif yang potensial melahirkan anak (Intramuskular)

Dewasa : 125 unit / ml sel yang ditransfer.

  • Mencegah pembentukan antibodi terhadap rhesus-positif sel darah merah pada ibu yang rhesus-negatif selama persalinan, aborsi atau peristiwa sensitisasi tertentu lainnya (Intramuskular)

Dewasa : 500 unit sesegera mungkin setelah lahir. Dosis tambahan mungkin diperlukan tergantung pada jumlah perdarahan transplasental yang dinilai dengan uji Kleihauer; untuk pendarahan> 4 ml, tambahan 125 unit untuk setiap ml sel darah merah akan diperlukan.

  • Profilaksis antenatal rutin (Intramuskular)
Baca Juga :  Asam Salisilat Obat Apa? Dosis, Kegunaan, Efek Samping

Dewasa : 2 dosis 500 unit diberikan pada minggu ke-28 dan ke-34 kehamilan.

  • Idiopathic thrombocytopenic purpura (Intravena)

Dewasa : Awalnya, 250 unit / kg, dapat diberikan dalam 2 dosis terbagi pada hari yang terpisah. Dosis pemeliharaan : 125-300 unit / kg tergantung pada respons klinis.

Artikel Pengetahuan Obat lainnya :

Immunoglobulin anti-D harus diberikan oleh seorang dokter, perawat atau profesional kesehatan terlatih lainnya. Jangan menggunakan obat ini sendiri tanpa sepengetahuan dokter.