Katamasa

Ini Lho, Nama 5 Tokoh Pendiri ASEAN dan Asal Negara (Lengkap)

Tokoh pendiri ASEAN adalah para menteri luar negeri dari Indonesia, Malaysia, Singapura, Filipina, dan Thailand.

Para menteri luar negeri dari negara pendiri ASEAN itu menandatangani deklarasi Bangkok yang menjadi awal didirikannya ASEAN.

Baca selengkapnya : Pengertian ASEAN

ASEAN singkatan dari Association of Southeast Asian Nations.

Perhimpunan Bangsa-bangsa Asia Tenggara ini, kini beranggotakan 10 negara.

Latar belakang berdirinya organisasi Perhimpunan Bangsa-bangsa Asia Tenggara ini adalah adanya keinginan kuat dari para tokoh pendiri ASEAN untuk menciptakan kawasan Asia Tenggara yang damai, aman, stabil dan sejahtera.

Keinginan seperti itu ada mengingat situasi kawasan Asia Tenggara pada era 1960-an sangat rawan konflik.

Konflik-konflik di kawan Asia Tenggara terjadi karena adanya perebutan pengaruh ideologi negara-negara besar dan konflik antar negara di kawasan Asia Tenggara sendiri.

Jika konflik seperti itu terus dibiarkan terjadi maka dikhawatirkan bisa mengganggu stabilitas kawasan yang akan menghambat pembangunan negara masing-masing.

Tujuan didirikannya organisasi Perhimpunan Bangsa-bangsa Asia Tenggara ini adalah :

Tujuan organisasi negara kawasan Asia Tenggara ini termaktub dalam deklarasi Bangkok yang ditandatangani oleh lima tokoh pendiri ASEAN.

Pada saat awal pendirian, negara anggota ASEAN ada 5 negara, yaitu :

Saat ini, negara anggota ASEAN adalah 10 negara yang berada di kawasan Asia tenggara.

Brunei Darussalam adalah negara pertama yang bergabung sebagai negara anggota Perhimpunan Bangsa-bangsa Asia Tenggara ini di luar lima negara pendiri.

Brunei Darussalam secara resmi bergabung menjadi anggota pada tanggal 8 Januari 1984.

Sebelas tahun kemudian, Vietnam memutuskan bergabung menjadi anggota yang ketujuh pada tanggal 28 Juli 1995.

Berselang dua tahun, yaitu pada tanggal 23 Juli 1997 Laos dan Myanmar masuk menjadi negara anggota.

Sedianya, pada saat itu ada tiga negara yang ingin bergabung, satu negara lagi, yaitu Kamboja.

Namun, status keanggotaan Kamboja tertunda akibat adanya permasalahan politik dalam negerinya.

Penundaan keanggotaan Kamboja berlangsung selama tahun. Pada akhirnya, Kamboja secara resmi bergabung menjadi negara anggota pada tanggal 30 April 1999.

Negara pecahan Indonesia, yaitu Timor Leste berkeinginan kuat untuk menjadi negara anggota. Namun, keinginan itu belum bisa terpenuhi.

Di bawah ini adalah negara-negara anggota ASEAN, berdasarkan  tanggal menjadi anggota :

Di artikel ini kita akan membahas secara lengkap tentang tokoh pendiri ASEAN (Perhimpunan Bangsa-bangsa Asia Tenggara). Selamat membaca.

Tokoh Pendiri ASEAN

Organisasi Perhimpunan Bangsa-bangsa Asia Tenggara (Perbara) ini didirikan oleh 5 negara.

Lima negara pendiri ASEAN adalah Indonesia, Filipina, Thailand, Malaysia, dan Singapura.

Baca selengkapnya : profil 5 negara pendiri ASEAN

Wakil masing-masing negara pendiri ASEAN adalah para menteri luar negeri.

Penandatanganan Deklarasi Bangkok oleh lima tokoh pendiri ASEAN (Foto: Sekretariat ASEAN)

Tokoh pendiri ASEAN adalah :

Berikut adalah profil lengkap tokoh-tokoh pendiri ASEAN, organisasi Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara.

Adam Malik

Adam Malik adalah tokoh pendiri ASEAN yang berasal dari Indonesia.

H. Adam Malik Batubara dilahirkan di Pematangsiantar, Sumatra Utara, pada tanggal 22 Juli 1917.

Beliau meninggal dunia di Bandung, Jawa Barat, pada tanggal 5 September 1984 pada umur 67 tahun.

Adam Malik adalah Pahlawan Nasional Indonesia yang ditetapkan pada tanggal 6 November 1998 berdasarkan Keppres Nomor 107/TK/1998.

Adam Malik pernah menjabat sebagai Menteri di beberapa Departemen, salah satunya menjabat sebagai Menteri Luar Negeri.

Karier murninya sebagai Menteri Luar Negeri dimulai sejak kabinet Ampera I, yaitu pada tahun 1966.

Pada tahun 1967, beliau kembali dipercaya sebagai Menteri Luar Negeri pada kabinet Ampera II.

Pada tahun 1968, menjabat Menteri Luar Negeri dalam kabinet Pembangunan I, dan tahun 1973 kembali dipercaya untuk terakhir kalinya sebagai Menteri Luar Negeri di kabinet Pembangunan II.

Pada tahun 1971, Adam Malik terpilih menjadi Ketua Majelis Umum PBB ke-26. Beliau adalah orang Indonesia pertama dan satu-satunya yang berhasil terpilih sebagai Ketua Sidang Majelis Umum PBB.

Baca juga : Peran Indonesia Dalam Perdamaian Dunia

Puncak karier Adam Malik adalah ketika beliau terpilih sebagai Wakil Presiden RI pada tahun 1978. Beliau adalah Wakil Presiden Indonesia yang ketiga.

Narciso Ramos

Narciso Rueca Ramos dilahirkan di Asingan, Pangasinan, pada tanggal 11 November 1900.

Tokoh besar Filipina ini meninggal dunia di Manila, pada tanggal 3 Februari 1986 pada umur 85 tahun.

Narciso Ramos merupakan seorang diplomat.

Beliau juga seorang politikus Filipina yang berhasil menjadi anggota legislatif selama 5 periode.

Selain itu, Narciso Ramos adalah seorang mantan pengacara dan wartawan.

Narciso Ramos adalah ayah dari Fidel Ramos, yang juga mantan Presiden Filipina.

Dari 1965 sampai 1968, Narciso Ramos menjabat sebagai Menteri Luar Negeri Filipina pada pemerintahan Ferdinand Marcos.

Narciso Ramos adalah salah seorang tokoh pendiri ASEAN.

Beliau adalahtokoh pertama yang memberikan pidato sambutan pada acara deklarasi pendirian ASEAN tersebut.

Dalam pidatonya, Narciso Ramos berkata bahwa negosiasi yang sudah dilakukan benar-benar menuntut niat baik, imajinasi, kesabaran dan saling memahami di antara kelima menteri luar negeri yang hadir.

Thanat Khoman

Thanat Khoman adalah tokoh pendiri ASEAN wakil dari negara Thailand.

Thanat Khoman dilahirkan pada tanggal 9 February 1914 di Bangkok, Thailand.

Thanat Khoman berasal dari keluarga campuran Thailand-Tiongkok.

Beliau mendapatkan gelar sarjana dari Assumption University di Bangkok pada tahun 1940, kemudian melanjutkan pendidikan dan berhasil memperoleh gelar Master bidang Hukum dari Universitas Bordeaux, selanjutnya berhasil mendapatkan gelar doktor dari Universitas Paris, Prancis.

Paska Perang Dunia II, Thanat Khoman dipercaya menempati berbagai posisi diplomatik.

Pada tahun 1957, Thanat Khoman ditunjuk menjadi duta besar Thailand untuk Amerika Serikat.

Pada tanggal 10 Februari 1959, beliau dipercaya sebagai Menteri Luar Negeri Thailand pada saat pemerintahan Perdana Menteri Sarit Dhanarajata.

Pada tahun 1960, Thanat Khoman berperan sangat besar dalam proses mediasi paska konflik antara Indonesia dan Malaysia.

Pemilihan kota Bangkok sebagai tempat pendirian ASEAN ( Perhimpunan Bangsa Bangsa Asia Tenggara ) pada bulan Agustus 1967 adalah bentuk penghormatan terhadap beliau dalam perdamaian kawasan Asia Tenggara.

Tun Abdul Razak

Tun Abdul Razak adalah tokoh pendiri ASEAN yang berasal dari Malaysia.

Nama lengkapnya Tun Haji Abdul Razak bin Datuk Haji Hussein Al-Haj.

Beliau lahir di Pulau Keladi, Pekan, Pahang, Malaysia, pada tanggal 11 Maret 1922.

Tun Abdul Razak meninggal dunia di London, Inggris, pada tanggal 14 Januari 1976 pada umur 53 tahun.

Tun Abdul Razak adalah Perdana Menteri Malaysia ke-2, mulai tahun 1970 sampai 1976, menggantikan perdana menteri sebelumnya, yaitu Tunku Abdul Rahman.

Tun Abdul Razak mendapatkan gelar sebagai Bapak Pembangunan Malaysia untuk menghargai jasa-jasanya dalam pembangunan nasional Malaysia.

S. Rajaratnam

Tokoh pendiri ASEAN yang berasal dari singapura adalah S. Rajaratnam.

Sinnathamby Rajaratnam dilahirkan di Jaffna, Sri Lanka, pada tanggal 25 Februari 1915.

S Rajaratnam meninggal di Singapura, pada tanggal 22 Februari 2006 pada usia 90 tahun.

S Rajaratnam adalah seorang jurnalis The Straits Times pada era 1950-an.

Pada 1959, S Rajaratnam memulai karirnya sebagai politisi dan bergabung dengan Partai Aksi Rakyat.

Posisi-posisi penting yang berhasil diraihnya adalah sebagai Menteri Kebudayaan (1959–1965), Menteri Luar Negeri (1965–1980), Menteri Perindustrian (1968–1971), Wakil Perdana Menteri (1980–1985), dan Menteri Senior hingga masa pensiunnya pada tahun 1988.

Demikian artikel singkat kami tentang lima tokoh pendiri ASEAN. Semoga bermanfaat.

Sharing is caring