Oskadon SP (Obat Pereda Nyeri) : Informasi Lengkap

Oskadon SP adalah obat yang mengandung kombinasi Paracetamol dan Ibuprofen. Kegunaan Oskadon SP adalah untuk mengobati nyeri otot dan nyeri sendi yang disebabkan oleh peradangan non rematik, rheumatoid arthritis, osteoarthritis, ankylosing spondylitis, dan spondyloarthritis. Oskadon SP juga bisa digunakan untuk nyeri haid, sakit gigi, dan nyeri ringan sampai sedang lainnya. Dikenal juga sebagai Oskadon Merah. (Baca jenis Oskadon lain : Oskadon Obat Sakit Kepala/Oskadon Biru).

Di Apotik, obat pereda nyeri ini tersedia berupa Oskadon SP Tablet dalam kemasan catchcover isi 4 tablet. Obat pereda nyeri ini diproduksi oleh Supra Ferbindo Farma. Harga Oskadon Sp di kisaran Rp. 1.500 per pepel.

Dalam artikel ini kita akan mengenal lebih jauh mengenai obat pereda nyeri ini. Oskadon SP obat apa, apa kegunaan, efek samping, dan mengetahui zat aktif yang menjadi kandungan Oskadon SP.

Oskadon SP Obat Apa?

Oskadon SP adalah obat yang mengandung zat aktif kombinasi Paracetamol dan Ibuprofen. Obat ini digunakan sebagai pereda nyeri, yang bisa diperoleh di apotek atau toko obat tanpa resep dokter. Oskadon SP diproduksi oleh perusahaan farmasi, yaitu, Supra Ferbindo Farma.

Zat aktif

Paracetamol adalah obat pereda nyeri (analgetic) dan penurun panas (antipiretik). Meskipun paracetamol memiliki efek anti inflamasi, obat demam ini tidak dianggap sebagai obat NSAID, karena efek anti inflamasi-nya dianggap tidak terlalu signifikan.

Paracetamol juga dikenal dengan nama lain Acetaminophen. Obat ini umumnya tersedia berupa Paracetamol tablet 250 mg dan 500 mg, Paracetamol forte tablet 650 mg. Paracetamol anak biasanya tersedia berupa Paracetamol syrup dan syrup forte, atau paracetamol drops. Ada juga Paracetamol infusion 10 mg/mL yang diberikan secara intravena.

Ibuprofen adalah obat anti-inflamasi nonsteroid (NSAID). Ibuprofen memiliki sifat analgesik, anti-inflamasi, dan juga antipiretik. Seperti NSAID lainnya, mekanisme kerja Ibuprofen belum sepenuhnya dipahami tetapi beberapa penelitian menunjukan obat ini bekerja dengan cara menghambat cyclooxygenase (COX-1 dan COX-2).

Kegunaan Ibuprofen adalah untuk menurunkan panas/demam; Meredakan nyeri ringan hingga sedang, seperti nyeri haid, sakit gigi atau sakit saat pencabutan gigi, sakit kepala, nyeri pasca operasi, nyeri pada kondisi rematik tulang dan sendi, atau nyeri terkait dengan keseleo.

Produsen

Oskadon SP diproduksi oleh Supra Ferbindo Farma.

Kandungan

Oskadon SP tablet mengandung zat aktif, yaitu :

per tablet :

  • Paracetamol 350 mg
  • Ibuprofen 200 mg

Bentuk Sediaan

Oskadon SP tablet dipasarkan dengan kemasan berupa :

  • Dos isi 25 Strip @ 4 tablet
oskadon sp

Ringkasan

Berikut tabel yang memuat informasi obat Oskadon SP secara singkat :

Informasi ObatOskadon SP
GolonganW (dengan /tanpa resep)
KomposisiParacetamol 350 mg, Ibuprofen 200 mg
IndikasiNyeri otot, nyeri sendi
KontraindikasiHipersensitif, riwayat perdarahan gastrointestinal, Gangguan ginjal atau gangguan hati berat, Kehamilan pada trimester ketiga.
DosisLihat bagian dosis
Aturan Pakaisetelah makanan
Sediaantablet
ProdusenSupra Ferbindo Farma

Indikasi dan Kegunaan Oskadon SP

Sebelum menggunakan obat ini, harus benar-benar sudah mempertimbangkan potensi manfaat dan risiko yang mungkin terjadi. Gunakan dosis efektif terendah untuk durasi terpendek yang konsisten dengan tujuan perawatan pasien.

Baca Juga :  Ranitidine Obat Apa : Kegunaan, Dosis, Efek Samping

Kegunaan Oskadon SP adalah untuk mengobati kondisi-kondisi berikut :

  • Nyeri otot dan nyeri sendi yang disebabkan oleh peradangan non rematik, rheumatoid arthritis, osteoarthritis, ankylosing spondylitis, spondyloarthritis.
  • Nyeri haid, sakit gigi, nyeri paska operasi dan nyeri ringan sampai sedang lainnya.

Kontraindikasi

Oskadon SP kontraindikasi pada pasien berikut ini :

  • Hipersensitif terhadap paracetamol atau ibuprofen, aspirin atau obat-obat golongan NSAID lain.
  • Memiliki riwayat perdarahan gastrointestinal, perforasi, atau ulserasi terkait dengan penggunaan NSAID.
  • Ulserasi gastrointestinal, perforasi, atau perdarahan.
  • Gagal jantung parah atau pasien yang menjalani operasi coronary artery bypass graft.
  • Gangguan ginjal atau gangguan hati berat.
  • Kehamilan pada trimester ketiga.

Efek Samping Oskadon SP

Selain memberikan efek yang dibutuhkan, sebagian besar obat dapat menyebabkan beberapa efek samping yang tidak diinginkan. Meskipun tidak semua efek samping ini dapat terjadi, penggunaan obat tetap harus dilakukan secara hati-hati. Segera dapatkan perawatan medis yang sesuai jika efek samping yang parah terjadi.

Berikut adalah beberapa efek samping Oskadon SP yang mungkin terjadi :

  • Gangguan perut, mual, muntah, sakit kepala, diare, sembelit, pusing, atau mengantuk. Jika salah satu dari efek ini menetap atau memburuk, beri tahu dokter atau apoteker Anda segera.
  • Obat ini dapat meningkatkan tekanan darah. Periksa tekanan darah Anda secara teratur dan beri tahu dokter Anda jika hasilnya tinggi.
  • Informasikan kepada dokter segera jika Anda mengalami efek samping serius, misalnya : mudah memar / berdarah, gangguan pendengaran (seperti dering di telinga), perubahan mental / mood, leher kaku yang tidak dapat dijelaskan, tanda-tanda masalah ginjal (seperti perubahan pada jumlah urin), gangguan penglihatan, gejala gagal jantung (seperti pergelangan kaki / kaki bengkak, kelelahan yang tidak biasa, kenaikan berat badan yang tidak biasa / mendadak).
  • Efek samping obat ini yang termasuk jarang adalah menyebabkan penyakit hati yang serius (mungkin fatal). Dapatkan bantuan medis segera jika Anda mengalami gejala kerusakan hati, misalnya : air seni yang gelap, mual / muntah yang terus-menerus, kehilangan nafsu makan, sakit perut / lambung, mata / kulit menguning.
  • Reaksi alergi yang sangat serius terhadap obat ini jarang terjadi. Namun, segera hubungi pihak medis jika Anda mengalami gejala-gejala reaksi alergi serius, misalnya : ruam, gatal / bengkak (terutama pada wajah / lidah / tenggorokan), pusing parah, kesulitan bernapas.
  • Efek samping yang signifikan : Trombositopenia, leukopenia, neutropenia, pansitopenia, methaemoglobinaemia, agranulositosis, angioedema.
  • Efek samping yang berpotensi fatal : Hepatotoksisitas, nekrosis tubular ginjal akut. Jarang, reaksi hipersensitivitas seperti pustulosis exanthematous general generalized (AGEP), sindrom Stevens-Johnson (SJS), toksik epidermal nekrolisis (TEN).

Peringatan

Waspadai hal-hal di bawah saat menggunakan Oskadon SP :

  • Sebelum menggunakan obat ini, beri tahu dokter atau apoteker jika Anda alergi terhadapnya; atau alergi terhadap aspirin dan/atau NSAID lainnya (seperti naproxen, celecoxib); atau jika Anda memiliki alergi lain.
  • Sebelum minum obat ini, beri tahu dokter atau apoteker tentang riwayat kesehatan Anda, terutama : asma (termasuk riwayat pernapasan yang memburuk setelah menggunakan aspirin atau NSAID lainnya), gangguan darah (seperti anemia, masalah perdarahan / pembekuan), pertumbuhan di hidung (polip hidung), penyakit jantung (seperti serangan jantung), tekanan darah tinggi, penyakit hati, stroke, masalah tenggorokan / perut / usus (seperti pendarahan, mulas, ulkus), defisiensi G6PD, ketergantungan alkohol, malnutrisi kronis atau dehidrasi, berat badan <50 kg; hipovolemia berat (IV); Gangguan ginjal dan hati.
  • Gangguan ginjal terkadang dapat terjadi pada penggunaan obat-obatan NSAID. Masalah ini lebih berpeluang terjadi jika Anda mengalami dehidrasi, gagal jantung atau penyakit ginjal, pasien lansia, atau jika Anda juga minum obat tertentu yang berinteraksi dengan obat ini (lihat juga bagian Interaksi Obat). Minumlah banyak cairan sesuai anjuran dokter untuk mencegah dehidrasi dan segera beri tahu dokter jika ada perubahan jumlah urin.
  • Oskadon SP bisa menyebabkan pusing atau mengantuk. Alkohol meningkatkan efek samping ini. Jangan mengemudi, menyalakan mesin, atau melakukan apa pun yang membutuhkan kewaspadaan tinggi. Batasi minuman beralkohol.
  • Obat ini dapat menyebabkan pendarahan lambung. Penggunaan alkohol dan produk tembakau setiap hari, terutama jika dikombinasikan dengan obat ini, dapat meningkatkan risiko pendarahan lambung. Batasi alkohol dan berhenti merokok.
  • Obat ini dapat membuat Anda lebih peka terhadap sinar matahari. Hindari paparan sinar matahari langsung selama pengobatan. Gunakan tabir surya dan kenakan pakaian pelindung saat berada di luar ruangan.
  • Pasien lansia lebih sensitif terhadap efek obat samping Oskadon SP, terutama perdarahan lambung / usus dan masalah ginjal.
  • Obat-obat yang mengandung Paracetamol sebaiknya tidak diberikan kepada penderita asma terutama anak-anak, karena bisa menyebabkan peningkatan resiko asma ataupun memperburuk penyakit asma yang telah diderita sebelumnya.
Baca Juga :  Vitamin D : Kegunaan, Dosis, Efek Samping

Penggunaan Oskadon SP untuk ibu hamil atau ibu menyusui

Amankah Oskadon SP untuk ibu hamil? FDA (badan pengawas obat dan makanan amerika serikat) menempatkan Paracetamol dalam kategori C, penjelasannya adalah sebagai berikut :

Penelitian pada reproduksi hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin dan tidak ada studi yang memadai dan terkendali dengan baik pada manusia, namun jika potensi keuntungan dapat dijamin, penggunaan obat pada ibu hamil dapat dilakukan meskipun potensi resiko sangat besar.

Amankan minum obat paracetamol saat hamil? Paracetamol dianggap sebagai pilihan pertama penghilang rasa sakit jika Anda hamil karena telah digunakan oleh sejumlah besar wanita hamil tanpa efek buruk pada ibu atau bayi.

FDA (US Food and Drug Administration) memasukan Ibuprofen ke dalam kategori D dengan penjelasan sebagai berikut :

Penelitian pada hewan atau manusia telah menunjukkan efek buruk pada janin dan/atau terdapat bukti positif beresiko terhadap janin manusia berdasarkan data-data efek samping yang dikumpulkan melalui penelitian atau data pemasaran, dan resikonya terbukti jelas lebih buruk daripada manfaat yang bisa diperoleh.

Sebaiknya tidak menggunakan Oskadon SP untuk ibu hamil, terutama pada trisemester ke 3 (usia kehamilan lebih dari 30 minggu). Jika dilakukan, obat ini bisa meningkatkan risiko penutupan prematur atau patent ductus arteriosus.

Penggunaan Ibuprofen untuk ibu hamil saat usia kehamilan 30 minggu atau lebih, juga dikaitkan dengan peningkatan risiko komplikasi, termasuk masalah jantung pada bayi dan berkurangnya jumlah cairan ketuban. Sementara itu, penggunaan Ibuprofen pada 30 minggu pertama kehamilan dapat menyebabkan peningkatan risiko komplikasi, termasuk keguguran.

(sumber : Amankah minum Ibuprofen saat hamil?).

Jadi, amankah Oskadon SP untuk ibu hamil?

Idealnya, wanita hamil harus menghindari penggunaan obat-obatan, terutama selama 3 bulan pertama. Kondisi seperti pilek atau sakit dan nyeri ringan sering hilang dengan sendirinya tanpa penggunaan obat. Anda hanya perlu beristirahat dan minum yang cukup.

Namun, jika Anda sedang hamil dan merasa perlu meminum obat penghilang rasa sakit, penggunaan Paracetamol untuk ibu hamil umumnya aman. Penggunaan Paracetamol untuk ibu hamil pada semua tahap kehamilan untuk mengurangi suhu tinggi dan untuk menghilangkan rasa sakit sudah sering dilakukan. Tidak ada bukti jelas bahwa obat demam ini memiliki efek berbahaya pada bayi yang belum lahir.

Baca Juga :  Sucralfate Suspensi & Tablet : Obat Penyakit Asam Lambung

Ketika paracetamol dikombinasikan dengan Ibuprofen, seperti dalam Oskadon SP, maka, penggunaan obat seperti ini adalah tidak aman. ibuprofen tidak boleh digunakan selama kehamilan terutama usia kehamilan lebih dari 30 minggu.

Amankah penggunaan Oskadon SP untuk ibu menyusui?

Paracetamol adalah pilihan pertama penghilang rasa sakit jika Anda menyusui. Paracetamol bisa ditemukan dalam ASI dalam jumlah yang sangat kecil yang tidak mungkin membahayakan bayi Anda. Ibuprofen masuk ke dalam ASI, tetapi efek terhadap bayi relatif kecil.

Kedua komponen obat mampu masuk ke dalam ASI meski dalam jumlah kecil. Konsultasikan dengan dokter sebelum menggunakan Oskadon SP selama menyusui.

Interaksi

Interaksi dengan obat lain dapat mengubah cara kerja obat atau meningkatkan risiko terjadinya efek samping yang serius. Beritahu dokter dan apoteker tentang obat apa saja yang sedang Anda konsumsi. Jangan memulai, menghentikan, atau mengubah dosis obat apa pun tanpa persetujuan dokter Anda.

Berikut interaksi obat yang mungkin terjadi :

  • Terjadi pengurangan penyerapan saat digunakan dengan colestyramine.
  • Konsentrasi serum menurun jika digunakan bersama dengan rifampicin dan beberapa antikonvulsan (misalnya. phenytoin, phenobarbital, carbamazepine, primidone).
  • Meningkatkan efek antikoagulan warfarin dan obat golongan kumarin lainnya jika digunakan secara jangka panjang.
  • Terjadi peningkatan penyerapan jika digunakan dengan metoclopramide dan domperidone.
  • Terjadi peningkatan konsentrasi serum saat digunakan dengan probenecid.
  • Dapat meningkatkan konsentrasi serum chloramphenicol.
  • Terjadi peningkatan risiko ulserasi gastrointestinal, perforasi, atau perdarahan jika digunakan dengan obat jenis NSAID lainnya (misalnya. Aspirin), antiplatelet, antikoagulan (misalnya. Warfarin), kortikosteroid, SSRI.
  • Terjadi peningkatan risiko hiperkalemia dan toksisitas ginjal jika digunakan dengan siklosporin, tacrolimus.
  • Terjadi peningkatan kadar dan risiko toksisitas dengan litium, metotreksat.
  • Dapat mengurangi efek antihipertensi obat golongan inhibitor ACE, antagonis reseptor angiotensin II.

Dosis Oskadon SP

Berikut adalah dosis Oskadon SP yang lazim digunakan :

  • Dewasa : 3-4 x sehari 1 tablet bersama makan atau tepat setelah makan.
  • Anak berusia 7-12 tahun : 3-4 x sehari ½-1 tablet.

Aturan Pakai Oskadon SP

  • Baca Panduan Pengobatan yang disediakan oleh apoteker Anda sebelum Anda mulai menggunakan obat Oskadon SP. Jika Anda memiliki pertanyaan, tanyakan kepada dokter atau apoteker Anda.
  • Dosis Oskadon SP didasarkan pada kondisi medis Anda dan respons terhadap pengobatan. Jangan menambah dosis atau minum obat Oskadon SP lebih sering daripada yang diarahkan.
  • Obat Oskadon SP sebaiknya diminum dengan makanan untuk mengurangi efek samping pada saluran pencernaan. Namun, makanan akan mengurangi penyerapan obat.
  • Gunakan obat Oskadon SP secara teratur untuk mendapatkan manfaat maksimal. Ingat untuk menggunakannya pada waktu yang sama setiap hari.
  • Jangan menghentikan pengunaan obat sebelum durasi waktu yang disarankan.
  • Katakan kepada dokter jika kondisi Anda memburuk.

Artikel Pengetahuan Obat lainnya

Oskadon SP tablet adalah obat yang bisa didapatkan dengan/tanpa resep dokter. Jangan menggunakan obat pereda nyeri ini melebihi dosis dan durasi yang telah diresepkan oleh dokter. Penggunaan yang berlebihan tidak akan meningkatkan manfaat obat ini namun justru akan meningkatkan efek sampingnya.