Katamasa

4 Perbedaan Ekonomi Mikro dan Makro (Contoh dan Ruang lingkupnya)

Studi ilmu ekonomi dibagi menjadi dua bagian yaitu, ekonomi mikro dan ekonomi makro. Apa sih sebenarnya perbedaan ekonomi mikro dan makro?

Istilah ekonomi mikro dan makro mulai digunakan pada tahun 1933 oleh Prof. Ragnar Frisch dari Oslo University of Norway.

Keduanya, saling terkait dan sama-sama dibutuhkan untuk menganalisa aktivitas ekonomi dan menghasilkan kebijakan-kebijakan ekonomi yang akan diambil.

Lalu, apa perbedaan ekonomi mikro dan makro?

Dalam artikel ini kita akan membahas perbedaan ekonomi mikro dan makro beserta contoh dan ruang lingkupnya. Untuk memahaminya, tentu harus mengerti terlebih dahulu pengertian masing-masing.

Ringkasan

Sebelum kita masuk lebih dalam untuk merinci perbedaan ekonomi mikro dan makro, di bawah ini kami tampilkan sedikit pertanyaan dan jawaban terkait kedua cabang ilmu ekonomi ini.

Apa pengertian ekonomi mikro?

Pengertian ekonomi mikro adalah teori ekonomi yang terkait dengan mekanisme dan desain pasar, harga, industri, permintaan, dan pasokan, persaingan oligopolistik, jaringan sosial dan ekonomi, dan pengambilan keputusan secara individu dan kolektif.

Apa pengertian ekonomi makro?

Pengertian ekonomi makro adalah teori ekonomi yang terkait dengan kebijakan moneter / fiskal, penyebab inflasi dan pengangguran, pertumbuhan ekonomi, perdagangan internasional dan globalisasi, dan penyebab adanya perbedaan dalam standar kehidupan dan pertumbuhan ekonomi antar negara.

Apa perbedaan ekonomi mikro dan makro?

Perbedaan ekonomi mikro dan makro kalau diibaratkan, ekonomi mikro adalah sebatang pohon sedangkan ekonomi makro adalah hutan.
ekonomi makro terkait dengan bagaimana ekonomi secara keseluruhan bekerja. Ekonomi makro mempelajari hal-hal seperti tenaga kerja, produk domestik bruto (PDB), dan inflasi.
Sedangkan ekonomi mikro terkait terkait dengan bagaimana interaksi penawaran dan permintaan barang dan jasa di pasar tertentu.

Apa perbedaan ekonomi mikro dan makro berdasarkan ruang lingkupnya?

Perbedaan ekonomi mikro dan makro adalah ekonomi mikro fokus pada ruang lingkup kecil sedangkan ekonomi makro terkait dengan keseluruhan ekonomi.
Ruang lingkup ekonomi mikro berkaitan dengan hal-hal ini : 1. Teori harga komoditas, 2. Teori harga faktor, 3. Teori kesejahteraan ekonomi.
Kalau diringkas, maka ruang lingkup ekonomi mikro terkait dengan tiga hal, yaitu teori harga, teori produksi dan teori distribusi.
Sementara itu, ruang lingkup ekonomi makro berkaitan dengan kebijakan moneter / fiskal, inflasi, pertumbuhan ekonomi, perdagangan internasional. dll

Pengertian Ekonomi Mikro dan Makro

Ekonomi mikro adalah studi tentang pasar tertentu, dan segmen tertentu pada keseluruhan aktivitas ekonomi.

Ruang lingkup pembahasan ekonomi mikro fokus pada isu-isu seperti perilaku konsumen, pasar tenaga kerja tunggal, dan teori perusahaan.

Di sisi lain, ekonomi makro adalah studi tentang ekonomi secara keseluruhan.

Ruang lingkup ekonomi makro fokus pada variabel ‘agregat’, seperti permintaan agregat, output nasional, dan inflasi.

Apa Yang Dibahas Dalam Ekonomi mikro?

Apa Yang Dibahas Dalam Ekonomi makro?

Contoh Perbedaan Ekonomi Mikro dan Makro?

Fokus pembahasan antara ekonomi mikro dan makro berbeda.

Ibaratnya kalau ekonomi mikro adalah sebatang pohon maka ekonomi makro adalah hutan belantara.

Di bawah ini adalah contoh perbedaan ekonomi mikro dan makro dalam melakukan analisa permasalahan ekonomi.

Analisis Ekonomi Mikro

Analisis ekonomi mikro terkait dengan interaksi pasokan dan permintaan untuk membentuk keseimbangan harga di pasar.

Interaksi antara supply dan demand akan membentuk keseimbangan pasar

Jika dicontohkan, kita sedang menganalisa pasokan dan permintaan terhadap sepeda motor di pasar.

Teori ekonomi mikro akan fokus pada masalah pengaruh kenaikan permintaan terhadap produksi sepeda motor.

Diagram di atas menunjukkan bahwa peningkatan permintaan menyebabkan kenaikan harga dan kuantitas yang lebih tinggi.

Analisis Ekonomi Makro

Analisis ekonomi makro tidak hanya membahas tentang satu komoditas saja namun pada semua barang dan jasa yang dihasilkan dalam perekonomian.

Jadi, dari contoh di atas jelas ada perbedaan ekonomi mikro dan makro yaitu pada ruang lingkup analisanya.

Ekonomi mikro fokus pada satu segmen saja sementara ekonomi makro melakukan analisa menyeluruh.

Perbedaan Ekonomi Mikro dan Makro Yang Utama

Secara garis besar perbedaan ekonomi mikro dan makro bisa dirinci sebagai berikut :

Perbedaan ekonomi mikro dan makro berdasarkan ruang lingkupnya

Dari penjelasan di atas, kalau diringkas maka perbedaan ekonomi mikro dan makro adalah ekonomi mikro ruang lingkupnya fokus pada segmen kecil sedangkan ekonomi makro melihat keseluruhan ekonomi.

Ruang lingkup ekonomi mikro fokus pada segmen ekonomi tertentu sementara fokus ekonomi makro adalah keseluruhan sistem ekonomi.

Selain perbedaan ekonomi mikro dan makro berdasarkan ruang lingkupnya, di bawah adalah beberapa perbedaan lain dari berbagai aspek.

Perbedaan ekonomi mikro dan makro berdasarkan teori harga

Menurut ekonomi mikro harga adalah nilai dari suatu komoditas atau barang-barang tertentu saja.

Sedangkan menurut ekonomi makro harga adalah adalah tingkat harga secara keseluruhan atau agregat.

Perbedaan ekonomi mikro dan makro berdasarkan komponen

Komponen ekonomi mikro adalah Interaksi dalam pasar barang, Tingkah laku pelaku ekonomi, dan Interaksi dalam pasar faktor produksi.

Komponen ekonomi makro adalah tenaga kerja, produk domestik bruto (PDB), dan inflasi.

Equilibrium – Disequilibrium

Teori ekonomi klasik mengasumsikan pasar akan selalu kembali ke keseimbangan/ekuilibrium (S = D).

Jika permintaan meningkat lebih cepat daripada pasokan, hal ini akan menyebabkan harga naik, dan produsen akan merespons dengan meningkatkan pasokan.

Dahulu, diasumsikan bahwa ekonomi makro berperilaku dengan cara yang sama seperti teori ekonomi mikro.

Sebelum, 1930-an, tidak ada cabang ekonomi yang disebut ekonomi makro.

Depresi Besar dan kelahiran ekonomi makro

Pada 1930-an, terjadi resesi ekonomi yang parah yang disebut great depression.

Pada saat itu, ekonomi jelas tidak berada dalam posisi ekuilibrium. Tingkat pengangguran tinggi, output di bawah kapasitas, dan ada kondisi ketidakseimbangan.

Teori ekonomi klasik tidak benar-benar memiliki penjelasan untuk kondisi dis ekuilibrium ini, yang dari perspektif ekonomi mikro, seharusnya tidak terjadi.

Pada tahun 1936, seorang ekonom yang bernama J.M.Keynes mengemukakan Teori yang disebut “The General Theory of Employment, Interest and Money” atau Teori Umum tentang Ketenagakerjaan, Bunga, dan Uang.

Teori ini menganalisa mengapa depresi itu berlangsung sangat lama. Melakukan studi mengapa kita bisa berada dalam keadaan ketidakseimbangan dalam ekonomi makro.

J.M.Keynes mengamati bahwa kita dapat memiliki kesenjangan output negatif (ketidakseimbangan dalam ekonomi makro) untuk waktu yang lama.

Dengan kata lain, prinsip-prinsip ekonomi mikro tidak selalu berlaku untuk ekonomi makro.

J.M.Keynes bukanlah satu-satunya ekonom yang melakukan studi pada cabang ekonomi baru ini.

Ekonom lain, misalnya, Irving Fisher meneliti peran deflasi utang untuk menjelaskan depresi besar.

Namun, teori J.M.Keynes adalah penjelasan yang paling luas dan memainkan peran besar dalam menciptakan cabang baru ilmu ekonomi yaitu ekonomi makro.

Persamaan antara Ekonomi Mikro dan Ekonomi Makro

Meskipun perbedaan ekonomi mikro dan makro sudah sangat jelas, namun dalam banyak hal keduanya saling berkaitan dan berkorelasi. Misalnya :

Demikian perbedaan ekonomi mikro dan makro beserta contoh dan ruang lingkupnya untuk menganalisa aktivitas-aktivitas ekonomi dalam masyarakat. Semoga bermanfaat.

Sharing is caring