Neuralgin Rhema Obat Apa? Dosis, Kegunaan, Efek Samping

Neuralgin Rhema adalah obat pereda nyeri produksi Kalbe Farma. Kegunaan Neuralgin Rhema adalah untuk meredakan nyeri ringan sedang sampai berat seperti rhematik, mialgia, atralgia, neuralgia, sakit gigi, nyeri haid, nyeri karena kanker, kolik ginjal dan kandung kemih, dan nyeri paska operasi. Terdapat dua jenis obat Neuralgin, yaitu : Neuralgin Rhema Tablet dan Neuralgin Rx Tablet. Kandungan Neuralgin Rhema adalah Natrium diclofenac, Thiamine HCL, Pyridoxine HCL, Cyanocobalamin, Caffeine. Sedangkan kandungan Neuralgin Rx adalah Methampyrone, thiamine HCl, pyridoxine HCl, cyanocobalamin, caffeine.

Harga Neuralgin Rhema kurang lebih Rp. 10.000 per pepel, sama dengan harga Neuralgin Rx kurang lebih Rp. 10.000 per pepel.

Dalam artikel ini kita akan mengenal lebih jauh mengenai obat Neuralgin Rhema. Sedangkan artikel tentang Neuralgin Rx bisa dibaca di Informasi Obat Neuralgin Rx. Neuralgin Rhema obat apa, apa kegunaan, efek samping, dan apa saja zat aktif yang merupakan kandungan Neuralgin Rhema? Berikut adalah keterangan lengkapnya :

Neuralgin Rhema Obat Apa?

Neuralgin Rhema adalah obat pereda nyeri yang mengandung zat aktif Natrium diclofenac, Thiamine HCL, Pyridoxine HCL, Cyanocobalamin, Caffeine. Obat pereda nyeri ini diproduksi oleh perusahaan farmasi, yaitu Kalbe Farma. Obat pereda nyeri ini bisa diperoleh hanya dengan resep dokter di apotek.

Zat aktif

Natrium diclofenac adalah obat pereda nyeri, anti-inflamasi (radang), dismenore, nyeri ringan sampai sedang pasca operasi terutama jika pasien juga mengalami peradangan. Natrium diclofenac sering pula digunakan untuk mengobati sakit gigi, asam urat, sebagai pereda nyeri pada penderita arthritis, rheumatoid arthritis, osteoarthritis, migrain akut dan nyeri karena batu ginjal dan batu empedu.

Natrium diclofenac adalah salah satu obat golongan nonsteroidal anti-inflammatory drug (NSAID). Nama lain obat ini adalah Sodium diclofenac.

Thiamine adalah nama lain vitamin B1. Vitamin ini salah satu jenis dari vitamin B. Vitamin ini termasuk vitamin larut air. Kegunaan Thiamine adalah untuk mengobati kasus defisiensi vitamin B1, salah satunya penyakit beri-beri. Bersama dengan ATP, membentuk senyawa thiamine pyrophosphate, suatu koenzim esensial yang sangat berperan dalam proses metabolisme karbohidrat.

Pyridoxine adalah nama lain vitamin B6. Pyridoxine sebenarnya adalah sekelompok senyawa kimia yang sangat mirip dan dapat saling menggantikan (interconverted) dalam sistem biologi. Beberapa bentuk Pyridoxine yang telah dikenal misalnya, pyridoxine, pyridoxine 5-phosphate, pyridoxal, pyridoxal 5-phosphate, pyrodoxamine, pyridoxamine 5-phospahte, dan lain-lain. Kegunaan pyridoxine adalah untuk membantu metabolisme makronutrien, sintesis neurotransmitter, sintesis histamin, sintesis hemoglobin, dan ekspresi gen.

Cyanocobalamin adalah nama lain vitamin B12. Kegunaan Cyanocobalamin adalah untuk mengobati anemia pernisiosa, defisiensi vitamin b12 akibat kurangnya asupan dari makanan, tirotoksikosis, perdarahan, penyakit hati, dan ginjal.

Baca Juga :  Cotrimoxazole Obat Apa : Kegunaan, Dosis, Efek Samping

Caffeine adalah stimulan sistem saraf pusat yang termasuk kelas methylxanthine. Kegunaan Ceffeine adalah untuk mencegah rasa kantuk dengan cara menghambat aksi adenosine secara reversibel.

Vitamin B adalah vitamin yang berguna untuk kesehatan saraf. Oleh karena itu, Neuralgin Rhema yang mengandung kombinasi Natrium diclofenac yang merupakan obat pereda nyeri dengan vitamin B sangat baik untuk mengobati nyeri pada saraf (neuralgia).

Produsen

Neuralgin Rhema diproduksi oleh Kalbe Farma.

Komposisi

Kandungan Neuralgin Rhema Tablet adalah :

Per tablet :

  • Natrium diclofenac 50 mg
  • Thiamine HCl 50 mg
  • Pyridoxine HCl 10 mg
  • Cyanocobalamin 10 mcg
  • Caffeine 50 mg

Bentuk Sediaan

Neuralgin Rhema dijual dengan kemasan :

  • Box, 10 blister x 10 Enteric Coated Caplet
Neuralgin Rhema Kalbe Farma

Ringkasan

Berikut tabel yang memuat informasi obat Neuralgin Rhema secara singkat :

Informasi ObatNeuralgin Rhema
GolonganG (dengan resep)
KomposisiNatrium diclofenac 50 mg; Thiamine HCl 50 mg; Pyridoxine HCl 10 mg; Cyanocobalamin 10 mcg; Caffeine 50 mg
Indikasineuritis dan neuralgia (nyeri saraf)
KontraindikasiHipersensitif; Penyakit leber tahap awal; Tukak gastroduodenal atau tukak lambung; Pasien asma bronkial
Dosislihat bagian dosis
Aturan PakaiDengan atau tanpa makanan; Jangan dikunyah atau dihancurkan
Sediaan10 blister x 10 enteric coated caplet
ProdusenKalbe Farma

Indikasi dan Kegunaan Neuralgin Rhema

Sebelum menggunakan obat ini, harus benar-benar sudah mempertimbangkan potensi manfaat dan risiko Neuralgin Rhema. Gunakan dosis efektif terendah untuk durasi terpendek yang konsisten dengan tujuan perawatan pasien.

Kegunaan Neuralgin Rhema adalah untuk meredakan nyeri ringan, sedang sampai berat terkait neuritis dan/atau neuralgia. Bisa juga digunakan untuk meredakan rhematik, mialgia, atralgia, sakit gigi, nyeri haid, nyeri karena kanker, kolik ginjal dan kandung kemih, dan nyeri paska operasi.

Kontraindikasi

Neuralgin Rhema kontraindikasi pada pasien berikut ini :

  • Hipersensitif.
  • Penyakit leber tahap awal.
  • Memiliki riwayat tukak gastroduodenal atau tukak lambung.
  • Pasien penderita asma bronkial
  • Urtikaria, rinitis yang diinduksi oleh asam asetilsalisilat/ aspirin atau turunannya.
  • Polycythemia vera.

Efek Samping Neuralgin Rhema

Selain memberikan efek yang dibutuhkan, sebagian besar obat dapat menyebabkan beberapa efek samping yang tidak diinginkan. Meskipun tidak semua efek samping ini dapat terjadi, penggunaan obat tetap harus dilakukan secara hati-hati. Segera dapatkan perawatan medis yang sesuai jika efek samping yang parah terjadi.

Berikut adalah beberapa efek samping Neuralgin Rhema yang mungkin terjadi :

  • Erupsi kulit dan reaksi hipersensitivitas lainnya, polycythemia vera.
  • Sakit perut, mual, muntah, diare, dispepsia, perut kembung, anoreksia, retensi urin, hemoragik gastroduodenal, perdarahan usus, hematemesis, ulkus, perforasi, diare berdarah, kolitis ulserativa atau Crohn’s proctocolitis, gingivostomatitis, lesi esofagus, lesi kerongkongan.
  • Pusing, sakit kepala, kelelahan, paresthesia, gangguan sensorik dan visual, gangguan memori, disorientasi, tinitus, insomnia, iritasi psikotik, gangguan rasa.
  • Erupsi vesikular, eksim, eritema multiforme, sindrom Stevens-Johnson, nekrolisis epidermal toksik, eritroderma, alopesia, reaksi photosensitivitas, purpura.
  • Hematuria, proteinuria, insufisiensi ginjal akut
  • Peningkatan aktivitas aminotransferase, hepatitis dengan atau tanpa ikterus.
  • Trombositopenia, leukopenia, anemia hemolitik, anemia aplastik, agranulositosis, hipotensi arteri, edema, reaksi anafilaksis.
Baca Juga :  Clindamycin 150 mg, 300 mg, Salep dan Gel : Informasi Lengkap

Peringatan

Waspadai hal-hal di bawah saat menggunakan obat pereda nyeri ini :

  • Sebelum menggunakan obat ini, beri tahu dokter atau apoteker jika Anda memiliki riwayat hipersensitif terhadapnya. Hentikan pemakaian obat pereda nyeri ini jika Anda mengalami tanda-tanda reaksi alergi, misalnya : ruam, gatal, sakit tenggorokan, demam, arthralgia, pucat.
  • Sebelum menggunakan obat pereda nyeri ini, beri tahu dokter atau apoteker riwayat kesehatan Anda, terutama : dehidrasi; gangguan fungsi ginjal, hati dan jantung, maag atau perdarahan gastrointestinal.
  • Obat ini tidak dianjurkan untuk anak-anak.
  • Obat ini tidak dianjurkan untuk pasien lansia.
  • Beritahu dokter jika Anda hamil, atau berencana untuk hamil dalam waktu dekat.
  • Beritahu dokter jika Anda sedang menyusui.
  • Jika diberikan dalam dosis tinggi, obat pereda nyeri ini bisa menyebabkan kerusakan hati. Risiko kerusakan hati lebih tinggi pada pengguna alkohol.
  • Penggunaan dosis tinggi juga meningkatkan resiko terjadinya perdarahan lambung.
  • Penggunaan obat pereda nyeri ini dalam jangka panjang, dapat meningkatkan resiko kerusakan ginjal.

Penggunaan Neuralgin Rhema Untuk ibu hamil atau ibu menyusui

Amankan minum obat Neuralgin Rhema untuk ibu hamil? Idealnya, wanita hamil harus menghindari penggunaan obat-obatan, terutama selama 3 bulan pertama. Sakit dan nyeri ringan sering hilang dengan sendirinya tanpa penggunaan obat. Anda hanya perlu beristirahat dan minum yang cukup.

FDA (badan pengawas obat dan makanan amerika serikat) menempatkan diclofenac dalam kategori C, penjelasannya adalah sebagai berikut :

Penelitian pada reproduksi hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin dan tidak ada studi yang memadai dan terkendali dengan baik pada manusia, namun jika potensi keuntungan dapat dijamin, penggunaan obat pada ibu hamil dapat dilakukan meskipun potensi resiko sangat besar.

Sebuah penelitian keamanan natrium diclofenac pada kehamilan yang dilakukan pada induk tikus menghasilkan data : Perubahan morfologis yang signifikan diamati pada hati anak-anak tikus yang induknya dirawat dengan natrium diclofenac. Tidak ada perbedaan signifikan yang diamati pada morfologi hati antara anakan betina dan jantan. Tidak ada efek signifikan dari natrium diclofenac pada morfologi ginjal dan testis pada semua anakan. (sumber : keamanan natrium diclofenac pada kehamilan yang dilakukan pada induk tikus)

Penelitian terhadap keamanan diclofenac pada trimester pertama menghasilkan data : penggunaan diclofenac relatif aman selama trimester pertama kehamilan dan ukuran sampel yang diteliti memungkinkan untuk mengecualikan risiko malformasi kongenital yang lebih tinggi dari 3.3, dengan kekuatan 80%. (sumber : keamanan diclofenac pada trimester pertama)

Baca Juga :  Lansoprazole Obat Apa : Kegunaan, Dosis, Efek Samping

Penelitian lanjutan masih terus dilakukan. Dan pada umumnya, Obat-obat yang mengandung NSAID (semacam Natrium diclofenac), seperti Neuralgin Rhema sebaiknya tidak diberikan untuk wanita hamil terutama pada trimester akhir karena dapat menyebabkan penutupan dini duktus arteriosus.

Amankah minum Neuralgin Rhema untuk ibu menyusui? Penggunaan Neuralgin Rhema untuk ibu menyusui dilakukan secara hati-hati. Beri jarak yang cukup antara minum obat dan menyusui.

Interaksi

Interaksi dengan obat lain dapat mengubah cara kerja obat atau meningkatkan risiko terjadinya efek samping yang serius. Beritahu dokter dan apoteker tentang obat apa saja yang sedang Anda konsumsi. Jangan memulai, menghentikan, atau mengubah dosis obat apa pun tanpa persetujuan dokter Anda.

Berikut adalah interaksi obat yang mungkin terjadi :

  • Diketahui bisa berinteraksi dengan obat-obat seperti levodopa, phenobarbital, phenytoin, cycloserine, hydralazine, penicillamine, cyclosporin.
  • Terjadi penurunan penyerapan vitamin B12 jika digunakan bersamaan dengan aminoglikosida, colchicine, produk berbasis kalium yang dilepaskan dalam waktu lama, asam aminosalisilat, antikonvulsan, kobalt, alkohol dan asam askorbat.
  • Peningkatan kadar plasma produk berbasis lithium, digoxin, methotrexate dan NSAID.
  • Penggunaan bersama antikoagulan (seperti : warfarin), aspirin, kortikosteroid (seperti : prednisone), heparin, atau selective serotonin reuptake inhibitor (SSRI) (seperti : fluoxetine) akan meningkatkan risiko perdarahan lambung.
  • Meningkatkan efek samping obat-obat berikut : cyclosporin, lithium, methotrexate, kuinolon (seperti, ciprofloxacin), atau sulfonilurea (seperti, glipizide).
  • Angiotensin-converting enzyme (ACE) inhibitor  (misalnya, captopril, enalapril) atau diuretik (misalnya, furosemide, hydrochlorothiazide) : efektivitas obat-obat ini menurun.

Dosis Neuralgin Rhema

Berikut adalah dosis Neuralgin Rhema yang lazim digunakan :

  • Dewasa : 3 x sehari 1 caplet
  • Anak-anak : 3 x sehari 1/2 caplet

Aturan Minum Neuralgin Rhema

  • Baca Panduan Pengobatan yang disediakan oleh apoteker Anda sebelum Anda mulai menggunakan obat pereda nyeri saraf ini. Jika Anda memiliki pertanyaan, tanyakan kepada dokter atau apoteker Anda.
  • Dosis didasarkan pada kondisi medis Anda dan respons terhadap pengobatan. Jangan menambah dosis atau minum obat ini lebih sering daripada yang diarahkan.
  • Neuralgin Rhema dapat diminum dengan atau tanpa makanan. Namun, sebaiknya diminum setelah makan untuk mengurangi ketidaknyamanan gastrointestinal.
  • Obat Neuralgin Rhema harus ditelan utuh, jangan dikunyah atau dihancurkan.
  • Gunakan obat pereda nyeri ini secara teratur untuk mendapatkan manfaat maksimal. Ingat untuk menggunakannya pada waktu yang sama setiap hari.
  • Jangan menghentikan pengunaan obat sebelum durasi waktu yang disarankan.
  • Katakan kepada dokter jika kondisi Anda memburuk.

Artikel Pengetahuan Obat lainnya :

Neuralgin Rhema adalah obat yang hanya bisa didapatkan dengan resep dokter. Jangan menggunakan obat pereda nyeri saraf ini melebihi dosis dan durasi yang telah diresepkan oleh dokter. Penggunaan yang berlebihan tidak akan meningkatkan manfaat obat ini namun justru akan meningkatkan efek sampingnya.