Panadol Cold dan Flu (Informasi Lengkap)

Panadol Cold dan Flu adalah obat flu yang mengandung kombinasi Paracetamol, pseudoephedrine HCl, dan dextromethorphan HBr. Kegunaan Panadol Cold dan Flu adalah untuk mengobati gejala flu, seperti demam, sakit kepala, hidung tersumbat, dan bersin-bersin disertai batuk.

Di Apotik, obat flu ini tersedia berupa Panadol Cold dan Flu blister isi 10 kaplet. Obat flu ini diproduksi oleh GlaxoSmithKline. Harga Panadol Cold dan Flu relatif terjangkau, yaitu di kisaran Rp. 7.500 – Rp. 10.000 per pepel.

Dalam artikel ini kita akan mengenal lebih jauh mengenai obat flu ini. Panadol Cold dan Flu obat apa, apa manfaat, efek samping, dan zat apa saja yang merupakan kandungan Panadol Cold dan Flu.

Panadol Cold dan Flu Obat Apa?

Panadol Cold dan Flu adalah obat yang mengandung zat aktif kombinasi Paracetamol, pseudoephedrine HCl, dan dextromethorphan HBr.

Paracetamol adalah obat yang mempunyai khasiat sebagai analgetic (pereda nyeri) dan antipiretik (penurun panas). Sebenarnya, paracetamol juga memiliki efek anti inflamasi, namun tidak signifikan. Oleh karena itu tidak dimasukkan sebagai obat NSAID.

Pseudoephedrine adalah nasal dekongestan, stimulan, dan wakefulness promoting agent. Obat ini digolongkan sebagai obat simpatomimetik kelas phenethylamine dan amfetamin. Obat ini umumnya digunakan dalam bentuk garamnya yaitu pseudoephedrine HCl.

Dextromethorphan adalah obat kelas morphinan dengan efek sebagai penenang, disosiatif dan stimulan. Kegunaan Dextromethorphan adalah sebagai obat penekan batuk, terutama batuk karena iritasi tenggorokan dan bronkial ringan.

Produsen

Panadol Cold dan Flu diproduksi oleh GlaxoSmithKline.

Kandungan

Komposisi Panadol Cold dan Flu adalah :

Per kaplet :

  • Paracetamol 500 mg
  • Pseudoephedrine HCl 30 mg
  • Dextromethorphan HBr 15 mg

Bentuk Sediaan

Panadol Cold dan Flu dijual dengan kemasan :

  • Blister isi 10 kaplet
panadol cold dan flu kaplet

Ringkasan

Berikut tabel yang memuat informasi obat Panadol Cold dan Flu secara singkat :

Informasi ObatPanadol Cold dan Flu
GolonganW (dengan/tanpa resep)
KomposisiParacetamol 500 mg, Pseudoephedrine HCl 30 mg, Dextromethorphan HBr 15 mg
IndikasiGejala influenza, seperti : Demam, Sakit kepala, hidung tersumbat, pilek, dan bersin-bersin disertai batuk.
KontraindikasiHipersensitif; diabetes mellitus, penyakit jantung, hipertensi berat, penyakit arteri koroner berat, hipertrofi prostat, hipertiroid, dan closed angle glaucoma.
DosisLihat bagian dosis
Aturan PakaiDengan makanan
Sediaankaplet
ProdusenGlaxoSmithKline
Baca Juga :  Paracetamol Obat Apa : Kegunaan, Dosis, Efek Samping

Indikasi dan Kegunaan Panadol Cold dan Flu

Sebelum menggunakan obat ini, harus benar-benar sudah mempertimbangkan potensi manfaat dan risiko yang mungkin terjadi. Gunakan dosis efektif terendah untuk durasi terpendek yang konsisten dengan tujuan perawatan pasien.

Kegunaan Panadol Cold dan Flu adalah untuk mengobati kondisi-kondisi berikut :

  • Gejala influenza, seperti : Demam, Sakit kepala, hidung tersumbat, pilek, dan bersin-bersin disertai batuk.

Kontraindikasi

Obat flu ini kontraindikasi pada pasien berikut ini :

  • Diketahui memiliki riwayat hipersensitivitas (misalnya, reaksi anafilaksis dan reaksi kulit yang serius) terhadap salah satu komponen obat flu ini.
  • Memiliki riwayat penyakit diabetes mellitus, penyakit jantung, hipertensi berat, penyakit arteri koroner berat, hipertrofi prostat, hipertiroid, dan closed angle glaucoma.
  • Pasien yang peka terhadap obat simpatomimetik lain seperti : ephedrine, dan fenilefrin.
  • Sedang menggunakan obat golongan monoamine oksidase (MAO) inhibitors, karena bisa meningkatkan tekanan darah. .

Efek Samping Panadol Cold dan Flu

Selain memberikan efek yang dibutuhkan, sebagian besar obat dapat menyebabkan beberapa efek samping yang tidak diinginkan. Meskipun tidak semua efek samping ini dapat terjadi, penggunaan obat tetap harus dilakukan secara hati-hati. Segera dapatkan perawatan medis yang sesuai jika efek samping yang parah terjadi.

Berikut adalah beberapa efek samping Panadol Cold dan Flu yang mungkin terjadi :

  • Mengantuk, gangguan perncernaan (mual, muntah), insomnia, gelisah, eksitasi, tremor, takikardi, aritmia ventrikuler, mulut kering, palpitasi, sulit berkemih.
  • Pada penggunaan jangka panjang bisa menyebabkan kerusakan hati.

Peringatan

Waspadai hal-hal di bawah saat menggunakan Panadol Cold dan Flu :

  • Sebelum menggunakan obat Panadol Cold dan Flu, beri tahu dokter atau apoteker jika Anda memiliki riwayat hipersensitif terhadapnya; atau terhadap salah satu komposisi obat. Hentikan pemakaian obat flu ini jika Anda mengalami tanda-tanda reaksi alergi, misalnya : ruam, gatal, sakit tenggorokan, demam, arthralgia, pucat.
  • Sebelum menggunakan obat ini, beri tahu dokter atau apoteker riwayat kesehatan Anda, terutama asma, hipertensi atau stroke, orang yang kelebihan berat badan (obesitas), penderita disfungsi ginjal, hati, glaukoma, hipertrofi prostat, hipertiroid, pasien yang rentan mengalami kecemasan atau panik berlebihan
  • Untuk meminimalisir efek samping pada saluran pencernaan, sebaiknya gunakan obat flu ini setelah makan.
  • Pengguna alkohol lebih rentan mengalami efek samping berupa gangguan fungsi hati.
  • Pasien lanjut usia lebih rentan mengalami efek samping obat ini.
  • Penggunaan Panadol Cold dan Flu untuk anak : Flu bisa sembuh dengan sendirinya jika pasien beristirahat dan mengonsumsi makanan bergizi. Namun, flu juga bisa berbahaya jika tidak ditangani secara tepat. Penggunaan obat flu untuk anak-anak, terutama anak di bawah usia 6 tahun tidak dianjurkan. Untuk anak yang lebih besar, pasien bisa diberikan obat flu OTC (tanpa resep dokter) namun penggunaanya terbatas. Akan lebih baik jika berkonsultasi lebih dulu dengan dokter.
  • Panadol Cold dan Flu menyebabkan kantuk. Alkohol bisa menambah efek ini. Jangan mengemudi, menggunakan mesin, atau melakukan apa pun yang membutuhkan kewaspadaan tinggi.
Baca Juga :  Amlodipine : Kegunaan, Dosis, Efek Samping

Penggunaan Panadol Cold dan Flu Untuk ibu hamil atau ibu menyusui

Amankah Panadol Cold dan Flu untuk ibu hamil? FDA (badan pengawas obat dan makanan amerika serikat) menempatkan paracetamol, dextromethorphan, dan pseudoephedrine dalam kategori C, penjelasannya adalah sebagai berikut :

Penelitian pada reproduksi hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin dan tidak ada studi yang memadai dan terkendali dengan baik pada manusia, namun jika potensi keuntungan dapat dijamin, penggunaan obat pada ibu hamil dapat dilakukan meskipun potensi resiko sangat besar.

Terdapat banyak sekali merek obat flu yang dijual bebas/tanpa resep dokter. Namun, sebagian besar produk obat flu itu komposisinya sangat mirip, dengan beberapa mengandung hingga 5 bahan obat. Informasi berbasis bukti untuk semua bahan ini menunjukkan tidak ada peningkatan risiko pada kehamilan pada penggunaan jangka pendek. Namun, ibu hamil harus membaca label dengan hati-hati dan, jika perlu, berkonsultasi dengan apoteker untuk memastikan mereka tidak minum obat yang tidak mereka butuhkan.

Kesimpulannya, ibu hamil yang menderita flu bisa menggunakan obat-obat ini untuk jangka pendek. Namun, sebaiknya tidak digunakan untuk jangka waktu yang lama. Selain itu, penggunaannya hanya terbatas pada produk-produk yang sesuai dengan gejalanya. (sumber : Pengobatan flu selama kehamilan).

Paracetamol bisa memasuki ASI (dalam jumlah kecil). Konsultasikan dengan dokter jika ingin menggunakan Panadol Cold dan Flu untuk ibu menyusui.

Interaksi

Interaksi dengan obat lain dapat mengubah cara kerja obat atau meningkatkan risiko terjadinya efek samping yang serius. Beritahu dokter dan apoteker tentang obat apa saja yang sedang Anda konsumsi. Jangan memulai, menghentikan, atau mengubah dosis obat apa pun tanpa persetujuan dokter Anda.

Baca Juga :  Claneksi 500, Syrup, Forte, & Injeksi : Informasi Lengkap

Berikut interaksi obat yang mungkin terjadi :

  • Efek obat ini meningkat dengan Metoclopramide.
  • Terjadi peningkatan risiko kerusakan hati dengan Carbamazepine, fenobarbital dan fenitoin.
  • Efek obat ini menurun dengan kolestiramin dan lixisenatide.
  • Obat ini meningkatkan efek koagulansi obat antikoagulan warfarin akibatnya risiko terjadinya perdarahan meningkat.
  • Terjadi kenaikan tekanan darah dengan obat-obat jenis monoamine oksidase (MAO) inhibitors.
  • Dextromethorphan bisa mempotensiasi obat golongan depresan sistem saraf lain.

Dosis Panadol Cold dan Flu

Berikut adalah dosis Panadol Cold dan Flu yang lazim digunakan :

Untuk meringankan gejala flu (demam, sakit kepala, hidung tersumbat, dan bersin-bersin, disertai batuk) :

  • Dewasa : 1 kaplet 3 x sehari.

Aturan Minum Panadol Cold dan Flu

Untuk mendapatkan hasil yang maksimal namun tetap aman, ikuti aturan pakai di bawah ini :

  • Baca Panduan Pengobatan yang disediakan oleh apoteker Anda sebelum Anda mulai menggunakan obat flu ini. Jika Anda memiliki pertanyaan, tanyakan kepada dokter atau apoteker Anda.
  • Dosis didasarkan pada kondisi medis Anda dan respons terhadap pengobatan. Jangan menambah dosis atau minum obat flu ini lebih sering daripada yang diarahkan.
  • Obat flu ini sebaiknya diminum dengan makanan untuk mengurangi efek samping pada saluran pencernaan. Namun, makanan akan mengurangi penyerapan obat.
  • Gunakan obat flu ini secara teratur untuk mendapatkan manfaat maksimal. Ingat untuk menggunakannya pada waktu yang sama setiap hari.
  • Jangan menghentikan pengunaan obat sebelum durasi waktu yang disarankan.
  • Katakan kepada dokter jika kondisi Anda memburuk.

Artikel Pengetahuan Obat lainnya

Panadol Cold dan Flu adalah obat yang bisa didapatkan dengan atau tanpa melalui resep dokter. Jangan menggunakan obat flu ini melebihi dosis dan durasi yang telah diresepkan oleh dokter. Penggunaan yang berlebihan tidak akan meningkatkan manfaat obat ini namun justru akan meningkatkan efek sampingnya.