25 Pengertian Hukum Menurut Para Ahli/Sarjana Hukum

definisi hukum, pengertian hukum menurut para ahli
Definisi hukum atau pengertian hukum menurut para ahli berkisar pada adanya peraturan-peraturan yang ditetapkan oleh lembaga berwenang, yang bersifat memaksa, memiliki sanksi, dan memiliki aparat untuk menegakkannya untuk melindungi kepentingan bersama dalam masyarakat

Pengertian Hukum – Hukum adalah istilah yang sering kita dengar. Ada hukum pidana, perdata, hukum agama, sampai hukum adat. Bisa dikatakan, seluruh aktivitas kita sangat terkait dengan hukum, meskipun kadang kita tidak menyadarinya. Lalu, apa sebenarnya definisi hukum? Dalam artikel ini, kami akan membahas pengertian hukum menurut para ahli, sarjana, disertai dengan jenis dan ruang lingkup hukum.

Sejauh ini, para ahli atau sarjana hukum belum bersepakat tentang apa pengertian hukum sebenarnya. Begitu banyak ahli hukum atau sarjana hukum yang memberikan pendapatnya, namun belum ada satupun definisi hukum yang disampaikan itu mampu memberikan jawaban yang bisa diterima semua pihak. Saking banyaknya ketidaksepahaman, mereka lantas berfikir tentang mungkinkah hukum didefinisikan atau perlukah hukum didefiniskan?

Tidak adanya pengertian hukum yang jelas, tentu saja menjadi hambatan bagi siapa pun yang ingin mempelajari hukum dari awal. Untuk itu, pengertian hukum secara umum dengan segala macam aspeknya perlu diketahui.

Secara umum, definisi atau pengertian hukum setidaknya bisa dijelaskan seperti di bawah ini :

  • Hukum mengatur tingkah laku setiap individu di dalam masyarakat. Hukum berisi seperangkat peraturan yang isinya berupa perintah dan larangan untuk melakukan sesuatu atau larangan melakukan sesuatu. Tujuan hukum adalah untuk mengatur perilaku manusia supaya tidak merugikan kepentingan umum.
  • Hukum dibuat atau ditetapkan oleh lembaga atau badan yang berwenang untuk itu. Peraturan hukum yang ditetapkan itu bersifat mengikat bagi masyarakat luas.
  • Penegakan aturan hukum bersifat memaksa. Untuk itu hukum mengatur juga tentang aparat penegak hukum yang berwenang untuk mengawasi dan menegakkannya sekalipun dengan tindakan yang represif.
  • Hukum memuat sanksi atas pelanggaran-pelanggaran yang dimuat di dalamnya.

Pengertian Hukum Menurut Para Ahli

Dari jaman dahulu, banyak ahli hkum atau sarjana, bahkan filsuf yang mencoba memberi penjelasan tentang pengertian hukum.

Daftar berikut adalah beberapa definisi hukum/pengertian hukum menurut para ahli yang kami rangkum :

Plato

Plato adalah seorang filsuf dan matematikawan Yunani, murid dari Socrates dan guru dari Aristoteles. Dia menuliskan ide-idenya ke dalam buku-buku karyanya yang kebanyakan berupa dialog dengan Socrates sebagai tokoh utamanya.

Plato memberi pendapatnya tentang hukum dalam buku-buku karyanya, seperti, Republic, Politicus, dan The Law. Pengertian hukum menurut Plato dalam bukunya “Republic”, hukum adalah sebagian dari pengetahuan seorang pemimpin, yaitu filsuf-raja. Artinya, seorang filsuf-raja adalah orang yang faham hukum dan mengerti bagaimana menggunakan hukum itu untuk menjadikan negaranya sebagai negara yang ideal. Namun, menurut Plato, filsuf-raja tidak perlu tunduk kepada hukum karena hukum hanya berlaku untuk rakyatnya. Pendapat ini didasari oleh keyakinan Plato bahwa filsuf-raja haruslah orang yang bermoral dan bijaksana. Sehingga, meskipun dia tidak terikat hukum tidak ada kekhawatiran dia akan menyalahgunakan hukum.

Dalam bukunya yang berjudul “Politicus” dan “The Laws”, Plato mulai berfikir lebih logis dan realistis. Dalam bukunya Politicus, Plato berpendapat, hukum dan undang-undang dibuat berdasarkan kebutuhan, hukum tidak mutlak, tetapi bisa berubah sesuai dengan kebutuhan.

Dalam bukunya The Laws, Plato menjelaskan mengenai tujuan hukum itu sendiri. Plato memiliki pendapat, bahwa hukum dibuat bukan untuk menjaga ketertiban semata, namun juga sebagai obat untuk menyembuhkan kejahatan manusia. Plato berpendapat seperti ini karena menurutnya kejahatan adalah sebuah penyakit.

Jadi, definisi atau pengertian hukum menurut Plato dalam bukunya, hukum adalah obat untuk menyembuhkan penyakit rasional jiwa manusia, yaitu kejahatan. Hukum dibuat oleh seorang filsuf-raja yang memiliki moral dan kebijaksanaan, sehingga hukum dapat mencapai tujuannya, yaitu, mewujudkan sebuah negara yang ideal.

Aristoteles

Murid Plato ini juga seorang filsuf. Karya-karyanya mencakup berbagai bidang, mulai dari matematika sampai metafisika. Dalam banyak hal pemikirannya berbeda dengan gurunya Plato.

Pengertian hukum menurut pendapat Aristoteles, hukum adalah suatu sumber dari kekuasaan. Tujuan hukum menurut pendapat Aristoteles adalah untuk mengatur nafsu dan keinginan jahat manusia. Oleh karena itu, hukum harus ditempatkan paling tinggi, lebih tinggi daripada pemimpin negara. Menurut Aristoteles, seorang pemimpin adalah manusia biasa. Dia juga bisa berbuat kejahatan, bahkan jika dia dianggap bermoral dan bijaksana. Sehingga, menurutnya, pemimpin negara juga harus tunduk pada hukum.

Menurut Aristoteles manusia membutuhkan hukum. Menurutnya, hukum adalah kecerdasan yang dapat menciptakan kebaikan. Jika tidak ada hukum, tidak ada yang memberi batasan perilaku manusia sehingga manusia bisa terjerumus ke dalam kejahatan.

Machiavelli

Machiavelli sering dianggap sebagai pencetus politik modern dunia. Dia menjelaskan tentang kekuasaan yang anti-moral. Dia memiliki pendapat, bahwa, pemimpin harus lebih menampilkan sisi buruknya daripada sisi baiknya dalam memimpin negara. Tujuannya adalah demi mewujudkan ketertiban negara.

Pengertian hukum menurut Machiavelli dalam bukunya Il Principe, hukum adalah peraturan yang harus mengikat rakyat, namun hukum tidak berlaku pada pemimpin, demi kepentingan negara juga. Machiavelli mengajukan pertanyaan “Apa arti hukum jika tidak ada ketegasan penguasa untuk melaksanakan dan menerapkannya kepada rakyat?” Karena hukum bukanlah sebuah hal yang mutlak, tetapi bisa berubah sesuai kebutuhan, maka tentulah penguasa yang berhak mengubah hukum sesuai kepentingan negara. Bahkan, dia juga berpendapat, jika hukum gagal menciptakan ketertiban maka pengerahan militer oleh penguasa diperlukan untuk menegakkan hukum.

Immanuel Kant

Menurut Immanuel Kant, definisi hukum adalah keseluruhan syarat dimana seseorang memiliki kehendak bebas dari orang yang satu dapat menyesuaikan diri dengan kehendak bebas dari orang lain dan menuruti peraturan hukum tentang kemerdekaan.

Dia berpendapat bahwa, secara hukum, seseoarang dikatakan bersalah jika dia melanggar hak orang lain. Secara etika dia bersalah bahkan jika dia hanya berpikir untuk melakukannya.

Austin

Hukum adalah peraturan yang diadakan untuk memberi bimbingan kepada makhluk yang berakal oleh makhluk yang berakal yang berkuasa atasnya.

Bellfoid

Hukum yang berlaku di suatu masyarakat mengatur tata tertib masyarakat itu didasarkan atas kekuasaan yang ada pada masyarakat.

Van Apeldoorn

Hukum adalah gejala sosial. Tidak ada masyarakat yang tidak mengenal hukum. Maka, hukum itu menjadi suatu aspek kebudayaan yaitu agama, kesusilaan, adat istiadat, dan kebiasaan.

Borst

Hukum adalah keseluruhan peraturan yang mengatur perbuatan manusia dalam bermasyarakat. Pelaksanaan hukum bersifat memaksa dengan tujuan mendapatkan keadilan.

Mr. E.M. Meyers

Hukum adalah aturan-aturan yang mengandung pertimbangan kesusilaan. Tujuan hukum adalah mengatur tingkah laku manusia dalam masyarakat dan menjadi acuan atau pedoman para pemimpin negara dalam melakukan tugasnya.

Prof. Dr. Van Kan

Hukum adalah keseluruhan peraturan hidup yang bersifat memaksa. Tujuan hukum adalah untuk melindungi kepentingan manusia di dalam masyarakat suatu negara.

Leon Duguit

Hukum adalah seperangkat peraturan yang mengatur tingkah laku setiap orang dalam masyarakat, yang harus diikuti oleh setiap individu untuk kepentingan bersama. pelanggaran terhadap hukum akan mendapatkan sanksi.

Tullius Cicerco

Hukum adalah akal tertinggi yang diberikan oleh alam kepada manusia untuk menetapkan mana yang boleh dilakukan dan mana yang tidak boleh dilakukan.

Karl Marx

Menurut Karl Marx, hukum adalah suatu cerminan dari hubungan hukum ekonomi suatu masyarakat dalam suatu tahap perkembangan tertentu.

Pengertian Hukum Menurut Para Ahli Indonesia

Indonesia memiliki banyak ahli atau sarjana -sarjana di bidang hukum. Mereka juga memberikan pendapatnya tentang definisi hukum/pengertian hukum. berikut rangkumannya :

Achmad Ali

Prof Dr Achmad Ali SH adalah seorang guru besar di bidang hukum. Beliau menulis buku-buku tentang hukum, yaitu, buku yang berjudul restorative justice, psikologi hukum, dan Menguak realitas Hukum.

Pengertian hukum menurut beliau dalam bukunya adalah seperangkat norma mengenai apa yang benar dan salah, yang dibuat dan diakui eksistensinya oleh pemerintah, baik yang tertuang dalam aturan tertulis maupun yang tidak, terikat dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat secara menyeluruh, dan dengan ancaman sanksi bagi pelanggar aturan norma itu.

Dr. Soejono Dirdjosisworo, S.H.

Beliau memberikan berbagai definisi hukum, yaitu :

  • Hukum dalam arti ketentuan penguasa (undang-udang, keputusan hakim dan sebagainya)
  • Hukum dalam arti petugas-petugas-nya (penegak hukum)
  • Hukum dalam arti sikap tindak
  • Hukum dalam arti sistem kaidah
  • Hukum dalam arti jalinan nilai (tujuan hukum)
  • Hukum dalam arti tata hukum
  • Hukum dalam arti ilmu hukum
  • Hukum dalam arti disiplin hukum

Prof. Dr. Mochtar Kusumaatmadja

Mochtar Kusumaatmadja adalah seorang akademisi dan diplomat Indonesia. Beliau pernah menjabat sebagai Menteri Kehakiman dari tahun 1974 sampai 1978 dan Menteri Luar Negeri dari tahun 1978 sampai 1988.

Menurut beliau, hukum adalah keseluruhan kaidah serta semua asas yang mengatur pergaulan hidup dalam masyarakat dan bertujuan untuk memelihara ketertiban serta meliputi berbagai lembaga dan proses guna mewujudkan berlakunya kaidah sebagai suatu kenyataan dalam masyarakat.

S.M. Amir, S.H

Hukum adalah sekumpulan peraturan yang berisi norma dan sanksi-sanksi. Tujuan hukum adalah menciptakan ketertiban pergaulan manusia di dalam masyarakat, sehingga ketertiban dan keamanan terjaga dan terpelihara.

J.C.T. Simorangkir S.H dan Woerjo Sastropranoto, S.H

Hukum adalah semua peraturan yang bersifat memaksa dan menentukan segala tingkah laku manusia dalam masyarakat. Hukum dibuat oleh suatu lembaga yang berwenang. Pelanggaran terhadap peraturan-peraturan itu berakibat diambilnya tindakan, yaitu dengan hukuman.

Drs. E. Utrecht, S.H

Hukum adalah suatu himpunan peraturan yang berisi perintah dan larangan. Hukum mengatur tata tertib kehidupan dalam bermasyarakat dan harus ditaati oleh setiap individu dalam masyarakat. Pelanggaran terhadap pedoman hidup itu bisa menimbulkan tindakan dari pihak pemerintah suatu negara atau lembaga yang bersifat memaksa.

Sunaryati Hatono

Hukum tidak terkait dengan kehidupan pribadi seseorang dalam masyarakat, tetapi terkait dan mengatur berbagai kegiatan manusia dalam hubungannya dengan manusia lainnya. Artinya, hukum adalah seperangkat aturan yang mengatur berbagai kegiatan manusia di dalam kehidupan bermasyarakat.

Ridwan Halim

Hukum adalah semua peraturan tertulis atau tidak tertulis, yang pada intinya segala peraturan tersebut berlaku dan diakui sebagai peraturan yang harus dipatuhi dan ditaati dalam hidup bermasyarakat.

M.H. Tirtaatmidjaja

Hukum merupakan keseluruhan aturan atau norma yang harus diikuti dalam berbagai tindakan dan tingkah laku dalam pergaulan hidup. Bagi yang melanggar hukum akan dikenai sanksi, denda, kurungan, penjara atau sanksi lainnya.

Abdulkadir Muhammad

Hukum adalah segala peraturan baik tertulis atau tidak tertulis yang memiliki sanksi tegas terhadap pelanggarannya.

Dr. Soerjono Soekanto, S.H., M.A., dan Purnadi Purbacaraka, S.H.

Beliau menyampaikan bahwa masyarakat memiliki pendapat beragam tentang apa pengertian hukum, yaitu :

  • Hukum sebagai ilmu pengetahuan, yakni pengetahuan yang tersusun secara sistematis atas dasar kekuatan pemikiran.
  • Hukum sebagai disiplin, yakni suatu sistem ajaran tentang kenyataan atau gejala-gejala yang dihadapi.
  • Hukum sebagai kaidah, yakni pedoman atau patokan sikap tindak atau perikelakuan yang pantas atau diharapkan.
  • Hukum sebagai tata hukum, yakni struktur dan proses perangkat kaidah-kaidah hukum yang berlaku pada suatu waktu.
  • Hukum sebagai petugas, yakni pribadi-pribadi yang merupakan kalangan yang berhubungan erat dengan penegakan hukum.
  • Hukum sebagai keputusan penguasa, yakni hasil proses diskresi yang menyangkut keputusan penguasa.
  • Hukum sebagai proses pemerintahan, yaitu proses hubungan timbal-balik antara unsur-unsur pokok sistem kenegaraan.
  • Hukum sebagai sikap tindak ajeg atau perikelakuan yang teratur, yaitu perikelakuan yang diulang-ulang dengan cara yang sama, yang bertujuan untuk mencapai kedamaian.
  • Hukum sebagai jalinan nilai-nilai, yaitu jalinan-jalinan dari konsepsi-konsepsi abstrak tentang apa yang siagap baik dan buruk.

Soerojo Wignjodipoero, S.H.

Hukum adalah himpunan peraturan-peraturan hidup yang bersifat memaksa. Hukum berisikan suatu perintah larangan atau izin untuk berbuat atau tidak berbuat sesuatu atau dengan maksud untuk mengatur tata tertib dalam kehidupan masyarakat.

Otje Salman, S.H.

Di masyarakat berkembang berbagai pendapat tentang definisi hukum. Terlepas apakah pemahaman masyarakat ini benar atau salah, daftar di bawah ada definisi hukum yang berkembang di masyarakat dalam kehidupan sehari-hari :

  • Menurut ilmuwan, hukum sebagai ilmu pengetahuan.
  • Menurut filsuf, teoritis dan politisi, hukum sebagai disiplin.
  • Menurut filsuf dan orang yang bijaksana, hukum sebagai kaidah.
  • Menurut filosof, dan ahli sosiologi hukum, hukum sebagai lembaga sosial.
  • Menurut DPR dan kalangan eksekutif, hukum sebagai tata hukum.
  • Menurut tukang becak dan pedagang kaki lima, hukum sebagai petugas.
  • Menurut atasan dan bawahan dalam suatu instansi atau lembaga negara, hukum sebagai keputusan penguasa.
  • Menurut anggota dan pimpinan eksekutif, hukum sebagai proses pemerintah.
  • Menurut para pembentuk dan pelaksana hukum, hukum sebagai sarana sistem pengandalian sosial.
  • Menurut anggota dan pemuka masyarakat, hukum sebagai sikap tindak atau perikelakuan ajeg.
  • Menurut filosof dan teoritis (ahli yurisprudence), hukum sebagai nilai-nilai.
  • Menurut mereka yang peka terhadap lingkungannya dan ahli karikatur, hukum sebagai seni.

Kesimpulan

Definisi hukum memang belum disepakati secara tegas oleh semua pihak. Namun secara umum, pengertian hukum adalah kumpulan peraturan yang berisi perintah melakukan sesuatu atau larangan melakukan sesuatu, yang bersifat memaksa, dan memuat sanksi jika dilanggar.