Katamasa

9 Peran Indonesia Dalam Perdamaian Dunia

Indonesia adalah negara besar yang memiliki peran yang sangat besar dalam perdamaian dunia. Peran Indonesia dalam perdamaian dunia sesuai UUD 1945.

Seperti diketahui, salah satu kutipan alinea 4 pembukaan UUD 1945 adalah ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial.

Kutipan itu secara jelas mengamanatkan kepada pemimpin negara Indonesia untuk terlibat secara aktif untuk mewujudkan peran Indonesia dalam perdamaian dunia melalui menggalang kerjasama internasional.

Dalam mengaplikasikan peran di dunia internasional, Indonesia menganut politik bebas aktif.

Politik bebas aktif pertama kali diutarakan oleh wakil presiden pertama Indonesia, yaitu Moh Hatta pada tanggal 2 September 1948.

Politik bebas aktif membuat Indonesia memiliki keleluasaan dalam berperan di berbagai organisasi Internasional.

Indonesia bebas dari pengaruh blok barat maupun blok timur, sehingga tidak memiliki kecanggungan dengan negara mana pun.

Sedangkan kata aktif, berarti Indonesia harus bisa menjadi pelopor dalam mewujudkan perdamaian dunia melalui berbagai kerjasama internasional di berbagai bidang.

Baca juga : Pengertian NKRI

Dalam artikel ini kita akan membahas bagaimana peran Indonesia dalam perdamaian dunia yang sudah mulai diperlihatklan sejak awal kemerdekaan.

Peran Indonesia dalam perdamaian dunia

Seperti kita ketahui bersama, dunia telah mengalami dua kali perang berskala dunia.

Perang dunia 2 akhirnya berakhir ditandai dengan menyerahnya Jepang kepada sekutu.

Baca Juga : Alasan Jepang Menyerah Kepada sekutu

Namun, berakhirnya perang dunia 2 tidak serta merta menciptakan perdamaian dunia, karena banyak negara yang masih berada di bawah cengkeraman penjajah.

Indonesia adalah negara pertama yang merdeka setelah perang dunia 2. Paska kemerdekaan, Indonesia segera berperan secara aktif menginspirasi kemerdekaan negara-negara lainnya terutama negara di belahan benua Asia dan Afrika.

Setelah itu, peranan Indonesia dalam perdamaian dunia terus berlanjut baik di kawasan regional Asia Tenggara maupun kawasan dunia.

Di bawah ini adalah peran Indonesia dalam perdamaian dunia, selamat membaca.

Peran Indonesia Melalui Organisasi PBB

Perserikatan Bangsa-Bangsa disingkat (PBB) atau dalam bahasa Inggris United Nations (UN) adalah organisasi kerjasama antar bangsa yang didirikan pada tanggal 24 Oktober 1945.

PBB didirikan untuk mendorong kerjasama internasional.

Tujuan utama PBB adalah :

Pada awal pendiriannya, PBB memiliki 51 negara anggota. Saat ini anggota PBB sebanyak 193 anggota.

Indonesia bergabung menjadi anggota PBB pada tanggal 28 September 1950. Indonesia adalah anggota PBB yang ke 60.

Indonesia pernah keluar dari keanggotaan PBB pada tanggal 7 Januari 1965. Keluarnya Indonesia dari PBB karena kecewa Malaysia terpilih menjadi anggota Dewan Keamanan tidak tetap PBB. Padahal saat itu, Indonesia dan Malaysia sedang terlibat konfrontasi.

Indonesia bergabung kembali menjadi anggota PBB pada tanggal 28 September 1966.

Organisasi PBB terdiri dari majelis umum, dewan keamanan, sekretariat, sekretaris jenderal, mahkamah internasional, serta dewan ekonomi dan sosial.

Peran Indonesia dalam perdamaian dunia melalui PBB sangat besar.

Pada tahun 1971, Adam Malik menjadi orang Indonesia yang menjadi presiden Majelis Umum PBB.

Menteri Utama Bidang Politik/Menteri Luar Negeri Adam Malik sedang berbicara di mimbar PBB pada tahun 1966 (sumber : wikimedia commons)

Pada tahun 2019, peran Indonesia dalam perdamaian dunia melalui PBB juga kembali diperhitungkan. Kali ini, Indonesia dipercaya sebagai Wakil Presiden Majelis Umum (MU) PBB ke-74, periode 2019-2020.

Posisi ini membuat Indonesia bisa lebih berkontribusi khususnya di bidang perdamaian dan keamanan, penanggulangan kemiskinan dan kelaparan, peningkatan pendidikan berkualitas, serta penanganan perubahan iklim.

Indonesia juga berkesempatan menjadi presiden dewan keamanan PBB. Untuk mengemban posisi ini Indonesia mengambil tema investasi dalam bidang perdamaian, meningkatkan keamanan dan kinerja pasukan perdamaian PBB, selama memegang jabatan itu dalam satu bulan. (sumber)

PBB membawahi berbagai macam organisasi internasional yang mengurusi berbagai bidang, misalnya WHO (kesehatan), UNICEF (anak-anak), UNESCO (Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Kebudayaan), UNHCR (Pengungsi), dan lain-lain.

Indonesia turut tergabung dalam berbagai organisasi di bawah naungan PBB itu.

Dalam organisasi dewan keamanan PBB, Indonesia turut serta dengan mengirimkan pasukan garuda dalam misi pasukan perdamaian PBB.

Peran Indonesia Melalui Pengiriman Kontingen Garuda

Seperti dijelaskan di atas, tujuan dibentuknya PBB salah satunya adalah mewujudkan perdamaian di seluruh dunia.

Namun, konflik terus terjadi silih berganti. Terutama di awal-awal setelah berakhirnya perang dunia ke dua, saat negara-negara eropa meninggalkan wilayah koloninya.

Untuk tujuan menjaga perdamaian dunia, PBB membentuk suatu komando pasuka antar negara dalam bendera PBB yang dinamai United Nations Emergency Fores (UNEF).

UNEF terbentuk pada tanggal 5 November 1956.

Komando pasukan PBB dibentuk pertama kalinya ketika Majelis Umum PBB memutuskan untuk menarik mundur pasukan Inggris, Prancis dan Israel dari wilayah Mesir.

Inilah kesempatan untuk menunjukan peran Indonesia dalam perdamaian dunia melalui pengiriman pasukan TNI.

Indonesia menyetujui untuk bergabung dalam pasukan pada UNEF mulai tanggal 8 November 1965.

Untuk mewujudkan itu, Indonesia membentuk pasukan perdamaian Indonesia untuk PBB yang dinamai Kontingen Garuda (KONGA).

Kontingen Garuda (KONGA) dibentuk pada 28 Desember 1956.

Pasukan tersebut dikirim ke Timur Tengah pada Januari 1957.

Di bawah ini adalah beberapa daftar kontingen garuda (KONGA) yang dikirim untuk mewujudkan peran Indonesia dalam perdamaian dunia melalui organisasi internasional PBB.

Panglima Koarmada II Kunjungi Satgas Maritim (MTF) TNI Kontingen Garuda (Konga) XXVIII-K/KRI Sultan Hasanuddin-366 Di Lebanon (sumber :https://tni.mil.id/)

Sampai kini Kontingen Garuda (KONGA) masih terus terlibat dalam misi PBB yang menunjukkan besarnya peran Indonesia dalam perdamaian dunia.

Indonesia Adalah Pencetus Konferensi Asia Afrika

Latar belakang Konferensi Asia Afrika adalah perang dingin antara blok barat dengan blok timur.

Seperti kita ketahui, paska perang dunia 2, perdamaian dunia kembali jatuh dalam bayang-bayang kekhawatiran terjadinya perang.

Pada masa itu terjadi perebutan pengaruh antara Amerika serikat dengan Uni Soviet.

Negara yang masuk ke dalam pengaruh Amerika Serikat disebut blok barat.

Sedangkan Negara yang masuk ke dalam pengaruh Uni Soviet disebut blok timur.

Meskipun tidak pernah muncul menjadi konflik terbuka, perang dingin menimbulkan kekhawatiran karena adanya perebutan pengaruh antara kedua poros kekuatan itu ke berbagai belahan dunia, termasuk Asia dan Afrika.

Di sini lah, peran Indonesia dalam perdamaian dunia diperlihatkan untuk pertama kalinya, yaitu melalui Konferensi Asia Afrika.

Indonesia adalah salah satu (dari 5) negara pelopor Konferensi Asia Afrika 1955. Selain Indonesia, negara pelopor Konferensi Asia Afrika adalah India, Pakistan, Burma, dan Sri Lanka.

Masing-masing negara diwakili oleh :

Tujuan Konferensi Asia Afrika adalah menghimpun persatuan negara-negara Asia-Afrika yang baru merdeka, mempromosikan dan meningkatkan kerja sama antar negara, serta menentang segala bentuk penjajahan.

Konferensi Asia Afrika 1955 di adakan di Bandung, Indonesia pada tanggal 18 – 25 April 1955.

Di bawah ini adalah timeline lengkap penyelenggaraan Konferensi Asia Afrika :

Konferensi Asia Afrika dibuka secara resmi oleh Presiden Soekarno dan diketuai oleh Perdana Menteri Indonesia Ali Sastroamidjojo.

Konferensi Asia Afrika menghasilkan 10 poin kesepakatan yang disebut Dasasila Bandung.

Dasa Sila Bandung kemudian menjadi prinsip utama terbentuk organisasi Gerakan Nonblok (GNB) pada tahun 1961.

Suasana konferensi Asia Afrika 1955 di Kota Bandung, Jawa Barat (sumber dok KAA)

Indonesia Adalah Pendiri Gerakan Non-Blok

Salah satu peran Indonesia dalam perdamaian dunia yang paling monumental adalah sebagai salah satu pendiri Gerakan Nonblok (GNB).

Seperti dijelaskan di atas, bahwa paska berakhirnya perang dunia 2, perdamaian dunia tidak kunjung terwujud.

Pemenang perang, yaitu Amerika Serikat dan Uni Soviet berebut memperlua pengaruhnya dalam penyebaran ideologi.

Negara-negara yang berada dalam pengaruh Amerika disebut blok barat sedangkan negara-negara dalam pengaruh Uni Soviet disebut blok timur.

Ketegangan antara keduanya disebut perang dingin. Disebut perang dingin karena tidak pernah di antara mereka benar-benar terjadi perang secara fisik yang sesungguhnya.

Meskipun secara fisik tidak pernah terjadi perang antara Amerika Serikat dan Uni Soviet, perebutan pengaruh di atara keduanya justru sering menimbulkan konflik di negara lain, di mana masing-masing mendukung pihak yang berkonflik.

Beberapa contoh konflik sebagai dampak perang dingin adalah Perang Korea dan Perang Vietnam.

Untuk meredam meluasnya konflik ke belahan dunia lainnya, Indonesia bersama negara-negara lain menggalang upaya untuk menjaga perdamaian dunia.

Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan mendirikan Gerakan Nonblok.

Gerakan Nonlok adalah perhimpunan negara-negara yang tidak beraliansi dengan salah satu blok, baik blok barat maupun blok timur.

Gerakan Nonblok memiliki lima prinsip. Lima prinsip tersebut adalah :

  1. Saling menghormati integritas teritorial dan kedaulatan.
  2. Perjanjian non-agresi
  3. Tidak mengintervensi urusan dalam negeri negara lain
  4. Kesetaraan dan keuntungan bersama
  5. Menjaga perdamaian

Gerakan Nonblok merupakan kelanjutan dari prinsip-prinsip yang tertuang dalam Dasa Sila Bandung, sebagai hasil dari Konferensi Asia Afrika.

Di dalam Konferensi Asia Afrika di Bandung, negara-negara yang tidak ingin beraliansi dengan blok tertentu mendeklarasikan diri untuk tidak terlibat dalam konfrontasi ideologi Barat-Timur.

Selanjutnya, Gerakan Nonblok direalisasikan melalui hasil dari Konferensi Tingkat Tinggi di Boegrad Yuguslavia pada tanggal 1-6 September 1961.

Lima negara pendiri Gerakan Nonblok adalah :

Meskipun sempat kehilangan relevansinya seiring runtuhnya Uni Soviet (Blok Timur), hingga kini gerakan NonBlok masih tetap eksis.

Di bawah ini adalah daftar negara tuan rumah pelaksanaan KTT GNB :

Indonesia sebagai salah satu pendiri gerakan NonBlok menjadi ketua gerakan ini sekaligus tuan rumah konferensi pada tahun 1992.

Saat menjadi ketua gerakan NonBlok, Indonesia menunjukkan peran nyata dalam mewujudkan perdamaian dunia.

Pada KTT X GNB di Jakarta, dihasilkan Jakarta Message atau Pesan Jakarta. Isi Pesan Jakarta adalah :

  1. Mendukung kemerdekaan Palestina
  2. Meminta penghapusan diskriminasi ras di Afrika
  3. Menolak penggunaan senjata nuklir
  4. Meningkatkan kerjasama utara-selatan, juga kolaborasi selatan-selatan
  5. Larangan untuk negara lain memaksakan ideologi yang dianut untuk negara lainnya
  6. Menyerukan perang terhadap kemiskinan dan kebodohan

Indonesia Adalah Pendiri ASEAN

ASEAN adalah organisasi Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara. ASEAN singkatan dari Association of Southeast Asian Nations.

ASEAN didirikan pada tanggal 8 Agustus 1967 berdasarkan Deklarasi Bangkok.

Latar belakang berdirinya organisasi Perhimpunan Bangsa-bangsa Asia Tenggara ini adalah adanya keinginan kuat dari para pendiri organisasi untuk menciptakan kawasan Asia Tenggara yang damai, aman, stabil dan sejahtera.

Keinginan seperti itu ada mengingat situasi kawasan Asia Tenggara pada era 1960-an sangat rawan konflik.

Konflik-konflik di kawan Asia Tenggara terjadi karena adanya perebutan pengaruh ideologi negara-negara besar dan konflik antar negara di kawasan Asia Tenggara sendiri.

Jika konflik seperti itu terus dibiarkan terjadi maka dikhawatirkan bisa mengganggu stabilitas kawasan yang akan menghambat pembangunan negara masing-masing.

Pada saat awal pendirian, negara anggota ASEAN ada 5 negara, yaitu :

Pendirian ASEAN didahului dengan adanya deklarasi Bangkok yang diadakan di negara Thailand.

Penandatanganan Deklarasi Bangkok pada tanggal 8 Agustus 1967 dilakukan oleh 5 tokoh pendiri ASEAN dari 5 negara, yaitu :

Baca selengkapnya : profil 5 tokoh pendiri ASEAN

Dengan ditandatanganinya deklarasi Bangkok maka sah berdiri organisasi Perhimpunan Bangsa-bangsa Asia Tenggara ini.

Penandatanganan Deklarasi Bangkok, Pendirian ASEAN (Foto: Sekretariat ASEAN)

Saat ini, negara anggota ASEAN adalah 10 negara yang berada di kawasan Asia tenggara.

Di bawah ini adalah negara-negara anggota ASEAN, berdasarkan  tanggal menjadi anggota :

Organisasi Perhimpunan Bangsa-bangsa Asia Tenggara ini didirikan untuk mewadahi kerjasama antar negara anggotanya.

Kerja sama antar negara anggota tidak hanya terjadi dalam bidang ekonomi saja namun termasuk kerjasama di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi, kebudayaan dan informasi, pembangunan serta keamanan dan kerja sama transnasional lainnya.

Kerjasama juga bukan hanya antar pemerintah saja namun didorong adanya kerjasama people to people.

Untuk mewujudkan kerjasama people to people, maka diinisiasi terbentuknya masyarakat ASEAN.

Untuk mewujudkan perdamaian kawasan, ASEAN mengembangkan kerjasama di bidang politik dan keamanan.

Kerjasama politik dan keamanan memiliki tujuan untuk menciptakan keamanan, stabilitas dan perdamaian khususnya di kawasan dan umumnya di dunia.

Untuk mendukung kerjasama politik dan keamanan, digunakan beberapa instrumen politik, misalnya :

Beberapa peran Indonesia di ASEAN yang dikutip dari situs sekretariat nasional ASEAN-Indonesia :

Indonesia Pencetus UNCLOS Melalui Deklarasi Djuanda

Indonesia adalah negara maritim, namun mungkin banyak yang tidak menyadari bahwa Indonesia memiliki peran besar dalam mewujudkan konvensi hukum laut internasional, yang kini disebut UNCLOS.

Adanya UNCLOS memberi bukti peran Indonesia dalam perdamaian dunia khususnya di bidang maritim.

United Nations Convention on the Law of the Sea disingkat UNCLOS adalah perjanjian internasional yang dihasilkan oleh Konferensi Perserikatan Bangsa-Bangsa tentang Hukum Laut yang ketiga (UNCLOS III) yang berlangsung dari tahun 1973 sampai tahun 1982.

Dengan adanya UNCLOS hak dan tanggung jawab negara dalam pemanfaatan lautan menjadi jelas.

UNCLOS juga menjadi pedoman untuk bisnis, lingkungan, dan pengelolaan sumber daya alam laut.

Konvensi hukum laut tahun 1982 ini menggantikan perjanjian internasional mengenai laut yang dibuat tahun 1958.

UNCLOS mulai diberlakukan pada tahun 1994, setahun setelah Guyana menjadi negara ke 60 untuk menandatangani perjanjian.

Saat ini sudah ada 158 negara, termasuk Uni Eropa, yang telah menyatakan bergabung dalam konvensi hukum laut internasional ini.

Apa hubungan UNCLOS dengan Indonesia?

UNCLOS sangat penting bagi Indonesia karena sangat mendukung konsep negara kepulauan, seperti Indonesia.

Indonesia memperjuangkan konsep Negara Kepulauan selama 25 tahun secara terus menerus melalui Deklarasi Djuanda.

Deklarasi Djuanda adalah pernyataan Indonesia yang dicetuskan pada tanggal 13 Desember 1957 oleh Perdana Menteri Indonesia pada saat itu, Djuanda Kartawidjaja, yang menyatakan kepada dunia bahwa laut Indonesia adalah termasuk laut sekitar, di antara dan di dalam kepulauan Indonesia, menjadi satu kesatuan wilayah NKRI.

Sebelum Deklarasi Djuanda, wilayah teritori Republik Indonesia mengacu kepada Ordonansi Hindia Belanda 1939, yaitu Teritoriale Zeeën en Maritieme Kringen Ordonantie 1939 (TZMKO 1939).

Menurut peraturan ini, pulau-pulau di kepulauan Nusantara ini terpisah satu sama lain oleh laut di sekelilingnya dan setiap pulau hanya mempunyai laut di sekeliling sejauh 3 mil dari garis pantai.

Ketentuan ini sangat merugikan bagi Indonesia karena membuat kapal-kapal asing (termasuk kapal perang) boleh melintas secara bebas di laut yang terletak di antara pulau-pulau tersebut.

Bisa Anda bayangkan jika kapal induk Amerka Serikat melintas secara bebas di laut utara Jawa. Tentu sangat berbahaya bagi kedaultan negara.

Melalui Deklarasi Djuanda, Indonesia menyatakan bahwa negara ini menganut prinsip-prinsip negara kepulauan (Archipelagic State).

Artinya, laut-laut antarpulau adalah wilayah Republik Indonesia dan bukan kawasan bebas.

Kepulauan Indonesia adalah satu kesatuan politik, ekonomi, sosial budaya dan pertahanan keamanan.

Namun deklarasi Djuanda pada saat itu mendapat pertentangan besar dari beberapa negara.

Namun melalui perjuangan panjang, dengan disahkannya UNCLOS maka laut antar pulau-pulau Indonesia telah diakui sebagai wilayah Indonesia, bukan lagi sebatas klaim sepihak pemerintah Indonesia.

UNCLOS juga mengatur tentang Zona Ekonomi Ekslusif yang memberikan hak bagi negara pemilik ZEE untuk memanfaatkan laut secara ekonomi.

UNCLOS tidak hanya menguntungkan Indonesia namun banyak negara-negara kepulauan lain, misalnya Filifina.

Kejelasan hak dan tanggung jawab antar negara di bidang maritim telah mampu mengurangi konflik antar negara di lautan.

Ini adalah bukti peran Indonesia dalam perdamaian dunia sangat besar.

Peran Indonesia di Organisasi Kerjasama Islam (OKI)

Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) atau Organisation of Islamic Cooperation) adalah organisasi internasional negara-negara berpenduduk mayoritas Islam.

OKI memiliki anggota 57 negara dan saat ini memiliki seorang perwakilan tetap di PBB.

OKI awalnya didirikan dengan nama Organisasi Konferensi Islam, namun diubah menjadi Organisasi Kerjasama Islam pada tanggal 28 Juni 2011.

OKI didirikan di Rabat, Maroko pada tanggal 25 September 1969 melalui Pertemuan para Pemimpin Dunia Islam yang diprakarsai oleh Raja Faisal dari Arab Saudi dan Raja Hasan II dari Maroko.

Latar belakang pertemuan ini sebagai reaksi atas pembakaran masjidil Aqsha.

Latar belang lainnya adalah pendudukan negara-negara jazirah Arab oleh Israel yang menyebabkan perang Arab-Israel pada tahun 1967, dan juga pendudukan Yarussalem.

Tujuan OKI adalah :

Peran Indonesia dalam perdamaian dunia melalui OKI misalnya terlibat aktif dalam usaha penyelesaian konflik antara Pemerintah Philipina dengan Moro National Liberation Front (MNLF).

Indonesia juga terus mendukung kemerdekaan Palestina dengan ibukota di Yerusalem.

Dukungan Indonesia pada Palestina dibuktikan dengan membangun hubungan diplomatik dengan Palestina pada 19 Oktober 1989.

Indonesia juga berpartisifasi aktif dalam menyelesaikan masalah islamfobia, sebagai akibat dari maraknya terorisme di dunia.

Jakarta Informal Meeting (JIM)

Peran Indonesia dalam perdamaian dunia juga sangat vital di kawasa Asia Tenggara sendiri.

Sebagai negara dengan luas wilayah dan penduduk terbesar di kawasan ini, Indonesia bisa berperan sangat banyak sebagai stabilisator kawasan.

Salah satu upaya Indonesia dalam menjaga perdamaian di kawasan Asia Tenggara adalah melalui Jakarta Informal Meeting (JIM).

JIM diprakarsai oleh Menteri Luar Negeri Indonesia era orde baru, yaitu, Ali Alatas.

JIM dilaksanakan sebagai salah satu usaha penyelesaian konflik Kamboja.

JIM I dilangsungkan di Bogor pada tanggal 25-28 Juli 1988 dan JIM II dilangsungkan di Jakarta pada tanggal 19-21 Februari 1989.

JIM dihadiri oleh 6 Menlu negara-negara ASEAN, Menlu Vietnam dan kelompok yang bertikai di Kamboja.

Hasil dari JIM adalah :

  1. Vietnam menarik mundur pasukan dari Kamboja paling lambat tanggal 30 Desember 1989
  2. Pemerintahan Kamboja akan dibentuk dengan mengakomodasi keempat kelompok yang bertikai di sana

Konflik Kamboja pada akhirnya dapat diselesaikan berdasarkan Perjanjian Paris pada tanggal 23 Oktober 1991.

Pendirian Pusat Perdamaian dan Keamanan di Indonesia

Peran Indonesia dalam perdamaian dunia terus dilakukan dari masa ke masa, termasuk pada era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Pada masa ini, Indonesia membangun kawasan yang berfungsi sebagai Pusat Perdamaian dan Keamanan atau Indonesia Peace and Security Center (IPSC).

Kawasan Pusat Perdamaian dan Keamanan ini secara resmi dibuka oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada tanggal 7 April 2014 di Sentul, Bogor, Jawa Barat.

Kawasan IPSC adalah sebuah fasilitas pelatihan dan perkantoran berbagai institusi keamanan, kementrian/ lembaga, baik sipil ataupun militer.

Kawasan yang juga disebut Canti Dharma ini dikelola oleh Badan Instalasi Strategis Nasional (Bainstranas), Kementrian Pertahanan Republik Indonesia.

Kawasan ini bisa dimanfaatkan oleh berbagai Instansi, Kementrian, dan Lembaga, misalnya :

Demikian artikel kami tentang 9 peran Indonesia dalam perdamaian dunia. Semoga informasi ini semakin membuat kita bangga.

Sharing is caring