8 Perbedaan Sistem Ekonomi Komando dan Sistem Ekonomi Pasar

perbedaan sistem ekonomi komando dan sistem ekonomi pasar yang paling utama
Perbedaan sistem ekonomi komando dan sistem ekonomi pasar terletak pada banyak aspek, seperti, ada tidaknya peran negara, mekanisme pembentukan harga, kepemilikan faktor produksi, distribusi barang dan jasa, output produksi dan lain-lain.

Perbedaan sistem ekonomi komando dan sistem ekonomi pasar – Sistem ekonomi dapat diklasifikasikan menjadi empat jenis, yaitu, ekonomi tradisional, ekonomi pasar, ekonomi komando dan ekonomi campuran. Ekonomi pasar dan ekonomi komando menempati dua kutub ekstrem dalam empat macam sistem ekonomi yang ada. Perbedaan sistem ekonomi komando dan sistem ekonomi pasar yang paling utama terletak pada pembagian kerja atau faktor produksi dan mekanisme pembentukan  harga barang dan jasa. Aktivitas dalam ekonomi pasar dikendalikan oleh hukum permintaan dan penawaran, tidak diatur oleh otoritas pusat. Sedangkan dalam ekonomi komando, perekonomian direncanakan dan dikontrol sepenuhnya oleh pemerintah pusat.

Di dalam artikel ini kita akan membahas beberapa perbedaan sistem ekonomi komando dan sistem ekonomi pasar terkait dengan pembentukan harga, peran pemerintah, kepemilikan faktor produksi, kebebasan ekonomi, dan lain-lain.

Pengertian Sistem Ekonomi Pasar Bebas

Sistem ekonomi pasar bebas atau yang dikenal juga sebagai ekonomi liberal adalah sistem ekonomi di mana harga barang dan jasa ditentukan oleh interaksi antara pembeli dan penjual. Mekanisme pembentukan harga semata-mata berdasarkan permintaan dan penawaran. Dalam sistem ekonomi pasar bebas, Peran pemerintah minim atau tidak ada sama sekali. Pembeli dan penjual melakukan transaksi mereka secara bebas sesuai dengan perjanjian yang telah mereka buat dengan bebas pada harga dan kuantitas barang atau jasa. Oleh karena itu, tidak ada intervensi yang berasal dari pemerintah ke dalam sistem ekonomi, terutama untuk permintaan dan penawaran, dalam hal undang-undang atau peraturan lainnya. Baik pembeli dan penjual setuju dengan harga ekuilibrium tanpa intervensi pemerintah.

Pengertian Sistem Ekonomi Komando

Ciri-ciri sistem ekonomi komando adalah peran pemerintah yang sangat dominan pada perekonomian negara. Pemerintah memiliki kekuatan untuk mengendalikan harga barang dan jasa, kuantitas output, distribusi barang, tenaga kerja, dan lain-lain. Sistem ekonomi ini juga dikenal sebagai ekonomi terpusat terencana. Mekanisme pembentukan harga tidak dapat muncul secara alami seperti dalam ekonomi pasar, tetapi ditetapkan oleh pejabat pemerintah.

Baca Juga :  Sistem Ekonomi Pasar (Liberal) : Pengertian, Ciri-ciri, Kelebihan dan Kekurangan

Kesamaan Antara Sistem Ekonomi Pasar Bebas dan Sistem Ekonomi Komando

Kedua sistem ekonomi ini memiliki komponen ekonomi umum seperti produsen dan konsumen, barang dan jasa, serta uang dan tenaga kerja. Keduanya bertujuan untuk menghasilkan barang dan jasa yang dibutuhkan oleh warga dengan menggunakan sumber daya paling sedikit.

Perbedaan Sistem Ekonomi Komando dan Sistem Ekonomi Pasar

Di antara empat sistem ekonomi yang ada, dua sistem ekonomi ini dikatakan memiliki sudut pandang yang ektrem. Keduanya berbeda dalam berbagai aspek.

EKONOMI PASAREKONOMI KOMANDO
Ekonomi dikendalikan oleh pasar itu sendiriEkonomi dikendalikan oleh pemerintah
Mengakui kepemilikan pribadi/swastaKepemilikan faktor produksi di tangan negara
Peran pemerintah dalam perekonomian sangat minimPemerintah mengontrol sepenuhnya perekonomian negara
Pasar dibangun atas pembagian kerjaTidak ada pembagian kerja yang spesifik
Harga barang dan jasa terbentuk oleh hukum permintaan dan penawaranHarga ditentukan oleh pejabat pemerintah yang berwenang
Output produksi dipengaruhi oleh permintaanOutput produksi diputuskan oleh pemerintah
Distribusi pendapatan tidak merataDistribusi pendapatan lebih merata dan adil

Berikut adalah daftar perbedaan sistem ekonomi komando dan sistem ekonomi pasar secara terperinci :

Pengambilan Keputusan

Dalam sistem ekonomi pasar bebas, pengambilan keputusan dilakukan oleh beberapa pihak seperti pembeli, penjual, perantara, dan lain-lain.

Dalam sistem ekonomi komando, pengambilan keputusan dipusatkan dan dilakukan oleh entitas pemerintah yang berwenang.

Peran Pemerintah

Sistem ekonomi pasar bebas : Pemerintah memiliki sedikit peran dalam kegiatan ekonomi. Pihak swasta diberi keleluasaan sebagai motor penggerak perekonomian. Pemerintah berperan sebagai regulator, mengawasi mekanisme pasar berjalan secara baik dan adil untuk mencegah praktek monopoli atau oligarki ekonomi.

Peran pemerintah adalah sebagai regulator yang memastikan bahwa pasar terkendali dengan persaingan yang wajar. Aturan yang dibuat memastikan bahwa setiap orang memiliki akses yang sama ke pasar. Pemerintah melarang adanya monopoli yang membatasi persaingan. Tujuannya untuk memastikan tidak ada yang memanipulasi pasar dan setiap orang memiliki akses yang sama terhadap informasi.

Baca Juga :  Trickle-down economics : Teori, Contoh, dan kritik

Sistem Ekonomi Komando : Pemerintah memiliki kontrol penuh atas semua kegiatan ekonomi. Pemerintah memiliki badan-badan usaha milik negara dalam berbagai sektor.

Pemerintah memiliki kekuasaan tertinggi dalam seluruh aktivitas perekonomian. Pihak swasta atau individu tidak punya peran berarti. Ini adalah ciri-ciri sistem ekonomi komando yang paling penting.

Pemerintah menciptakan undang-undang, peraturan, dan arahan untuk menegakkan rencana pusat. Aktivitas perekonomian akan diarahkan untuk mengikuti rencana produksi dan target yang telah disusun pemerintah.

Pembagian Kerja

Ekonomi pasar bebas : Pasar didasarkan pada pembagian kerja.

Ekonomi Komando : Tidak ada pembagian kerja.

Harga

Ekonomi pasar bebas : Harga barang dan jasa ditentukan oleh hukum penawaran dan permintaan. Jika permintaan naik maka harga naik begitu sebaliknya jika permintaan turun maka harga akan turun.

Ekonomi pasar bergantung pada pasar yang efisien untuk menjual barang dan jasa. Perubahan harga adalah cerminan murni dari hukum penawaran dan permintaan.

Ekonomi Komando : Harga ditentukan oleh pejabat pemerintah yang berwenang.

Pilihan

Ekonomi pasar bebas : Pilihan barang yang tersedia bagi pelanggan lebih tinggi.

Pemilik bebas untuk memproduksi, menjual, dan membeli barang dan jasa di pasar yang kompetitif. Mereka hanya memiliki dua kendala. Hanya ada 2 hal pokok dalam kaitan ini, yaitu soal harga dan soal modal.

Ekonomi Komando : Pelanggan memiliki lebih sedikit pilihan dalam ekonomi komando karena produk apa yang harus diproduksi sepenuhnya berdasarkan keputusan pemerintah semata.

Pemerintah pusat menetapkan prioritas produksi semua barang dan jasa, termasuk berapa jumlahnya dan berapa harga barang itu dijual. Tujuannya adalah untuk menyediakan cukup makanan, perumahan, dan kebutuhan dasar lainnya bagi seluruh rakyat. Rakyat tidak bisa memproduksi barang sesuai kehendaknya sendiri.

Kepemilikan

Ekonomi pasar bebas : Kepemilikan faktor-faktor produksi berada di tangan individu/swasta.

Salah satu ciri sistem ekonomi pasar yang paling penting, yaitu, sebagian besar barang dan jasa adalah milik pribadi. Pemilik dapat melakukan aktivitas membeli, menjual, atau menyewakan miliknya. Dengan kata lain, mereka memiliki hak untuk mendapatkan keuntungan dari aset yang mereka miliki.

Baca Juga :  22 Kelebihan dan Kekurangan Sistem Ekonomi Pasar/Liberal

Ekonomi Komando : Faktor-faktor produksi dimiliki sepenuhnya oleh pemerintah.

Pemerintah memiliki bisnis monopoli. Biasanya monopoli dilakukan pada sektor ekonomi yang dianggap penting untuk tujuan nasional. Tidak ada persaingan domestik di sektor-sektor penting ini. Hal ini dilakukan supaya rakyat bisa memperoleh barang-barang kebutuhan dasar ini dengan harga yang terjangkau. Terkadang pemerintah menerapkan sistem jatah untuk barang-barang yang ketersediannya terbatas.

Kuantitas Output Ekonomi

Ekonomi pasar bebas : Permintaan menentukan kuantitas output. Jika permintaan naik maka produsen akan meningkatkan jumlah produksinya demikian sebaliknya.

Ekonomi Komando : Pemerintah memutuskan berapa kuantitas output.

Distribusi Barang dan Jasa

Ekonomi pasar bebas : Distribusi barang dan jasa ditentukan oleh mekanisme pasar itu sendiri. Jadi, dalam sistem ini distribusi pendapatan tidak merata.

Ekonomi Komando : Distribusi barang dan jasa ditentukan oleh pemerintah. Dalam sistem ini, distribusi pendapatan cukup setara atau adil.

Pemerintah mengalokasikan semua sumber daya sesuai dengan rencana yang disusun pemerintah pusat. Arah kebijakan ekonomi dibuat sedemikian rupa mengikuti rencana yang sudah disusun. Tujuannya adalah semua warga negara memperoleh bagian dari hasil pembangunan ekonomi. Oleh karena itu, kepemilikan pribadi atau swasta atas sumber daya ekonomi sangat dilarang. Seluruh faktor produksi itu mutlak di bawah penguasaan negara yang peruntukannya sesuai dengan tujuan negara.

Kesimpulan : Sistem Ekonomi Pasar Bebas vs Sistem Ekonomi Komando

Sistem ekonomi pasar dan ekonomi komando adalah dua tipe ekonomi yang sangat berbeda. Perbedaan sistem ekonomi komando dan sistem ekonomi pasar terletak pada banyak aspek. Pada sistem pasar bebas tidak ada intervensi pemerintah pada kegiatan ekonomi. Jadi ekuilibrium ditentukan secara otomatis sesuai dengan interaksi para pelaku pasar. Sebaliknya, ekonomi komando melibatkan kontrol penuh pemerintah atas seluruh kegiatan ekonomi. Namun, intervensi pemerintah 100% cenderung menghambat perkembangan bisnis swasta. Akibatnya, investor juga enggan untuk berinvestasi di negara dengan sistem tersebut. Tetapi intervensi pemerintah juga diperlukan untuk melindungi konsumen dari kekuatan pasar dan untuk mengelola dampak sosial pada masyarakat akibat pasar bebas.