Mixed Inflation : Pengertian Lengkap (disertai kurva)

Pengertian mixed inflation / inflasi campuran – Secara umum, inflasi dipengaruhi oleh dua sisi, yaitu, inflasi yang terkait permintaan yang disebut demand pull inflation, dan inflasi yang terkait penawaran yang disebut cost push inflation. Namun, para ekonom menolak dikotomi ini. Mereka percaya bahwa dalam suatu ekonomi, proses inflasi yang sebenarnya, mengandung beberapa elemen, baik itu dari demand pull inflation atau dari cost push inflation. Hal ini disebut mixed inflation atau inflasi campuran. Dengan demikian, mixed inflation adalah ketika kenaikan harga barang dan jasa merupakan hasil kenaikan permintaan agregat dan fungsi pasokan agregat. (Baca juga faktor-faktor penyebab inflasi di suatu negara).

Dalam artikel ini, kita akan membahas pengertian mixed inflation lengkap dengan diagram/kurva supaya mudah untuk dipahami.

Pengertian Inflasi

Inflasi adalah peningkatan harga barang dan jasa dari waktu ke waktu. Inflasi mengurangi daya beli mata uang terhadap barang dan jasa secara umum. Ketika harga naik, jumlah uang yang sama hanya mampu membeli barang atau jasa lebih sedikit dari sebelumnya. Baca secara lengkap pengertian inflasi.

Terdapat berbagai macam jenis inflasi, baik berdasarkan sifatnya, berdasarkan penyebabnya, atau berdasarkan tingkat keparahannya. Namun secara umum semuanya dibedakan menjadi dua, yaitu, yang terkait dengan naiknya permintaan agregat (demand pull inflation) dan yang terkait dengan kelangkaan pasokan (cost push inflation). sedangkan gabungan dari keduanya disebut Mixed inflation.

Demand pull inflation

Demand-pull inflation adalah inflasi yang terjadi ketika permintaan agregat pada barang atau jasa melebihi penawaran agregat. Hal ini dimulai dengan terjadinya peningkatan permintaan konsumen. Biasanya jika terjadi peningkatan permintaan, penjual akan memenuhi peningkatan tersebut dengan meningkatkan jumlah pasokan. Tetapi ketika persediaan tambahan tidak tersedia, penjual akan menaikkan harganya. Hal ini menyebabkan demand-pull inflation/kenaikan harga yang didorong kenaikan permintaan. (Baca secara lengkap pengertian demand pull inflation/inflasi tarikan permintaan).

Kurva Demand Pull Inflation
Jika permintaan agregat (AD) naik lebih cepat daripada kapasitas produktif (LRAS), maka perusahaan akan merespon dengan menaikkan harga, hal ini menciptakan inflasi. Inflasi yang terjadi karena naiknya permintaan agregat disebut Demand pull inflation

Cost push inflation

Dalam cost push inflation, tingkat harga keseluruhan naik karena biaya produksi yang lebih tinggi. Cost push inflation adalah inflasi yang dipicu oleh sisi persediaan yaitu karena pasokan yang kurang, bisa disebut supply pull inflation.

Terlepas dari kenaikan biaya faktor produksi, terdapat faktor lain yang bisa memicu inflasi terkait supply (penawaran), seperti bencana alam atau menipisnya sumber daya alam, monopoli, peraturan pemerintah atau perpajakan, perubahan nilai tukar, dan lain sebagainya. Umumnya, cost push inflation terjadi pada kasus kurva permintaan yang tidak elastis di mana permintaan tidak dapat dengan mudah disesuaikan dengan naiknya harga. (Baca selengkapnya pengertian cost push inflation/inflasi dorongan biaya).

Kurva Cost Push Inflation
Cost Push Inflation adalah inflasi yang disebabkan oleh peningkatan biaya faktor produksi. Peningkatan harga faktor produksi bisa menyebabkan turunnya pasokan barang-barang dan jasa. Jika permintaan tetap konstan, maka harga akan naik sehingga menyebabkan kenaikan tingkat harga secara keseluruhan. jadi, Cost push inflation adalah inflasi yang dipicu oleh sisi persediaan yaitu karena pasokan yang kurang, bisa disebut supply pull inflation.

Pengertian Mixed Inflation

Mixed inflation adalah kenaikan harga barang dan jasa yang disebabkan oleh gabungan faktor-faktor yang terkait dengan tarikan permintaan (demand pull inflation) dan dorongan biaya (cost push inflation).

Baca Juga :  Kebijakan Fiskal : Jenis, Fungsi, dan Contoh

Menurut para ekonom, inflasi sesungguhnya adalah gabungan dari banyak faktor. Bukan semata-mata karena naiknya permintaan saja atau naiknya biaya produksi saja. Namun, para ekonom juga berpendapat bahwa inflasi tarikan permintaan dan inflasi dorongan biaya tidak terjadi secara bersamaan. Proses inflasi dapat dimulai oleh naiknya permintaan terlebih dahulu atau peningkatan biaya produksi terlebih dahulu.

Jika inflasi dimulai oleh naiknya permintaan, ketika harga naik mengakibatkan kenaikan tingkat upah (upah adalah salah satu biaya produksi). Di sini, kenaikan upah bukan disebabkan oleh inflasi dorongan biaya tetapi karena kenaikan harga barang. Hal ini bisa terjadi karena, ketika harga barang dan jasa naik, para pekerja akan menuntut kenaikan upah mereka untuk mengangkat daya beli mereka. Dengan demikian, terjadilah mixed inflation.

Di sisi lain, ketika proses inflasi dimulai dengan inflasi dorongan biaya, harga naik tetapi output menurun. Selanjutnya, pengangguran akan naik, karena perusahaan berusaha melakukan efisiensi. Untuk menghindari resesi ekonomi, pemerintah menerapkan kebijakan moneter dan fiskal ekspansif. Peningkatan belanja pemerintah akan meningkatkan lapangan kerja, hal ini akan meningkatkan tingkat pendapatan dan daya beli masyarakat. Akibatnya, permintaan barang dan jasa meningkat, menyebabkan kenaikan harga yang disebut inflasi tarikan permintaan. Dengan demikian, terjadilah mixed inflation.

Diagram di bawah ini menjelaskan konsep mixed inflation (inlasi campuran).

Diagram Mixed Inflation

Seperti yang terlihat pada diagram, kekuatan yang mempengaruhi permintaan agregat dan penawaran agregat secara bersamaan saling mempengaruhi. Titik awal kesetimbangan adalah E0 di mana, kurva permintaan agregat ADo memotong kurva penawaran agregat AS0, dan harga ekuilibrium adalah P0 dan output adalah Y0.

Anggaplah, tingkat upah naik karena tuntutan serikat pekerja. Kenaikan upah menggeser kurva AS menjadi AS1 dan titik ekuilibrium baru berada di E1. Pada titik ini, tingkat harga yang lebih tinggi berada di P1 dan tingkat output yang berkurang berada di Y1. Kejadian ini disebut adalah cost push inflation.

Baca Juga :  Teori Ketenagakerjaan Klasik (Adam Smith)

Ketika pemerintah mengambil langkah-langkah untuk meningkatkan lapangan pekerjaan, tingkat pendapatan naik dan menyebabkan pergeseran kurva permintaan dari AD0 menjadi AD1. Titik ekuilibrium baru berada di E2 di mana kenaikan harga adalah P2. Hal ini disebut demand pull inflation yang dipicu oleh cost push inflation. Jadi, mixed inflation diawali oleh cost push inflation yang selanjutnya memicu demand pull inflation.

Dalam kasus sebaliknya, misalnya, pengeluaran pemerintah meningkat, yang menyebabkan naiknya tingkat pendapatan masyarakat. Hal ini akan menggeser kurva AD dari AD0 ke AD1. Titik ekuilibrium baru dengan tingkat harga yang lebih tinggi (P1) dan output (Y1) berada pada titik E1. Hal ini adalah demand pull inflation.

Ketika harga naik, pendapatan riil pekerja turun. Jadi, pekerja menuntut kenaikan upah untuk mengikuti kenaikan harga. Hal ini menyebabkan kurva penawaran agregat AS bergeser dari AS0 ke AS1. Titik ekuilibrium baru berada pada E2 di mana harga naik menjadi P2 dan output menurun menjadi Y0. Konsekuensinya, demand pull inflation memicu cost push inflation. Jadi dalam kasus ini, mixed inflation diawali oleh demand pull inflation yang diikuti oleh cost push inflation.

Dengan demikian, dalam mixed inflation, kenaikan permintaan dan kenaikan biaya produksi menyebabkan kenaikan harga yang berkelanjutan dari P0 ke P2.

Kesimpulan

Mixed inflation adalah inflasi yang terjadi karena pengaruh sisi permintaan dan sisi pasokan. Kenaikan pada permintaan agregat akan memicu kenaikan biaya produksi, pada akhirnya menghasilkan kenaikan harga lebih lanjut. Begitu pun sebaliknya, kenaikan biaya produksi akan memicu kenaikan permintaan agregat, sehingga akan menghasilkan kenaikan harga lebih lanjut.