Natrium Diklofenak Obat Apa : Kegunaan, Dosis, Efek Samping

Natrium diklofenak adalah obat anti-inflamasi nonsteroid (NSAID). Kegunaan Natrium diklofenak adalah untuk mengobati nyeri yang disebabkan oleh peradangan non rematik, rheumatoid arthritis, osteoarthritis, ankylosing spondylitis, spondyloarthritis, nyeri pada asam urat, sebagai obat sakit gigi, dan nyeri ringan sampai sedang lainnya.

Natrium diklofenak adalah nama Indonesia untuk obat diclofenac sodium. Senyawa ini adalah bentuk garam dari diclofenac. Selain berupa garam natrium, bentuk garam lainnya adalah Kalium diklofenak.

Obat pereda nyeri ini umumnya tersedia berupa Natrium diklofenak tablet 25 mg dan 50 mg, Natrium diklofenak emulgel, Natrium diklofenak cream/salep, dan Natrium diklofenak tetes mata.

Di Apotik, obat pereda nyeri ini tersedia baik berupa Natrium diklofenak generik atau branded/nama paten Natrium diklofenak (misalnya, Flamar, Renadinac, Voltaren, Voltadex, dll). Harga Natrium diklofenak relatif terjangkau. Pilihan nama obat paten Natrium diklofenak juga sangat beragam.

Dalam artikel ini kita akan mengenal lebih jauh mengenai obat pereda nyeri ini. Natrium diklofenak obat untuk apa, apa kegunaan, efek samping, dan mengetahui merk-merk obat yang mengandung Natrium diklofenak yang ada di pasaran.

Daftar Isi

Ringkasan

Berikut tabel yang memuat informasi merk-merk obat yang mengandung diclofenac secara singkat :

Informasi ObatNatrium Diclofenac/Kalium Diclofenac
GolonganDengan resep
IndikasiNyeri yang disebabkan oleh peradangan non rematik, rheumatoid arthritis, osteoarthritis, ankylosing spondylitis, spondyloarthritis.
Dosislihat bagian dosis
Aturan PakaiDengan makanan
KontraindikasiUlkus peptikum, hipersensitif terhadap diclofenac, pasien dengan serangan asma, urtikaria, atau rinitis saat menggunakan aspirin atau antiinflamasi lainnya.
Sediaantablet 25 mg, 50 mg, 100 mg; Gel; Opthalmic
Merk yang tersediaAbdiflam, Aclonac, Anuva, Araclof, Arthrotec, Cataflam, Cataflam D, Cataflam D50, Cataflam Fast, Catanac, Deflamat, Dicloflam, Diclomec, Diflam, Dikloflam, Diklovit, Divoltar, Dolofenac, Eflagen, Elithris 50, Exaflam, Fenaren 50, Fenavel, Flamar, Flamenac, Flamic, Flamigra, Flamsy, Galtaren, Gratheos, Inflam, Kadiflam 25, Kadiflam 50, Kaditic, Kaflam, Klamaflam, Klotaren, Lafen, Linac, Lopain, Matsunaflam, Meflamin, Megatic 50, Merflam, Mirax, Nacoflar, Nadifen, Nadiflam, Neuralgin Rhema, Neurofenac, Neurofenac Plus, Nichoflam, Noncort, Potaflam, Proflam, Proklaf-25, Proklaf-50, Raost, Reflamid, Renadinac, Renadinac 75, Renvol 25, Renvol 50, Scanaflam, Scantaren, Tirmaclo – 50, Troflam, Valto Forte, Voltadex, Voltadex Retard, Voltados 25, Voltados 50, Voltaren, Voltaren Ophtha, Voltaren Retard, Voltaren Sr, Volten, Ximex Diklonis, X Flam, Yariflam, Zegren 50, Zelona

Natrium diklofenak Obat Apa?

Natrium diklofenak adalah obat golongan anti-inflamasi nonsteroid (NSAID). Diclofenac adalah derivat dari asam fenilasetat. Diclofenac memiliki sifat analgesik, antiinflamasi, dan antipiretik.

Mekanisme aksi

Obat ini bekerja dengan cara menghambat secara reversibel siklooksigenase-1 dan 2, juga menghambat sintesis prostaglandin.

Absorpsi

Natrium diklofenak bisa diserap dari saluran pencernaan dan kulit. Tingkat penyerapan akan menurun jika digunakan bersama dengan makanan. Ketersediaan hayati sekitar 55%. Waktu untuk mencapai konsentrasi plasma puncak (dalam kondisi puasa) kira-kira 1 jam (tablet atau kapsul konvensional, supositoria); 2-3 jam (tablet rilis tertunda); sekitar 4-5 jam (tablet atau kapsul rilis panjang); sekitar 0,25 jam (bubuk untuk larutan oral); sekitar 5 menit (IV); sekitar 20 menit (IM); 10-20 jam (transdermal).

Distribusi

Natrium diklofenak mampu melintasi plasenta dan memasuki ASI. Volume distribusi sekitar 1,3-1,4 L / kg. Ikatan protein plasma > 99% terutama untuk albumin.

Baca Juga :  Yusimox 500 mg Kaplet, Syrup, & Forte Syrup : Informasi lengkap
natrium diklofenak tablet 25 mg, 50 mg, natrium diklofenak gel, natrium diklofenak suppo

Indikasi dan Kegunaan Natrium diklofenak

Sebelum menggunakan obat ini, harus benar-benar sudah mempertimbangkan potensi manfaat dan risiko yang mungkin terjadi. Gunakan dosis efektif terendah untuk durasi terpendek yang konsisten dengan tujuan perawatan pasien.

Kegunaan Natrium diklofenak adalah untuk mengobati kondisi-kondisi berikut :

  • Inflamasi dan bentek degeneratif dari rematik seperti rheumatoid arthritis, ankylosing spondylitis, osteoarthrosis dan spondylarthritis.
  • Sindrom menyakitkan pada tulang belakang.
  • Rematik non-artikular.
  • Serangan gout akut.
  • lebih jelas lihat bagian dosis.

Kontraindikasi

Natrium diklofenak kontraindikasi pada pasien berikut ini :

  • Diketahui memiliki riwayat hipersensitivitas (misalnya, reaksi anafilaksis dan reaksi kulit yang serius) terhadap Diclofenac.
  • Memiliki riwayat penyakit asma, urtikaria, atau reaksi tipe alergi lainnya setelah mengonsumsi aspirin atau obat golongan NSAID lainnya. Reaksi anafilaksis yang parah, kadang-kadang fatal, terhadap NSAID telah dilaporkan pada pasien-pasien tersebut.
  • Pasien yang akan atau sudah menjalani operasi coronary artery bypass graft (CABG).
  • Ulkus lambung atau usus aktif, perdarahan atau perforasi.
  • Trimester terakhir kehamilan.
  • Kegagalan hati.
  • Gagal ginjal.
  • Gagal jantung kongestif.
  • Penyakit jantung iskemik.
  • Penyakit arteri perifer dan / atau penyakit serebrovaskular.

Efek Samping Natrium diklofenak

Selain memberikan efek yang dibutuhkan, sebagian besar obat dapat menyebabkan beberapa efek samping yang tidak diinginkan. Meskipun tidak semua efek samping ini dapat terjadi, penggunaan obat tetap harus dilakukan secara hati-hati. Segera dapatkan perawatan medis yang sesuai jika efek samping yang parah terjadi.

Berikut adalah beberapa efek samping Natrium diklofenak yang mungkin terjadi :

  • Efek samping yang biasanya terjadi adalah gangguan pencernaan.
  • Sakit kepala, mual, muntah, perut kembung, sulit tidur, ruam kulit, pruritus jarang terjadi.

Waspadai juga potensi efek samping berikut :

  • Signifikan : Retensi Natrium dan cairan, edema, hipertensi, kelainan fungsi hati, anemia, diskrasia darah berat yang jarang (misalnya. Agranulositosis, trombositopenia, anemia aplastik), risiko hiperkalemia.
  • Gangguan jantung : Nyeri dada.
  • Gangguan telinga dan labirin : Tinnitus.
  • Gangguan pencernaan : Mual, muntah, diare, konstipasi, perut kembung, sakit perut.
  • Infeksi dan infestasi : Influenza.
  • Gangguan metabolisme dan nutrisi : Anoreksia.
  • Gangguan muskuloskeletal dan jaringan ikat : Arthralgia, osteoarthritis, nyeri punggung, nyeri tungkai.
  • Gangguan sistem saraf : Sakit kepala, pusing.
  • Gangguan psikiatrik : Insomnia, mengantuk.
  • Gangguan ginjal dan kemih : ISK, kelainan fungsi ginjal, hematuria.
  • Gangguan pernapasan, toraks, dan mediastinum : Infeksi saluran pernapasan atas, nasofaringitis, sinusitis, bronkitis, batuk.
  • Gangguan kulit dan jaringan subkutan : Ruam, pruritus.
  • Gangguan pembuluh darah : Hipotensi.
  • Berpotensi Fatal : Reaksi anafilaksis, kejadian trombotik cardiovascular (misalnya. infark miokard, stroke), ulserasi gastrointestinal, perforasi atau perdarahan, bronkospasme; jarang, hepatotoksisitas (misalnya. hepatitis fulminan, nekrosis atau kegagalan hati), sindrom Stevens-Johnson, dermatitis eksfoliatif, nekrolisis epidermal toksik.

Peringatan

Waspadai hal-hal di bawah saat menggunakan Natrium diklofenak :

  • Sebelum meminum obat ini, beri tahu dokter atau apoteker jika Anda memiliki riwayat hipersensitif terhadapnya.
  • Sebelum menggunakan obat ini, beri tahu dokter atau apoteker riwayat kesehatan Anda, terutama : Kardiovaskular trombotik, hipertensi, gagal jantung dan edema, risiko ulserasi, perdarahan dan perforasi gastrointestinal, gagal ginjal, kehamilan dan ibu menyusui.
  • Minum obat pereda nyeri ini setelah makan untuk meminimalisir efek samping gastrointestinal.
  • Obat pereda nyeri ini bisa meningkatkan risiko perdarahan terutama pada penderita maag atau pendarahan gastrointestinal.
  • Sebaiknya tidak digunakan untuk pasien dengan kondisi hati dan ginjal yang buruk, dan sedang atau pernah sakit jantung.
  • Jika Anda memiliki riwayat hipertensi, lakukan pemantauan tekanan darah secara teratur selama menggunakan obat pereda nyeri ini.
  • Minum banyak cairan selama menggunakan obat pereda nyeri ini.
  • Sebaiknya tidak digunakan untuk jangka panjang.

Penggunaan Natrium diklofenak Untuk ibu hamil atau ibu menyusui

Amankah Natrium diklofenak untuk ibu hamil? FDA (badan pengawas obat dan makanan amerika serikat) menempatkan Diclofenac dalam kategori berbeda-beda tergantung bentuk sediaan.

Untuk sediaan topikal (Natrium diklofenak gel/Natrium diklofenak cream/salep) termasuk kategori C. Khusus untuk sediaan gel topikal dengan kadar 3% masuk kategori B.

Untuk sediaan IV / Parenteral / Oral (tablet)/ Rektal masuk kategori C (sebelum 30 minggu kehamilan). Bila usia kehamilan sudah 30 minggu atau lebih masuk kategori D.

Berikut adalah penjelasan masing-masing kategori kehamilan yang dikeluarkan oleh FDA :

Kategori B : Penelitian pada reproduksi hewan tidak  menunjukkan resiko pada janin dan tidak ada studi yang memadai dan terkendali dengan baik pada wanita hamil / Penelitian pada hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin, tapi studi yang memadai dan terkendali dengan baik pada wanita hamil tidak menunjukkan resiko pada janin di trimester berapapun.

Kategori C : Penelitian pada reproduksi hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin dan tidak ada studi yang memadai dan terkendali dengan baik pada manusia, namun jika potensi keuntungan dapat dijamin, penggunaan obat pada ibu hamil dapat dilakukan meskipun potensi resiko sangat besar.

Kategori D : Terbukti beresiko terhadap janin manusia berdasarkan bukti-bukti empiris yang didapatkan dari investigasi, pengalaman marketing maupun  studi terhadap manusia. Namun jika potensi keuntungan bisa dijamin  penggunaan obat pada ibu hamil bisa dilakukan meskipun potensi risiko sangat besar.

Tidak ada data yang cukup tentang penggunaan diclofenac pada ibu hamil. Oleh karena itu, Natrium diklofenak (selain sediaan topikal) sebaiknya tidak digunakan selama dua trimester pertama kehamilan kecuali manfaat yang diharapkan untuk ibu lebih besar daripada risiko terhadap janin.

Baca Juga :  Asimat 500 (Mefenamic Acid) : Informasi Lengkap

Namun, sebuah penelitian menunjukan bahwa penggunaan Natrium diklofenak (selain topikal) relatif aman selama trimester pertama kehamilan dan ukuran sampel yang diteliti memungkinkan untuk mengecualikan risiko malformasi kongenital. (sumber : Keamanan diclofenac selama kehamilan).

Seperti NSAID lainnya, penggunaan natrium diklofenak (selain sediaan topikal) selama trimester ketiga kehamilan dikontraindikasikan karena kemungkinan inersia uterus dan / atau penutupan prematur dari ductus arteriosus (lihat Kontraindikasi).

Amankah Natrium diklofenak untuk ibu menyusui? Natrium diklofenak mampu memasuki ASI. Oleh karena itu, sebaiknya tidak diberikan selama menyusui untuk menghindari efek yang tidak diinginkan pada bayi.

Seperti NSAID lainnya, penggunaan Natrium diklofenak (selain topikal) dapat mengganggu kesuburan wanita dan tidak direkomendasikan pada wanita yang berusaha untuk hamil. Pada wanita yang mengalami kesulitan hamil atau yang sedang menjalani penyelidikan infertilitas, sebaiknya tidak menggunakan obat ini.

Interaksi

Interaksi dengan obat lain dapat mengubah cara kerja obat atau meningkatkan risiko terjadinya efek samping yang serius. Beritahu dokter dan apoteker tentang obat apa saja yang sedang Anda konsumsi. Jangan memulai, menghentikan, atau mengubah dosis obat apa pun tanpa persetujuan dokter Anda.

Berikut interaksi obat yang mungkin terjadi :

  • Jika digunakan bersama dengan antikoagulan (misalnya, warfarin, heparin), aspirin, kortikosteroid (misalnya prednisone), atau selective serotonin reuptake inhibitor (SSRI) (misalnya, fluoxetine) menyebabkan peningkatan risiko perdarahan lambung.
  • Dapat meningkatkan efek samping Siklosporin, lithium, methotrexate, kuinolon (misalnya, ciprofloxacin), atau sulfonilurea (misalnya, glipizide).
  • Menurunkan efektivitas obat-obat golongan angiotensin-converting enzyme (ACE) inhibitor (misalnya, captopril, enalapril) atau diuretik (misalnya, furosemide, hydrochlorothiazide).

Dosis Natrium diklofenak

Sebagai rekomendasi umum, dosis harus disesuaikan secara individual dan menggunakan dosis efektif terendah untuk durasi sesingkat mungkin.

Berikut adalah aturan dosis Natrium diklofenak untuk masing-masing sediaan, dan indikasi :

A. Dosis sediaan Intramuskular

Berikut adalah aturan dosis sediaan yang diberikan secara injeksi intramuskular.

A.1 Dosis untuk Kolik ginjal

  • Dewasa : 75 mg; jika perlu, dapat diulang setelah 30 menit. Maksimal : 150 mg setiap hari. Durasi maksimum : 2 hari.

A.2 Dosis untuk Gout akut, Nyeri akut, Osteoartritis, Nyeri pasca operasi, Artritis reumatoid

  • Dewasa : 75 mg 1 x sehari dengan injeksi intragluteal. Maksimal : 150 mg setiap hari. Periode maksimum : 2 hari.

B. Dosis sediaan Intravena

Berikut adalah aturan dosis untuk sediaan yang diberikan secara injeksi intravena.

B.1 Dosis untuk Nyeri akut

  • Dewasa : Untuk kasus ringan hingga sedang : 37,5 mg bolus injeksi setiap 6 jam sesuai kebutuhan. Maksimal: 150 mg setiap hari. Periode maksimum : 2 hari.

B.2 Dosis untuk Nyeri pasca operasi

  • Dewasa : Untuk pengobatan : 75 mg dengan infus IV selama 30 menit hingga 2 jam atau sebagai bolus injeksi; jika perlu, dapat diulang setelah 4-6 jam. Untuk profilaksis : Setelah operasi, awalnya, 25-50 mg dengan infus IV selama 15 menit hingga 1 jam atau sebagai bolus injeksi, infus kontinu kira-kira 5 mg setiap jam. Maksimal : 150 mg setiap hari. Periode maksimum : 2 hari.

C. Dosis untuk sediaan obat mata

Berikut adalah aturan dosis natrium diklofenak tetes mata.

C.1 Dosis untuk Nyeri setelah trauma yang tidak disengaja

  • Dewasa : solution kadar 0,1% : gunakan 1 tetes ke dalam kantung konjungtiva mata yang terkena 4 x sehari hingga 2 hari.

C.2 Dosis untuk Peradangan mata pasca operasi

  • Dewasa : Solution kadar 0,1% : gunakan 1 tetes ke dalam kantung konjungtiva mata yang terkena 4 x sehari selama 28 hari.

C. 3 Nyeri keratektomi pasca-fotorefraksi

  • Dewasa : Solution kadar 0,1% : Sebelum operasi, gunakan 1 tetes ke dalam kantung konjungtiva mata yang terkena selama 2 dosis dalam satu jam. Segera setelah operasi, 1 tetes untuk 2 dosis dengan interval 5 menit; kemudian, 1 tetes setiap 2-5 jam saat terjaga hingga 24 jam.

C.4 Dosis untuk Profilaksis miosis intraoperatif

  • Dewasa : solution kadar 0,1% : gunakan 1 tetes ke dalam kantong konjungtiva mata yang terkena 4 x dalam 2 jam sebelum operasi.

C.5 Dosis untuk Peradangan dan ketidaknyamanan setelah operasi strabismus

  • Dewasa : solution kadar 0,1% : 1 tetes ke dalam kantung konjungtiva mata yang terkena 4 x sehari selama minggu 1, 3 x sehari untuk minggu 2, 2 x sehari untuk minggu 3 dan sesuai kebutuhan untuk minggu 4.

C.6 Dosis untuk Kontrol peradangan setelah laser trabeculoplasty argon

  • Dewasa : solution kadar 0,1% : Sebelum prosedur, 1 tetes ke dalam kantong konjungtiva mata yang terkena 4 x dalam 2 jam; setelah itu, 1 tetes 4 x sehari hingga 7 hari.

C.7 Dosis untuk konjungtivitis alergi musiman

  • Dewasa : solution kadar 0,1% : 1 tetes ke dalam kantong konjungtiva mata yang terkena 4 x sehari.

C.8 Dosis untuk Nyeri dan ketidaknyamanan setelah keratotomi radial

  • Dewasa : solution kadar 0,1% : Sebelum operasi, 1 tetes ke mata yang terkena kemudian, segera setelah operasi, 1 tetes ke kantong konjungtiva mata yang terkena 4 x sehari selama 2 hari.

D. Dosis untuk sediaan oral (tablet dll)

Berikut adalah aturan dosis untuk sediaan natrium diklofenak oral.

D.1 Dosis untuk Nyeri akut

  • Dewasa : Untuk kasus ringan hingga sedang : Sebagai tablet konvensional : 50 mg 2-3 x sehari. Sebagai kapsul konvensional dalam bentuk asam : 18-35 mg 3 x sehari. Sebagai kapsul konvensional dalam bentuk garam Kalium : 25 mg 4 x sehari. Sebagai tablet pelepasan tertunda : 75-150 mg setiap hari dalam 2-3 dosis terbagi.
  • Anak usia > 14 tahun : Sebagai tablet konvensional : 25 mg 3 x sehari atau 50 mg 2 x sehari.
Baca Juga :  Azathioprine : Manfaat, Dosis, dan Efek Samping

D.2 Dosis untuk Dismenorea primer

  • Dewasa : Sebagai tablet konvensional : 50 mg 3 x sehari.

D.3 Dosis untuk Migrain

  • Dewasa : Sebagai tablet konvensional : Awalnya, 50 mg pada tanda-tanda pertama serangan. Jika gejalanya menetap setelah 2 jam, mungkin perlu dosis tambahan 50 mg. Jika masih diperlukan, minum 50 mg setiap 4-6 jam. Maksimal : 200 mg setiap hari. Sebagai bubuk untuk larutan oral : Campurkan 50 mg dengan 30-60 mL air. Segera minum.

D.4 Dosis untuk Artritis kronis remaja

  • Anak usia 1-12 tahun : Sebagai tablet pelepasan tertunda : 1-3 mg / kg setiap hari dalam dosis terbagi.

D.5 Dosis untuk Demam yang terkait infeksi telinga, hidung atau tenggorokan (THT), nyeri pasca operasi

  • Anak usia > 9 tahun berat badan ≥35 kg : Sebagai tablet pelepasan tertunda : 2 mg / kg setiap hari dalam 3 dosis terbagi.

D. 6 Dosis untuk Gout akut, Gangguan muskuloskeletal akut, Ankylosing spondylitis, Bursitis, Osteoarthritis, Nyeri pembedahan gigi, Nyeri pembedahan ortopedi, artropati pirofosfat, artropati Rheumatoid, keseleo, Strain, Tendinitis, Tenosynovitis

  • Dewasa : Sebagai tablet konvensional : 50 mg 2-3 x sehari. Sebagai kapsul konvensional dalam bentuk asam : 35 mg 3 x sehari. Sebagai tablet pelepasan tertunda : 75-150 mg setiap hari dalam 2-3 dosis terbagi. Sebagai tablet atau kapsul extended-release : 75 1-2 x sehari atau 100 mg 1 x sehari. Maksimal : 150 mg setiap hari.
  • Anak usia > 14 tahun : Sebagai tablet konvensional : 25 mg 3 x sehari atau 50 mg 2 x sehari.

E. Dosis untuk sediaan rectal

Berikut adalah aturan dosis untuk sediaan rectal pada masing-masing indikasi.

E.1 Gout akut, Gangguan muskuloskeletal akut, Nyeri akut, Ankylosing spondylitis, Bursitis, Osteoartritis, Nyeri pembedahan gigi, Nyeri pembedahan ortopedi, Rheumatoid arthritis, keseleo, Strain, Tendinitis

  • Dewasa : Supositoria 25, 50 atau 100 mg : 75-150 mg setiap hari dalam dosis terbagi.

E.2 Dosis untuk Nyeri pasca operasi

  • Anak usia ≥6 tahun : Suppositoria 12,5 atau 25 mg : 1-2 mg / kg setiap hari dalam dosis terbagi. Periode maksimum : 4 hari.

E.3 Dosis untuk juvenile Artritis kronis

  • Anak usia 1-12 tahun : Suppositoria 12,5 atau 25 mg : 1-3 mg / kg setiap hari dalam 2-3 dosis terbagi.

F. Dosis untuk sediaan Topikal (Natrium diklofenak gel, cram, salep)

Berikut adalah aturan dosis untuk natrium diklofenak gel, cream atau salep pada masing-masing indikasi.

F.1 Dosis untuk Keratosis aktinik

  • Dewasa : Sebagai Natrium diklofenak gel 3% : Oleskan 2 x sehari pada area yang terpengaruh selama 60-90 hari.

F.2 Dosis untuk Osteoartritis

  • Dewasa : Sebagai Natrium diklofenak gel 1% : Ekstremitas atas : Oleskan 2 g ke daerah yang terkena 4 x sehari. Dosis maksimum : 8 g per sendi setiap hari. Ekstremitas bawah : Oleskan 4 g ke daerah yang terkena 4 x sehari. Dosis maksimum : 16 g per sendi setiap hari. Maksimal : 32 g setiap hari. Sebagai solution kadar 1,5% : Ekstremitas bawah : 40 tetes per lutut 4 x sehari. Sebagai solution kadar 2% : Ekstremitas bawah : 40 mg 2 x sehari per lutut.

F.3 Dosis untuk Meredakan gejala nyeri dan peradangan lokal, Osteoartritis, Terkilir, Strain

  • Dewasa : Sebagai diklofenak diethylammonium gel 1,16% : Oleskan 2-4 g ke daerah yang terkena 3-4 x sehari. Sebagai diklofenak diethylammonium gel 2,32% : Oleskan 2-4 g 2 x sehari ke daerah yang terkena dampak. Maksimal : 8 g setiap hari. Durasi pengobatan maksimal : 7 hari.
  • Anak usia ≥14 tahun : Sama dengan dosis orang dewasa.

G. Dosis untuk sediaan Transdermal (misal, plester)

Berikut adalah aturan dosis untuk sediaan natrium diklofenak transdermal.

G.1 Dosis untuk Nyeri akut, Terkilir, Ketegangan

  • Dewasa : Sebagai plester yang mengandung 140 mg natrium diklofenak : 1 plester 2 x sehari. Durasi pengobatan maksimal : 7 hari. Sebagai tambalan yang mengandung 180 mg diclofenac epolamine : 1 plester 2 x sehari.
  • Anak usia ≥16 tahun : Sebagai plester yang mengandung 140 mg natrium diklofenak : Sama seperti dosis dewasa.

Aturan Pakai Natrium diklofenak

  • Baca Panduan Pengobatan yang disediakan oleh apoteker Anda sebelum Anda mulai menggunakan obat pereda nyeri ini. Jika Anda memiliki pertanyaan, tanyakan kepada dokter atau apoteker Anda.
  • Dosis didasarkan pada kondisi medis Anda dan respons terhadap pengobatan. Jangan menambah dosis atau minum obat lebih sering daripada yang diarahkan.
  • Obat sebaiknya diminum dengan makanan untuk mengurangi efek samping pada saluran pencernaan. Namun, makanan akan mengurangi penyerapan obat.
  • Gunakan obat secara teratur untuk mendapatkan manfaat maksimal. Ingat untuk menggunakannya pada waktu yang sama setiap hari.
  • Jangan menghentikan pengunaan obat sebelum durasi waktu yang disarankan.
  • Katakan kepada dokter jika kondisi Anda memburuk.

Artikel Pengetahuan Obat lainnya

Natrium diklofenak adalah obat yang hanya bisa didapatkan melalui resep dokter (beberapa sediaan topikal misalnya gel, bisa diperoleh tanpa resep dokter). Jangan menggunakan obat pereda nyeri ini melebihi dosis dan durasi yang telah diresepkan oleh dokter. Penggunaan yang berlebihan tidak akan meningkatkan manfaat obat ini namun justru akan meningkatkan efek sampingnya.