Naproxen Obat Apa : Kegunaan, Dosis, Efek Samping

Naproxen adalah obat golongan NSAID yang digunakan sebagai pereda nyeri ringan sampai sedang. Kegunaan Naproxen adalah untuk mengobati dismenorea, gangguan muskuloskeletal akut, rematik, artritis idiopatik, sakit gigi, dan asam urat/gout akut. Obat ini umumnya tersedia berupa Naproxen tablet 500 mg. Anda bisa mendapatkan obat paten yang mengandung Naproxen di apotik, misalnya dengan merk Xenifar 500 mg kaplet.

Dalam artikel ini kita akan mengenal lebih jauh mengenai obat pereda nyeri ini. Naproxen obat apa, apa kegunaan, efek samping, formulasi sediaan, dan merk-merk obat paten yang mengandung Naproxen.

Ringkasan

Berikut tabel yang memuat informasi obat Naproxen secara singkat :

Informasi ObatNaproxen
GolonganDengan resep
Indikasipereda nyeri
Dosislihat bagian dosis
Aturan PakaiDengan makanan
KontraindikasiHipersensitif; operasi by-pass jantung; ulserasi peptikum atau perdarahan gastrointestinal aktif; asma, urtikaria, reaksi tipe alergi; Trimester ke-3/masa akhir kehamilan
Sediaantablet 250 mg; tablet 500 mg
Merk yang tersediaXenifar

Naproxen Obat Apa?

Berikut adalah deskripsi singkat tentang obat penghilang rasa sakit ini :

Mekanisme aksi

Naproxen adalah obat turunan asam propionat, yang termasuk golongan NSAID prototipe. Mekanisme aksi obat ini adalah dengan cara menghambat secara reversibel enzim siklooksigenase-1 dan -2 (COX-1 dan -2), sehingga menyebabkan berkurangnya sintesis prekursor prostaglandin. Obat ini dapat menghambat agregasi platelet, memiliki efek anti-inflamasi, analgesik dan antipiretik.

Absorpsi

Obat ini mudah diserap dari saluran gastrointestinal. JIka digunakan bersama makanan akan mengurangi tingkat penyerapan. Ketersediaan hayati mencapai 95%. Waktu untuk mencapai konsentrasi plasma puncak kira-kira 2-4 jam.

Distribusi

Obat ini mampu berdifusi ke dalam cairan sinovial, melewati plasenta dan didistribusikan ke dalam ASI (jumlah kecil). Volume distribusi mencapai 0,16 L / kg. Ikatan protein plasma > 99%.

naproxen nsaid
image via amazon.com

Indikasi dan Kegunaan Naproxen

Sebelum menggunakan obat pereda nyeri ini, harus benar-benar sudah mempertimbangkan potensi manfaat dan risiko Naproxen. Gunakan dosis efektif terendah untuk durasi terpendek yang konsisten dengan tujuan perawatan pasien.

Baca Juga :  Lansoprazole Obat Apa : Kegunaan, Dosis, Efek Samping

Berikut adalah beberapa daftar kegunaan Naproxen :

  • Naproxen adalah obat pereda nyeri ringan sampai sedang. Kegunaan Naproxen adalah untuk mengobati dismenorea, gangguan muskuloskeletal akut, rematik, artritis idiopatik, sakit gigi, dan asam urat/gout akut.

Kontraindikasi

Obat pereda nyeri ini kontraindikasi pada pasien berikut ini :

  • Hipersensitif terhadap Naproxen, Aspirin atau NSAID lainnya.
  • Pengobatan nyeri perioperatif dalam pengaturan operasi by-pass jantung (coronary artery bypass graft (CABG).
  • Memiliki riwayat atau sedang menderita ulserasi peptikum atau perdarahan gastrointestinal aktif.
  • Memiliki riwayat asma, urtikaria, reaksi tipe alergi.
  • Menderita gangguan ginjal berat dan atau gangguan hati berat.
  • Trimester ke-3/masa akhir kehamilan karena dapat menyebabkan penutupan dini duktus arteriosus.

Efek Samping Naproxen

Selain memberikan efek yang dibutuhkan, sebagian besar obat dapat menyebabkan beberapa efek samping yang tidak diinginkan. Meskipun tidak semua efek samping ini dapat terjadi, penggunaan obat tetap harus dilakukan secara hati-hati. Segera dapatkan perawatan medis yang sesuai jika efek samping yang parah terjadi.

Berikut adalah beberapa efek samping Naproxen yang telah dilaporkan :

  • Edema perifer, CHF, palpitasi, vaskulitis, takikardia, dyspnoea.
  • Gangguan pencernaan, seperti, sembelit, mulas, sakit perut, mual.
  • Sakit kepala, kantuk, pusing, vertigo, penurunan konsentrasi, depresi mental, gugup, mudah marah, kelelahan, malaise, insomnia, gangguan tidur, kelainan mimpi, meningitis aseptik.
  • Tinitus, gangguan pendengaran atau penglihatan.
  • Gangguan darah, seperti, trombositopenia, leukopenia, granulositopenia, eosinofilia, agranulositosis, anemia aplastik, anemia hemolitik.
  • Gangguan fungsi ginjal, seperti, glomerulonefritis, nefritis interstitial, sindrom nefrotik, LFT abnormal.
  • Pruritus, ruam, erupsi kulit, ekimosis, mialgia, kelemahan otot dan kram.
  • Efek samping yang bisa berpotensi fatal, misalnya, reaksi anafilaksis, sindrom Stevens-Johnson, nekrolisis epidermal toksik, dermatitis eksfoliatif, infark miokard, stroke, perdarahan dan perforasi saluran pencernaan, penyakit kuning dan / atau hepatitis fatal, serta gagal ginjal.

Peringatan

Waspadai hal-hal di bawah saat menggunakan obat penghilang rasa sakit ini :

  • Sebelum meminum obat ini, beri tahu dokter atau apoteker jika Anda alergi terhadapnya.
  • Sebelum menggunakan obat ini, beri tahu dokter atau apoteker riwayat kesehatan Anda, terutama : penyakit kardiovaskular atau faktor risiko penyakit kardiovaskular, riwayat perdarahan gastrointestinal atau ulserasi peptikum, retensi cairan atau gagal jantung, gangguan hati dan ginjal.
  • Pasien lansia lebih rentan mengalami efek samping obat ini, terutama gangguan pencernaan, dan gangguan ginjal.
  • Beritahu dokter jika Anda hamil, atau berencana untuk hamil dalam waktu dekat.
  • Beritahu dokter jika Anda sedang menyusui.
Baca Juga :  Acetazolamide Obat Apa? Dosis, Kegunaan, Efek Samping

Penggunaan Naproxen Untuk ibu hamil atau ibu menyusui

Konsultasikan dengan dokter jika ingin menggunakan Naproxen untuk ibu hamil. Obat ini diketahui mampu melintasi sawar plasenta. Saat usia kehamilan mencapai trimester ketiga, obat-obat golongan NSAID sebaiknya tidak digunakan. Alasannya, obat-obat NSAID bisa memicu terjadinya penutupan dini duktus arteriosus.

FDA (badan pengawas obat dan makanan amerika serikat) menempatkan Naproxen dalam kategori C, penjelasannya adalah sebagai berikut :

Penelitian pada reproduksi hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin dan tidak ada studi yang memadai dan terkendali dengan baik pada manusia, namun jika potensi keuntungan dapat dijamin, penggunaan obat pada ibu hamil dapat dilakukan meskipun potensi resiko sangat besar.

Pada trimester 3 atau menjelang kelahiran, obat ini masuk dalam kategori D :

Terbukti beresiko terhadap janin manusia berdasarkan bukti-bukti empiris yang didapatkan dari investigasi, pengalaman marketing maupun  studi terhadap manusia . namun jika benefit yang diperoleh dipandang lebih tinggi dari resiko yang mungkin terjadi, obat ini bisa diberikan.

Konsultasikan dengan dokter jika ingin menggunakan obat ini untuk ibu menyusui. Obat ini diketahui mampu masuk ke dalam ASI meskipun dalam jumlah kecil.

Interaksi

Interaksi dengan obat lain dapat mengubah cara kerja obat atau meningkatkan risiko terjadinya efek samping yang serius. Beritahu dokter dan apoteker tentang obat apa saja yang sedang Anda konsumsi. Jangan memulai, menghentikan, atau mengubah dosis obat apa pun tanpa persetujuan dokter Anda.

Berikut interaksi obat yang mungkin terjadi :

  • Dapat meningkatkan toksisitas methotrexate.
  • Mengurangi efek penurun tekanan darah obat-obat anti hipertensi golongan inhibitor ACE atau antagonis reseptor angiotensin II.
  • Peningkatan risiko gangguan saluran pencernaan yang serius (misalnya. Ulkus) jika digunakan bersama aspirin.
  • Terjadi peningkatan risiko perdarahan saluran pencernaan dengan warfarin.
  • Dapat mengurangi efek natriuretik obat furosemide atau diuretik thiazide.
  • Dapat meningkatkan konsentrasi serum obat lithium karena Naproxen mengurangi pembersihan lithium di ginjal.
  • Penyerapan terhambat jika digunakan dengan antacid, colestyramine, atau sucralfate.
  • Dapat mengganggu efek antihipertensi obat-obat β-blocker (misalnya. Propranolol).
  • Kadar serum meningkat dengan probenesid.
Baca Juga :  Acyclovir Obat Apa? Dosis, Kegunaan, Efek Samping

Dosis Naproxen

Berikut adalah dosis Naproxen yang lazim digunakan untuk masing-masing kondisi penyakit :

A. Dismenorea, gangguan muskuloskeletal akut

  • Dewasa : dosis awal, 500 mg dilanjutkan dengan 250 mg setiap 6-8 jam. Maksimla : 1.250 mg pada hari pertama dan 1.000 mg sesudahnya.
  • Lansia : Pengurangan dosis mungkin diperlukan.

B. Gangguan rematik

  • Dewasa : 0,5-1 g setiap hari sebagai dosis tunggal atau dalam 2 dosis terbagi.
  • Lansia : Pengurangan dosis mungkin diperlukan.

C. Artritis idiopatik

  • Anak usia > 5 tahun : 10 mg / kg / hari dalam 2 dosis terbagi setiap 12 jam.

D. Gout akut

  • Dewasa : dosis awal, 750 mg dilanjutkan dengan 250 mg setiap 8 jam.
  • Lansia : Pengurangan dosis mungkin diperlukan.

Cara menggunakan Naproxen

  • Baca Panduan Pengobatan yang disediakan oleh apoteker Anda sebelum Anda mulai menggunakan obat pereda nyeri ini. Jika Anda memiliki pertanyaan, tanyakan kepada dokter atau apoteker Anda.
  • Dosis didasarkan pada kondisi medis Anda dan respons terhadap pengobatan. Jangan menambah dosis atau minum obat ini lebih sering daripada yang diarahkan.
  • Jika Anda menggunakan bentuk cair dari obat ini, kocok botol dengan lembut sebelum menggunakannya. Hati-hati mengukur dosis menggunakan alat pengukur khusus / sendok. Jangan menggunakan sendok rumah tangga karena Anda mungkin tidak mendapatkan dosis yang tepat.
  • Obat ini sebaiknya diminum dengan makanan untuk mengurangi efek samping pada saluran pencernaan. Namun, makanan akan mengurangi penyerapan obat.
  • Bentuk kapsul Naproxen bisa mengandung jumlah obat yang berbeda dari tablet dan bentuk larutan. Jangan beralih antara kapsul dan bentuk lainnya tanpa izin dan arahan dokter Anda.
  • Gunakan obat ini secara teratur untuk mendapatkan manfaat maksimal. Ingat untuk menggunakannya pada waktu yang sama setiap hari.
  • Jangan menghentikan pengunaan obat sebelum durasi waktu yang disarankan.
  • Katakan kepada dokter jika kondisi Anda memburuk.

Artikel Pengetahuan Obat lainnya :

Naproxen adalah obat yang hanya bisa didapatkan dengan resep dokter. Jangan menggunakan obat pereda nyeri ini melebihi dosis dan durasi yang telah diresepkan oleh dokter. Penggunaan yang berlebihan tidak akan meningkatkan manfaat obat ini namun justru akan meningkatkan efek sampingnya.