Miconazole Obat Apa : Kegunaan, Dosis, Efek Samping

Miconazole adalah obat anti jamur turunan imidazol dan triazol. Kegunaan Miconazole adalah untuk mengobati infeksi kulit akibat dermatofita, ragi atau jamur lainnya, seperti, panu, kurap, dan kaki atlet, dan infeksi jamur pada mulut dan vagina. Selain itu, kita juga bisa menggunakan Miconazole untuk jerawat, untuk bisul, menggunakan Miconazole untuk ruam popok pada bayi, dan menggunakan Miconazole untuk obat sariawan pada bayi.

Obat jamur ini umumnya tersedia berupa Miconazole cream 2 % dalam bentuk Miconazole nitrate, dan Miconazole oral gel untuk mengobati penyakit pada mulut, rongga oropharyngeal, dan saluran pencernaan yang disebabkan oleh infeksi jamur candida. Di Apotik atau toko obat lainnya, obat jamur ini tersedia baik berupa Miconazole generik atau branded/nama paten (misalnya, Dactarin dll). Harga Miconazole relatif terjangkau. Pilihan nama obat paten yang mengandung Miconazole juga sangat beragam.

Dalam artikel ini kita akan mengenal lebih jauh mengenai obat jamur ini. Miconazole obat apa, apa kegunaan, efek samping, formulasi sediaan, dan merk-merk/nama paten yang tersedia.

Ringkasan

Berikut tabel yang memuat informasi obat Miconazole secara singkat :

Informasi ObatMiconazole
GolonganDengan atau tanpa resep
IndikasiMengobati infeksi jamur pada kulit, mulut, rongga oropharyngeal, dan saluran pencernaan; Ruam popok,
DosisLihat bagian dosis
Aturan PakaiBerbeda-beda tergantung sediaan. Lihat label masing-masing sediaan
KontraindikasiHipersensitif
SediaanSalep, cream, Bedak, oral gel, vaginal cream, tablet bukal
Merk yang tersediaBrentan, Daktarin, Daktarin diaper, Dactarin oral gel, Daktarin Liquid Soap, Daktazol, Fungares, Funtas, Hexaderm, Kalpanax-K, Locoriz, Micort, Micrem, Moladerm, Mycorin, Proson M, Thecort, Vaslone, Yuphamicorine, Zolacort, Zolagel

Miconazole Obat Apa?

Miconazole adalah obat yang digunakan untuk mengobati berbagai infeksi jamur pada kulit seperti (panu, kurap, dan kaki atlet), dan infeksi jamur pada mulut dan vagina. Selain itu, juga bisa digunakan sebagai obat sariawan pada bayi. Miconazole sering digunakan dalam sediaan cream topikal, dikombinasikan dengan dexamethasone atau betamethasone untuk mengobati tinea corporis (kurap), tinea cruris (jock itch/gatal atlet), atau tinea pedis (athlete’s foot/kaki atlet).

Mekanisme aksi

Obat ini termasuk golongan imidazole yang bekerja dengan cara mengubah permeabilitas dinding sel jamur. Miconazole mengikat fosfolipid dalam membran sel dan menghambat biosintesis ergosterol dan sterol lain, sehingga merusak membran dinding sel jamur dan meningkatkan permeabilitasnya, memungkinkan hilangnya nutrisi yang diperlukan untuk produksi membran sel. Hal ini menyebabkan kematian sel melalui hilangnya unsur intraseluler.

Absorpsi

Obat ini tidak terserap sepenuhnya dari saluran gastrointestinal. Waktu untuk konsentrasi plasma puncak kira-kira 4 jam.

miconazole cream

Indikasi dan Kegunaan Miconazole

Sebelum menggunakan obat jamur ini, harus benar-benar sudah mempertimbangkan potensi manfaat dan risiko Miconazole. Gunakan dosis efektif terendah untuk durasi terpendek yang konsisten dengan tujuan perawatan pasien.

Baca Juga :  Glycerol (glycerin) : Kegunaan, Dosis, Efek Samping

Berikut adalah beberapa daftar kegunaan Miconazole :

A. Miconazole cream/salep/powder

Sediaan Miconazole topikal seperti cream atau powder lebih banyak digunakan untuk mengobati infeksi jamur pada kulit, seperti jamur pada sela-sela jari kaki (athlete’s foot), jamur pada kuku (onkomikosis), jamur pada lipatan kulit, lipatan paha, kulit kepala, jamur pada tubuh (panu dan kadas).

BIsa juga menggunakan Miconazole untuk ruam popok bayi. Produk yang tersedia, misalnya, Daktarin diaper. Obat ini berguna untuk mengobati infeksi kering atau basah pada kulit bayi dan anak-anak akibat terlalu lama kontak dengan urin dan tinja saat menggunakan popok.

B. Miconazole oral

Sediaan Miconazole oral digunakan untuk mengobati atau mencegah penyakit pada mulut, rongga oropharyngeal, dan saluran pencernaan yang disebabkan oleh infeksi jamur candida atau candidiasis.

Salah satu produk yang tersedia, misalnya, daktarin oral gel. Obat ini bisa digunakan oleh orang dewasa dan anak-anak usia 4 bulan atau lebih.

Kontraindikasi

Obat jamur ini kontraindikasi pada pasien berikut ini :

  • Hipersensitif terhadap Miconazole.
  • Sediaan oral : Penggunaan bersamaan dengan astemizole, cisapride, dofetilide, halofantrine, mizolastine, pimozide, quinidine, sertindole, terfenadine, ergot alkaloid, HMG-CoA reductase inhibitors (misalnya. simvastatin dan lovastatin), triazolam dan oral midazolam.

Efek Samping Miconazole

Selain memberikan efek yang dibutuhkan, sebagian besar obat dapat menyebabkan beberapa efek samping yang tidak diinginkan. Meskipun tidak semua efek samping ini dapat terjadi, penggunaan obat tetap harus dilakukan secara hati-hati. Segera dapatkan perawatan medis yang sesuai jika efek samping yang parah terjadi.

Berikut adalah beberapa efek samping Miconazole yang telah dilaporkan :

  • Efek samping sediaan oral : mual, muntah, diare, sakit kepala, sakit perut bagian atas, dan dysgeusia.
  • Efek samping sediaan topikal (cream, salep, powder, dll) : rasa panas, eritema, edema, gatal, rasa seperti terbakar, pedih, urtikaria, dan kejadian iritasi umum lain.
  • Efek samping sediaan vaginal : sensasi terbakar vulvovaginal, gatal, iritasi, kram panggul, gatal-gatal, dan ruam kulit. Sediaan vaginal mengandung minyak yang dapat melemahkan kondom lateks dan diafragma.

Peringatan

Waspadai hal-hal di bawah saat menggunakan obat jamur ini :

  • Sebelum menggunakan obat ini, beri tahu dokter atau apoteker jika Anda alergi terhadapnya.
  • Sebelum menggunakan obat ini, beri tahu dokter atau apoteker riwayat kesehatan Anda, terutama : gangguan hati.
  • Pasien lansia lebih rentan mengalami efek samping obat ini, terutama gangguan pencernaan, dan gangguan ginjal.
  • Beritahu dokter jika Anda hamil, atau berencana untuk hamil dalam waktu dekat.
  • Beritahu dokter jika Anda sedang menyusui.
  • Hindari kontak dengan mata.
  • Hentikan jika terjadi iritasi.

Penggunaan Miconazole Untuk ibu hamil atau ibu menyusui

FDA (badan pengawas obat dan makanan amerika serikat) menempatkan Miconazole dalam kategori C, penjelasannya adalah sebagai berikut :

Penelitian pada reproduksi hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin dan tidak ada studi yang memadai dan terkendali dengan baik pada manusia, namun jika potensi keuntungan dapat dijamin, penggunaan obat pada ibu hamil dapat dilakukan meskipun potensi resiko sangat besar.

Penelitian pada hewan tidak selalu bisa dijadikan dasar keamanan pemakaian obat untuk ibu hamil. Namun, jika suatu obat telah memberikan efek buruk terhadap janin hewan, harus diwaspadai hal yang sama bisa terjadi pada manusia. Disarankan hanya digunakan jika tidak ada pilihan lain yang lebih aman.

Baca Juga :  Clonidine Obat Apa? Dosis, Kegunaan, Efek Samping

Namun pada sediaan topikal (Miconazole cream/salep/powder), obat ini masuk dalam kategori B dengan penjelasan sebagai berikut :

Penelitian pada reproduksi hewan tidak menunjukkan resiko pada janin dan tidak ada studi yang memadai dan terkendali dengan baik pada wanita hamil / Penelitian pada hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin, tapi studi yang memadai dan terkendali dengan baik pada wanita hamil tidak menunjukkan resiko pada janin di trimester berapapun.

Saat digunakan secara topikal dan pada vagina wanita, hanya sejumlah kecil obat yang terserap secara sistemik. Semakin besar area pemakaian, semakin banyak obat yang terserap secara sistemik. Oleh karena itu, obat ini harus digunakan secara hati-hati. Ikuti petunjuk dokter Anda, terutama untuk sediaan vaginal.

Ibu hamil sering mengalami gejala infeksi jamur vagina. Amankan menggunakan Miconazole untuk ibu hamil? Data yang ada menunjukkan bahwa paparan antijamur oral dan topikal, atau antiseptik topikal, selama kehamilan tidak berhubungan dengan peningkatan risiko malformasi mayor. Antijamur azole topikal adalah pengobatan yang direkomendasikan selama kehamilan selama setidaknya 7 hari karena peningkatan kemanjuran. (sumber : pengobatan jamur vagina selama kehamilan).

Interaksi

Interaksi dengan obat lain dapat mengubah cara kerja obat atau meningkatkan risiko terjadinya efek samping yang serius. Beritahu dokter dan apoteker tentang obat apa saja yang sedang Anda konsumsi. Jangan memulai, menghentikan, atau mengubah dosis obat apa pun tanpa persetujuan dokter Anda.

Tidak ada data interaksi obat yang signifikan untuk sediaan topikal. Namun, untuk sediaan oral ada beberapa interaksi dengan obat lain. Berikut interaksi obat yang mungkin terjadi pada sediaan oral :

  • Dapat meningkatkan efek antikoagulan warfarin.
  • Dapat meningkatkan atau memperpanjang efek beberapa obat, seperti : Hipoglikemik oral (misalnya sulfonylureas), phenytoin, HIV protease inhibitors (misalnya saquinavir), agen antineoplastik (misalnya vinca alkaloid, busulfan, docetaxel), Ca channel blockers (misalnya dihydropyridines, verapamil), agen imunosupresif (misalnya, ciclosporin, tacrolimus, sirolimus), carbamazepine, cilostazol, buspirone, disopyramide, alfentanil, sildenafil, alprazolam, brotizolam, midazolam IV, rifabutin, methylprednisolone, trimetrexate, ebastine dan reboxetine.
  • Interaksi yang bisa berpotensi fatal : Terjadi peningkatan risiko aritmia jantung jika dikombinasikan dengan astemizole, cisapride, dofetilide, halofantrine, mizolastine, pimozide, quinidine, sertindole, terfenadine; Dapat meningkatkan paparan alkaloid ergot yang mengarah ke ergotisme; Dapat meningkatkan risiko rhabdomyolysis dengan inhibitor reduktase HMG-CoA (mis. Simvastatin dan lovastatin); Dapat meningkatkan efek triazolam dan midazolam oral.

Dosis Miconazole

Berikut adalah dosis Miconazole yang lazim digunakan untuk masing-masing kondisi penyakit dan sediaan :

A. Pemakaian oral / Tenggorokan

Miconazole untuk sediaan oral, umumnya tersedia berupa Gel 20 mg / g (24 mg / mL) atau tablet bukal. Sediaan Miconazole oral gel diberikan dengan dosis berikut :

Baca Juga :  Naproxen Obat Apa : Kegunaan, Dosis, Efek Samping

Kandidiasis orofaringeal

  • Dewasa : Gel, 2.5 mL 4 x sehari. Oleskan pada lesi mulut (sariawan) dan biarkan dalam mulut selama mungkin sebelum menelan. Lanjutkan pengobatan setidaknya 1 minggu setelah gejala hilang. Pasien immunocompromised : Gunakan tablet bukal : 50 mg 1 x sehari selama 14 hari berturut-turut.
  • Anak usia 4-24 bulan : Gel, 1.25 mL 4 x sehari. Oleskan pada lesi mulut (sariawan) dan biarkan dalam mulut selama mungkin sebelum menelan. Lanjutkan pengobatan setidaknya 1 minggu setelah gejala hilang.
  • Anak usia > 2 tahun : gel, 2.5 mL 4 x sehari. Oleskan pada lesi mulut (sariawan) dan biarkan dalam mulut selama mungkin sebelum menelan. Lanjutkan pengobatan setidaknya 1 minggu setelah gejala hilang.

Kandidiasis usus

  • Dewasa : gel, 20 mg / kg per hari, dalam 4 dosis terbagi. Maksimal : 250 mg (10 mL) 4 x sehari. Lanjutkan pengobatan setidaknya 1 minggu setelah gejala hilang.
  • Anak usia ≥4 bulan. Sama dengan dosis orang dewasa.

B. Sediaan Topikal / Kulit

Sediaan topikal biasanya berupa Miconazole cream, salep, lotion atau bedak. Aturan dosisnya adalah sebagai berikut :

Infeksi jamur kulit

  • Dewasa : Oleskan tipis-tipis pada area yang terinfeksi 2 x sehari selama 2-6 minggu. Lanjutkan pengobatan setidaknya 1 minggu setelah gejala hilang.
  • Anak : Sama seperti dosis orang dewasa.

Infeksi jamur kuku

  • Dewasa : Oleskan di daerah yang terinfeksi 1-2 x sehari. Lanjutkan pengobatan selama 10 hari setelah semua lesi menghilang.
  • Anak : Sama seperti dosis orang dewasa.

C. Sediaan Vaginal

Sediaan vaginal biasanya berupa Miconazole cream 2% yang mengandung sekitar 5 gram obat atau pessary. Berikut adalah aturan dosisnya :

Kandidiasis vulvovaginal

  • Dewasa : Sebagai Cream : Oleskan intravaginal pada waktu tidur sebagai dosis tunggal selama 10-14 hari atau 2 x sehari selama 7 hari. Sebagai pessary : 100 mg 1 x sehari selama 7 atau 14 hari, 100 mg 2 x sehari selama 7 hari, 200 mg atau 400 mg setiap hari selama 3 hari atau 1.200 mg sebagai dosis tunggal.

Cara menggunakan Miconazole

  • Baca Panduan Pengobatan yang disediakan oleh apoteker Anda sebelum Anda mulai menggunakan obat jamur ini. Jika Anda memiliki pertanyaan, tanyakan kepada dokter atau apoteker Anda.
  • Dosis didasarkan pada kondisi medis Anda dan respons terhadap pengobatan. Jangan menambah dosis atau minum obat ini lebih sering daripada yang diarahkan.
  • Gunakan obat ini secara teratur untuk mendapatkan manfaat maksimal. Ingat untuk menggunakannya pada waktu yang sama setiap hari.
  • Jangan menghentikan pengunaan obat sebelum durasi waktu yang disarankan.
  • Miconazole vaginal dapat mengurangi efektivitas alat kontrasepsi lateks (misalnya. Kondom atau diafragma). Jika Anda sedang berupaya menunda kehamilan, mungkin bisa menggunakan alat kontrasepsi lain.
  • Katakan kepada dokter jika kondisi Anda memburuk.

Artikel Pengetahuan Obat lainnya :

Miconazole adalah obat yang bisa didapatkan dengan atau tanpa resep dokter. Jangan menggunakan obat jamur ini melebihi dosis dan durasi yang telah diresepkan oleh dokter. Penggunaan yang berlebihan tidak akan meningkatkan manfaat obat ini namun justru akan meningkatkan efek sampingnya.