Nalitik (Acetylcysteine 200 mg) : Informasi Lengkap

Nalitik adalah obat yang mengandung Acetylcysteine. Kegunaan Nalitik adalah untuk mengobati gangguan pernapasan yang ditandai oleh hipersekresi dahak kental misalnya, bronkitis akut atau kronis dan eksaserbasinya; emfisema paru, mucoviscidosis dan bronkiektasis.

Nalitik juga digunakan untuk mengatasi kasus toksisitas paracetamol.

Nalitik diproduksi oleh Mahakam Beta Farma (MBF). Di Apotik, obat ini tersedia berupa Nalitik 200 mg kapsul dan Nalitik Syrup. Obat ini hanya bisa diperoleh dengan resep dokter.

Harga Nalitik 200 mg kapsul di kisaran Rp. 15.000 per pepel.

Dalam artikel ini kita akan mengenal lebih jauh mengenai obat dahak ini. Nalitik obat untuk apa, apa kegunaan, efek samping, dan apa saja merk-merk obat yang mengandung Acetylcysteine lainnya.

Nalitik Obat Apa?

Nalitik adalah obat yang mengandung zat aktif Acetylcysteine. Obat ini diproduksi oleh perusahaan farmasi, yaitu, Mahakam Beta Farma. Obat ini berbentuk sediaan kapsul dan syrup.

Zat Aktif

Acetylcysteine adalah senyawa turunan N-asetil dari asam amino yang terbentuk secara alami, yaitu L-sistein. Acetylcysteine digunakan dalam sediaan inhalasi (agen mukolitik) atau pemberian oral (toksisitas paracetamol/acetaminophen), tersedia sebagai sediaan obat mata, bahkan dalam sediaan multivitamin dan mineral.

Acetylcysteine mempunyai aksi mukolitik melalui gugus sulfhidril bebasnya yang membuka ikatan disulfida dalam mucoprotein, sehingga menurunkan viskositas lendir.

Acetylcysteine adalah prekursor glutathione yang berfungsi sebagai substrat untuk sintesis glutathione dalam tubuh. Dalam toksisitas paracetamol, obat ini bertindak sebagai agen hepatoprotektif dengan mengembalikan glutathione hepatik, berfungsi sebagai pengganti glutathione, dan meningkatkan konjugasi sulfat nontoksik paracetamol.

Produsen

Nalitik diproduksi oleh Mahakam beta Farma.

Kandungan

Kandungan Nalitik kapsul adalah :

per kapsul :

  • Acetylcysteine 200 mg

Kandungan Nalitik syrup adalah :

per 5 mL :

  • Acetylcysteine 100 mg

Bentuk Sediaan

Obat ini dijual dengan kemasan :

  • Nalitik kapsul : Box, 6 x 10 kapsul
  • Nalitik : Botol 75 mL syrup
nalitik kapsul 200 mg

Ringkasan

Berikut tabel yang memuat informasi merk-merk obat yang mengandung Acetylcysteine secara singkat :

Informasi ObatAcetylcysteine
GolonganDengan resep
IndikasiMukolitik
Keracunan paracetamol
DosisLihat bagian DOSIS
Aturan PakaiSesuai anjuran dokter
KontraindikasiHipersensitif
SediaanTablet 200 mg, 600 mg
Syrup 100 mg/mL
injeksi 300 mg/3 ml
Merk dagang yang tersediaAcetylcysteine 200 mg, 600 mg, Acetin 600
Fluimucil
Hidonac
Mucylin
N-Ace
Resfar, Respicyl
Simucil 200
Siran/Siran forte
Baca Juga :  Amlogal 5 (Amlodipine 5 mg) : Info Lengkap

Indikasi dan Kegunaan Nalitik

Sebelum menggunakan obat ini, harus benar-benar sudah mempertimbangkan potensi manfaat dan risiko yang mungkin terjadi. Gunakan dosis efektif terendah untuk durasi terpendek yang konsisten dengan tujuan perawatan pasien).

A. Sebagai mukolitik

Obat-obat yang mengandung Acetylcysteine, seperti Nalitik diindikasikan sebagai terapi adjuvan untuk pasien dengan sekresi lendir abnormal, kental, atau inspissasi dalam kondisi seperti :

  • Penyakit bronkopulmonal kronis (emfisema kronis, emfisema dengan bronkitis, bronkitis asma kronis, tuberkulosis, bronkiektasis, dan amiloidosis primer paru)
  • Penyakit bronkopulmonal akut (pneumonia, bronkitis, tracheobronchitis)
  • Komplikasi paru terkait cystic fibrosis
  • Perawatan trakeostomi
  • Komplikasi paru terkait dengan operasi
  • Digunakan selama anestesi
  • Kondisi dada pasca-trauma
  • Atelektasis karena obstruksi lendir
  • Pemeriksaan bronkus diagnostik (bronkogram, bronchospirometry, dan kateterisasi bronchial wedge)

B. Mengatasi Keracunan Paracetamol

Dalam toksisitas paracetamol, Nalitik bertindak sebagai agen hepatoprotektif dengan mengembalikan glutathione hepatik, berfungsi sebagai pengganti glutathione, dan meningkatkan konjugasi sulfat nontoksik paracetamol.

Kontraindikasi

Nalitik tidak boleh diberikan untuk :

  • Pasien yang memiliki riwayat hipersensitif.

Efek Samping Nalitik

Selain memberikan efek yang dibutuhkan, sebagian besar obat dapat menyebabkan beberapa efek samping yang tidak diinginkan. Meskipun tidak semua efek samping ini dapat terjadi, penggunaan obat tetap harus dilakukan secara hati-hati. Segera dapatkan perawatan medis yang sesuai jika efek samping yang parah terjadi.

Berikut adalah beberapa efek samping Nalitik yang mungkin bisa terjadi :

  • Bronkospasme, angioedema, ruam, pruritus.
  • Hipotensi, hipertensi.
  • Kemerahan.
  • Mual, muntah.
  • Demam, sinkop, berkeringat, artralgia.
  • Penglihatan kabur.
  • Gangguan fungsi hati, asidosis, kejang, serangan jantung atau pernapasan.
  • Hemoptisis, rinorea, stomatitis.

Perhatian

Nalitik harus diberikan hanya dengan resep dokter. Berikut adalah hal-hal yang harus diperhatikan :

  • Sebelum meminum Nalitik, beri tahu dokter atau apoteker jika Anda memiliki riwayat hipersensitif terhadapnya. Jika terjadi reaksi alergi, pengobatan harus dihentikan dan terapi yang tepat harus dilakukan.
  • Sebelum menggunakan Nalitik, beri tahu dokter atau apoteker riwayat kesehatan Anda, terutama : Diabetetes mellitus; Gangguan ginjal berat dan gangguan fungsi hati; Pasien yang diketahui atau riwayat atopi dan asma, riwayat bronkospasme, riwayat. penyakit tukak lambung, varises esofagus.
  • Setelah pemberian obat, peningkatan volume sekresi bronkus cair dapat terjadi. Jika batuk tidak cukup kuat untuk mengeluarkannya, jalan napas harus dijaga tetap terbuka jika perlu dengan penyedotan mekanis. Ketika ada blok mekanis karena benda asing atau akumulasi lokal, jalan napas harus dibersihkan dengan aspirasi endotrakeal, dengan atau tanpa bronkoskopi.
  • Saat menggunakan obat yang mengandung acetylcysteine, pasien mungkin awalnya mencium sedikit bau belerang yang akan segera hilang.
  • Dalam kondisi tertentu, perubahan warna dapat terjadi pada botol yang sudah dibuka. Warna ungu muda adalah hasil dari reaksi kimia yang tidak secara signifikan mempengaruhi keamanan atau efektivitas mukolitik dari obat.
  • Hati-hati menggunakan Nalitik pada pasien dengan asma atau riwayat bronkospasme, atau riwayat penyakit ulkus peptikum.
  • Minum setelah makan jika Anda memiliki riwayat atau sedang menderita gastritis.
  • Obat ini tidak direkomendasikan untuk pasien diabetes mellitus sampai kadar glukosa darah terkontrol pada tingkat normal.
Baca Juga :  Zithromax (Azithromycin dihydrate) : Informasi Lengkap

Penggunaan Nalitik Untuk ibu hamil atau ibu menyusui

Amankah Nalitik untuk ibu hamil? FDA (badan pengawas obat dan makanan amerika serikat) menempatkan acetylcysteine dalam kategori B, penjelasannya adalah sebagai berikut :

Penelitian pada reproduksi hewan tidak menunjukkan resiko pada janin dan tidak ada studi yang memadai dan terkendali dengan baik pada wanita hamil / Penelitian pada hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin, tapi studi yang memadai dan terkendali dengan baik pada wanita hamil tidak menunjukkan resiko pada janin di trimester berapapun.

Studi reproduksi acetylcysteine dengan isoproterenol telah dilakukan pada tikus dan acetylcysteine sendiri pada kelinci dengan dosis hingga 2,6 x dosis manusia. Penelitian ini menunjukkan tidak ada bukti gangguan kesuburan atau membahayakan janin karena penggunaan obat ini. Namun, tidak ada studi yang memadai dan terkontrol dengan baik pada wanita hamil. Karena studi reproduksi hewan mungkin tidak selalu bisa memprediksi hasil yang sama pada manusia, penggunaan Acetylcysteine untuk ibu hamil hanya jika jelas diperlukan.

Penggunaan sediaan acetylcysteine yang berbentuk granul selama kehamilan dan menyusui adalah termasuk kontraindikasi.

Baik pada hewan maupun manusia, penelitian menunjukkan bahwa pemberian Acetylcysteine tidak menyebabkan efek teratogenik, namun pemberian obat ini selama kehamilan dan menyusui harus dilakukan di bawah pengawasan dokter.

Dalam beberapa kasus, dokter akan mengevaluasi risiko dan rasio manfaat.

Kehamilan dapat dikaitkan dengan keadaan stres oksidatif yang dapat memicu dan memperparah kondisi yang dapat menyebabkan penurunan kondisi kehamilan. Proses stres oksidatif ini dapat ditekan oleh efek antioksidan dari N-Acetylcysteinee (NAC).

Sebuah penelitian dilakukan bertujuan untuk mengevaluasi efek terapi NAC pada pasien yang didiagnosis dengan kehilangan kehamilan berulang (RPL) yang tidak dapat dijelaskan. Penelitian ini adalah studi prospektif terkontrol yang dilakukan di Pusat Kesehatan Wanita, Universitas Assiut, Mesir.

Hasilnya, NAC adalah obat yang ditoleransi dengan baik yang bisa menjadi pengobatan yang berpotensi efektif pada pasien dengan RPL yang tidak dapat dijelaskan.

sumber : Penggunaan N-acetylcysteine pada kasus keguguran berulang yang tidak terjelaskan

Tidak diketahui apakah obat ini diekskresikan dalam ASI. Karena banyak obat diekskresikan dalam ASI, hati-hati menggunakan obat ini untuk ibu menyusui.

Baca Juga :  Naproxen Obat Apa : Informasi Lengkap

Interaksi obat

Interaksi dengan obat lain dapat mengubah cara kerja obat atau meningkatkan risiko terjadinya efek samping yang serius. Beritahu dokter dan apoteker tentang obat apa saja yang sedang Anda konsumsi. Jangan memulai, menghentikan, atau mengubah dosis obat apa pun tanpa persetujuan dokter Anda.

Berikut interaksi obat yang mungkin terjadi :

  • Stabilitas obat dan keamanan acetylcysteine ketika dicampur dengan obat lain dalam nebulizer belum ditetapkan.
  • Interaksi antara acetylcysteine dan antibiotik telah dilaporkan.
  • Bisa terjadi penumpukan sekresi bronkial akibat berkurangnya refleks batuk dengan obat antitusif.
  • Efek berkurang dengan arang aktif.
  • Dapat meningkatkan efek vasodilatasi nitrogliserin.
  • Dapat mengurangi efek farmakologis antibiotik.
  • Interaksi antara acetylcysteine dan antibiotik telah dilaporkan.

Dosis

Berikut adalah aturan dosis yang biasa digunakan :

A. Dosis Nalitik kapsul

Sediaan kapsul diberikan dengan dosis berikut :

  • Dewasa dan anak usia > 14 tahun : 1 kapsul 2-3 x sehari.
  • Anak-anak 6-14 tahun : 1 kapsul 2 x sehari.
  • Anak 6-14 tahun Mucoviscidosis : 1 kapsul 3 x sehari.

A. Dosis Nalitik syrup

Sediaan syrup diberikan dengan dosis berikut (surasi pengobatan 5-10 hari) :

  • Dewasa : 2-3 x sehari 10 mL.
  • Anak : 2-4 x sehari 5 mL
  • Usia < 2 tahun : 100 mg / hari
  • Usia 2-4 tahun : 200 mg / hari
  • Usia > 4 tahun : 300 mg / hari

Aturan Pakai

  • Baca Panduan Pengobatan yang disediakan oleh apoteker Anda sebelum Anda mulai menggunakan obat ini. Jika Anda memiliki pertanyaan, tanyakan kepada dokter atau apoteker Anda.
  • Dosis didasarkan pada kondisi medis Anda dan respons terhadap pengobatan. Jangan menambah dosis atau minum obat ini lebih sering daripada yang diarahkan.
  • Harus diminum setelah makan. Terutama penderita gastritis.
  • Gunakan obat ini secara teratur untuk mendapatkan manfaat maksimal. Ingat untuk menggunakannya pada waktu yang sama setiap hari.
  • Jangan menghentikan pengunaan obat sebelum durasi waktu yang disarankan.
  • Katakan kepada dokter jika kondisi Anda memburuk.

Artikel Pengetahuan Obat lainnya

Nalitik 200 mg kapsul dan Nalitik syrup harus digunakan dengan tepat sesuai yang dianjurkan oleh dokter. Jangan menggunakan obat ini sendiri tanpa sepengetahuan dokter. Penggunaan obat yang berlebihan atau tidak sesuai aturan tidak akan meningkatkan khasiatnya namun justru meningkatkan efek sampingnya.