4 Alasan Mengapa Memaafkan Diri Sendiri Lebih Sulit

sulit memaafkan diri sendiri
Kepahitan yang dalam, belum move on dari masa lalu, dan sifat perfeksionis adalah beberapa sifat-sifat yang membuat kamu sulit memaafkan diri sendiri.

Banyak orang mengatakan, memaafkan diri sendiri lebih sulit daripada memaafkan orang lain. Kamu harus bergelut dengan diri sendiri, bertarung dengan ego kamu sendiri. Dan, ini susah. Ketika melakukan kesalahan yang berat, banyak orang justru terjerumus dalam penyesalan yang dalam dalam jangka waktu lama. Membuat dirinya tenggelam dalam kehidupan masa lalu. Depresi dan tidak bisa berbahagia di kehidupan hari ini.

Banyak dari kita tahu bahwa memaafkan adalah hal yang baik, bukan? Menerima dan memaafkan membebaskan diri kita dari kepahitan dan kemarahan. Kepahitan dan kemarahan adalah dua macam emosi yang tidak hanya terasa tidak enak tetapi juga dapat merusak kesehatan fisik dan mental. Kepahitan dan kemarahn juga menghambat kita untuk meraih banyak hal-hal baik yang disedikan oleh kehidupan.

4 Alasan Memaafkan Diri Sendiri Lebih Sulit Daripada Memaafkan Orang Lain

Banyak dari kita telah berupaya memaafkan orang lain. Tapi, bagaimana dengan memaafkan diri kita sendiri? Jika kita menjadi cukup baik dan konsisten dalam memaafkan orang lain, tetapi mengapa memaafkan diri sendiri justru sulit?

Memahami alasan mengapa memaafkan diri sendiri menjadi sulit dapat memberi kita petunjuk untuk membuatnya lebih mudah. Sehingga pada akhirnya kita bisa menemukan cara memaafkan diri sendiri, berdamai dengan masa lalu, dan terus maju menyongsong kehidupan di depan.

Berikut adalah 4 daftar alasan mengapa seseorang lebih sulit memaafkan diri sendiri dibandingkan memaafkan orang lain :

1. Rasa bersalah telah merasuk ke sumsum saraf

Pernyataan ini sepertinya berlebihan, tapi sebenarnya tidak. Ketika kita melakukan sesuatu yang “salah,” memori itu akan tersimpan di alam bawah sadar kita.

Kesalahan yang membuat kita kehilangan sesuatu yang kita inginkan akan menyebabkan kesedihan yang mendalam. Atau, ketika kita melakukan sesuatu yang kita sesali, kita sering memikirkan sesuatu yang menyalahkan diri sendiri, seperti, “Saya selalu mengatakan hal-hal yang salah” atau “Saya tidak berguna.” Energi negatif seperti ini akan tersimpan dalam alam bawah sadar.

Baca Juga :  10 Cara Mengatasi Depresi Pada Diri Sendiri

Jika kita mencoba untuk memaafkan diri sendiri, kita harus melepaskan emosi yang melekat padanya, misalnya, rasa sedih, marah, perasaan tidak berguna, dan lain-lain. Jika tidak, penerimaan dan pe-maaf-an itu tidak akan terjadi. Tidak peduli seberapa keras kamu mencoba untuk memaafkan, tidak akan berhasil. Kamu justru terus-terusan menyalahkan diri sendiri atas apa pun yang terjadi — karena alam bawah sadar kamu mengontrol untuk melakukannya!

Apa yang harus dilakukan? Identifikasi perasaan rendah diri atau emosi negatif yang melekat pada diri Kamu. Lepaskan itu terlebih dahulu. Jika itu sudah kamu lakukan, kamu akan menemukan bahwa memaafkan diri sendiri ternyata tidak begitu sulit.

2. Kamu Masih Hidup di Masa Lalu

Tidak bisa dihindari, setiap manusia pasti memiliki masa lalu. Melepaskan masa lalu yang menyakitkan – atau yang terpikirkan menyakitkan di pikiran kita sendiri – bisa sangat susah bagi banyak orang. Namun ingatlah, Memaafkan berarti melepaskan masa lalu.

Ketika kita mencoba untuk memaafkan diri sendiri, kita mencoba untuk melepaskan sesuatu yang terasa seperti bagian dari kita. Inilah EGO. Kita sudah lama merasa benar sendiri. Dan hari ini, ketika kita menyadari bahwa ternyata kita salah, ego kita sulit menerimanya. Inilah penyebabnya kenapa lebih sulit memaafkan diri sendiri dibandingkan memaafkan orang lain. Kita bertarung, bergelut dengan bagian paling kuat dari diri kita sendiri.

Untuk melepaskan masa lalu dimana kamu merasa melakukan kesalahan parah, pertama kali kamu harus menyadari bahwa setiap orang pasti ingin melakukan yang terbaik setiap saat. Jika saja, kamu tahu bahwa tindakan itu akan menyebabkan rasa sakit pada orang lain atau diri sendiri, kamu pasti tidak akan melakukannya, bukan? Jadi, sadari lah. Kesalahan itu bukanlah sesuatu yang kamu sengaja. Mungkin saat itu, kamu belum cukup dewasa untuk mengenal nilai-nilai yang kamu sudah kenal saat ini.

Baca Juga :  10 Cara Mengatasi Depresi Pada Diri Sendiri

Apa yang harus kamu lakukan? Pertahankan hikmah apa yang kamu pelajari dari kejadian tersebut tetapi lepaskan yang lainnya.

3. Kamu Belum Bisa Menerima Bahwa Manusia Tidaklah Sempurna

Kebanyakan orang, melihat diri sendiri melakukan kesalahan/perbuatan buruk adalah sebuah aib. Manusia pada dasarnya terhubung satu sama lain untuk bertahan hidup, dan individu yang membuat terlalu banyak kesalahan biasanya “disingkirkan”. Inilah pola yang terjadi di masyarakat kita! Bahkan sistem pendidikan juga mengajarkan bahwa segala sesuatu yang tidak “benar,” adalah “buruk” dan pantas mendapatkan hukuman. Jadi, setiap orang berusaha menghindari kesalahan dengan cara apa pun, dan ketika berbuat salah, naluri pertama untuk bertahan adalah menyembunyikannya. Ini sangat manusiawi.

Untuk memaafkan diri sendiri, pertama-tama kita harus mengakui kepada diri sendiri bahwa kita salah/gagal. Kita harus mengambil tanggung jawab dan mengakui kesalahan atau kegagalan itu. Meskipun itu terasa berlawanan dengan perasaan kita untuk bertahan dan diterima dalam masyarakat!

Ingatlah bahwa tidak ada manusia sempurna. Kesalahan, kegagalan, dan bahkan tindakan yang sangat bodoh adalah bagian dari menjadi manusia. Begitulah cara kita belajar dan tumbuh. Jika kamu tidak pernah merasa malu atau salah dan jika kamu tidak pernah melakukan kesalahan, kamu mungkin tinggal dalam zona nyaman yang cukup sempit.

Oleh karena itu, hargai kesalahan/kegagalan apa adanya. Hal ini akan menjadi batu loncatan dalam kehidupan kamu.

4. Kamu Terlalu Keras Pada Diri Sendiri

Ketika kamu benar-benar mencintai seseorang, bukankah lebih mudah untuk memaafkan mereka? Jika kamu memiliki hubungan yang saling percaya, penuh cinta, maka ketika teman atau orang penting lainnya melakukan sesuatu yang menyakiti kamu, bukankah kamu lebih mungkin untuk memaafkan bahkan melupakannya?

Baca Juga :  10 Cara memaafkan Diri Sendiri dan Move On Dari Masa Lalu

Banyak dari kita tidak memiliki hubungan yang penuh kasih dan rasa percaya pada diri kita sendiri. Banyak dari kita jauh lebih kritis terhadap diri kita sendiri daripada kita terhadap orang lain. Tanpa disadari, kita terkadang terlalu keras pada diri sendiri.

Saat kamu berurusan dengan orang yang tidak kamu percayai atau sukai, sangat mudah bagi kamu untuk memaafkan, melepaskan rasa sakit, karena kamu tidak lagi merasa perlu mempertahankan hubungan dengan mereka. Bagaimana dengan diri sendiri? Kamu tidak punya pilihan. Kamu tidak bisa pergi, bercerai, atau memutus hubungan dengan diri sendiri. itulah sebabnya, memaafkan diri sendiri lebih sulit daripada memaafkan orang lain.

Jika kamu tidak mencintai dan menghargai diri sendiri, entah bagaimana kamu membangun hubungan dengan diri sendiri menjadi lebih positif. Sekali lagi, dengan melepaskan emosi-emosi negatif, seperti, rasa sakit, kepahitan, rasa marah, harus kamu lepaskan dulu. Jika berhasil melewati tahap itu, bisa sangat membantu untuk membangun penerimaan diri dan cinta diri.