Rhinos SR Obat Apa? Dosis, Kegunaan, Efek Samping

Rhinos SR adalah obat produksi Dexa Medica. Kegunaan Rhinos SR adalah untuk mengobati gejala-gejala yang terkait dengan rhinitis alergi dan common cold, seperti hidung tersumbat, bersin-bersin, pruritus, atau lakrimasi.

Di Apotik, obat rhinistis alergi dan flu ini tersedia berupa Rhinos SR capsul 5 x 10’s. Komposisi Rhinos SR adalah kombinasi Loratadine dan Pseudoephedrine HCl. Harga Rhinos SR capsul di kisaran Rp. 33.000 – Rp. 45.000 per pepel.

Dalam artikel ini kita akan mengenal lebih jauh mengenai obat flu terkait alergi ini. Rhinos SR obat apa, apa manfaat, efek samping, dan mengenal zat aktif yang merupakan komposisi Rhinos SR ini.

Rhinos SR Obat Apa?

Rhinos SR adalah obat flu terkait alergi dengan kandungan zat aktif kombinasi Loratadine dan Pseudoephedrine HCl. Obat ini di produksi oleh perusahaan farmasi, yaitu, Dexa Medica.

Zat aktif

Loratadine adalah salah satu obat alergi. Loratadine adalah obat golongan antihistamin trisiklik. Obat ini bertindak sebagai inverse agonist selektif histamin perifer H1-reseptor. Histamin adalah zat alami yang sudah ada dalam tubuh. Zat ini lah yang menyebabkan berbagai reaksi alergi. Loratadine menghambat efek dari histamin sehingga dapat mengurangi berbagai reaksi alergi.

Loratadine adalah long acting anti histamin non sedatif. Obat alergi jenis ini memiliki lebih sedikit efek sedasi dan gangguan psikomotor dibandingkan anti histamin jenis lama. Penyebabnya adalah karena jumlah obat yang menembus sawar darah otak lebih sedikit.

Pseudoephedrine adalah obat nasal dekongestan, stimulan, dan wakefulness promoting agent. Pseudoephedrine adalah obat simpatomimetik kelas phenethylamine dan amfetamin. Lebih sering digunakan dalam bentuk garamnya yaitu pseudoephedrine hydrochloride atau pseudoephedrine sulfate.

Produsen

Rhinos SR diproduksi oleh Dexa Medica.

Komposisi

Komposisi Rhinos SR capsul adalah :

Per capsul:

  • Loratadine 5 mg
  • Pseudoephedrine HCl 60 mg

Bentuk Sediaan

Rhinos SR dijual dengan kemasan :

  • Box 5 blister x 10’s capsul lepas lambat
Rhinos SR capsul

Ringkasan

Berikut tabel yang memuat informasi obat Rhinos SR secara singkat :

Informasi ObatRhinos SR
GolonganG (dengan resep)
KomposisiLoratadine, Pseudoephedrine HCl
IndikasiRhinitis alergi dan common cold
KontraindikasiHipersensitif; Penyakit kardiovaskular; Pengguna MAOI; Glaukoma sudut sempit, retensi urin, hipertensi berat, CAD berat, hipertiroidisme.
Dosis1 capsul setiap 12 jam
Aturan PakaiDengan atau tanpa makanan
Sediaancapsul
ProdusenDexa Medica
Baca Juga :  Mefinal 500 mg & 250 mg Obat Apa : Kegunaan, Dosis, Efek Samping

Indikasi dan Kegunaan Rhinos SR

Sebelum menggunakan obat ini, harus benar-benar sudah mempertimbangkan potensi manfaat dan risiko obat flu dan alergi ini. Gunakan dosis efektif terendah untuk durasi terpendek yang konsisten dengan tujuan perawatan pasien.

Kegunaan Rhinos SR adalah untuk mengobati kondisi-kondisi berikut :

  • Rhinitis alergi
  • Common cold : hidung tersumbat, bersin-bersin, pruritus, atau lakrimasi.

Kontraindikasi

Obat flu dan alergi ini kontraindikasi pada pasien berikut ini :

  • Hipersensitif terhadap agen adrenergik.
  • Penyakit kardiovaskular misalnya, insufisiensi koroner, aritmia.
  • Pasien yang menggunakan obat-obat MAOI atau dalam 10 hari setelah menghentikan pengobatan tersebut.
  • Glaukoma sudut sempit, retensi urin, hipertensi berat, penyakit arteri koroner berat, hipertiroidisme.

Efek Samping Rhinos SR

Selain memberikan efek yang dibutuhkan, sebagian besar obat dapat menyebabkan beberapa efek samping yang tidak diinginkan. Meskipun tidak semua efek samping ini dapat terjadi, penggunaan obat tetap harus dilakukan secara hati-hati. Segera dapatkan perawatan medis yang sesuai jika efek samping yang parah terjadi.

Berikut adalah beberapa efek samping Rhinos SR yang mungkin terjadi :

  • Gangguan pencernaan, insomnia, mulut kering, sakit kepala, gugup, epistaksis, faringitis, pusing, kelelahan, takikardia, hipotensi postural, fungsi hati abnormal sementara, retensi urin, stimulasi sistem saraf pusat.

Peringatan

Waspadai hal-hal di bawah saat menggunakan obat Rhinos SR :

  • Sebelum menggunakan obat ini, beri tahu dokter atau apoteker jika Anda memiliki riwayat hipersensitif terhadapnya; atau terhadap salah satu kandungan obat. Hentikan pemakaian obat flu dan alergi ini jika Anda mengalami tanda-tanda reaksi alergi, misalnya : ruam, gatal, sakit tenggorokan, demam, arthralgia, pucat.
  • Sebelum menggunakan Rhinos SR, beri tahu dokter atau apoteker riwayat kesehatan Anda, terutama hipertensi, diabetes mellitus, insufisiensi hati dan ginjal; glaukoma, tukak peptik stenosis, obstruksi pyloroduodenal, hipertrofi prostat, obstruksi leher kandung kemih, penyakit kardiovaskular, peningkatan IOP.
  • Untuk meminimalisir efek samping pada saluran pencernaan, sebaiknya gunakan obat flu dan alergi ini setelah makan.
  • Pengguna alkohol lebih rentan mengalami efek samping berupa gangguan fungsi hati.
  • Pasien lanjut usia ( ≥ 60 tahun) lebih rentan mengalami efek samping obat ini.
  • Penggunaan obat flu dan alergi ini untuk anak usia di bawah 12 tahun tidak direkomendasikan.
  • Rhinos SR menyebabkan kantuk. Alkohol bisa menambah efek ini. Jangan mengemudi, menggunakan mesin, atau melakukan apa pun yang membutuhkan kewaspadaan tinggi.
Baca Juga :  Tremenza Tablet & Syrup : Obat Flu Pilihan (Informasi Lengkap)

Penggunaan Rhinos SR Untuk ibu hamil atau ibu menyusui

FDA (badan pengawas obat dan makanan amerika serikat) menempatkan Loratadine dalam kategori B, penjelasannya adalah sebagai berikut :

Penelitian pada reproduksi hewan tidak menunjukkan resiko pada janin dan tidak ada studi yang memadai dan terkendali dengan baik pada wanita hamil / Penelitian pada hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin, tapi studi yang memadai dan terkendali dengan baik pada wanita hamil tidak menunjukkan resiko pada janin di trimester berapapun.

Sementara itu, Pseudoephedrine masuk kategori C :

Penelitian pada reproduksi hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin dan tidak ada studi yang memadai dan terkendali dengan baik pada manusia, namun jika potensi keuntungan dapat dijamin, penggunaan obat pada ibu hamil dapat dilakukan meskipun potensi resiko sangat besar.

Wanita hamil lebih rentan terkana flu dibandingkan wanita usia reproduksi yang tidak hamil. Perubahan sistem kekebalan tubuh, jantung, dan paru-paru selama kehamilan membuat wanita hamil (dan wanita hingga dua minggu pascapersalinan) lebih rentan terhadap penyakit parah akibat flu, termasuk penyakit yang mengakibatkan rawat inap. Flu juga bisa berbahaya bagi janin. Oleh karena itu, ibu hamil yang terkena flu sebaiknya segera ke dokter untuk memeriksakan kondisi kesehatannya.

Banyak obat flu mengandung lebih dari satu jenis obat. Beberapa mungkin lebih aman daripada yang lain, tetapi tidak ada yang terbukti 100% aman. Secara umum, yang terbaik adalah menghindari obat flu, jika mungkin, terutama selama 3 sampai 4 bulan pertama kehamilan. Langkah perawatan diri terbaik untuk merawat diri sendiri ketika Anda terserang flu adalah istirahat dan minum banyak cairan, terutama air. (sumber : Kehamilan dan flu).

Penggunaan Rhinos SR untuk ibu hamil tidak dianjurkan. Namun, jika terpaksa digunakan, harus dengan pengawasan dokter.

Baik loratadine atau Pseudoephedrine mampu memasuki ASI. Oleh karena itu, penggunaan Rhinos SR untuk ibu menyusui sebaiknya tidak dilakukan.

Interaksi

Interaksi dengan obat lain dapat mengubah cara kerja obat atau meningkatkan risiko terjadinya efek samping yang serius. Beritahu dokter dan apoteker tentang obat apa saja yang sedang Anda konsumsi. Jangan memulai, menghentikan, atau mengubah dosis obat apa pun tanpa persetujuan dokter Anda.

Baca Juga :  Alprazolam Obat Apa? Dosis, Kegunaan, Efek Samping

Berikut interaksi obat yang mungkin terjadi :

Loratadine :

  • Terjadi peningkatan kadar loratadine saat digunakan dengan ritonavir, amprenavir.
  • peningkatan kadar loratadin dengan erythromycin, cimetidine dan ketoconazole, meski tanpa bukti signifikansi klinis atau toksisitas.
  • Loratadine dapat memblokir efek betahistine.

Pseudoephedrine :

  • Terjadi peningkatan efek samping (misalnya. Mengantuk, agitasi) saat digunakan dengan atomoxetine.
  • Terjadi peningkatan tekanan darah atau detak jantung jika digunakan dengan sibutramine.

Berpotensi Fatal :

  • Pseudoefedrin : terjadi peningkatan risiko psikosis jika digunakan dengan bromocriptine.
  • Terjadi peningkatan risiko krisis hipertensi fatal dengan obat-obat MAOI, hindari penggunaan bersamaan atau 2 minggu setelah penggunaan MAOI.
  • Terjadi peningkatan tekanan darah jika digunakan dengan linezolid dan selegiline.

Dosis Rhinos SR

Berikut adalah dosis yang lazim digunakan :

  • Dewasa dan anak usia ≥12 tahun : 1 capsul setiap 12 jam.

Aturan Minum Rhinos SR

  • Baca Panduan Pengobatan yang disediakan oleh apoteker Anda sebelum Anda mulai menggunakan obat flu dan alergi ini. Jika Anda memiliki pertanyaan, tanyakan kepada dokter atau apoteker Anda.
  • Dosis didasarkan pada kondisi medis Anda dan respons terhadap pengobatan. Jangan menambah dosis atau minum obat flu dan alergi ini lebih sering daripada yang diarahkan.
  • Rhinos SR sebaiknya diminum dengan makanan untuk mengurangi efek samping pada saluran pencernaan. Namun, makanan akan mengurangi penyerapan obat.
  • Obat harus ditelan utuh. Jangan memecahkan, mengunyah, atau menghancurkan obat sebelum diminum.
  • Gunakan Rhinos SR secara teratur untuk mendapatkan manfaat maksimal. Ingat untuk menggunakannya pada waktu yang sama setiap hari.
  • Jangan menghentikan pengunaan obat sebelum durasi waktu yang disarankan.
  • Katakan kepada dokter jika kondisi Anda memburuk.

Artikel Pengetahuan Obat lainnya :

Rhinos SR adalah obat yang bisa didapatkan dengan resep dokter. Jangan menggunakan obat flu terkait alergi ini melebihi dosis dan durasi yang telah diresepkan oleh dokter. Penggunaan yang berlebihan tidak akan meningkatkan manfaat obat ini namun justru akan meningkatkan efek sampingnya.