Ranivel 150 mg, 300 mg Tablet, Syrup, & Injeksi (Ranitidine HCl)

Ranivel adalah obat pereda asam lambung yang mengandung Ranitidine HCl. Kegunaan Ranivel adalah untuk mengobati ulkus duodenum, ulkus lambung benigna dan esofagitis refluks (GERD), terapi pemeliharaan setelah penyembuhan ulkus peptikum akut, dan pengobatan keadaan hipersekresi patologik (sindrom Zollinger-Ellison). Di Apotik, obat ini tersedia berupa Ranivel 150 mg, Ranivel 300 mg, Ranivel Syrup, dan Ranivel Injeksi.

Ranivel Ranitidine HCl diproduksi oleh Novell Pharma. Harga Ranivel 150 mg adalah di kisaran Rp. 46.000 per pepel, harga Ranivel 300 mg di kisaran Rp. 85.000 per pepel, harga Ranivel syrup di kisaran Rp. 42.500 per botol, sedangkan harga Ranivel injeksi di kisaran Rp. 17.000 per ampul.

Dalam artikel ini kita akan mengenal lebih jauh mengenai obat pereda asam lambung ini. Ranivel obat apa, apa manfaat, efek samping, dan merk-merk obat maag yang mengandung Ranitidine HCl lainnya.

Ranivel Obat Apa?

Ranivel adalah obat untuk mengatasi penyakit-penyakit saluran pencernaan yang terkait hipersekresi asam lambung. Obat ini mengandung zat aktif Ranitidine HCl. Obat pereda asam lambung ini di produksi oleh perusahaan farmasi, yaitu, Novell Pharma.

Zat aktif

Ranitidine adalah obat yang digunakan untuk pengobatan jangka pendek pada terapi pemeliharaan setelah pemulihan lambung aktif dan ulkus duodenum. Ranitidine juga digunakan untuk meredakan gejala refluks esofagitis, keadaan hipersekresi patologis (misalnya, Sindrom Zollinger-Ellison dan mastositosis sistemik). Mekanisme aksi Ranitidine adalah dengan cara memblokir histamin secara kompetitif.

Ranitidine termasuk dalam kelas obat yang dikenal sebagai H2 blocker. Untuk pemberian oral, obat pereda asam lambung ini tersedia berupa Ranitidine 150 mg atau 300 mg.

Produsen

Ranivel diproduksi oleh Novell Pharma.

Kandungan

Kandungan Ranivel 150 adalah :

Per kaplet :

  • Ranitidine HCl setara Ranitidine 150 mg

Kandungan Ranivel 300 adalah :

Per kaplet :

  • Ranitidine HCl setara Ranitidine 300 mg

Kandungan Ranivel syrup adalah :

Per 5 mL syrup:

  • Ranitidine HCl setara Ranitidine 75 mg

Kandungan Ranivel injeksi adalah :

Per 1 mL :

  • Ranitidine HCl setara Ranitidine 25 mg

Bentuk Sediaan

Obat asam lambung ini dijual dengan kemasan :

  • Ranivel 150 mg : Box @ 3 strip @10 tablet
  • Ranivel 300 mg : Box @ 3 strip @10 tablet
  • Ranivel syrup : Botol 60 mL syrup
  • Ranivel injeksi : Box @ 5 ampul 2 mL
ranivel 150 mg, ranivel 300 mg, ranivel syrup, ranivel injeksi

Ringkasan

Berikut tabel yang memuat informasi obat-obat yang mengandung Ranitidine secara singkat :

Baca Juga :  Lansoprazole Obat Apa : Kegunaan, Dosis, Efek Samping
Informasi ObatRanitidine
GolonganG (Dengan resep)
IndikasiPenyakit terkait over sekresi asam lambung
Dosislihat bagian dosis
Aturan Pakaidengan/tanpa makanan
KontraindikasiHipersensitif; porfiria akut
Sediaantablet 150 mg, 300 mg; Syrup; injeksi
Merk Lansoprazole paten yang tersediaAcran, Bloxer, Radin, Rancus, Ranitidine Hydrochloride, Ranivel, Rantin, Ratinal, Renatac, Wiacid, Zantifar, Zenti 150, Aciblock, Anitid, Chopintac/ Chopintac Forte, Conranin, Fordin, Gastridin, Getidin, Graseric, Hexer, Ranicho, Ranin, Ranitidine Soho, Ranitidine Phapros, Ranoxin, Ranticid, Ratan, Scanarin 150/ Scanarin 300, Titan, Tricker, Tyran, Ulceranin, Xeradin, Zantac, Zantadin

Indikasi dan Kegunaan Ranivel

Sebelum menggunakan obat ini, harus benar-benar sudah mempertimbangkan potensi manfaat dan risiko yang mungkin terjadi. Gunakan dosis efektif terendah untuk durasi terpendek yang konsisten dengan tujuan perawatan pasien).

Ranivel diindikasikan untuk kondisi-kondisi berikut :

  • Untuk mengobati ulkus lambung dan usus dan mencegah kekambuhan kembali.
  • Obat ini juga digunakan untuk mengobati masalah lambung dan tenggorokan (kerongkongan) tertentu (seperti esophagitis erosif, penyakit refluks gastroesofageal (GERD), dan sindrom Zollinger-Ellison).

Kontraindikasi

Obat ini kontraindikasi pada pasien berikut ini :

  • Hipersensitif terhadap ranitidine.
  • Pasien dengan riwayat porfiria akut

Efek Samping Ranivel

Selain memberikan efek yang dibutuhkan, sebagian besar obat dapat menyebabkan beberapa efek samping yang tidak diinginkan. Meskipun tidak semua efek samping ini dapat terjadi, penggunaan obat tetap harus dilakukan secara hati-hati. Segera dapatkan perawatan medis yang sesuai jika efek samping yang parah terjadi.

Berikut adalah beberapa efek samping Ranivel yang mungkin terjadi :

  • Sakit kepala, sembelit atau diare dapat terjadi. Jika salah satu dari efek samping ini menetap atau memburuk, beri tahu dokter atau apoteker Anda segera.
  • Beri tahu dokter segera jika Anda mengalami efek samping serius, seperti : penglihatan kabur, perubahan mental / suasana hati (misalnya, agitasi, kebingungan, depresi, halusinasi), perdarahan / mudah memar, payudara membesar, kelelahan parah, detak jantung yang cepat / lambat / tidak teratur, tanda-tanda infeksi (seperti sakit tenggorokan yang tidak kunjung hilang, demam, menggigil), sakit perut yang parah, urin gelap, kulit / mata menguning.
  • Reaksi alergi yang sangat serius terhadap obat ini jarang terjadi. Namun, segera dapatkan bantuan medis jika Anda mengalami gejala-gejala reaksi alergi serius, seperti : ruam, gatal / bengkak (terutama pada wajah / lidah / tenggorokan), pusing parah, kesulitan bernapas.

Peringatan

Perhatikan hal di bawah ini saat menggunakan obat Ranivel Ranitidine HCl :

  • Sebelum menggunakan obat ini, beri tahu dokter atau apoteker Anda jika Anda mempunyai riwayat alergi terhadap obat ini atau obat golongan H2 blocker lain (misalnya, cimetidine, famotidine); atau jika Anda memiliki alergi lain.
  • Sebelum menggunakan obat ini, beri tahu dokter atau apoteker riwayat medis Anda, terutama : gangguan darah tertentu (porfiria), masalah sistem kekebalan tubuh, masalah ginjal, masalah hati, penyakit paru-paru (misalnya, asma, penyakit paru obstruktif kronik-PPOK), masalah perut lainnya (misalnya. tumor).
  • Beberapa gejala penyakit sebenarnya merupakan tanda-tanda kondisi yang lebih serius. Dapatkan bantuan medis segera jika Anda mengalami : mulas disertai sakit kepala ringan / berkeringat / pusing, nyeri dada / rahang / lengan / bahu (terutama disertai dengan sesak napas, keringat tidak biasa), penurunan berat badan yang tidak dapat dijelaskan.
  • Pasien lansia mungkin lebih sensitif terhadap efek samping obat ini, terutama kebingungan.
Baca Juga :  Rhinos SR Obat Apa? Dosis, Kegunaan, Efek Samping

Penggunaan Ranivel Untuk ibu hamil atau ibu menyusui

Amankah Ranivel untuk ibu hamil? FDA (badan pengawas obat dan makanan amerika serikat) menempatkan Ranitidine dalam kategori B, penjelasannya adalah sebagai berikut :

Penelitian pada reproduksi hewan tidak  menunjukkan resiko pada janin dan tidak ada studi yang memadai dan terkendali dengan baik pada wanita hamil / Penelitian pada hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin, tapi studi yang memadai dan terkendali dengan baik pada wanita hamil tidak menunjukkan resiko pada janin di trimester berapapun.

Data yang dipublikasikan tentang efek terhadap kehamilan setelah paparan obat golongan H2-blocker jarang. Sebuah penelitian yang bertujuan untuk mengevaluasi data yang dikumpulkan oleh keanggotaan dari Jaringan Informasi Layanan Teratologi Eropa (ENTIS), menghasilkan hasil :

Data hasil 553 kehamilan dengan pajanan H2-blocker dievaluasi (ranitidine n = 335; cimetidin n = 113, famotidine n = 75; nizatidine n = 15, roxatidine n = 15). Sebagian besar dari obat-obat ini telah terpapar setidaknya pada trimester pertama. Insiden kelahiran prematur lebih tinggi pada kelompok yang terpapar dibandingkan dengan kelompok kontrol. Tidak ada peningkatan dalam insiden malformasi mayor. Dua kehamilan dengan ibu menggunakan famotidine pada awal kehamilan dihentikan setelah diagnosis prenatal dari cacat tabung saraf.

sumber : efek obat h2 blocker terhadap kehamilan

Hasil penelitian di atas menyimpulkan bahwa tidak ada indikasi peningkatan risiko malformasi besar setelah penggunaan obat-obat H2-blocker selama kehamilan.

Meski tidak ditemukan adanya indikasi risiko ranitidine terhadap ibu hamil, penggunaan obat yang mengandung Ranitidine HCl untuk ibu hamil hanya dilakukan jika benar-benar dibutuhkan. Diskusikan risiko dan manfaatnya dengan dokter Anda.

Amankah Ranivel untuk ibu menyusui? Ranitidine masuk ke dalam ASI. Konsultasikan dengan dokter Anda amankah menggunakan Ranivel untuk ibu menyusui.

Interaksi

Interaksi dengan obat lain dapat mengubah cara kerja obat atau meningkatkan risiko terjadinya efek samping yang serius. Beritahu dokter dan apoteker tentang obat apa saja yang sedang Anda konsumsi. Jangan memulai, menghentikan, atau mengubah dosis obat apa pun tanpa persetujuan dokter Anda.

Baca Juga :  Licodexon 0.5 dan 0.75 (Dexamethasone) : Informasi Lengkap

Berikut interaksi obat yang mungkin terjadi :

  • Beberapa obat membutuhkan adanya asam lambung agar tubuh dapat menyerapnya dengan baik. Ranitidine mengurangi produksi asam lambung, sehingga dapat mengubah kinerja beberapa jenis obat. Beberapa obat yang terpengaruh, misalnya, atazanavir, dasatinib, delavirdine, antijamur azole tertentu (seperti itraconazole, ketoconazole), pazopanib, dan lainnya.
  • Jangan gunakan obat ini dengan produk lain yang mengandung ranitidine atau H2 blocker lainnya (cimetidine, famotidine, nizatidine).
  • Obat ini dapat mengganggu tes laboratorium tertentu (termasuk tes protein urin tertentu), mungkin menyebabkan hasil tes yang salah. Pastikan petugas laboratorium dan semua dokter Anda tahu Anda menggunakan obat ini.

Dosis Ranivel

Berikut adalah kisaran dosis yang lazim digunakan :

Dosis Untuk Ulkus Duodenum Aktif

  • Dewasa : 2 x 150 mg pagi dan malam atau 1 x 300 mg sehari sebelum tidur selama 4 minggu.

Dosis Untuk Ulkus Lambung Benigna

  • Dewasa : 2 x 150 mg pagi dan malam sampai 8 minggu, atau bila perlu sampai 12 minggu.

Dosis Pemeliharaan Penyembuhan Ulkus Peptikum Akut

  • Dewasa : 1 x 150 mg sebelum tidur.

Dosis Untuk Hipersekresi Patologik (sindrom Zollinger-Ellison)

  • Dewasa : Dosis awal 150 mg dan dosis ini dapat ditingkatkan sesuai dengan kebutuhan masing-masing penderita (sampai 6 g dalam dosis terbagi)

Penyesuaian Dosis

  • Jika pasien menderita gangguan fungsi ginjal dengan bersihan creatinine < 50 ml/ menit : 150 mg tiap 24 jam (bila perlu tiap 12 jam).

Aturan Pakai Ranivel

  • Baca Panduan Pengobatan yang disediakan oleh apoteker Anda sebelum Anda mulai menggunakan obat ini. Jika Anda memiliki pertanyaan, tanyakan kepada dokter atau apoteker Anda.
  • Dosis didasarkan pada kondisi medis Anda dan respons terhadap pengobatan. Jangan menambah dosis atau minum obat ini lebih sering daripada yang diarahkan.
  • Jika sakit perut terjadi saat menggunakan obat ini, minum obat setelah makan.
  • Gunakan obat ini secara teratur untuk mendapatkan manfaat maksimal. Ingat untuk menggunakannya pada waktu yang sama setiap hari.
  • Katakan kepada dokter jika kondisi Anda memburuk.

Artikel Pengetahuan Obat lainnya

Ranivel Ranitidine HCl adalah obat yang hanya bisa didapatkan melalui resep dokter. Jangan menggunakan obat pereda asam lambung ini melebihi dosis dan durasi yang telah diresepkan oleh dokter. Penggunaan yang berlebihan tidak akan meningkatkan manfaat obat ini namun justru akan meningkatkan efek sampingnya.