Mycoral Tablet, Cream & Scalp (Obat infeksi Jamur) : Informasi Lengkap

Mycoral adalah obat infeksi jamur produksi Kalbe Farma. Kegunaan Mycoral adalah untuk mengobati infeksi jamur pada kulit dan selaput mukosa, infeksi dermatofita pada kulit atau kuku tangan, dan kandidiasis. Di Apotik, obat anti jamur ini tersedia berupa Mycoral tablet, Mycoral Cream dan Mycoral Scalp Solution.

Kandungan Mycoral adalah Ketoconazole. Harga Mycoral tablet di kisaran Rp. 3.500 – Rp. 7.500 per tablet, sedangkan harga Mycoral cream 5 gram di kisaran Rp. 15.000 – Rp. 20.000.

Dalam artikel ini kita akan mengenal lebih jauh mengenai obat infeksi jamur ini. Mycoral obat apa, apa manfaat, efek samping, dan zat apa saja yang merupakan kandungan Mycoral.

Mycoral Obat Apa?

Mycoral adalah obat anti jamur dengan kandungan zat aktif ketoconazole. Obat ini di produksi oleh perusahaan farmasi, yaitu, Kalbe Farma. Terdapat 3 jenis, yaitu, Mycoral Tablet, Mycoral cream, dan Mycoral scalp solution.

Zat aktif

Ketoconazole adalah obat anti jamur golongan imidazole sintetik. Kegunaan ketoconazole adalah untuk terapi lokal kandidiasis vagina dan untuk infeksi dermatofit. Mekanisme aksi ketoconazole adalah dengan cara menghambat kerja enzim sitokrom P450 14α-demethylase (P45014DM). Enzim ini berperan dalam jalur biosintesis sterol yang mengarah dari lanosterol ke ergosterol.

Produsen

Obat antijamur ini diproduksi oleh Kalbe Farma.

Kandungan

Kandungan Mycoral tablet adalah :

Per tablet :

  • Ketoconazole 200 mg

Komposisi Mycoral cream adalah :

Per 1 gram cream :

  • Ketoconazole 20 mg

Kandungan Mycoral Scalp solution adalah :

Per 1 mL :

  • Ketoconazole 20 mg

Bentuk Sediaan

Obat antijamur ini dijual dengan kemasan :

  • Dos 5 x 10 tablet 200 mg
  • Cream tube 5 gram
  • Scalp solution : botol 100 mL
mycoral tablet, mycoral cream, mycoral scalp solution

Ringkasan

Berikut tabel yang memuat informasi obat Mycoral secara singkat :

Informasi ObatKetoconazole
GolonganDengan resep
Indikasiantijamur
DosisLihat bagian DOSIS
Aturan PakaiSesuai anjuran dokter
KontraindikasiHipersensitif; Infeksi superfisial; Pengguna terfenadin atau astemizol; Penderita meningitis karena jamur;
SediaanTablet 200 mg; cream; scalp solution
Merk dagang yang tersediaA-Be, Anfuhex, Anfuhex cream, Cidaral, Dandrufin, Dericazole, Dermaral, Dexazol, Dezor cream, Dezor shampoo, Dysfungal, Dysfungal SS, Erazol, Erazol Medicated Shampoo, Etafungal, Fexazol, Fexazol cream, Formyco, Funet, Fungasol, Fungasol cream, Fungasol SS, Fungoral, Grazol, Interzol, Kanazol, Ketomed, Ketomed Scalp Solution, Lamycos, Lusanoc, Murazid, Muzoral, Mycoderm, Mycoral, Mycoral cream, Mycoral Scalp Solution, Mycozid, Nizol, Nizoral, Nizoral cream, Nizoral-Ss Scalp Solution, Nofung, Omegzol, Picamic, Profungal, Pronazol, Solinfec, Solinfec cream, Sporex, Thicazol, Tokasid, Tokasid cream, Wizol, Zoloral cream, Zoloral-SS, Zoralin, Zumarol
Baca Juga :  Ibuprofen Obat Apa : Kegunaan, Dosis, Efek Samping

Indikasi dan Kegunaan Mycoral

Sebelum menggunakan obat ini, harus benar-benar sudah mempertimbangkan potensi manfaat dan risiko obat antijamur ini. Gunakan dosis efektif terendah untuk durasi terpendek yang konsisten dengan tujuan perawatan pasien.

A. Kegunaan Mycoral Tablet

Kegunaan sediaan tablet adalah untuk mengobati kondisi-kondisi berikut :

  • Kandidiasis mukokutan kronis yang tidak responsif terhadap nystatin / antijamur lainnya.
  • Infeksi mikotik sistemik : kandidosis, kromomikosis, coccidioidomycosis, histoplasmosis, paracoccidioidomycosis, yang disebabkan oleh berbagai jenis jamur, seperti Candida, Histoplasma, Coccidioides, dan Blastomyces.

B. Kegunaan Mycoral Cream

Kegunaan sediaan cream adalah untuk aplikasi topikal dalam pengobatan infeksi dermatofit pada kulit, seperti :

  • Tinea corporis / kurap tubuh (wajah, leher, dll) akibat infeksi jamur dermatofita.
  • Tinea cruris / kurap selangkangan akibat infeksi jamur dermatofita.
  • Tinea manus (kurap pada tangan /telapak tangan) dan tinea pedis (kutu air umumnya pada sela-sela jari kaki), karena Trichophyton rubrum, Trichophyton mentagrophytes, Microsporum canis dan Epidermophyton floccosum.
  • Serta dalam pengobatan kandidiasis kulit dan tinea (Pityriasis) versicolor atau yg dikenal dengan nama umum penyakit panu.

C. Mycoral Scalp Solution

Kegunaan sediaan scalp solution adalah untuk aplikasi topikal dalam pengobatan infeksi dermatofit pada kulit, seperti :

  • Pengobatan dan profilaksis infeksi yang melibatkan ragi pityrosporum misalnya, pityriasis versicolor (panu yang terlokalisasi), dermatitis seboroik dan pityriasis capitis (ketombe).

Kontraindikasi

Obat antijamur ini kontraindikasi pada pasien berikut ini :

  • Hipersensitif pada ketoconazole atau obat golongan imidazole lain.
  • Pemberian secara oral tidak untuk infeksi superfisial.
  • Penderita gangguan hati dan pasien yang sedang diterapi dengan terfenadin atau astemizol.
  • Penderita meningitis karena jamur.
  • Tidak boleh digunakan bersama dengan obat-obat : dofetilide, quinidine, pimozide, cisapride, metadon, disopiramid, dronedarone, ranolazine.

Efek Samping Mycoral

Selain memberikan efek yang dibutuhkan, sebagian besar obat dapat menyebabkan beberapa efek samping yang tidak diinginkan. Meskipun tidak semua efek samping ini dapat terjadi, penggunaan obat tetap harus dilakukan secara hati-hati. Segera dapatkan perawatan medis yang sesuai jika efek samping yang parah terjadi.

A. Efek samping Mycoral tablet

Berikut adalah beberapa efek samping yang mungkin terjadi :

  • Mual, muntah, diare, sakit perut, ruam kulit, urtikaria, sakit kepala, sembelit, pruritus, reaksi hipersensitivitas, hepatotoksisitas, ginekomastia, trombositopenia, paresthesia, fotofobia, eksantema, pusing, alopecia, reaksi anafilaktik, demam dan kejang, mengantuk, impotensi.

B. Efek samping Mycoral cream

Berikut adalah beberapa efek samping yang mungkin terjadi :

  • Iritasi, rasa terbakar, gatal, dan perih.

B. Efek samping Mycoral scalp solution

Berikut adalah beberapa efek samping yang mungkin terjadi :

  • Secara umum bisa ditoleransi dengan baik. Namun, pada orang yang sangat peka waspadai terjadinya iritasi, rasa terbakar, gatal, dan perih.

Peringatan

Waspadai hal-hal di bawah saat menggunakan obat anti jamur ini :

  • Sebelum menggunakan obat ini, beri tahu dokter atau apoteker jika Anda memiliki riwayat hipersensitif terhadapnya; atau terhadap salah satu kandungan obat. Hentikan pemakaian obat antijamur ini jika Anda mengalami tanda-tanda reaksi alergi, misalnya : ruam, gatal, sakit tenggorokan, demam, arthralgia, pucat.
  • Sebelum menggunakan obat ini, beri tahu dokter atau apoteker riwayat kesehatan Anda, terutama gangguan fungsi ginjal atau hati.
  • Tablet : Pantau fisiologi hati selama pengobatan jangka panjang (> 14 hari).
  • Tablet : sebaiknya minum obat bersama makanan untuk memaksimalkan penyerapan.
  • Tablet : obat ini bisa menyebabkan pusing dan mengantuk. Jangan mengemudi atau menyalakan mesin yang membutuhkan konsentrasi tinggi.
  • Cream : bukan untuk penggunaan pada mata.
  • Cream : Untuk menghindari efek rebound setelah penggunaan kortikosteroid jangka panjang, disarankan untuk menggunakan agen kortikosteroid ringan di pagi hari dan cream di malam hari dan secara bertahap menghentikan pengobatan steroid setelah 2-3 minggu.
  • Cream : Ketika iritasi terjadi, disarankan untuk menghentikan penggunaan obat.
  • Penggunaan cream pada anak-anak : Keamanan dan kemanjuran pada anak-anak tidak diketahui.
  • Scalp : Iritasi dan sensasi terbakar dapat terjadi jika digunakan segera setelah perawatan jangka panjang dengan kortikosteroid topikal. Oleh karena itu, disarankan untuk menunggu sekitar 2 minggu setelah perawatan dengan kortikosteroid topikal sebelum menggunakan scalp solution.
Baca Juga :  Glycerol (glycerin) : Kegunaan, Dosis, Efek Samping

Penggunaan Mycoral Untuk ibu hamil atau ibu menyusui

FDA (badan pengawas obat dan makanan amerika serikat) menempatkan Ketoconazole dalam kategori C, penjelasannya adalah sebagai berikut :

Penelitian pada reproduksi hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin dan tidak ada studi yang memadai dan terkendali dengan baik pada manusia, namun jika potensi keuntungan dapat dijamin, penggunaan obat pada ibu hamil dapat dilakukan meskipun potensi resiko sangat besar.

Ketoconazole telah terbukti bersifat teratogenik dan embriotoksik pada dosis tinggi (80 mg / kg / hari) pada hewan. Meskipun kemampuannya melewati barrier plasenta sangat buruk pada penelitian pada hewan, secara teoretis dapat mempengaruhi diferensiasi organ seks pada janin.

Rekomendasi terbaru yang tersedia mengenai infeksi jamur sistemik : Amphotericin B dan turunan lipidnya dianggap sebagai landasan pengobatan dalam infeksi jamur invasif apa pun selama kehamilan. Beberapa ahli seperti Bercovitch et al. juga menyarankan bahwa fluconazole dapat dipertimbangkan setelah trimester pertama jika tidak ada obat alternatif. (sumber : obat antijamur selama kehamilan).

Ketoconazole telah diketahui ikut diekskresikan dalam ASI. Oleh karena itu tidak dianjurkan menggunakan Mycoral untuk ibu menyusui.

Interaksi

Interaksi dengan obat lain dapat mengubah cara kerja obat atau meningkatkan risiko terjadinya efek samping yang serius. Beritahu dokter dan apoteker tentang obat apa saja yang sedang Anda konsumsi. Jangan memulai, menghentikan, atau mengubah dosis obat apa pun tanpa persetujuan dokter Anda.

Berikut interaksi obat yang mungkin terjadi :

  • Terjadi penurunan penyerapan dengan antimuscarinics, antacid, H2-blockers, PPI dan sucralfate.
  • Konsentrasi plasma berkurang dengan rifampicin, isoniazid, efavirenz, nevirapine, phenytoin.
  • Dapat mengurangi konsentrasi isoniazid dan rifampicin.
  • Dapat mengurangi kemanjuran kontrasepsi oral.
  • Dapat meningkatkan kadar substrat CYP3A4, misalnya. digoxin, oral anticoagulants, sildenafil, tacrolimus.
  • Interaksi yang berpotensi fatal : Dapat mempotensiasi dan memperpanjang efek sedatif dan hipnotis midazolam dan triazolam. Meningkatkan kadar plasma dan memperpanjang interval QT astemizole, cisapride, dofetilide, pimozide, quinidine dan terfenadine yang dapat menyebabkan torsade de pointes. Meningkatkan risiko miopati dengan penghambat reduktase HMG-CoA (misalnya. Lovastatin, simvastatin). Meningkatkan kadar nisoldipine dalam plasma. Meningkatkan risiko hiperkalemia dan hipotensi dengan eplerenone. Meningkatkan risiko vasospasme yang berpotensi menyebabkan iskemia serebral dengan alkaloid ergot (misalnya. Ergotamine, dihydroergotamine).
Baca Juga :  Alpara Caplet & Syrup : Obat Flu dan Batuk (Informasi Lengkap)

Dosis Mycoral

Berikut adalah dosis yang lazim digunakan :

A. Dosis Mycoral tablet

Di bawah ini adalah aturan dosis yang disarankan :

  • Dewasa : 200 mg/hari. Lama pengobatan yang dianjurkan 14 hari. Namun, jika setelah 14 hari pengobatan tidak memuaskan, pengobatan dilanjutkan hingga 1 minggu setelah gejala hilang dan kultur menjadi negatif. Dosis maksimum : 400 mg/ hari.
  • Anak : 3 mg/kg bb/hari. Dapat diberikan dalam dosis tunggal atau terbagi.
  • Kandidiasis vaginal resisten yang kronis : 400 mg/hari. Durasi pengobatan selama 5 hari.
  • Obat diberikan bersama makanan untuk memaksimalkan penyerapan.

B. Dosis Mycoral cream

Di bawah ini adalah aturan dosis yang disarankan :

  • Oleskan cream pada kulit yang terinfeksi 1 x sehari.
  • Lanjutkan pengobatan sampai beberapa hari setelah seluruh gejala hilang. Biasanya diperlukan waktu antara 2-4 minggu.

C. Dosis Mycoral scalp solution

Di bawah ini adalah aturan dosis yang disarankan :

  • Seborrhoeic dermatitis dan ketombe : gunakan obat 2 x seminggu. Durasi pengobatan selama 2-4 minggu.
  • Pitiriasis versicolor / tinea versicolor / panu : gunakan 1 x sehari. Durasi pengobatan maksimal 5 hari. Setelah infeksi jamur berhasil diatasi biasanya dibutuhkan waktu beberapa minggu sampai bulan untuk mengembalikan warna kulit kembali ke aslinya.
  • Pengobatan dan pencegahan panu : oleskan obat di kulit yang terinfeksi 1 x sehari. Durasi pengobatan selama 5 hari.

Aturan Pakai Mycoral

  • Baca Panduan Pengobatan yang disediakan oleh apoteker Anda sebelum Anda mulai menggunakan obat antijamur ini. Jika Anda memiliki pertanyaan, tanyakan kepada dokter atau apoteker Anda.
  • Dosis didasarkan pada kondisi medis Anda dan respons terhadap pengobatan. Jangan menambah dosis atau minum obat antijamur ini lebih sering daripada yang diarahkan.
  • Tablet : sebaiknya diminum dengan makanan untuk memaksimalkan penyerapan obat.
  • Gunakan antijamur ini secara teratur untuk mendapatkan manfaat maksimal. Ingat untuk menggunakannya pada waktu yang sama setiap hari.
  • Jangan menghentikan pengunaan obat sebelum durasi waktu yang disarankan.
  • Katakan kepada dokter jika kondisi Anda memburuk.

Artikel Pengetahuan Obat lainnya :

Mycoral adalah obat yang hanya bisa didapatkan dengan resep dokter. Jangan menggunakan obat ini melebihi dosis dan durasi yang telah diresepkan oleh dokter. Penggunaan yang berlebihan tidak akan meningkatkan manfaat obat ini namun justru akan meningkatkan efek sampingnya.