Pamol Sirup, Drop, Suppository, Tablet, & Forte (Paracetamol)

Pamol adalah obat demam / penurun panas yang mengandung paracetamol. Kegunaan Pamol adalah untuk meredakan demam / penurun panas untuk segala usia. Obat ini juga digunakan sebagai pereda nyeri ringan seperti  sakit kepala, sakit gigi dan nyeri ringan lainnya. Di Apotik, obat penurun panas ini tersedia berupa Pamol Tablet, Pamol Forte tablet, Pamol sirup, Pamol Drop, dan Pamol Suppository.

Pamol diproduksi oleh Interbat. Harga Pamol Tablet 500 mg di kisaran Rp. 7.500 per pepel, harga Pamol sirup di kisaran Rp. 30.000 per botol, harga Pamol drop di kisaran Rp. 50.000 per botol, harga Pamol Forte di kisaran Rp. 10.000 per pepel, sedangkan harga Pamol suppository di kisaran Rp. 16.000 per supp.

Dalam artikel ini kita akan mengenal lebih jauh mengenai obat penurun panas ini. Pamol obat apa, apa manfaatnya, efek sampingnya, dan mengenal mengenal obat-obat yang mengandung paracetamol lainnya.

Pamol Obat Apa?

Pamol adalah obat demam yang mengandung zat aktif paracetamol. Obat demam ini diproduksi oleh perusahaan farmasi, yaitu Interbat. Obat demam ini bisa diperoleh baik dengan resep dokter atau tanpa resep dokter di apotek atau di toko obat lainnya. Ada 5 jenis, yaitu, Pamol tablet 500 mg, Pamol sirup, Pamol drops, Pamol Forte, dan Pamol suppository.

Zat aktif

Paracetamol adalah obat pereda nyeri (analgetic) dan penurun panas (antipiretik). Meskipun paracetamol memiliki efek anti inflamasi, obat demam ini tidak dianggap sebagai obat NSAID, karena efek anti inflamasi-nya dianggap tidak terlalu signifikan.

Paracetamol juga dikenal dengan nama lain Acetaminophen. Obat ini umumnya tersedia berupa Paracetamol tablet 250 mg dan 500 mg, Paracetamol forte tablet 650 mg. Paracetamol anak biasanya tersedia berupa Paracetamol syrup dan syrup forte, atau paracetamol drops. Ada juga Paracetamol infusion 10 mg/mL yang diberikan secara intravena.

Produsen

Obat penurun panas ini diproduksi oleh Interbat.

Komposisi

Kandungan Pamol Tablet adalah :

Per tablet :

  • Paracetamol 500 mg

Kandungan Pamol Forte Tablet adalah :

Per forte tablet :

  • Paracetamol 650 mg

Kandungan Pamol Drop adalah :

Per 0.6 mL :

  • Paracetamol 60 mg

Kandungan Pamol sirup adalah :

Per 5 mL syrup :

  • Paracetamol 120 mg

Kandungan Pamol suppository :

per supp :

  • Paracetamol 125 mg / supp
  • Paracetamol 250 mg / supp

Bentuk Sediaan

Obat demam ini dijual dengan kemasan :

  • 5 x 4 tablet 500 mg
  • strip isi 6 forte tablet 650 mg
  • Botol 15 ml oral drop
  • Botol 60 ml sirup
  • 2 x 6 pcs rectal suppository
pamol 500 mg tablet, pamol sirup, pamol drop, pamol suppository, pamol forte

Ringkasan

Berikut tabel yang memuat informasi obat yang mengandung paracetamol secara singkat :

Informasi ObatParacetamol
GolonganDengan atau tanpa resep
IndikasiPenurun panas; Pereda nyeri; anti radang
Dosislihat bagian dosis
Aturan PakaiDengan atau tanpa makanan
Kontraindikasihipersensitif; Gangguan fungsi hati berat atau penyakit hati aktif
Sediaantablet 250 mg, 500 mg, 650 mg; syrup 120 mg/5 mL, 250 mg/5 mL; Drops 100 mg/mL; Infus 10 mg/mL;
Paracetamol paten yang tersediaAcetram, Afibramol, Afidol, Aknil, Alaxan, Alphagesic, Alphamol, Analtom, Arthrifen Plus, Babygesic, Bimacyl, Bintang Toedjoe Anak Turun Panas, Biogesic, Biopyrex, Biopyrex Forte, Bobotan, Bodrex Demam, Bodrex Junior, Bodrexin Demam, Boska, Buscopan Plus, Calapol, Citomol, Contrexyn Demam, Cupanol, Dapyrin, Decadol, Defamol, Depamas, Dotramol, Dumin, Ekacetol 500, Emturnas, Emturnas forte, Erlamol, Erphamol, Expomol, Farismol, Farmadol, Fasgo, Fasgo Forte, Fasidol, Fasidol Forte, Fevrin, Fevrin Pediatric, Flugan New, Gitas Plus, Grafadon, Grafadon Forte, Gunaceta, Head-O, Hiopar, Holidon, Hufagesic, Hyomida Plus, Ificol, Ifitamol, Ikacetamol, Iko, Indo Obat Penurun Panas Anak, Iremax, Itamol, Itamol Forte, Itramol, Kamolas, Kamolas Forte, Kokogesic, Kolicgon, Lanamol, Maganol, Maxidol, Mesamol, Mimsone, Minigrip-P, Mirasic, Mirasic Forte, Mirasic Plus, Mixagrip Rhema, Mixanal, Moletra, Moretic, Naprex, Nasamol, Neo Rheumacyl, Neozep Non Drowsy, Nihiza, No Drowse Decolgen, Nodrof, Novagesic, Novagesic Forte, Nufadol, Nutradon, Obapa, Obat Anak Sumang Cap Parang, Obat Anak Sumang Cap Pedang, OKB Galin, Omegrip, Ophimol, Osk Bintang Toedjoe, Oskadon, Ottopan, Pacetik, Pamol, Pamol Forte, Pamol plus, Panadol, Panadol Extra, Panasyr, Panorex, Paraco, Paramex Ef, Paramol, Parios, Pehamol, Pehamol Kids, Piosfen, Piosfen Forte, Poro, Praxion, Primadol, Procet, Prodol, Profenal, Progesic, Propyretic, Puyer Cito, Puyer Sakit Kepala Cap Kapak, Pyrex, Pyrexin, Pyrexina, Pyridol, Ramagesic, Ramagesic-F, Reanal, Remasal Pro, Remastop, Remix Cap 38, Samconal, Sanaflu Forte, Sanmol, Sanmol 120 Child Chewable, Scopamin Plus, Scopma Plus, Selesmol, Sercopan, Sistenol, Spashi Plus, Spasmacine, Spasmid Plus, Stomica Plus, Sudrex, Sumagesic, Templus, Tempra, Termagon, Termorex, Topras, Tramifen, Trifamol, Trimol, Truscine, Turpan, Ultracet, Unicetamol, Xepamol, Zaiki After 5, Zaldiar, Zetamol
Baca Juga :  Kaditic 50 mg Tablet (Diclofenac Potassium) : Informasi lengkap

Indikasi dan Kegunaan Pamol

Sebelum menggunakan obat ini, harus benar-benar sudah mempertimbangkan potensi manfaat dan risiko yang mungkin terjadi. Gunakan dosis efektif terendah untuk durasi terpendek yang konsisten dengan tujuan perawatan pasien.

Pamol tersedia dalam berbagai sediaan. Sediaan tablet dan forte tablet digunakan untuk pasien dewasa. Sedangkan Pamol anak, yaitu sediaan sirup dan drop. Pamol suppository digunakan untuk anak atau dewasa tergantung dosisnya.

Kegunaan Pamol adalah :

A. Sebagai Penurun Panas (antipiretik)

Kegunaan Pamol adalah sebagai obat penurun panas pada segala usia. Namun, penggunaan obat demam ini sebaiknya digunakan bila suhu tubuh sudah benar-benar tinggi dan membutuhkan obat. WHO merekomendasikan bahwa penggunaan obat penurun panas dilakukan bila suhu tubuh lebih besar dari 38.5 °C (101.3 °F).

B. Sebagai Pereda Nyeri (Analgetik)

Pamol bisa digunakan sebagai pereda nyeri/penghilang rasa sakit kategori ringan atau sedang misalnya :

  • Sebagai obat sakit kepala, sakit gigi dan nyeri ringan lainnya.
  • Untuk mengobati nyeri yang lebih berat seperti nyeri pasca operasi.
  • Paracetamol sering dikombinasikan dengan kafein sebagai obat lini pertama untuk mengobati migrain.
  • Meskipun lebih lemah dari NSAID, Paracetamol bisa dipilih untuk mengobati arthritis ringan, terutama untuk pasien-pasien dengan risiko lebih tinggi mengalami efek samping NSAID.

C. Sebagai Anti Inflamasi (Anti Radang)

Paracetamol juga memiliki efek antiinflamasi, meskipun tidak sekuat obat golongan NSAID. Jika pasien tidak bisa diberikan obat golongan NSAID, misalnya karena alergi atau karena menderita ulkus lambung, obat-obat yang mengandung paracetamol bisa dipilih sebagai alternatif yang aman.

Kontraindikasi

Obat penurun panas ini kontraindikasi pada pasien berikut ini :

  • Hipersensitif terhadap Paracetamol.
  • Gangguan fungsi hati berat atau penyakit hati aktif.

Efek Samping Pamol

Selain memberikan efek yang dibutuhkan, sebagian besar obat dapat menyebabkan beberapa efek samping yang tidak diinginkan. Meskipun tidak semua efek samping ini dapat terjadi, penggunaan obat tetap harus dilakukan secara hati-hati. Segera dapatkan perawatan medis yang sesuai jika efek samping yang parah terjadi.

Berikut adalah beberapa efek samping Pamol yang mungkin terjadi :

  • Efek samping yang signifikan : Trombositopenia, leukopenia, neutropenia, pansitopenia, methaemoglobinaemia, agranulositosis, angioedema.
  • Efek samping yang relatif jarang : hipotensi dan takikardia.
  • Efek samping pada saluran pencernaan : Mual, muntah, sembelit.
  • Efek samping pada sistem saraf : Sakit kepala.
  • Gangguan psikiatrik : Insomnia.
  • Efek samping pada kulit dan jaringan subkutan : Eritema, pembilasan, pruritus.
  • Efek samping yang berpotensi fatal : Hepatotoksisitas, nekrosis tubular ginjal akut. Jarang, reaksi hipersensitivitas seperti pustulosis exanthematous general generalized (AGEP), sindrom Stevens-Johnson (SJS), toksik epidermal nekrolisis (TEN).
Baca Juga :  Neuralgin Rx Obat Apa? Dosis, Kegunaan, Efek Samping

Peringatan

Waspadai hal-hal di bawah saat menggunakan obat penurun panas ini :

  • Sebelum menggunakan obat ini, beri tahu dokter atau apoteker jika Anda memiliki riwayat hipersensitif terhadapnya. Hentikan pemakaian obat penurun panas ini jika Anda mengalami tanda-tanda reaksi alergi, misalnya : ruam, gatal, sakit tenggorokan, demam, arthralgia, pucat.
  • Sebelum menggunakan obat penurun panas ini, beri tahu dokter atau apoteker riwayat kesehatan Anda, terutama : defisiensi G6PD, ketergantungan alkohol, malnutrisi kronis atau dehidrasi, berat badan <50 kg; hipovolemia berat (IV). Gangguan ginjal dan hati.
  • Pasien lansia lebih rentan mengalami efek samping obat ini, terutama gangguan pencernaan, dan gangguan ginjal.
  • Beritahu dokter jika Anda hamil, atau berencana untuk hamil dalam waktu dekat.
  • Beritahu dokter jika Anda sedang menyusui.
  • Jika diberikan dalam dosis tinggi, obat penurun panas ini bisa menyebabkan kerusakan hati. Risiko kerusakan hati lebih tinggi pada pengguna alkohol.
  • Penggunaan dosis tinggi juga meningkatkan resiko terjadinya perdarahan lambung.
  • Penggunaan obat penurun panas ini dalam jangka panjang, dapat meningkatkan resiko kerusakan ginjal.
  • Obat-obat yang mengandung Paracetamol sebaiknya tidak diberikan kepada penderita asma terutama anak-anak, karena bisa menyebabkan peningkatan resiko asma ataupun memperburuk penyakit asma yang telah diderita sebelumnya.

Penggunaan Pamol Untuk ibu hamil atau ibu menyusui

FDA (badan pengawas obat dan makanan amerika serikat) menempatkan Paracetamol dalam kategori C, penjelasannya adalah sebagai berikut :

Penelitian pada reproduksi hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin dan tidak ada studi yang memadai dan terkendali dengan baik pada manusia, namun jika potensi keuntungan dapat dijamin, penggunaan obat pada ibu hamil dapat dilakukan meskipun potensi resiko sangat besar.

Amankan minum obat paracetamol saat hamil? Paracetamol dianggap sebagai pilihan pertama penghilang rasa sakit jika Anda hamil karena telah digunakan oleh sejumlah besar wanita hamil tanpa efek buruk pada ibu atau bayi.

Namun, jika Anda meminum Pamol saat hamil, pastikan Anda meminumnya sesingkat mungkin.

Terdapat penelitian bahwa penggunaan paracetamol untuk ibu hamil, terkait dengan peningkatan risiko asma pada anak-anak dan peningkatan ADHD. Meskipun begitu, obat ini tetap merupakan obat pilihan pertama sebagai pereda nyeri dan penurun panas selama kehamilan, meski tetap harus memperhatikan risikonya. Konsultasikan hal ini dengan dokter Anda.

Idealnya, wanita hamil harus menghindari penggunaan obat-obatan, terutama selama 3 bulan pertama. Kondisi seperti pilek atau sakit dan nyeri ringan sering hilang dengan sendirinya tanpa penggunaan obat. Anda hanya perlu beristirahat dan minum yang cukup.

Namun, jika Anda sedang hamil dan merasa perlu meminum obat penghilang rasa sakit, penggunaan Paracetamol untuk ibu hamil umumnya aman. Penggunaan Paracetamol untuk ibu hamil pada semua tahap kehamilan untuk mengurangi suhu tinggi dan untuk menghilangkan rasa sakit sudah sering dilakukan. Tidak ada bukti jelas bahwa obat demam ini memiliki efek berbahaya pada bayi yang belum lahir.

Tetapi sebelum minum obat apa pun saat hamil, Anda harus berkonsultasi dengan bidan atau dokter Anda. Sebaiknya gunakan Paracetamol pada dosis efektif terendah untuk waktu sesingkat mungkin. Jika dosis paracetamol yang disarankan tidak memperbaiki keadaan, dapatkan nasihat lebih lanjut dari bidan atau dokter Anda.

Amankah minum Paracetamol saat menyusui? Paracetamol adalah pilihan pertama penghilang rasa sakit jika Anda menyusui. Paracetamol bisa ditemukan dalam ASI dalam jumlah yang sangat kecil yang tidak mungkin membahayakan bayi Anda.

Jika Anda minum Pamol saat menyusui, pastikan Anda meminumnya sesingkat mungkin.

Interaksi

Interaksi dengan obat lain dapat mengubah cara kerja obat atau meningkatkan risiko terjadinya efek samping yang serius. Beritahu dokter dan apoteker tentang obat apa saja yang sedang Anda konsumsi. Jangan memulai, menghentikan, atau mengubah dosis obat apa pun tanpa persetujuan dokter Anda.

Baca Juga :  Myonal Tablet (Eperisone HCl 50 mg) Obat Apa? : Info Lengkap

Berikut interaksi obat yang mungkin terjadi :

  • Terjadi pengurangan penyerapan saat digunakan dengan colestyramine.
  • Konsentrasi serum menurun jika digunakan bersama dengan rifampicin dan beberapa antikonvulsan (misalnya. phenytoin, phenobarbital, carbamazepine, primidone).
  • Meningkatkan efek antikoagulan warfarin dan obat golongan kumarin lainnya jika digunakan secara jangka panjang.
  • Terjadi peningkatan penyerapan jika digunakan dengan metoclopramide dan domperidone.
  • Terjadi peningkatan konsentrasi serum saat digunakan dengan probenecid.
  • Dapat meningkatkan konsentrasi serum chloramphenicol.

Dosis Pamol

Berikut adalah dosis yang lazim digunakan :

A. Dosis Pamol Tablet

Di bawah ini adalah aturan dosis yang lazim digunakan :

  • Dewasa atau anak usia > 12 tahun : 3 – 4 x sehari 1 tablet.
  • Anak usia 5-12 tahun : 3 -4 x sehari ½ tablet.

B. Dosis Pamol Forte Tablet

Di bawah ini adalah aturan dosis yang lazim digunakan :

  • Dewasa atau anak usia > 12 tahun : 3-4 x sehari 1 tablet.
  • Anak usia 5-12 tahun : 3-4 x sehari ½ tablet.

C. Dosis Pamol Drop

Di bawah ini adalah aturan dosis yang lazim digunakan :

  • Anak usia < 1 tahun : 3-4 x sehari 0.6 ml drop.
  • Anak usia 1-2 tahun : 3-4 x sehari 0.6-1.2 ml drop.
  • Anak usia 3-6 tahun : 3-4 x sehari 1.2 ml drop.
  • Anak usia 6-12 tahun : 3-4 x sehari 2.4 ml drop.

D. Dosis Pamol sirup

Di bawah ini adalah aturan dosis yang lazim digunakan :

  • Anak usia < 1 tahun : 3-4 x sehari 2.5 ml sirup.
  • Anak usia 1-3 tahun : 3-4 x sehari 2.5 ml sirup.
  • Anak usia 3-6 tahun : 3-4 x sehari 5 ml sirup.
  • Anak usia 6-12 tahun : 3-4 x sehari 5-10 ml sirup.
  • Anak usia di atas 12 tahun : 3-4 x sehari 15-20 ml sirup.

E. Dosis Pamol Suppository

  • Dosis dewasa : 3-4 x sehari 0.5-1 gram, maksimal 4 gram/hari.
  • Dosis anak usia 7-12 tahun : 3-4 x sehari 250 mg, maksimal 1 gram/hari
  • Dosis anak usia 1-6 tahun : 3-4 x sehari 125 mg, maksimal 750 mg/hari
  • Dosis anak usia kurang dari 1 tahun : 3-4 x sehari 60 mg

Aturan Minum Pamol

  • Baca Panduan Pengobatan yang disediakan oleh apoteker Anda sebelum Anda mulai menggunakan obat demam ini. Jika Anda memiliki pertanyaan, tanyakan kepada dokter atau apoteker Anda.
  • Dosis didasarkan pada kondisi medis Anda dan respons terhadap pengobatan. Jangan menambah dosis atau minum obat ini lebih sering daripada yang diarahkan.
  • Bila diperlukan, obat penurun panas ini bisa digunakan setiap 4 jam atau menurut petunjuk dokter. Pemberian tidak lebih dari 5 x sehari.
  • Jika Anda menggunakan bentuk cair dari obat ini, kocok botol dengan lembut sebelum menggunakannya. Hati-hati mengukur dosis menggunakan alat pengukur khusus / sendok. Jangan menggunakan sendok rumah tangga karena Anda mungkin tidak mendapatkan dosis yang tepat.
  • Meskipun efeknya lebih lemah dari obat NSAID, obat penurun panas ini tetap berpotensi menyebabkan perdarahan lambung. Oleh karena itu, sebaiknya minum obat penurun panas ini setelah makan.
  • Bentuk kapsul obat penurun panas ini bisa mengandung jumlah obat yang berbeda dari tablet dan bentuk larutan. Jangan beralih antara kapsul dan bentuk lainnya tanpa izin dan arahan dokter Anda.
  • Gunakan obat penurun panas ini secara teratur untuk mendapatkan manfaat maksimal. Ingat untuk menggunakannya pada waktu yang sama setiap hari.
  • Jangan menghentikan pengunaan obat sebelum durasi waktu yang disarankan.
  • Katakan kepada dokter jika kondisi Anda memburuk.

Artikel Pengetahuan Obat lainnya

Pamol sirup, Tablet, Drop, Forte Tablet, dan suppository adalah obat yang bisa didapatkan dengan atau tanpa melalui resep dokter. Jangan menggunakan obat demam ini melebihi dosis dan durasi yang telah diresepkan oleh dokter. Penggunaan yang berlebihan tidak akan meningkatkan manfaat obat ini namun justru akan meningkatkan efek sampingnya.