11 Pengertian Data Menurut Para Ahli (Jenis, Fungsi, Contoh)

definisi data, pengertian data menurut para ahli
Definisi/pengertian data menurut para ahli berkisar tentang : pengamatan, bentuk penyajian (angka, lambang, dan lain-lain), pengolahan, dan bagaimana dia disajikan sehingga menjadi informasi yang berguna.

Seringkali, dalam suatu diskusi kita mendengar salah satu peserta meminta data dan fakta dari statemen yang diajukan lawan diskusinya. Namun, apakah kita benar-benar faham apa definisi data? Dalam artikel ini kita akan membahas secara mendetail pengertian data menurut para ahli, baik itu jenis data, fungsi data, dan metode pengumpulan data yang sering digunakan dalam berbagai keperluan.

Pengertian Data

Pengertian data adalah kumpulan informasi atau keterangan-keterangan yang diperoleh melalui pengamatan. Data bisa berupa angka, lambang atau sifat. Penggunaan kata “data” biasanya terkait dengan penelitian ilmiah, meskipun dalam pembicaraan umum (non ilmiah) kata “data” juga sering dipergunakan.

Dalam tata bahasa sehari-hari, kita sering mendengar kata yang memiliki pengertian yang sangat terkait dengan kata “data”. Diantaranya adalah, informasi, pengetahuan dan kebijaksanaan. Kita sering keliru mengartikan masing-masing kata ini, bahkan menggunakan sebagai pengganti istilah data. Padahal masing-masing memiliki pengertian yang berbeda secara konsep.

Dalam percakapan sehari-hari, pengertian data adalah suatu pernyataan yang diterima secara apa adanya. Maksudnya adalah data diperoleh dari berbagai sumber yang masih belum diolah lebih lanjut. Setelah diolah melaui suatu penelitian atau percobaan maka data tersebut dapat disajikan dalam bentuk yang lebih informatif berupa database. Jadi pengertian informasi adalah data yang telah diolah dan disajikan dengan cara tertentu.

Informasi valid tentang suatu objek tertentu disebut pengetahuan. Dari pengetahuan, kemudian melahirkan kebijaksanaan. Jadi alurnya adalah : DATA – INFORMASI – PENGETAHUAN – KEBIJAKSANAAN.

Data dikumpulkan oleh berbagai organisasi dan institusi, termasuk institusi bisnis (misalnya, data penjualan, pendapatan, laba, harga saham), pemerintah (misalnya, tingkat kejahatan, tingkat pengangguran, tingkat buta huruf, tingkat inflasi) dan organisasi non-pemerintah.

Dahulu, data dikumpulkan secara manual. Saat ini, di jaman digital, data dikumpulkan dengan menggunakan komputer. Sehingga proses pengumpulan data menjadi jauh lebih cepat.

Pengertian Data Menurut Para Ahli

Para ahli memiliki pendapatnya sendiri soal apa definisi data. Secara umum akan berkisar soal : pengamatan, bentuk penyajian (angka, lambang, dan lain-lain), pengolahan, dan informasi.

Baca Juga :  Perbandingan Laptop ASUS dan Hp (Spek, Desain, Harga Dll)

Berikut adalah beberapa pengertian data menurut para ahli yang kami rangkum.

Siyoto dan Sodik

Menurut Siyoto dan Sodik, data adalah sesuatu yang dikumpulkan oleh peneliti berupa fakta empiris yang digunakan untuk memecahkan masalah atau menjawab pertanyaan penelitian. (Siyoto, Sandu dan Muhammad Ali Sodik. 2015. Dasar Metodologi Penelitian. Yogyakarta: Literasi Media Publishing)

Soeratno dan Arsyad

Menurut Soeratno dan Arsyad, selain untuk memecahkan masalah, data juga perlu diadakan dalam rangka menguji suatu hipotesis yang berdasar pada suatu model. Adapun wujud data dapat berbentuk sebagai angka, huruf, gambar, suara, suatu keadaan, atau simbol-simbol lainnya. Data belum dapat bermakna bagi penerimanya kecuali telah melalui suatu pengolahan sehingga menjadi sebuah informasi yang kemudian dapat dimengerti. (Soeratno dan Lincolin Arsyad. 1993. Metode Penelitian untuk Ekonomi dan Bisnis. Yogyakarta: UPP Akademi Manajemen Perusahaan YKPN)

Slamet Riyadi

Slamet Riyadi berpendapat pengertian data adalah kumpulan informasi yang diperoleh melalui pengamatan dimana data bisa berupa angka-angka atu lambang-lambang.

Kuswadi dan E.Mutiara

Pengertian data menurut Kuswadi dan E.Mutiara adalah kumpulan informasi yang diperoleh melalui suatu pengamatan, yang dapat berupa angka, lambang atau sifat.

Kristanto

Pengertian data menurut Kristanto, adalah suatu fakta mengenai objek yang dapat mengurangi derajat ketidakpastian tentang suatu keadaan dan kejadian.

Zulkifli A.M

Zulkifli A.M berpendapat bahwa pengertian data adalah suatu keterangan, bukti atau fakta tentang suatu kenyataan yang masih mentah yang belum diolah lebih lanjut.

Nuzulla Agustina

Definisi data menurut Nuzulla Agustina adalah keterangan tentang suatu hal yang sudah sering terjadi dan berupa himpunan fakta, angka, grafik, tabel, gambar, lambang, kata, huruf, yang menyatakan sesuatu pemikiran, objek, serta kondisi dan situasi.

Arikunto

Definisi data menurut Arikunto adalah semua fakta dan angka-angka yang dapat dijadikan bahan untuk menyusun sebuah informasi.

Lia Kuswayatno

Pengertian data menurut Lia Kuswayatno adalah sebuah kejadian yang benar-benar terjadi dalam kehidupan sehari-hari.

Supriyanto dan Ahmad Muhsin

Definisi data menurut keduanya adalah bahan baku dari informasi atau simbol yang mewakili kuntitas, fakta, tindakan benda tersebut.

Anhar

Menurut Anhar data adalah things known or assumed, yang maksudnya data itu adalah sesuatu yang diketahui atau diasumsikan.

Jenis Jenis Data

Data bisa dikelompokkan menjadi beberapa jenis tergantung apa klasifikasinya. Yaitu, jenis data berdasarkan sumbernya, berdasarkan sifatnya, dan jenis data berdasarkan waktu pengambilannya.

Data Berdasarkan Sumbernya

Berdasarkan sumber dari mana data itu dikumpulkan, maka data bisa dibedakan menjadi 2 jenis, yaitu, data primer dan data sekunder.

  1. Data primer adalah data yang diperoleh dari sumber datanya langsung. Data primer dikumpulkan melalui penelitian, observasi, wawancara, Focus Group Discussion (FGD), dan lain-lain.
  2. Data sekunder adalah data yang didapatkan dari studi-studi sebelumnya. Data sekunder dikumpulkan melalui sumber-sumber seperti jurnal, laporan, buku, dan lain-lain.
Baca Juga :  Perbandingan Laptop dengan Komputer, Pilih Mana?

Data Berdasarkan Sifatnya

Berdasarkan sifatnya, data ada dua jenis,yaitu, data kualitatif dan data kuantitatif.

1. Data Kualitatif

Data kualitatif adalah data yang tidak disajikan dengan angka-angka. Data kualitatif biasanya dikumpulkan dengan metode wawancara, analisis dokumen, observasi, testimoni, dan lain-lain. Dalam penyajiannya, data kualitatif disajikan berupa kata per-kata. Misalnya, sangat enak, enak, cukup enak, tidak enak.

Menurut Soeratno dan Arsyad, walaupun data kualitatif tidak disajikan berupa angka-angka, data itu tetap bisa digunakan untuk analisis statistik.

2. Data Kuantitatif

Data kuantitatif adalah data yang disajikan berupa angka-angka. Data ini kemudian akan diolah menggunakan teknik perhitungan matematika.

Menurut Siyoto dan Sodik (2015), data kuantitatif ada dua jenis, yaitu, data kuantitatif berdasarkan proses atau cara mendapatkannya dan data kuantitatif berdasarkan tipe skala pengukuran yang digunakan.

Data kuantitatif berdasarkan proses atau cara memperolehnya

Berdasarkan proses atau cara mendapatkannya data kuantitatif dikelompokkan menjadi dua jenis, yaitu :

  • Data diskrit adalah data yang diperoleh dengan cara menghitung. Contoh data diskrit, jumlah ayam di kandang no. 20 adalah 10 ekor. Nilai yang diperoleh selalu dalam bilangan bulat sebab data diambil dengan cara menghitung. Namun, menurut Soeratno dan Arsyad, data diskrit bisa tidak bulat jika yang dicari adalah nilai rata-rata.
  • Data kontinum adalah data yang diperoleh dengan cara mengukur. Nilai dari data kontinum dapat berbentuk bilangan bulat atau bilangan pecahan. Contoh data kontinum, suhu badan mister X adalah 38 derajat Celcius.
Data kuantitatif berdasarkan tipe skala pengukuran yang digunakan

Berdasarkan tipe skala pengukuran yang digunakan, data kuantitatif dikelompokkan menjadi empat jenis, yaitu :

  • Data nominal adalah data yang diperoleh dengan cara mengelompokkan objek menurut kategori tertentu. Data nominal tidak bisa diolah menggunakan operasi matematika, logika perbandingan, dan lain sebagainya. Contoh data nominal, kecamatan di kabupaten Bangli terdiri dari (1) Kecamatan Kintamani (2) Kecamatan Susut (3) Kecamatan Tembuku, dan (4) kecamatan Bangli kota. Angka (1) sampai (4) bukan bermakna kuantitatif tetapi hanya digunakan sebagai simbol untuk pengelompokan. Jadi tidak masalah misalnya diganti, a, b, c, dan d.
  • Data ordinal adalah data yang disusun secara berjenjang dengan tujuan untuk menunjukkan tingkatan atau urutan data. Data ordinal bisa dianalisa menggunakan logika perbandingan matematika, tapi, belum bisa dianalisa menggunakan operasi matematika seperti penambahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian. Contoh data ordinal, yaitu tahapan penerimaan siswa baru SMA no. X adalah (1) Penerimaan pendaftaran (2) Seleksi adminstrasi (3) Tes akademis, (4) Pengumuman.
  • Data interval adalah data yang memiliki sifat data nominal dan data ordinal. Data interval dapat diurutkan berdasarkan kriteria yang ditentukan. Data interval lebih baik dibandingkan data ordinal karena data interval memiliki kesamaan jarak (equality interval) dengan data yang telah diurutkan. Selain itu, data interval dapat diolah menggunakan teknik analisis ordinal atau nominal namun terlebih dahulu harus diubah ke dalam bentuk skala ordinal atau nominal. Contoh data interval, nilai ujian mata kuliah X, yaitu, rentang 50-80.
  • Data rasio adalah data yang memiliki sifat data nominal, data ordinal, dan data interval. Data rasio memiliki kelebihan dibandingkan data interval karena data ini memiliki nilai nol (0) mutlak, yaitu, nilai 0 benar-benar tidak memiliki nilai. Hal ini juga menjadikan data rasio dapat diolah menggunakan operasi dasar matematika.
Baca Juga :  Mudah, INI Cara Menampilkan Isi Flashdisk Tidak Terbaca

Data Berdasarkan Waktu Pengumpulannya

Berdasarkan waktu pengumpulannya, data ada dua jenis,yaitu, data Data Berkala dan Data Cross Section.

  1. Data Berkala (Time Series) adalah data yang dikumpulkan secara berkala dari waktu ke waktu. Pengambilan data ini biasanya digunakan untuk mengetahui perkembangan dari waktu ke waktu. Misalnya, data inflasi bulanan.
  2. Data Cross Section adalah data yang diperoleh pada waktu yang telah ditentukan untuk mendapatkan gambaran keadaan atau kegiatan pada saat itu juga. Contoh, data sensus penduduk tahun 2016.

Fungsi Data

Data dikumpulkan oleh berbagai pihak, kemudian diolah dengan metode tertentu untuk memperoleh informasi terhadap sesuatu. Misalnya, perusahaan X mengumpulkan testimoni tentang penggunaan produknya di masyarakat.

Secara umum berikut adalah beberapa fungsi data :

  • Sebagai dasar untuk membuat keputusan yang tepat.
  • Sebagai bahan untuk membuat perencanaan.
  • Sebagai kontrol terhadap pelaksanaan atau implementasi kegiatan tertentu
  • Sebagai bahan evaluasi pelaksanaan suatu kegiatan.

Metode Pengumpulan Data

Seperti dijelaskan di atas, bahwa data menurut sumbernya dibedakan menjadi dua, yaitu data primer dan data sekunder. Dengan demikian, metode pengumpulan data bisa dilakukan dengan cara langsung melalui sumber utama atau sumber sekunder.

Data primer dikumpulkan melalui penelitian, observasi, wawancara, Focus Group Discussion (FGD), dan lain-lain. Data sekunder dikumpulkan melalui sumber-sumber seperti jurnal, laporan, buku, dan lain-lain.

Demikian artikel tentang definisi/pengertian data menurut para ahli yang memaparkan secara terperinci termasuk, jenis-jenis data, fungsi data, dan metode pengumpulan data.