Perbedaan Sistem Ekonomi Kapitalis dan Sistem Ekonomi Sosialis

perbedaan sistem ekonomi kapitalis dan sistem ekonomi sosialis dari seluruh aspek
Perbedaan sistem ekonomi kapitalis dan sistem ekonomi sosialis yang paling menonjol adalah besar kecilnya peran pemerintah dalam perekonomian.

Perbedaan sistem ekonomi kapitalis dan sistem ekonomi sosialis – Ekonomi kapitalis dan ekonomi sosialis menempati dua kutub ekstrem dalam empat macam sistem ekonomi yang ada. Perbedaan sistem ekonomi kapitalis dan sistem ekonomi sosialis yang paling utama terletak pada seberapa besar peran pemerintah dalam perekonomian negara. Dalam ekonomi kapitalis intervensi pemerintah sangat minim, perekonomian sepenuhnya digerakkan oleh sektor swasta/pemilik modal. Berbeda dengan ekonomi sosialis, peran pemerintah sangat besar, terutama untuk memastikan distribusi pendapatan yang merata kepada seluruh rakyat sesuai kontribusinya masing-masing.

Di dalam artikel ini kita akan membahas beberapa perbedaan sistem ekonomi kapitalis dan sistem ekonomi sosialis terkait dengan pembentukan harga, peran pemerintah, kepemilikan faktor produksi, kebebasan ekonomi, dan lain-lain.

Pengertian Sistem Ekonomi Kapitalis

Sistem ekonomi kapitalis adalah sistem ekonomi di mana alat-alat produksi dimiliki oleh perorangan/swasta pemilik modal. Alat-alat produksi mengacu pada sumber daya termasuk uang dan bentuk-bentuk modal lainnya. Dalam sistem ekonomi kapitalis, ekonomi bergerak didorong oleh sektor swasta. Keputusan tentang penggunaan sumber daya dibuat oleh pemilik modal.

Dalam masyarakat kapitalis, korporasi juga dianggap sebagai individu oleh hukum. Korporasi dapat menuntut dan dituntut. Mereka dapat membeli dan menjual properti. Mereka dapat melakukan banyak tindakan yang sama dengan perorangan.

Dalam sistem kapitalisme, motif bisnis perusahaan adalah mencari keuntungan. Perusahaan-perusahaan dibentuk untuk menghasilkan uang. Semua perusahaan memiliki pemilik/pemodal, yang bisa berupa perorangan atau bersama-sama.

Dalam sistem ekonomi kapitalis, peran pemerintah adalah menegakkan hukum dan peraturan untuk memastikan perekonomian berjalan secara sehat. Pemerintah tidak terlibat secara langsung dalam aktivitas ekonomi, hanya sebagai regulator semata.

Karakteristik/Ciri-ciri utama sistem ekonomi kapitalis

Berikut adalah karakteristik utama dari sistem ekonomi kapitalis yang membedakannya dengan sistem ekonomi yang lain :

Faktor-faktor produksi berada di bawah kepemilikan pribadi/swasta. Mereka berhak untuk menggunakannya sesuai keinginan asalkan tidak melanggar hukum, misalnya diperjualbelikan, disewakan, dan lain sebagainya.

Pemerintah menjamin kebebasan untuk berbisnis, yaitu setiap individu bebas untuk terlibat dalam kegiatan ekonomi yang diinginkannya. (Baca juga Daftar Negara dengan indeks kebebasan ekonomi terbaik dunia).

Kesenjangan antara yang kaya dan yang miskin lebih besar, karena distribusi pendapatan yang tidak merata.

Dalam sistem ini, konsumen memiliki “kedaulatan”, karena produsen hanya menghasilkan barang-barang yang diinginkan oleh konsumen.

Baca Juga :  6 Karakteristik atau Ciri-ciri Sistem Ekonomi Pasar/Liberal

Tingkat persaingan/kompetisi antar pebisnis sangat tinggi. Hal ini mendorong mereka untuk melakukan efisiensi di semua sektor untuk tetap bisa bertahan di pasar.

Motif mencari keuntungan adalah komponen kunci yang mendorong orang untuk bekerja keras dan menghasilkan kekayaan.

Pengertian Sistem Ekonomi Sosialis

Sistem ekonomi sosialis didefinisikan sebagai suatu sistem ekonomi di mana sumber daya dimiliki, dikelola dan diatur oleh Negara. Ide sentral dari sistem ekonomi semacam ini adalah bahwa semua orang memiliki hak yang sama untuk sejahtera, setiap orang memperoleh bagian sesuai dengan kontribusinya.

Dalam sistem ekonomi sosialis, sumber daya digunakan sesuai dengan perencanaan otoritas pusat, itulah sebabnya sistem ini juga disebut sebagai sistem ekonomi komando. Dalam sistem ekonomi ini, mekanisme pasar tidak bisa menentukan alokasi faktor produksi dan harga produk. Kesejahteraan umum adalah tujuan mendasar dari produksi dan distribusi produk dan jasa.

Karakteristik/Ciri-ciri sistem ekonomi komando


Berikut adalah karakteristik utama dari sistem ekonomi sosialis yang membedakannya dengan sistem ekonomi yang lain :

Dalam sistem ekonomi sosialis, alat-alat produksi dimiliki secara kolektif. Itulah sebabnya tujuan sosialisme adalah memanfaatkan sumber daya untuk mencapai kesejahteraan bersama.

Perekonomian dikontrol oleh otoritas perencanaan pusat. Mereka menetapkan tujuan sosioekonomi dalam perekonomian. Selain itu, segala keputusan bagaimana sumberdaya digunakan diambil oleh otoritas pusat.

Distribusi pendapatan secara merata untuk mengurangi kesenjangan antara kaya dan miskin.

Setiap orang memiliki hak untuk bekerja, namun mereka tidak dapat memilih bidang yang mereka sukai, karena semuanya ditentukan pejabat berwenang.

Apa yang diproduksi, berapa jumlahnya, dan berapa harganya ditentukan pejabat berwenang. Maka, tidak ada kedaulatan konsumen. KOnsumen tidak bisa memilih produk yang mereka senangi.

Harga tidak terbentuk karena hukum penawaran dan permintaan. Harga ditentukan oleh pejabat berwenang, terutama untuk komoditas penting.

Perbedaan Sistem Ekonomi Kapitalis dan Sistem Ekonomi Sosialis

Perbedaan kedua sistem ekonomi ini sangat banyak, tetapi perbedaan sistem ekonomi kapitalis dan sistem ekonomi sosialis yang paling utama terletak pada lingkup intervensi pemerintah dalam perekonomian. Sistem ekonomi kapitalis memungkinkan kondisi pasar bebas untuk mendorong inovasi dan menghasilkan kekayaan. Ekonomi berbasis sosialis menggabungkan unsur-unsur perencanaan ekonomi terpusat, yang digunakan untuk memastikan kesetaraan peluang dan distribusi pendapatan.

Di bawah ini tabel perbedaan sistem ekonomi kapitalis dan sistem ekonomi sosialis dari berbagai aspek. Dari sini Anda mungkin bisa membandingkan mana yang terbaik di antara kedua sistem ekonomi ini.

 KapitalismeSosialisme
KepemilikanKepemilikan faktor-faktor produksi berada di tangan pribadi/swastaFaktor-faktor produksi dimiliki secara kolektif oleh publik yang diwakili negara
Motif bisnisMotif bisnis adalah untuk mencari keuntunganMotif bisnis adalah kesejahteraan bersama. Setiap orang memperoleh bagian sesuai kontribusinya
Peran pemerintahPeran pemerintah adalah sebagai regulator untuk memastikan persaingan bisnis berjalan secara adil dan transparanPeran pemerintah adalah memastikan distribusi pendapatan kepada publik sesuai dengan kontribusinya dalam perekonomian
KesetaraanDistribusi pendapatan sesuai mekanisme pasarDistribusi pendapatan secara merata sesuai kontribusinya dalam perekonomian
HargaDitentukan oleh hukum penawaran dan permintaanDitentukan oleh pejabat pemerintah yang berwenang
EfisiensiPersaingan ketat memaksa pebisnis untuk melakukan efisiensiTingkat persaingan yang rendah menghambat efisiensi
PajakPajak rendah, pengeluaran pemerintah juga rendahPajak tinggi, pengeluaran pemerintah untuk sektor publik sangat tinggi
kekuranganKetidaksetaraan, kegagalan pasar, monopoliInefisiensi, tidak inovatif
kelebihanEkonomi dinamis, Inovasi tinggi, pertumbuhan ekonomi tinggiKesetaraan, Tidak ada kegagalan pasar
Baca Juga :  Trickle-down economics : Teori, Contoh, dan kritik

Berikut adalah penjelasan perbedaan sistem ekonomi kapitalis dan sistem ekonomi sosialis secara terperinci :

1. Kepemilikan Faktor Produksi

Dalam sistem ekonomi kapitalis, aset-aset ekonomi dan bisnis dimiliki dan dikendalikan oleh individu/swasta. Dalam sistem ekonomi sosialis, faktor-faktor produksi ini dimiliki secara kolektif oleh publik, diwakili negara, terutama sektor-sektor yang sangat penting. Dalam beberapa model ekonomi sosialis, koperasi pekerja memiliki keistimewaan atasaset-aset ekonomi. Dalam model ekonomi sosialis yang lain, kepemilikan individu atas aset-aset ekonomi dimungkinkan, tetapi disertai dengan pajak yang tinggi dan kontrol yang ketat dari pemerintah.

2. Motif Bisnis

Dalam kapitalisme, motif untuk mencari keuntungan adalah penggerak utama perekonomian. Sedangkan dalam sosialisme, perekonomian ditujukan untuk mencapai kesejahteraan sosial bersama.

3. Peran Pemerintah Dalam Ekonomi

Peran pemerintah dalam sistem ekonomi kapitalisme sangat minim. Pemerintah hanya berperan sebagai regulator, untuk menjaga pasar berjalan secara adil dan transparan. Sedangkan dalam sistem sosialisme, pemerintah terlibat secara langsung dalam aktivitas ekonomi, mulai dari perencanaan ekonomi sampai aktivitas langsung dalam kegiatan ekonomi, melalui badan-badan usaha milik negara.

4. Keadilan dan Kesetraan

Kapitalisme justru berpandangan bahwa ketidaksetaraan adalah kekuatan pendorong terjadinya inovasi, yang kemudian mendorong pertumbuhan ekonomi. Sedangkan dalam sosialisme, sebaliknya, menjamin terjadinya redistribusi kekayaan dan sumber daya kepada semua orang sesuai dengan kontribusinya masing-masing.

5. Pembentukan Harga

Hukum penawaran dan permintaan adalah pembentuk harga dalam sistem ekonomi kapitalis. Jika permintaan terhadap produk tertentu meningkat maka harga akan naik. Jika harga produk tertentu sangat baik, akan mendorong produsen lain memproduksi produk saingan, akibatnya stok meningkat. Hal ini akan mengembalikan harga kembali ke harga yang wajar.

Sebaliknya, dalam sistem ekonomi sosialis, harga barang dan jasa ditentukan oleh pejabat dari instansi berwenang, terutama untuk produk-produk strategis. Hukum penawaran dan permintaan tidak berlaku dalam sistem sosialisme.

Baca Juga :  8 Perbedaan Sistem Ekonomi Komando dan Sistem Ekonomi Pasar

6. Efisiensi

Pendukung kapitalisme berpendapat bahwa motif untuk mendapatkan laba mendorong korporasi untuk mengembangkan produk-produk baru yang inovatif. Mereka juga melakukan efisiensi di segala sisi untuk menekan ongkos produksi sehingga produknya bisa bersaing di pasar.

Sementara itu, dalam sosialisme, kepemilikan negara atas alat-alat produksi menyebabkan ketidakefisienan. Karena tidak ada motivasi untuk mendapatkan lebih banyak laba, akibatnya, manajemen dan pekerja cenderung kurang mengerahkan upaya ekstra untuk mendorong ide-ide pengembangan produk baru.

7. Pajak

Dalam sistem kapitalisme, seluruh sektor ekonomi digerakkan oleh pihak swasta, bahkan termasuk sektor kesehatan dan pendidikan. Hal ini membuat pengeluaran pemerintah untuk membangun fasilitas-fasilitas publik seperti rumah sakit dan sekolah sangat kecil. Oleh karena itu, pemerintah mengenakan pajak rendah kepada pelaku ekonomi.

Di sisi lain, dalam sistem sosialisme, pemerintah berkomitmen memberikan pelayanan kesehatan dan pendidikan nyaris secara gratis. Fasilitas-fasilitas itu pun dimiliki negara. Akibatnya, pemerintah mengeluarkan lebih banyak dana untuk membangun fasilitas pendidikan dan kesehatan termasuk membayar gaji pegawai, dan biaya operasionalnya. Untuk kebutuhan ini, pemerintah membebankan pajak tinggi.

8. Lapangan Pekerjaan

Dalam ekonomi kapitalis, tenaga kerja dianggap sebagai salah satu faktor produksi, mereka adalah milik pebisnis. Ketika terjadi resesi ekonomi, para pebisnis berusaha melakukan pengetatan pengeluaran dengan cara pemutusan hubungan kerja. Akibatnya terjadi penambahan pengangguran.

Dalam sosialisem, pemberi kerja adalah negara. Selama masa kesulitan ekonomi, negara sosialis dapat memerintahkan perekrutan tenaga kerja, jadi tidak ada penambahan pengangguran. Meskipun untuk melakukan hal ini, negara mengeluarkan lebih banyak biaya.

Kesimpulan

Setiap sistem ekonomi pasti memiliki kelebihan dan kekurangan. Sangat sulit untuk mengatakan sistem mana yang lebih baik dari yang lain. Kapitalisme bertujuan untuk menggenjot pertumbuhan ekonomi negara tetapi menghasilkan kesenjangan besar antara kaya dan miskin.

Sosialisme mengurangi kesenjangan antara kaya dan miskin, dan mengatur distribusi pendapatan bagi semua orang, tetapi pada saat yang sama sistem ini menyebabkan hilangnya motivasi untuk bekerja keras, karena pada akhirnya semua hasilnya akan dibagi.

Akhirnya, kombinasi dari sistem ekonomi kapitalis dan sosialis banyak diterapkan di berbagai negara. Kombinasi ini disebut sistem ekonomi campuran. Dengan cara ini, negara-negara tersebut memperoleh manfaat dari kedua sistem sambil mengurangi dampak negatifnya.

Demikian artikel tentang perbedaan sistem ekonomi kapitalis dan sistem ekonomi sosialis dari seluruh aspek yang ada. Semoga bermanfaat.