Neozep Forte (Tablet Pereda Flu) : Informasi Lengkap

Neozep Forte adalah obat flu produksi Medifarma Laboratories. Kegunaan Neozep Forte adalah untuk mengobati gejala flu, seperti demam, sakit kepala, hidung tersumbat, dan bersin-bersin. Di Apotik, obat flu ini tersedia berupa Neozep Forte Tablet dalam kemasan catch cover isi 4 tablet.

Kandungan Neozep Forte adalah Paracetamol, phenylpropanolamine HCl, salicylamide, dan chlorpheniramine maleate (CTM). Harga Neozep Forte Tablet pereda flu di kisaran Rp. 1.000 – 2.500 per pepel.

Dalam artikel ini kita akan mengenal lebih jauh mengenai obat flu ini. Neozep Forte obat apa, apa manfaat, efek samping, dan zat apa saja yang merupakan kandungan Neozep Forte.

Neozep Forte Obat Apa?

Neozep Forte adalah obat flu dengan kandungan zat aktif kombinasi Paracetamol, phenylpropanolamine HCl, salicylamide, dan chlorpheniramine maleate. Neozep Forte diproduksi oleh perusahaan farmasi, yaitu, Medifarma.

Zat aktif

Paracetamol atau disebut juga dengan nama lain acetaminophen adalah obat analgetic (pereda nyeri) dan antipiretik (penurun demam). Obat ini bisa diperoleh tanpa resep dokter.

Phenylpropanolamine adalah nasal dekongestan, stimulan, dan agen anoretic. Phenylpropanolamine digunakan dalam bentuk garamnya yaitu phenylpropanolamine HCl.

Salicylamide (o-hydroxybenzamide) adalah obat penghilang rasa sakit (analgetic) dan penurun panas (antipiretik).

Chlorpheniramine maleate/chlorphenamine/chlortrimeton/CTM adalah antihistamin generasi pertama. Kegunaan obat ini adalah untuk mengobati gejala alergi seperti rhinitis dan urtikaria.

Produsen

Neozep Forte diproduksi oleh Medifarma Laboratories /United American Pharmaceuticals LTD

Kandungan

Komposisi Neozep Forte Tablet pereda flu adalah :

Per tablet :

  • Paracetamol 250 mg
  • Phenylpropanolamine HCl 15 mg
  • Salicylamide 150 mg
  • Chlorpheniramine maleate 2 mg

Bentuk Sediaan

Neozep Forte dijual dengan kemasan :

  • Catch cover isi 4 tablet
Neozep forte tablet pereda flu

Ringkasan

Berikut tabel yang memuat informasi obat Neozep Forte secara singkat :

Informasi ObatNeozep Forte
GolonganW (dengan /tanpa resep)
KandunganParacetamol, phenylpropanolamine HCl, salicylamide, dan chlorpheniramine maleate
IndikasiFlu
KontraindikasiHipersensitif; Penderita hipertensi parah, penyakit jantung, diabetes mellitus, dan gangguan fungsi hati; Pengguna obat golongan monoamine oksidase (MAO) inhibitors
DosisLihat bagian dosis
Aturan PakaiDengan atau tanpa makanan
Sediaantablet
ProdusenMedifarma Laboratories
Baca Juga :  Asam Mefenamat Obat Apa : Kegunaan, Dosis, Efek Samping

Indikasi dan Kegunaan Neozep Forte

Sebelum menggunakan obat ini, harus benar-benar sudah mempertimbangkan potensi manfaat dan risiko yang mungkin terjadi. Gunakan dosis efektif terendah untuk durasi terpendek yang konsisten dengan tujuan perawatan pasien.

Kegunaan Neozep Forte adalah untuk mengobati kondisi-kondisi berikut :

  • Gejala flu, seperti demam, sakit kepala, hidung tersumbat, dan bersin-bersin.

Kontraindikasi

Neozep Forte kontraindikasi pada pasien berikut ini :

  • Hipersensitif terhadap salah satu komposisi obat.
  • Pasien yang peka terhadap obat simpatomimetik lain, seperti, efedrin, pseudoefedrin, fenilefrin.
  • Penderita hipertensi parah, penyakit jantung, diabetes mellitus, dan gangguan fungsi hati yang parah.
  • Sedang menjalani pengobatan dengan obat golongan monoamine oksidase (MAO) inhibitors.

Efek Samping Neozep Forte

Selain memberikan efek yang dibutuhkan, sebagian besar obat dapat menyebabkan beberapa efek samping yang tidak diinginkan. Meskipun tidak semua efek samping ini dapat terjadi, penggunaan obat tetap harus dilakukan secara hati-hati. Segera dapatkan perawatan medis yang sesuai jika efek samping yang parah terjadi.

Berikut adalah beberapa efek samping neozep Forte yang mungkin terjadi :

  • Sakit kepala, mengantuk, vertigo, gangguan psikomotor, mulut, hidung, dan tenggorokan kering.
  • Gangguan pencernaan, seperti, berkurangnya nafsu makan, mual, dan muntah.
  • Ketakutan, kegelisahan, tremor, insomnia, kebingungan, iritabilitas dan keadaan psikotik.
  • Nyeri anginal, refleks bradikardia, takikardia dan aritmia jantung, palpitasi dan serangan jantung, perdarahan serebral dan edema paru.
  • Retensi urin pada pasien pria. Pembesaran prostat bisa menjadi faktor predisposisi yang penting.
  • Sakit kepala, mengantuk, vertigo, gangguan psikomotor, aritmia, takikardi, mulut kering, palpitasi, dan retensi urin.

Peringatan

Waspadai hal-hal di bawah saat menggunakan Neozep Forte :

  • Sebelum menggunakan obat ini, beri tahu dokter atau apoteker jika Anda memiliki riwayat hipersensitif terhadapnya; atau terhadap salah satu kandungan obat. Hentikan pemakaian obat flu ini jika Anda mengalami tanda-tanda reaksi alergi, misalnya : ruam, gatal, sakit tenggorokan, demam, arthralgia, pucat.
  • Sebelum menggunakan obat ini, beri tahu dokter atau apoteker riwayat kesehatan Anda, terutama penyakit jantung, diabetes; glaukoma; gangguan fungsi ginjal atau hati; hipertrofi prostat, hipertiroid.
  • Gunakan obat flu ini setelah makan untuk meminimalisir efek samping pada saluran pencernaan.
  • Pasien yang menggunakan alkohol lebih rentan mengalami efek samping berupa gangguan fungsi hati.
  • Pasien lanjut usia lebih rentan mengalami efek samping obat ini, terutama efek samping pada saluran pencernaan.
  • Penggunaan obat flu ini untuk anak usia di bawah 6 tahun tidak direkomendasikan.
  • Neozep Forte menyebabkan kantuk. Alkohol bisa menambah efek ini. Jangan mengemudi, menggunakan mesin, atau melakukan apa pun yang membutuhkan kewaspadaan tinggi.
Baca Juga :  Pronicy Tablet 4 mg (Cyproheptadine HCl) : Informasi Lengkap

Penggunaan Neozep Forte Untuk ibu hamil atau ibu menyusui

Amankah Neozep Forte untuk ibu hamil? FDA (badan pengawas obat dan makanan amerika serikat) menempatkan paracetamol, dan Phenylpropanolamine dalam kategori C, penjelasannya adalah sebagai berikut :

Penelitian pada reproduksi hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin dan tidak ada studi yang memadai dan terkendali dengan baik pada manusia, namun jika potensi keuntungan dapat dijamin, penggunaan obat pada ibu hamil dapat dilakukan meskipun potensi resiko sangat besar.

Wanita hamil lebih rentan terkana flu dibandingkan wanita usia reproduksi yang tidak hamil. Perubahan sistem kekebalan tubuh, jantung, dan paru-paru selama kehamilan membuat wanita hamil (dan wanita hingga dua minggu pascapersalinan) lebih rentan terhadap penyakit parah akibat flu, termasuk penyakit yang mengakibatkan rawat inap. Flu juga bisa berbahaya bagi janin. Oleh karena itu, ibu hamil yang terkena flu sebaiknya segera ke dokter untuk memeriksakan kondisi kesehatannya.

Banyak obat flu mengandung lebih dari satu jenis obat. Beberapa mungkin lebih aman daripada yang lain, tetapi tidak ada yang terbukti 100% aman. Secara umum, yang terbaik adalah menghindari obat flu, jika mungkin, terutama selama 3 sampai 4 bulan pertama kehamilan. Langkah perawatan diri terbaik untuk merawat diri sendiri ketika Anda terserang flu adalah istirahat dan minum banyak cairan, terutama air. (sumber : Kehamilan dan flu).

Penggunaan obat flu untuk ibu hamil tidak dianjurkan. Namun, jika terpaksa digunakan, harus dengan pengawasan dokter.

Amankah neozep Forte untuk ibu menyusui? Paracetamol diketahui ikut keluar bersama ASI, meskipun dalam jumlah yang kecil. Oleh karena itu, penggunaan Neozep Forte untuk ibu menyusui sebaiknya dikonsultasikan dengan dokter.

Interaksi

Interaksi dengan obat lain dapat mengubah cara kerja obat atau meningkatkan risiko terjadinya efek samping yang serius. Beritahu dokter dan apoteker tentang obat apa saja yang sedang Anda konsumsi. Jangan memulai, menghentikan, atau mengubah dosis obat apa pun tanpa persetujuan dokter Anda.

Baca Juga :  Opistan 500 mg (Mefenamic Acid : Informasi Lengkap

Berikut interaksi obat yang mungkin terjadi :

  • Obat ini mengandung CTM/Chlorpheniramine maleate salah satu antihistamin. Antihistamin dapat mempotensiasi depresan sistem saraf pusat lainnya.
  • Efek obat ini diperpanjang oleh obat golongan MAOI.
  • Penggunaan dengan obat simpatomimetik, seperti, dekongestan, antidepresan trisiklik, penekan nafsu makan dan psikostimulan seperti amfetamin atau obat-obat golongan MAOI yang mengganggu katabolisme amin simpatomimetik, dapat menyebabkan krisis hipertensi.
  • Phenylpropanolamine dapat membalikkan tindakan hipotensi obat-obatan yang mengganggu aktivitas simpatik, termasuk bretylium, bethanidine, guanethidine, debrisoquine, methyldopa dan α- dan β-adrenergic-blocking agents.
  • Risiko hipertensi dan aritmia meningkat jika digunakan bersama glikosida jantung, kuinidin atau TCA.
  • Risiko efek vasokonstriktor meningkat jika digunakan bersama dengan alkaloid ergot atau oksitosin.
  • Metoclopramide akan meningkatkan efek analgetic paracetamol.
  • Carbamazepine, fenobarbital dan fenitoin akan meningkatkan potensi kerusakan hati.
  • Kolestiramin dan lixisenatide akan mengurangi efek farmakologis paracetamol.
  • Paracetamol meningkatkan efek koagulansi warfarin sehingga terjadi peningkatan potensi risiko perdarahan.

Dosis Neozep Forte

Berikut adalah dosis Neozep Forte yang lazim digunakan :

  • Dewasa dan anak usia > 12 tahun : 3-4 x sehari 1 tablet.
  • Anak-anak usia 6-12 tahun : 3-4 x sehari ½ tablet.

Aturan Pakai Neozep Forte

  • Baca Panduan Pengobatan yang disediakan oleh apoteker Anda sebelum Anda mulai menggunakan obat Flu. Jika Anda memiliki pertanyaan, tanyakan kepada dokter atau apoteker Anda.
  • Dosis didasarkan pada kondisi medis Anda dan respons terhadap pengobatan. Jangan menambah dosis atau minum obat flu ini lebih sering daripada yang diarahkan.
  • Obat flu ini sebaiknya diminum dengan makanan untuk mengurangi efek samping pada saluran pencernaan. Namun, makanan akan mengurangi penyerapan obat.
  • Gunakan obat flu ini secara teratur untuk mendapatkan manfaat maksimal. Ingat untuk menggunakannya pada waktu yang sama setiap hari.
  • Jangan menghentikan pengunaan obat sebelum durasi waktu yang disarankan.
  • Katakan kepada dokter jika kondisi Anda memburuk.

Artikel Pengetahuan Obat lainnya

Neozep Forte Tablet pereda flu adalah obat yang bisa didapatkan dengan atau tanpa melalui resep dokter. Jangan menggunakan obat flu ini melebihi dosis dan durasi yang telah diresepkan oleh dokter. Penggunaan yang berlebihan tidak akan meningkatkan manfaat obat ini namun justru akan meningkatkan efek sampingnya.