Ranitidine Obat Apa : Kegunaan, Dosis, Efek Samping

Ranitidine adalah obat yang digunakan untuk pengobatan jangka pendek pada terapi pemeliharaan setelah pemulihan lambung aktif dan ulkus duodenum. Obat ini juga digunakan untuk meredakan gejala refluks esofagitis, keadaan hipersekresi patologis (misalnya, Sindrom Zollinger-Ellison dan mastositosis sistemik). Obat ini umumnya tersedia berupa Ranitidine 150 mg atau 300 mg. Tersedia juga sediaan sirup dan injeksi.

Dalam artikel ini kita akan mengenal lebih jauh mengenai obat ini. Ranitidine obat apa, apa manfaatnya, efek sampingnya, formulasi sediaan, dan merk-merk obat yang mengandung Ranitidine HCl.

obat ranitidine

Ringkasan

Berikut tabel yang memuat informasi Ranitidine secara singkat :

Informasi penting Tentang Ranitidine

Berikut adalah ringkasan hal-hal penting terkait obat pereda asam lambung ini :

Ranitidine Obat Apa?

Berikut adalah deskripsi singkat tentang obat ini :

  • Ranitidine termasuk dalam kelas obat yang dikenal sebagai H2 blocker.
  • Untuk pemberian oral, obat pereda asam lambung ini tersedia berupa Ranitidine 150 mg atau 300 mg.

Mekanisme aksi

Ranitidine secara kompetitif memblokir histamin pada reseptor H2 sel parietal lambung yang menghambat sekresi asam lambung. Obat ini tidak mempengaruhi sekresi pepsin, sekresi faktor intrinsik yang distimulasi pentagastrin atau gastrin serum.

Indikasi dan Kegunaan Ranitidine

Sebelum menggunakan obat ini, harus benar-benar sudah mempertimbangkan potensi manfaat dan risiko Ranitidine. Gunakan dosis efektif terendah untuk durasi terpendek yang konsisten dengan tujuan perawatan pasien).

Ranitidine diindikasikan untuk kondisi-kondisi berikut :

  • Ranitidine digunakan untuk mengobati ulkus lambung dan usus dan mencegah kekambuhan kembali.
  • Obat ini juga digunakan untuk mengobati masalah lambung dan tenggorokan (kerongkongan) tertentu (seperti esophagitis erosif, penyakit refluks gastroesofageal (GERD), dan sindrom Zollinger-Ellison).

Kontraindikasi

Ranitidine kontraindikasi pada pasien berikut ini :

  • Hipersensitif
  • Pasien dengan riwayat porfiria akut

Efek Samping Ranitidine

Selain memberikan efek yang dibutuhkan, sebagian besar obat dapat menyebabkan beberapa efek samping yang tidak diinginkan. Meskipun tidak semua efek samping ini dapat terjadi, penggunaan obat tetap harus dilakukan secara hati-hati. Segera dapatkan perawatan medis yang sesuai jika efek samping yang parah terjadi.

Berikut adalah beberapa efek samping yang telah dilaporkan :

  • Sakit kepala, sembelit atau diare dapat terjadi. Jika salah satu dari efek samping ini menetap atau memburuk, beri tahu dokter atau apoteker Anda segera.
  • Beri tahu dokter segera jika Anda mengalami efek samping serius, seperti : penglihatan kabur, perubahan mental / suasana hati (misalnya, agitasi, kebingungan, depresi, halusinasi), perdarahan / mudah memar, payudara membesar, kelelahan parah, detak jantung yang cepat / lambat / tidak teratur, tanda-tanda infeksi (seperti sakit tenggorokan yang tidak kunjung hilang, demam, menggigil), sakit perut yang parah, urin gelap, kulit / mata menguning.
  • Reaksi alergi yang sangat serius terhadap obat ini jarang terjadi. Namun, segera dapatkan bantuan medis jika Anda mengalami gejala-gejala reaksi alergi serius, seperti : ruam, gatal / bengkak (terutama pada wajah / lidah / tenggorokan), pusing parah, kesulitan bernapas.
Baca Juga :  Cefixime 100 mg, 200 mg & Syrup : Dosis, Kegunaan, Efek Samping

Peringatan

Perhatikan hal di bawah ini saat menggunakan obat Ranitidine :

  • Sebelum menggunakan ranitidine, beri tahu dokter atau apoteker Anda jika Anda mempunyai riwayat alergi terhadap obat ini atau obat golongan H2 blocker lain (misalnya, cimetidine, famotidine); atau jika Anda memiliki alergi lain.
  • Sebelum menggunakan obat ini, beri tahu dokter atau apoteker riwayat medis Anda, terutama : gangguan darah tertentu (porfiria), masalah sistem kekebalan tubuh, masalah ginjal, masalah hati, penyakit paru-paru (misalnya, asma, penyakit paru obstruktif kronik-PPOK), masalah perut lainnya (misalnya. tumor).
  • Beberapa gejala penyakit sebenarnya merupakan tanda-tanda kondisi yang lebih serius. Dapatkan bantuan medis segera jika Anda mengalami : mulas disertai sakit kepala ringan / berkeringat / pusing, nyeri dada / rahang / lengan / bahu (terutama disertai dengan sesak napas, keringat tidak biasa), penurunan berat badan yang tidak dapat dijelaskan.
  • Sediaan Ranitidine cair mungkin mengandung alkohol. Perhatian disarankan jika Anda memiliki diabetes, ketergantungan alkohol atau penyakit hati. Tanyakan kepada dokter atau apoteker Anda tentang keamanan penggunaan produk ini.
  • pasien lansia mungkin lebih sensitif terhadap efek samping obat ini, terutama kebingungan.

Penggunaan Untuk ibu hamil atau ibu menyusui

Ranitidine bisa digunakan hanya jika benar-benar dibutuhkan selama kehamilan. Diskusikan risiko dan manfaatnya dengan dokter Anda.

Ranitidine masuk ke dalam ASI. Konsultasikan dengan dokter Anda sebelum menyusui.

Interaksi

Interaksi dengan obat lain dapat mengubah cara kerja obat atau meningkatkan risiko terjadinya efek samping yang serius. Beritahu dokter dan apoteker tentang obat apa saja yang sedang Anda konsumsi. Jangan memulai, menghentikan, atau mengubah dosis obat apa pun tanpa persetujuan dokter Anda.

Berikut interaksi obat yang mungkin terjadi :

  • Beberapa obat membutuhkan adanya asam lambung agar tubuh dapat menyerapnya dengan baik. Ranitidine mengurangi produksi asam lambung, sehingga dapat mengubah kinerja beberapa jenis obat. Beberapa obat yang terpengaruh, misalnya, atazanavir, dasatinib, delavirdine, antijamur azole tertentu (seperti itraconazole, ketoconazole), pazopanib, dan lainnya.
  • Jangan gunakan obat ini dengan produk lain yang mengandung ranitidine atau H2 blocker lainnya (cimetidine, famotidine, nizatidine).
  • Obat ini dapat mengganggu tes laboratorium tertentu (termasuk tes protein urin tertentu), mungkin menyebabkan hasil tes yang salah. Pastikan petugas laboratorium dan semua dokter Anda tahu Anda menggunakan obat ini.
Baca Juga :  Tremenza Tablet & Syrup : Obat Flu Pilihan (Informasi Lengkap)

Dosis Ranitidine

Berikut adalah kisaran dosis Ranitidine berbagai sediaan :

A. Sediaan Intravenous

Ulkus saluran pencernaan bagian atas

  • Dewasa : 50 mg dengan injeksi IV lambat sebagai dosis utama diikuti dengan 0.125-0.25 mg/kg/jam sebagai continuous IV infusion, kemudian lanjutkan dengan sediaan oral dengan dosis 150 mg 2 x sehari, ketika pasien sudah mampu makan.
  • Anak-anak : 1 mg/kg (maksimal : 50 mg) sebagai injeksi IV lambat dalam setidaknya 2 menit setiap 6-8 jam atau 0.125-0.25 mg/kg/jam sebagai continuous infusion.

Kondisi hipersekresi

  • Dewasa : dosis awal, 1 mg/kg/jam, bisa ditambahkan dengan setiap penambahan sebesar 0.5 mg/kg/jam dimulai setelah 4 jam, jika diperlukan.

B. Sediaan Oral

Profilaksis aspirasi asam selama anestesi umum

  • Dewasa : 150 mg diberikan 2 jam sebelum induksi anestesi, dan sianjurkan 150 mg di malam sebelumnya. Pada pasien obstetri pada awal persalinan, 150 mg dapat diberikan, dan diulang setiap 6 jam jika diperlukan.

Infeksi H.pylori

  • dewasa : 300 mg sehari saat waktu tidur atau 150 mg 2 x sehari dikombinasikan dengan amoxicillin 750 mg dan metronidazol 500 mg 3 x sehari diberikan selama 2 minggu. Pengobatan dengan ranitidine harus dilanjutkan selama 2 minggu.

Ulserasi lambung dan duodenum yang jinak

  • Dewasa: dosis awal, 300 mg setiap hari sebelum tidur atau 150 mg 2 x sehari untuk 4-8 ​​minggu; 300 mg 2 x sehari untuk 4 minggu dapat digunakan dalam ulkus duodenum untuk meningkatkan penyembuhan. Pemeliharaan : 150 mg setiap hari sebelum tidur. Maksimal : 300 mg 2 x sehari.
  • Anak : 1 bulan – 16 tahun : 4-8 mg / kg setiap hari dalam 2 dosis terbagi. Maksimal : 300 mg / hari. Durasi pengobatan : 4-8 minggu. Pemeliharaan : 2-4 mg / kg sekali sehari. Maksimal : 150 mg / hari.

Kondisi hipersekresi

  • Dewasa: dosis awal, 150 mg 2 x sehari atau lebih dan bisa ditingkatkan jika diperlukan. Maksimal : 6 g setiap hari.
Baca Juga :  Clonidine Obat Apa? Dosis, Kegunaan, Efek Samping

Penyakit refluks gastroesofagus (GERD)

  • Dewasa: 150 mg 2 x sehari atau 300 mg pada waktu tidur, diberikan hingga 8 minggu, dapat ditingkatkan hingga 150 mg 4 kali sehari selama 12 minggu dalam kasus yang parah.
  • Anak: 1 bulan – 16 tahun : 5-10 mg / kg setiap hari dalam 2 dosis terbagi. Maksimal : 300 mg / hari.

Dispepsia

  • Dewasa: Episodik kronis : 150 mg 2 x sehari hingga 6 minggu. Meringankan gejala jangka pendek : 75 mg diulang jika perlu hingga 4 dosis setiap hari. Durasi maksimum : 2 minggu penggunaan berkelanjutan pada satu waktu.

Esofagitis erosif

  • Dewasa: 150 mg 4 kali sehari. Pemeliharaan : 150 mg 2 x sehari.
  • Anak: 1 bulan -16 tahun : 5-10 mg / kg setiap hari dalam 2 dosis terbagi. Maksimal : 600 mg / hari.

Ulserasi terkait NSAID

  • Dewasa: 150 mg 2 x sehari atau 300 mg pada waktu tidur selama 8-12 minggu. Untuk pencegahan ulserasi terkait NSAID : 150 mg 2 x sehari.

C. Parenteral

Profilaksis aspirasi asam selama anestesi umum

  • Dewasa: 50 mg dengan injeksi IM atau IV lambat 45-60 menit sebelum induksi anestesi.

Cara menggunakan Ranitidine

  • Baca Panduan Pengobatan yang disediakan oleh apoteker Anda sebelum Anda mulai menggunakan Ranitidine. Jika Anda memiliki pertanyaan, tanyakan kepada dokter atau apoteker Anda.
  • Dosis didasarkan pada kondisi medis Anda dan respons terhadap pengobatan. Jangan menambah dosis atau minum obat ini lebih sering daripada yang diarahkan.
  • Jika Anda menggunakan bentuk cair dari obat ini, kocok botol dengan lembut sebelum menggunakannya. Hati-hati mengukur dosis menggunakan alat pengukur khusus / sendok. Jangan menggunakan sendok rumah tangga karena Anda mungkin tidak mendapatkan dosis yang tepat.
  • Jika sakit perut terjadi saat menggunakan obat ini, minum obat setelah makan.
  • Bentuk kapsul Ranitidine bisa mengandung jumlah obat yang berbeda dari tablet dan bentuk larutan. Jangan beralih antara kapsul dan bentuk Ranitidine lainnya tanpa izin dan arahan dokter Anda.
  • Gunakan obat ini secara teratur untuk mendapatkan manfaat maksimal. Ingat untuk menggunakannya pada waktu yang sama setiap hari.
  • Katakan kepada dokter jika kondisi Anda memburuk.

Artikel Pengetahuan Obat lainnya :

Ranitidine adalah obat yang hanya bisa didapatkan melalui resep dokter. Jangan menggunakan obat pereda asam lambung ini melebihi dosis dan durasi yang telah diresepkan oleh dokter. Penggunaan yang berlebihan tidak akan meningkatkan manfaat obat ini namun justru akan meningkatkan efek sampingnya.