Paratusin Tablet & Syrup : Obat Flu dan Batuk (Info Lengkap)

Paratusin adalah obat flu dan batuk yang tersedia berupa Tablet dan Sirup. Kegunaan Paratusin adalah untuk mengobati gejala flu, seperti demam, sakit kepala, hidung tersumbat, dan bersin-bersin, yang disertai batuk. Di Apotik, obat flu dan batuk ini tersedia berupa Paratusin tablet (kandungan : Noscapine, chlorpheniramine maleate, glyceryl guaiacolate, paracetamol, phenylpropanolamine HCl), dan Paratusin sirup (kandungan : Noscapine, chlorpheniramine maleate, glyceryl guaiacolate, paracetamol, succus liqd, pseudoephedrine HCl).

Obat flu dan batuk ini diproduksi oleh Prafa. Harga Paratusin relatif terjangkau, yaitu sediaan tablet di kisaran Rp. 5.000 – Rp. 7.500 per pepel, sirup di kisaran Rp. 14.000-Rp.20.000 per botol.

Dalam artikel ini kita akan mengenal lebih jauh mengenai obat flu dan batuk ini. Paratusin obat apa, apa manfaatnya, efek sampingnya, dan zat apa saja yang merupakan kandungan Paratusin.

Paratusin Obat Apa?

Paratusin Tablet adalah obat flu dan batuk dengan kandungan zat aktif kombinasi Noscapine, chlorpheniramine maleate, glyceryl guaiacolate, paracetamol, phenylpropanolamine HCl.

Sementara itu, Paratusin sirup adalah obat flu dan batuk dengan kandungan zat aktif kombinasi Noscapine, chlorpheniramine maleate, glyceryl guaiacolate, paracetamol, succus liqd, pseudoephedrine HCl.

Zat aktif

Paracetamol adalah obat yang mempunyai khasiat sebagai analgetic (pereda nyeri) dan antipiretik (penurun panas). Sebenarnya, paracetamol juga memiliki efek anti inflamasi, namun tidak signifikan. Oleh karena itu tidak dimasukkan sebagai obat NSAID.

Pseudoephedrine adalah nasal dekongestan, stimulan, dan wakefulness promoting agent. Obat ini digolongkan sebagai obat simpatomimetik kelas phenethylamine dan amfetamin. Obat ini umumnya digunakan dalam bentuk garamnya yaitu pseudoephedrine HCl.

Chlorpheniramine maleate/chlorphenamine/chlortrimeton/CTM adalah antihistamin generasi pertama. Kegunaan obat ini adalah untuk mengobati gejala alergi seperti rhinitis dan urtikaria.

Noscapine adalah senyawa alkaloid benzylisoquioline. Obat ini adalah obat batuk antitusif (penekan batuk). Di banyak negara, penggunaan Noscapine sebagai obat batuk tidak dianjurkan.

Guaiphenesin atau glyceryl guaiacolate adalah obat batuk ekspektoran (obat yang mengeluarkan dahak dari saluran pernafasan).

Baca Juga :  Cendo Xitrol Tetes Mata, Salep Mata, dan Minidose : (Info Lengkap)

Phenylpropanolamine adalah nasal dekongestan, stimulan, dan agen anoretic. Phenylpropanolamine digunakan dalam bentuk garamnya yaitu phenylpropanolamine HCl.

Succus liquiritiae adalah sediaan galenik dari radix liquiritiae. Larutan ini berwarna hitam kecoklatan, dan bersifat larut dalam air. Succus liquiritiae mempunyai efek sebagai ekspektoran.

Produsen

Obat flu dan batuk ini ini diproduksi oleh Prafa.

Kandungan

Kandungan Paratusin Tablet adalah :

Per tablet :

  • Noscapine 10 mg
  • Chlorpheniramine maleate 2 mg
  • Glyceryl guaiacolate 50 mg
  • Paracetamol 500 mg
  • Phenylpropanolamine HCl 15 mg

Kandungan Paratusin Sirup adalah :

Per 5 mL syrup :

  • Noscapine 10 mg
  • Chlorpheniramine maleate 2 mg
  • Glyceryl guaiacolate 25 mg
  • Paracetamol 125 mg
  • Succus liqd 125 mg
  • Pseudoephedrine HCl 7.5 mg

Bentuk Sediaan

Obat flu dan batuk ini dijual dengan kemasan :

  • Dus isi 1000’s tablet dan 200’s tablet
  • Botol 60 mL sirup
paratusin tablet dan paratusin sirup

Ringkasan

Berikut tabel yang memuat informasi obat Paratusin secara singkat :

Informasi ObatParatusin
GolonganTablet : G (dengan resep); Sirup : W (bisa tanpa resep)
KomposisiPer tablet : Noscapine 10 mg, chlorpheniramine maleate 2 mg, glyceryl guaiacolate 50 mg, paracetamol 500 mg, phenylpropanolamine HCl 15 mg; Per 5 mL sirup : Noscapine 10 mg, chlorpheniramine maleate 2 mg, glyceryl guaiacolate 25 mg, paracetamol 125 mg, succus liqd 125 mg, pseudoephedrine HCl 7.5 mg
IndikasiGejala flu, seperti demam, sakit kepala, hidung tersumbat, bersin-bersin yang disertai batuk
KontraindikasiMenggunakan obat-obat golongan monoamine oksidase (MAO) inhibitors; Hipertiroidisme, Hipertensi, Penyakit jantung, Nefropati, Ibu hamil
Dosislihat bagian dosis
Aturan PakaiDengan atau tanpa makanan
Sediaantablet dan sirup
ProdusenPrafa

Indikasi dan Kegunaan Paratusin

Sebelum menggunakan obat ini, harus benar-benar sudah mempertimbangkan potensi manfaat dan risiko Paratusin. Gunakan dosis efektif terendah untuk durasi terpendek yang konsisten dengan tujuan perawatan pasien.

Kegunaan Paratusin adalah untuk mengobati kondisi-kondisi berikut :

  • Batuk, bronkitis, dan gejala flu seperti : masuk angin, demam, sakit kepala, nyeri otot.

Kontraindikasi

Obat flu dan batuk ini kontraindikasi pada pasien berikut ini :

  • Hipertiroidisme
  • Hipertensi
  • Penyakit jantung
  • Pengguna obat golongan MAOI
  • Nefropati
  • Hipersensitif terhadap salah satu kandungan obat
  • Ibu hamil

Efek Samping Paratusin

Selain memberikan efek yang dibutuhkan, sebagian besar obat dapat menyebabkan beberapa efek samping yang tidak diinginkan. Meskipun tidak semua efek samping ini dapat terjadi, penggunaan obat tetap harus dilakukan secara hati-hati. Segera dapatkan perawatan medis yang sesuai jika efek samping yang parah terjadi.

Baca Juga :  Miniaspi 80 (Acetylsalicylic Acid) : Informasi Lengkap

Berikut adalah beberapa efek samping Paratusin yang mungkin terjadi :

  • Mengantuk, pusing, mulut kering.
  • Kejang epileptiformis (dosis besar).
  • Ruam kulit.
  • Noscapine, salah satu kandungan Paratusin mempunyai efek samping, seperti : kehilangan koordinasi, kadang mengalami halusinasi, pembengkakan prostat, kehilangan selera makan, pupil mata yang terdilatasi, peningkatan denyut jantung, gemetaran dan kejang otot, nyeri di area dada, peningkatan kewaspadaan, kehilangan rasa kantuk, dan kehilangan penglihatan stereoscopic.

Peringatan

Waspadai hal-hal di bawah saat menggunakan obat flu dan batuk ini :

  • Sebelum menggunakan obat ini, beri tahu dokter atau apoteker jika Anda memiliki riwayat hipersensitif terhadapnya; atau terhadap salah satu kandungan obat. Hentikan pemakaian obat flu dan batuk ini jika Anda mengalami tanda-tanda reaksi alergi, misalnya : ruam, gatal, sakit tenggorokan, demam, arthralgia, pucat.
  • Sebelum menggunakan obat ini, beri tahu dokter atau apoteker riwayat kesehatan Anda, terutama penyakit jantung, diabetes; glaukoma; gangguan fungsi ginjal atau hati; hipertrofi prostat, hipertiroid.
  • Untuk meminimalisir efek samping pada saluran pencernaan, sebaiknya gunakan obat flu dan batuk ini setelah makan.
  • Pengguna alkohol lebih rentan mengalami efek samping berupa gangguan fungsi hati.
  • Pasien lanjut usia lebih rentan mengalami efek samping obat ini.
  • Penggunaan obat flu dan batuk ini untuk anak usia di bawah 6 tahun tidak direkomendasikan.
  • Paratusin menyebabkan kantuk. Alkohol bisa menambah efek ini. Jangan mengemudi, menggunakan mesin, atau melakukan apa pun yang membutuhkan kewaspadaan tinggi.

Penggunaan Paratusin Untuk ibu hamil atau ibu menyusui

FDA (badan pengawas obat dan makanan amerika serikat) menempatkan Noscapine dalam kategori X (kontraindikasi), penjelasannya adalah sebagai berikut :

Penelitian pada hewan atau manusia telah menunjukkan efek buruk pada janin dan/atau terdapat bukti positif beresiko terhadap janin manusia berdasarkan data-data efek samping yang dikumpulkan melalui penelitian atau data pemasaran, dan resikonya terbukti jelas lebih buruk daripada manfaat yang bisa diperoleh.

Noscapine, salah satu kandungan obat flu dan batuk ini sudah jelas kontraindikasi digunakan selama kehamilan. Tidak ada alasan untuk menggunakan Paratusin untuk ibu hamil. (sumber).

Paracetamol bisa memasuki ASI (dalam jumlah kecil). Konsultasikan dengan dokter jika ingin menggunakan Paratusin untuk ibu menyusui.

Baca Juga :  Amiodarone Obat Apa? Dosis, Kegunaan, Efek Samping

Interaksi

Interaksi dengan obat lain dapat mengubah cara kerja obat atau meningkatkan risiko terjadinya efek samping yang serius. Beritahu dokter dan apoteker tentang obat apa saja yang sedang Anda konsumsi. Jangan memulai, menghentikan, atau mengubah dosis obat apa pun tanpa persetujuan dokter Anda.

Berikut interaksi obat yang mungkin terjadi :

  • Obat ini mengandung CTM/Chlorpheniramine maleate salah satu antihistamin. Antihistamin dapat mempotensiasi depresan sistem saraf pusat lainnya.
  • Efek obat ini diperpanjang oleh obat golongan MAOI.
  • Penggunaan Paracetamol dalam waktu lama dapat mempotensiasi antikoagulan oral.

Dosis Paratusin

Berikut adalah dosis yang lazim digunakan :

A. Paratusin Tablet

Di bawah ini adalah aturan dosis Paratusin tablet :

  • Dewasa : 1 tablet 3 x sehari.
  • Anak usia 6-12 tahun : ¼-½ tablet 3-4 x sehari.

B. Paratusin Sirup

Di bawah ini adalah aturan dosis Paratusin sirup :

  • Anak usia 6-12 tahun : 5-10 mL 3-4 x sehari.
  • Anak usia 1-6 tahun : 2.5-5 mL 3-4 x sehari.
  • Anak usia <1 tahun : 2,5 mL 3-4 x sehari.

Aturan Minum Paratusin

  • Baca Panduan Pengobatan yang disediakan oleh apoteker Anda sebelum Anda mulai menggunakan obat flu dan batuk ini. Jika Anda memiliki pertanyaan, tanyakan kepada dokter atau apoteker Anda.
  • Dosis didasarkan pada kondisi medis Anda dan respons terhadap pengobatan. Jangan menambah dosis atau minum obat flu dan batuk ini lebih sering daripada yang diarahkan.
  • Obat flu dan batuk ini sebaiknya diminum dengan makanan untuk mengurangi efek samping pada saluran pencernaan. Namun, makanan akan mengurangi penyerapan obat.
  • Gunakan obat flu dan batuk ini secara teratur untuk mendapatkan manfaat maksimal. Ingat untuk menggunakannya pada waktu yang sama setiap hari.
  • Jangan menghentikan pengunaan obat sebelum durasi waktu yang disarankan.
  • Katakan kepada dokter jika kondisi Anda memburuk.

Artikel Pengetahuan Obat lainnya :

Paratusin adalah obat yang bisa didapatkan dengan atau tanpa melalui resep dokter. Jangan menggunakan obat flu dan batuk ini melebihi dosis dan durasi yang telah diresepkan oleh dokter. Penggunaan yang berlebihan tidak akan meningkatkan manfaat obat ini namun justru akan meningkatkan efek sampingnya.