5 Contoh Negara yang Menganut Sistem Ekonomi Komando

Sistem perekonomian sebuah negara sangat terkait dengan ideologi yang dianut bangsa tersebut. Negara yang menganut sistem ekonomi komando umumnya selalu dikaitkan dengan negara yang menerapkan sistem komunisme atau sistem sosialisme. Rusia adalah contoh negara yang dahulu menganut sistem ini, namun sekarang mulai membuka perekonomiannya ke arah ekonomi pasar. Demikian pula China, semakin membuka ruang adanya sistem pasar bebas dalam perekonomian negaranya.

Pengertian Sistem Ekonomi Komando

Sistem Ekonomi Komando adalah suatu sistem ekonomi di mana seluruh kebijakan ekonomi dikontrol sepenuhnya oleh pemerintah pusat. Penguasaan atas tanah, sumber daya alam, dan seluruh faktor produksi sepenuhnya di tangan negara atau dimiliki secara kolektif. Sistem yang dikenal juga dengan istilah sistem ekonomi terpusat terencana ini dianggap sebagai sistem ekonomi kiri. Sistem ini didasarkan pada prinsip kolektivisme, seperti : kesetaraan ekonomi, kepentingan kolektif, dan kepemilikan publik. Ini berarti bahwa dalam ekonomi komando intervensi pemerintah dalam kegiatan ekonomi sangat tinggi.

Ekonom yang berasal dari kota Wina, Austria yaitu Otto Neurath mengembangkan konsep ekonomi komando paska Perang Dunia I. Menurut Otto Neurath sistem ekonomi komando adalah cara untuk mengendalikan hiperinflasi. Istilah “ekonomi komando” berasal dari bahasa Jerman “Befehlswirtschaft.”

Beberapa karakteristik atau ciri-ciri sistem ekonomi komando yang membedakannya dengan sistem yang lain adalah :

  • Pemerintah pusat menyusun rencana pembangunan ekonomi, baik itu rencana ekonomi jangka pendek, menegah, atau jangka panjang. Rencana ekonomi lima tahun menetapkan tujuan ekonomi dan kemasyarakatan untuk setiap sektor dan wilayah negara.
  • Pemerintah mengalokasikan semua sumber daya sesuai dengan rencana yang disusun pemerintah pusat.
  • Pemerintah pusat menetapkan prioritas produksi semua barang dan jasa, termasuk berapa jumlahnya dan berapa harga barang itu dijual. Tujuannya adalah untuk menyediakan cukup makanan, perumahan, dan kebutuhan dasar lainnya bagi seluruh rakyat.
  • Pemerintah memiliki bisnis monopoli. Biasanya monopoli dilakukan pada sektor ekonomi yang dianggap penting untuk tujuan nasional. Tidak ada persaingan domestik di sektor-sektor penting ini.
  • Pemerintah menciptakan undang-undang, peraturan, dan arahan untuk menegakkan rencana pusat. Aktivitas perekonomian akan diarahkan untuk mengikuti rencana produksi dan target yang telah disusun pemerintah.
  • Pemerintah memiliki kekuasaan tertinggi dalam seluruh aktivitas perekonomian. Pihak swasta atau individu tidak punya peran berarti.
Baca Juga :  7 Ciri-Ciri Sistem Ekonomi Tradisional

Semua sistem ekonomi memiliki kelebihan atau kekurangan, termasuk sistem ekonomi komando. Salah satu kelebihan sistem ekonomi komando adalah adanya keselarasan antara visi dan misi pemerintah pusat dengan strata pemerintahan di bawahnya. Hal ini penting supaya segala sumber daya ekonomi difokuskan untuk mencapai tujuan nasional. Namun, inefisiensi, produktivitas yang rendah, dan terutama kebebasan dan hak milik pribadi/swasta yang dibatasi adalah kekurangan sistem ini, yang membuatnya banyak ditinggalkan. (Baca juga berbagai macam sistem ekonomi yang ada di dunia).

Contoh-contoh Ekonomi komando

Sistem ekonomi komando pada umumnya dianut oleh negara-negara yang dipimpin seorang diktator yang kuat. Hal ini sangat lumrah, karena tanpa pemimpin yang kuat sangat tidak mungkin mengendalikan seluruh perekonomian dalam satu komando.

Tokoh-tokoh sistem ekonomi komando pun dicitrakan sebagai seorang diktator. Sebut saja Lenin, Joseph Stalin, Mao Zedong, Fidel Castro, atau Kim Jong-Un.

Lebih jauh lagi, ekonomi komando juga sering dikaitkan dengan negara komunis. Komunisme adalah sistem ekonomi dan politik yang didasarkan pada prinsip-prinsip sosialisme. Komunisme berpusat pada gagasan membangun masyarakat yang didasarkan pada kepemilikan publik atas alat-alat produksi dan penghapusan bentuk kelas sosial apa pun. Dengan demikian, diktator komunis sering menggunakan ekonomi komando sebagai cara mengendalikan lebih lanjut negara mereka.

Salah satu contoh ekonomi komando dalam sejarah adalah saat Uni Soviet mengambil alih seluruh tanah pertanian di Ukraina. Tanah yang awalnya adalah milik para petani diambil paksa menjadi milik negara. Kejadian ini pada akhirnya justru menyebabkan terjadinya kelaparan di Ukraina alih-alih meningkatkan kesejahteraan sosial.

Contoh negara yang menganut sistem ekonomi komando

Ada banyak negara yang pernah dan masih menganut sistem ekonomi komando. Namun, seiring runtuhnya Uni Soviet perlahan tapi pasti sistem ini ditinggalkan karena dianggap gagal mewujudkan kesejahteraan rakyat.

Baca Juga :  Perbedaan Sistem Ekonomi Kapitalis dan Sistem Ekonomi Sosialis

Berikut adalah daftar negara yang menganut sistem ekonomi komando :

1. Rusia

Sejak dipimpin Vladimir Lenin, Rusia mengadopsi ideologi komunis dan menerapkan sistem ekonomi komando. Rusia adalah negara yang menganut sistem ekonomi komando pertama kali. Komite Perencanaan Negara Soviet, atau “Gosplan,” telah menjadi entitas ekonomi komando yang paling banyak dipelajari. Uni Soviet juga merupakan negara yang menganut sistem ekonomi komando terlama, antara tahun 1930-an hingga akhir 1980-an. Saat ini, Rusia mulai bergerak ke arah ekonomi pasar yang lebih terbuka.

2. China

Paska perang Dunia II, Mao Zedong memimpin China dengan menerapkan komunisme. Dia membangun China menggunakan sistem ekonomi yang terencana secara ketat oleh kebijakan pusat. Namun, saat ini China mulai menerapkan sistem ekonomi berbasis pasar. Meski begitu, pemerintah pusat masih mengontrol perekonomian secara garis besar melalui rencana lima tahun untuk mewujudkan tujuan dan sasaran ekonomi. Jadi secara resmi, China masih sebagai negara yang menganut sistem ekonomi komando.

3. Kuba

Sejak dipimpin Fidel Castro, Kuba menerapkan komunisme dan ekonomi terencana. Namun, di negara ini pasar gelap sangat lumrah karena sebenarnya diketahui bahkan semacam direstui pemerintah.

4. Korea Utara

Tidak diragukan lagi, saat ini Korea Utara adalah negara paling tertutup di dunia. Ini berawal paska berakhirnya perang Korea. Presiden pertamanya, Kim Il-sung membangun negara dengan sistem ekonomi terpusat. Namun nampaknya sistem ini mengalami kegagalan karena menciptakan kekurangan makanan, kekurangan gizi dan kelaparan. Dibandingkan dengan Korea Selatan, negara ini jauh tertinggal di bidang ekonomi.

5. Belarusia

Negara bekas satelit Uni Soviet ini masih menerapkan ekonomi komando. Saat ini, 75 % saham perbankan di sana dimiliki oleh negara. Bahkan 80 persen dari keseluruhan perekonomian di negara itu dikuasai negara.

Baca Juga :  Sistem Ekonomi : Pengertian, Jenis, Fungsi, Ciri-Ciri dan Contoh

Demikian artikel mengenai contoh-contoh negara yang menganut sistem ekonomi komando, meskipun sebagian besar diantaranya mulai menambahkan aspek-aspek ekonomi pasar ke dalam perekonomian negaranya. Semoga bermanfaat.