Paracetamol Obat Apa : Kegunaan, Dosis, Efek Samping

Paracetamol adalah obat yang memiliki aktivitas sebagai pereda nyeri (analgetik) dan sebagai penurun panas (antipiretik). Kegunaan Paracetamol adalah sebagai obat penurun panas untuk segala usia dan pereda nyeri ringan seperti sakit kepala, demam, mialgia dan sakit gigi. Obat ini juga digunakan dalam pengobatan jangka pendek untuk nyeri sedang (terutama setelah operasi). Obat penurun panas ini bisa diberikan dengan rute IV jika secara klinis dibenarkan oleh kebutuhan mendesak untuk mengobati nyeri dan hipertermia, dan atau ketika cara pemberian lainnya tidak memungkinkan.

Nama lain Paracetamol adalah Acetaminophen. Obat ini umumnya tersedia berupa Paracetamol tablet 250 mg dan 500 mg, Paracetamol forte tablet 650 mg. Paracetamol anak biasanya tersedia berupa Paracetamol syrup dan syrup forte, atau paracetamol drops. Ada juga Paracetamol infusion 10 mg/mL yang diberikan secara intravena. Di Apotik atau toko obat lainnya, obat penurun panas ini tersedia baik berupa Paracetamol generik atau Paracetamol paten (misalnya, Sanmol dll). Harga Paracetamol relatif terjangkau. Pilihan nama merk obat paracetamol paten juga sangat beragam.

Dalam artikel ini kita akan mengenal lebih jauh mengenai obat penurun panas ini. paracetamol obat apa, apa kegunaan, efek samping, formulasi sediaan, dan mengenal merk-merk paracetamol paten yang tersedia di pasaran.

Ringkasan

Berikut tabel yang memuat informasi obat Paracetamol secara singkat :

Informasi ObatParacetamol
GolonganDengan atau tanpa resep
IndikasiPenurun panas; Pereda nyeri; anti radang
Dosislihat bagian dosis
Aturan PakaiDengan atau tanpa makanan
Kontraindikasihipersensitif; Gangguan fungsi hati berat atau penyakit hati aktif
Sediaantablet 250 mg, 500 mg, 650 mg; syrup 120 mg/5 mL, 250 mg/5 mL; Drops 100 mg/mL; Infus 10 mg/mL;
Paracetamol paten yang tersediaAcetram, Afibramol, Afidol, Aknil, Alaxan, Alphagesic, Alphamol, Analtom, Arthrifen Plus, Babygesic, Bimacyl, Bintang Toedjoe Anak Turun Panas, Biogesic, Biopyrex, Biopyrex Forte, Bobotan, Bodrex Demam, Bodrex Junior, Bodrexin Demam, Boska, Buscopan Plus, Calapol, Citomol, Contrexyn Demam, Cupanol, Dapyrin, Decadol, Defamol, Depamas, Dotramol, Dumin, Ekacetol 500, Emturnas, Emturnas forte, Erlamol, Erphamol, Expomol, Farismol, Farmadol, Fasgo, Fasgo Forte, Fasidol, Fasidol Forte, Fevrin, Fevrin Pediatric, Flugan New, Gitas Plus, Grafadon, Grafadon Forte, Gunaceta, Head-O, Hiopar, Holidon, Hufagesic, Hyomida Plus, Ificol, Ifitamol, Ikacetamol, Iko, Indo Obat Penurun Panas Anak, Iremax, Itamol, Itamol Forte, Itramol, Kamolas, Kamolas Forte, Kokogesic, Kolicgon, Lanamol, Maganol, Maxidol, Mesamol, Mimsone, Minigrip-P, Mirasic, Mirasic Forte, Mirasic Plus, Mixagrip Rhema, Mixanal, Moletra, Moretic, Naprex, Nasamol, Neo Rheumacyl, Neozep Non Drowsy, Nihiza, No Drowse Decolgen, Nodrof, Novagesic, Novagesic Forte, Nufadol, Nutradon, Obapa, Obat Anak Sumang Cap Parang, Obat Anak Sumang Cap Pedang, OKB Galin, Omegrip, Ophimol, Osk Bintang Toedjoe, Oskadon, Ottopan, Pacetik, Pamol, Pamol Forte, Pamol plus, Panadol, Panadol Extra, Panasyr, Panorex, Paraco, Paramex Ef, Paramol, Parios, Pehamol, Pehamol Kids, Piosfen, Piosfen Forte, Poro, Praxion, Primadol, Procet, Prodol, Profenal, Progesic, Propyretic, Puyer Cito, Puyer Sakit Kepala Cap Kapak, Pyrex, Pyrexin, Pyrexina, Pyridol, Ramagesic, Ramagesic-F, Reanal, Remasal Pro, Remastop, Remix Cap 38, Samconal, Sanaflu Forte, Sanmol, Sanmol 120 Child Chewable, Scopamin Plus, Scopma Plus, Selesmol, Sercopan, Sistenol, Spashi Plus, Spasmacine, Spasmid Plus, Stomica Plus, Sudrex, Sumagesic, Templus, Tempra, Termagon, Termorex, Topras, Tramifen, Trifamol, Trimol, Truscine, Turpan, Ultracet, Unicetamol, Xepamol, Zaiki After 5, Zaldiar, Zetamol
Baca Juga :  Ketoprofen Obat Apa : Kegunaan, Dosis, Efek Samping

Paracetamol Obat Apa?

Paracetamol adalah obat pereda nyeri (analgetic) dan penurun panas (antipiretik). Obat demam ini bisa diperoleh dengan atau tanpa resep dokter. Meskipun paracetamol memiliki efek anti inflamasi, obat demam ini tidak dianggap sebagai obat NSAID, karena efek anti inflamasi-nya dianggap tidak terlalu signifikan.

Mekanisme aksi

Paracetamol memiliki efek analgesik dengan melakukan penyumbatan perifer pada penghantar impuls nyeri. Sedangkan efek anti piretik (penurun panas) dilakukan dengan cara menghambat pusat pengatur panas hipotalamus di pusat pengendali suhu tubuh di otak. Aktivitas anti-inflamasi yang lemah terkait dengan menghambat kerja enzim cyclooxygenase (COX). Enzim ini berperan pada pembentukan prostaglandin yaitu senyawa penyebab nyeri. Dengan dihambatnya kerja enzim COX, maka jumlah prostaglandin pada sistem saraf pusat menjadi berkurang sehingga respon tubuh terhadap nyeri berkurang.

Absorpsi

Obat penurun panas ini diserap dengan baik setelah pemberian oral dan rektal. Waktu untuk mencapai konsentrasi plasma puncak sekitar 10-60 menit (oral); 15 menit (IV); sekitar 2-3 jam (rektal).

Distribusi

Obat ini didistribusikan ke sebagian besar jaringan tubuh. Mampu melintasi plasenta dan memasuki ASI. Ikatan protein plasma sekitar 10-25%.

Paracetamol obat penurun panas

Paracetamol Paten

Berikut adalah beberapa contoh nama paten Paracetamol yang ada di pasaran : Sanmol, Sumagesic, Dumin, dll (selengkapnya lihat pada tabel).

Indikasi dan Kegunaan Paracetamol

Sebelum menggunakan obat penurun panas ini, harus benar-benar sudah mempertimbangkan potensi manfaat dan risiko Paracetamol. Gunakan dosis efektif terendah untuk durasi terpendek yang konsisten dengan tujuan perawatan pasien.

Berikut adalah beberapa daftar kegunaan Paracetamol :

A. Sebagai Penurun Panas (antipiretik)

Paracetamol adalah obat yang paling banyak digunakan sebagai penurun panas pada segala usia. Namun, penggunaan obat demam ini sebaiknya digunakan bila suhu tubuh sudah benar-benar tinggi dan membutuhkan obat. WHO merekomendasikan bahwa penggunaan obat penurun panas dilakukan bila suhu tubuh lebih besar dari 38.5 °C (101.3 °F).

Paracetamol/Acetaminophen sangat sering dikombinasikan dalam berbagai merk obat Flu, batuk, dan pilek. Hal ini dilakukan karena biasanya flu sering disertai peningkatan suhu tubuh di atas normal.

B. Sebagai Pereda Nyeri (Analgetik)

Paracetamol bisa digunakan sebagai pereda nyeri/penghilang rasa sakit kategori ringan atau sedang misalnya :

  • Untuk mengobati sakit kepala, sakit gigi dan nyeri ringan lainnya.
  • Untuk nyeri yang lebih berat seperti nyeri pasca operasi biasanya dikombinasikan dengan NSAID atau analgetic opioid. Misalnya kombinasi dengan tramadol atau dengan Ibuprofen.
  • Paracetamol sering dikombinasikan dengan kafein sebagai obat lini pertama untuk mengobati migrain.
  • Meskipun lebih lemah dari NSAID, Paracetamol bisa dipilih untuk mengobati arthritis ringan, terutama untuk pasien-pasien dengan risiko lebih tinggi mengalami efek samping NSAID.

Kontraindikasi

Obat demam ini kontraindikasi pada pasien berikut ini :

  • Hipersensitif terhadap Paracetamol.
  • Gangguan fungsi hati berat atau penyakit hati aktif (pada pemberian IV).

Efek Samping Paracetamol

Selain memberikan efek yang dibutuhkan, sebagian besar obat dapat menyebabkan beberapa efek samping yang tidak diinginkan. Meskipun tidak semua efek samping ini dapat terjadi, penggunaan obat tetap harus dilakukan secara hati-hati. Segera dapatkan perawatan medis yang sesuai jika efek samping yang parah terjadi.

Berikut adalah beberapa efek samping Paracetamol yang telah dilaporkan :

  • Efek samping yang signifikan : Trombositopenia, leukopenia, neutropenia, pansitopenia, methaemoglobinaemia, agranulositosis, angioedema, nyeri dan sensasi terbakar pada tempat injeksi.
  • Efek samping yang relatif jarang : hipotensi dan takikardia.
  • Efek samping pada saluran pencernaan : Mual, muntah, sembelit.
  • Efek samping pada sistem saraf : Sakit kepala.
  • Gangguan psikiatrik : Insomnia.
  • Efek samping pada kulit dan jaringan subkutan : Eritema, pembilasan, pruritus.
  • Efek samping yang berpotensi fatal : Hepatotoksisitas, nekrosis tubular ginjal akut. Jarang, reaksi hipersensitivitas seperti pustulosis exanthematous general generalized (AGEP), sindrom Stevens-Johnson (SJS), toksik epidermal nekrolisis (TEN).
Baca Juga :  Asam Salisilat Obat Apa? Dosis, Kegunaan, Efek Samping

Peringatan

Waspadai hal-hal di bawah saat menggunakan obat demam ini :

  • Sebelum meminum obat ini, beri tahu dokter atau apoteker jika Anda alergi terhadapnya.
  • Sebelum menggunakan obat ini, beri tahu dokter atau apoteker riwayat kesehatan Anda, terutama : defisiensi G6PD, ketergantungan alkohol, malnutrisi kronis atau dehidrasi, berat badan <50 kg; hipovolemia berat (IV). Gangguan ginjal dan hati.
  • Pasien lansia lebih rentan mengalami efek samping obat ini, terutama gangguan pencernaan, dan gangguan ginjal.
  • Beritahu dokter jika Anda hamil, atau berencana untuk hamil dalam waktu dekat.
  • Beritahu dokter jika Anda sedang menyusui.
  • Jika diberikan dalam dosis tinggi, obat demam ini bisa menyebabkan kerusakan hati. Risiko kerusakan hati lebih tinggi pada pengguna alkohol.
  • Penggunaan dosis tinggi juga meningkatkan resiko terjadinya perdarahan lambung.
  • Penggunaan obat penurun panas ini dalam jangka panjang, dapat meningkatkan resiko kerusakan ginjal.
  • Obat demam ini sebaiknya tidak diberikan kepada penderita asma terutama anak-anak, karena bisa menyebabkan peningkatan resiko asma ataupun memperburuk penyakit asma yang telah diderita sebelumnya.

Penggunaan Paracetamol Untuk ibu hamil atau ibu menyusui

FDA (badan pengawas obat dan makanan amerika serikat) menempatkan Paracetamol dalam kategori C, penjelasannya adalah sebagai berikut :

Penelitian pada reproduksi hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin dan tidak ada studi yang memadai dan terkendali dengan baik pada manusia, namun jika potensi keuntungan dapat dijamin, penggunaan obat pada ibu hamil dapat dilakukan meskipun potensi resiko sangat besar.

Terdapat penelitian bahwa penggunaan paracetamol untuk ibu hamil, terkait dengan peningkatan risiko asma pada anak-anak dan peningkatan ADHD. Meskipun begitu, obat ini tetap merupakan obat pilihan pertama sebagai pereda nyeri dan penurun panas selama kehamilan, meski tetap harus memperhatikan risikonya. Konsultasikan hal ini dengan dokter Anda.

Idealnya, wanita hamil harus menghindari penggunaan obat-obatan, terutama selama 3 bulan pertama. Kondisi seperti pilek atau sakit dan nyeri ringan sering hilang dengan sendirinya tanpa penggunaan obat. Anda hanya perlu beristirahat dan minum yang cukup.

Namun, jika Anda sedang hamil dan merasa perlu meminum obat penghilang rasa sakit, penggunaan Paracetamol untuk ibu hamil umumnya aman. Penggunaan Paracetamol untuk ibu hamil pada semua tahap kehamilan untuk mengurangi suhu tinggi dan untuk menghilangkan rasa sakit sudah sering dilakukan. Tidak ada bukti jelas bahwa obat demam ini memiliki efek berbahaya pada bayi yang belum lahir.

Tetapi sebelum minum obat apa pun saat hamil, Anda harus berkonsultasi dengan bidan atau dokter Anda. Sebaiknya gunakan Paracetamol pada dosis efektif terendah untuk waktu sesingkat mungkin. Jika dosis paracetamol yang disarankan tidak memperbaiki keadaan, dapatkan nasihat lebih lanjut dari bidan atau dokter Anda.

Bagaimana dengan produk kombinasi Paracetamol dan Caffein? Kombinasi Paracetamol dan kafein tidak dianjurkan untuk ibu hamil. Kadar kafein yang tinggi dapat menyebabkan bayi memiliki berat badan lahir rendah, yang dapat meningkatkan risiko masalah kesehatan di kemudian hari. Terlalu banyak kafein juga bisa menyebabkan keguguran. (Sumber : Amankan minum paracetamol saat hamil?)

Obat ini bisa memasuki air susu ibu (ASI) meskipun kadarnya kecil. Meski begitu, selalu berkonsultasi dengan dokter untuk penggunaan obat penurun panas ini saat menyusui.

Interaksi

Interaksi dengan obat lain dapat mengubah cara kerja obat atau meningkatkan risiko terjadinya efek samping yang serius. Beritahu dokter dan apoteker tentang obat apa saja yang sedang Anda konsumsi. Jangan memulai, menghentikan, atau mengubah dosis obat apa pun tanpa persetujuan dokter Anda.

Berikut interaksi obat yang mungkin terjadi :

  • Terjadi pengurangan penyerapan saat digunakan dengan colestyramine.
  • Konsentrasi serum menurun jika digunakan bersama dengan rifampicin dan beberapa antikonvulsan (misalnya. phenytoin, phenobarbital, carbamazepine, primidone).
  • Meningkatkan efek antikoagulan warfarin dan obat golongan kumarin lainnya jika digunakan secara jangka panjang.
  • Terjadi peningkatan penyerapan jika digunakan dengan metoclopramide dan domperidone.
  • Terjadi peningkatan konsentrasi serum saat digunakan dengan probenecid.
  • Dapat meningkatkan konsentrasi serum chloramphenicol.
Baca Juga :  Thiamphenicol Obat Apa? Dosis, Kegunaan, dll

Dosis Paracetamol

Berikut adalah dosis Paracetamol yang lazim digunakan untuk masing-masing kondisi penyakit dan sediaan :

A. Tablet 500 mg

  • Dewasa atau anak usia > 12 tahun : 3 – 4 x sehari 1 tablet.
  • Anak usia 5 – 12 tahun : 3 – 4 x sehari ½ tablet.

B. Tablet forte 650 mg

  • Dewasa atau anak usia > 12 tahun : 3 – 4 x sehari 1 tablet.
  • Anak usia 5 – 12 tahun : 3 – 4 x sehari ½ tablet.

C. Oral drops (60 mg/0.6 ml) atau (100 mg/ml)

  • Anak usia < 1 tahun : 3-4 x sehari 0.6 ml drops.
  • Anak usia 1-2 tahun : 3-4 x sehari 0.6-1.2 ml drops.
  • Anak usia 3-6 tahun : 3-4 x sehari 1.2 ml drops.
  • Anak usia 6-12 tahun : 3-4 x sehari 2.4 ml drops.

D. Syrup (120 mg/5 mL)

  • Anak usia < 1 tahun : 3-4 x sehari 2.5 ml sirup.
  • Anak usia 1-3 tahun : 3-4 x sehari 2.5 ml sirup.
  • Anak usia 3-6 tahun : 3-4 x sehari 5 ml sirup.
  • Anak usia 6-12 tahun : 3-4 x sehari 5-10 ml sirup.
  • Di atas 12 tahun : 3-4 x sehari 15-20 ml sirup.

E. Syrup Forte 9250 mg/5 mL)

  • Anak usia > 6 tahun : 5-10 mL, diminum 3-4 x sehari.
  • Anak usia 1-6 tahun : 2.5-5 mL, diminum 3-4 x sehari.

F. Infusion (10 mg/mL)

  • Dosis dewasa dan anak dengan berat badan > 50 kg : 1 gram melalui infus intravena selama 15 menit. Obat diberikan hingga 4 x sehari. Dosis maksimal 4 gram.
  • Dosis dewasa dan anak dengan berat badan 30-50 kg : 15 mg/kg BB diberikan melalui infus intravena selama 15 menit. Obat diberikan hingga 4 x sehari. Dosis maksimal 60 mg/kg BB/hari.
  • Obat diberikan dengan interval waktu minimal 4 jam.

G. Effervescent 500  mg

  • Dewasa dan anak usia > 12 tahun : 3-4 x sehari 1 tablet.
  • Anak usia 6-12 tahun : 3-4 x sehari ½-1 tablet.

H. Effervescent 120 mg

  • Anak usia 9-12 tahun : 3-4 x sehari 3-4 tablet.
  • Anak usia 6-9 tahun : 3-4 x sehari 2-3 tablet.

Cara menggunakan Paracetamol

  • Baca Panduan Pengobatan yang disediakan oleh apoteker Anda sebelum Anda mulai menggunakan obat penurun panas ini. Jika Anda memiliki pertanyaan, tanyakan kepada dokter atau apoteker Anda.
  • Dosis didasarkan pada kondisi medis Anda dan respons terhadap pengobatan. Jangan menambah dosis atau minum obat ini lebih sering daripada yang diarahkan.
  • Bila diperlukan, obat demam ini bisa digunakan setiap 4 jam atau menurut petunjuk dokter. Pemberian tidak lebih dari 5 x sehari.
  • Jika Anda menggunakan bentuk cair dari obat ini, kocok botol dengan lembut sebelum menggunakannya. Hati-hati mengukur dosis menggunakan alat pengukur khusus / sendok. Jangan menggunakan sendok rumah tangga karena Anda mungkin tidak mendapatkan dosis yang tepat.
  • Meskipun efeknya lebih lemah dari obat NSAID, obat demam ini tetap berpotensi menyebabkan perdarahan lambung. Oleh karena itu, sebaiknya minum obat penurun panas ini setelah makan.
  • Bentuk kapsul obat demam ini bisa mengandung jumlah obat yang berbeda dari tablet dan bentuk larutan. Jangan beralih antara kapsul dan bentuk lainnya tanpa izin dan arahan dokter Anda.
  • Gunakan obat ini secara teratur untuk mendapatkan manfaat maksimal. Ingat untuk menggunakannya pada waktu yang sama setiap hari.
  • Jangan menghentikan pengunaan obat sebelum durasi waktu yang disarankan.
  • Katakan kepada dokter jika kondisi Anda memburuk.

Artikel Pengetahuan Obat lainnya :

Paracetamol adalah obat yang hanya bisa didapatkan dengan atau tanpa resep dokter. Jangan menggunakan obat penurun panas dan pereda nyeri ini melebihi dosis dan durasi yang telah diresepkan oleh dokter. Penggunaan yang berlebihan tidak akan meningkatkan manfaat obat ini namun justru akan meningkatkan efek sampingnya.