Macam-macam Sistem Ekonomi Yang Ada Di Dunia Saat Ini

macam-macam sistem ekonomi di dunia
Terdapat macam-macam sistem ekonomi yang berkembang di dunia. Berdasarkan pada mekanisme kerjanya, dibedakan menjadi sistem ekonomi tradiiosnal, ekonomi pasar, ekonomi komando, dan campuran. Berdasarkan kepemilikan aset ada sistem ekonomi kapitalis dan ekonomi sosialis

Sistem ekonomi yang dianut negara-negara di dunia, sangat tergantung dengan ideologi, sistem pemerintahan, tradisi dan adat kebudayaan bangsa tersebut, serta situasi dan kondisi negara tersebut. Dengan berbeda-bedanya ideologi dan sistem pemerintahan, maka sistem ekonomi pun berbeda-beda. Secara umum, macam-macam sistem ekonomi bisa dikelompokan berdasarkan 2 hal. Pertama, berdasarkan mekanisme ekonomi (Sistem ekonomi tradisional, sistem ekonomi pasar, sistem ekonomi komando, dan sistem ekonomi campuran). Kedua, berdasarkan kepemilikan aset ekonomi (sistem ekonomi kapitalis, sistem ekonomi sosialis, dan campuran).

Pengertian Sistem Ekonomi

Sistem ekonomi adalah sebuah cara atau metode terorganisir yang diterapkan oleh suatu negara untuk mendistribusikan sumber daya dan memperdagangkan barang dan jasa. Suatu sistem ekonomi mendefinisikan bagaimana semua entitas dalam suatu ekonomi berinteraksi.

Setiap sistem ekonomi fokus pada empat pertanyaan dasar :

  • Apa yang diproduksi.
  • Cara menghasilkan dan berapa banyak.
  • Siapa yang menerima hasil produksi.
  • Bagaimana perubahan akan dilakukan dan diakomodasi.

Struktur setiap sistem ekonomi berusaha menjawab empat pertanyaan ini. Sistem menetapkan aturan main untuk semua pelaku ekonomi, dan menentukan bagaimana mereka dapat berinteraksi satu sama lain.

Sistem ekonomi mencakup segala hal yang terkait dengan perputaran ekonomi, misalnya :

  • Unit-unit ekonomi : rumah tangga, perusahaan, serikat buruh, instansi pemerintah dan lembaga-lembaga lain yang terkait dengan aktivitas ekonomi.
  • Pelaku-pelaku ekonomi : produsen, distributor, konsumen, buruh, pemodal dan pejabat-pejabat bidang ekonomi atau yang terkait.
  • Faktor produksi : Sumber daya alam, sumber daya manusia, sumber daya kapital, dan sumber daya teknologi.

Macam-macam Sistem Ekonomi Di Dunia

Di seluruh dunia terdapat macam-macam sistem ekonomi. Setiap sistem unik dengan ciri-ciri dan sejumlah karakteristik yang khas.

Adanya macam-macam sistem ekonomi yang berbeda dikarenakan pengaruh berbagai faktor. Faktor-faktor penyebab adanya perbedaan sistem ekonomi pada tiap negara adalah sebagai berikut :

  • Sistem pemerintahan yang berbeda pada masing-masing negara.
  • Kepemilikan negara terhadap faktor produksi. Ada negara yang memiliki semua faktor produksi, di sisi lain ada negara yang semuanya diserahkan ke pihak swasta.
  • Campur tangan pemerintah di dalam kegiatan ekonomi. Ada negara yang mengontrol penuh perekonomian, di sisi lain ada negara yang berfungsi sebagai regulator saja.
  • Kelimpahan sumber daya yang berbeda pada tiap negara, baik sumber daya alam maupun manusia.

Secara umum macam-macam sistem ekonomi bisa dikelompokan berdasarkan dua kategori :

A. Macam-macam sistem ekonomi berdasarkan mekanisme kerjanya

  • Sistem ekonomi tradisional
  • Sistem ekonomi pasar/liberal
  • Sistem ekonomi komando
  • Sistem ekonomi campuran

B. Macam-macam sistem ekonomi berdasarkan kepemilikan aset ekonomi

  • Sistem ekonomi kapitalis
  • Sistem ekonomi sosialis
  • dan campuran

Semuanya memiliki ciri-ciri dan karakteristik yang berbeda dan tentu saja memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing.

A. Macam-macam sistem ekonomi berdasarkan mekanisme kerjanya

Setiap sistem ekonomi memiliki mekanisme yang berbeda bagiamana dia membentuk ekosistem perekonomian. Misalnya, sistem ekonomi pasar bekerja sepenuhnya berdasarkan mekanisme pasar melalui hukum penawaran dan permintaan. Sedangkan sistem ekonomi komando bergerak sepenuhnya berdasarkan arahan dari pemerintah pusat. Keduanya sangat bertolak belakang, maka dikenalkan lah sistem ekonomi campuran yang merupakan kombinasi dari kedua sistem tersebut.

Berikut adalah penjelasan terperinci dari macam-macam sistem ekonomi yang dibedakan berdasarkan mekanisme kerjanya :

Sistem Ekonomi Tradisional

Pengertian sistem ekonomi tradisional adalah sistem yang sangat terkait dengan adat istiadat, sejarah, dan kepercayaan yang dihormati masyarakat setempat. Tradisi menjadi panduan dalam pengambilan keputusan ekonomi seperti produksi dan distribusi. Sistem ekonomi tradisional hanya fokus pada barang dan jasa yang secara langsung berkaitan dengan kebutuhan dasar. Dalam bertransaksi, mereka tidak menggunakan alat tukar berupa uang, namun menggunakan sistem barter.

Ciri ciri sistem ekonomi tradisional :
  • Sangat bergantung pada individu dan biasanya tidak menunjukkan tingkat spesialisasi dan pembagian kerja yang signifikan. Dengan kata lain, sistem ekonomi tradisional adalah jenis ekonomi paling dasar dan kuno.
  • Ekonomi tradisional berpusat di sekitar keluarga atau suku. Mereka menggunakan tradisi yang diwarisi dari pengalaman para tetua sebagai panduan kehidupan sehari-hari dan dalam mengambil keputusan ekonomi.
  • Ekonomi tradisional ada di masyarakat pemburu-pengumpul dan nomaden. Masyarakat ini membutuhkan wilayah yang luas untuk menemukan makanan yang cukup untuk mendukung kehidupan mereka. Mereka mengikuti kawanan hewan yang bermigrasi dengan musim. Para pemburu-pengumpul nomaden ini bersaing dengan kelompok lain untuk menguasai sumber daya yang tersedia. Aktivitas perdagangan nyaris tidak ada karena mereka semua mengkonsumsi dan menghasilkan komoditas yang sama.
  • Sebagian besar ekonomi tradisional hanya menghasilkan apa yang mereka butuhkan. Mereka tidak mengambil yang tidak dibutuhkan sehingga jarang terjadi kelebihan atau sisa makanan. Hal ini membuatnya tidak perlu berdagang atau menghasilkan uang.
  • Ketika mereka membutuhkan barang yang tidak dimilikinya, mereka melakukan tukar menukar barang atau barter. Namun, barter hanya bisa terjadi antar kelompok yang tidak memiliki persaingan. Misalnya, suku yang bergantung pada perburuan menukar makanan dengan suku yang bergantung pada memancing. Mereka menukar daging untuk mendapatkan ikan, tidak ada kebutuhan terhadap alat tukar seperti mata uang.
  • Ekonomi tradisional mulai berkembang setelah mereka mulai bertani dan menetap. Saat ini terjadi, mereka bisa saja memiliki surplus barang tertentu, seperti hasil pertanian.

Tidak ada sistem ekonomi yang sempurna, bahkan sistem ekonomi modern sekali pun. Begitu pula ekonomi tradisional pasti memiliki kelebihan dan kekurangan. Berikut adalah kelebihan dan kekurangan sistem ekonomi tradisional :

Kelebihan Sistem Ekonomi Tradisional
  • Karena ruang lingkup aktivitas ekonominya relatif sempit, maka potensi terjadinya konflik ekonomi pun kecil. Adat dan tradisi mendikte distribusi sumber daya. Semua orang mengerti kontribusi mereka terhadap produksi, apakah itu sebagai petani, pemburu, atau penenun. Anggota juga memahami apa yang seharusnya mereka terima. Bahkan jika terjadi ketidakpuasan, mereka tidak memberontak.
  • Karena kegiatan ekonomi hanya ditujukan untuk pemenuhan kebutuhan dasar, maka mereka hanya mengambil apa yang dibutuhkan saja, mereka tidak merusak lingkungan seperti ekonomi maju. Hal ini membuat sistem ekonomi tradisional lebih berkelanjutan daripada ekonomi berbasis teknologi.
  • Hubungan antar individu di komunitasnya masih sangat kuat dan saling tolong-menolong.
  • Kesenjangan ekonomi tidak terjadi karena pendapatannya cenderung merata.
  • Di dalam sistem ekonomi tradisional tidak akan pernah terjadi inflasi, pengangguran, dan masalah-masalah ekonomi lain yang terjadi pada sistem ekonomi lainnya. (Baca juga : Faktor-faktor Penyebab Inflasi Sebuah Negara).
Kelemahan Sistem Ekonomi Tradisional
  • Ekonomi tradisional rentan terhadap gangguan dari faktor alam, terutama cuaca. Ketika kekeringan dan terjadi gagal panen atau cuaca buruk sehingga susah melaut, orang-orang kelaparan.
  • Mereka juga rentan terhadap pengaruh komunitas lain yang menganut sistem pasar atau ekonomi komando. Sebagai contoh, eksplorasi minyak Rusia di kawasan Siberia telah merusak ekosistem. Hal itu berpengaruh terhadap kuantitas penangkapan ikan tradisional dan ekonomi tradisional secara keseluruhan di daerah-daerah tersebut.
  • Nyaris tidak menggunakan penerapan teknologi, kalau pun ada sangat sederhana. Hal ini menyebabkan produktivitasnya rendah. Kualitas barang yang dihasilkan juga sangat rendah.
  • Masyarakat hanya fokus pada pemenuhan kebutuhan primer, sehingga inovasi barang-barang sekunder dan tersier tidak berkembang.
  • Karena dipandu oleh adat yang ketat, beberapa komunitasnya menganggap tabu sebuah perubahan. hal ini membuat mereka sulit berkembang.
  • Aktivitas ekonominya tidak memperhatikan efisiensi dalam mengolah sumber daya ekonomi.
  • Tujuan kegiatan ekonomi hanya untuk pemenuhan kebutuhan dasar tidak untuk meningkatkan taraf hidup.
Contoh Sistem Ekonomi Tradisional

Sebelum era kolonialisme, sebagian besar belahan bumi masih mempraktekkan sistem ekonomi tradisional. Ekonomi penduduk asli Amerika sebelum kedatangan bangsa eropa masih sangat terkait dengan perburuan dan pengumpulan sumber daya. Bahkan sebelum kejadian great depression melanda Amerika Serikat tahun 30’an, 60 persen perekonomian bertumpu pada pertanian.

Hampir 70 persen penduduk Haiti bergantung pada pertanian sebagi mata pencaharian mereka. Ketergantungan mereka pada kayu sebagai sumber utama bahan bakar telah menghancurkan hutan. Hal ini membuat mereka rentan terhadap bencana alam, seperti banjir.

Baca Juga :  Perbedaan Sistem Ekonomi Kapitalis dan Sistem Ekonomi Sosialis

Suku-suku asli di Arktik, Amerika Utara, dan Rusia bagian timur mengandalkan memancing dan berburu untuk memenuhi kebutuhan makanan. Suku Sami di Skandinavia mengelola kawanan rusa sebagai sumber ekonominya. Terdapat tradisi yang mengatur bagaimana peran setiap individu dalam pengelolaan itu.

Di Indonesia sendiri masih banyak suku-suku pedalaman yang masih menerapkan sistem ekonomi tradisional. Sebut saja suku-suku pedalaman Papua, Kalimantan, Sumatera, bahkan di Jawa sendiri. Suku-suku yang mendiami kawasan hutan, hidup dari hasil hutan. Beberapa suku pedalaman itu mulai mengenal pertanian, namun sistemnya ladang berpindah. Mereka sangat rentan kondisi iklim, contoh : masyarakat salah satu suku pedalaman Papua pernah mengalami kelaparan yang disebabkan oleh gagal panen ubi.

Sistem Ekonomi Komando / Terpusat

Sistem Ekonomi Komando adalah suatu sistem ekonomi di mana seluruh kebijakan ekonomi dikontrol sepenuhnya oleh pemerintah pusat. Penguasaan atas tanah, sumber daya alam, dan seluruh faktor produksi sepenuhnya di tangan negara atau dimiliki secara kolektif. Perekonomian tidak bergantung pada hukum penawaran dan permintaan seperti yang terjadi pada sistem ekonomi pasar. Ekonomi komando juga mengabaikan tradisi atau kebiasaan yang terkait sistem ekonomi tradisional.

Sistem yang dikenal juga dengan istilah sistem ekonomi terpusat terencana ini dianggap sebagai sistem ekonomi kiri. Sistem ini didasarkan pada prinsip kolektivisme, seperti : kesetaraan ekonomi, kepentingan kolektif, dan kepemilikan publik. Ini berarti bahwa dalam ekonomi komando intervensi pemerintah dalam kegiatan ekonomi sangat tinggi. Namun, meskipun diatur dengan cara berbeda, seperti sistem ekonomi lainnya, tujuan sistem ekonomi komando adalah untuk mencapai kemakmuran bagi rakyatnya.

Ciri ciri sistem ekonomi Komando :

Berikut adalah beberapa ciri-ciri sistem ekonomi komando yang membedakannya dengan sistem yang lain :

  • Pemerintah pusat menyusun rencana pembangunan ekonomi, baik itu rencana ekonomi jangka pendek, menegah, atau jangka panjang. Rencana ekonomi lima tahun menetapkan tujuan ekonomi dan kemasyarakatan untuk setiap sektor dan wilayah negara.
  • Pemerintah mengalokasikan semua sumber daya sesuai dengan rencana yang disusun pemerintah pusat.
  • Pemerintah pusat menetapkan prioritas produksi semua barang dan jasa, termasuk berapa jumlahnya dan berapa harga barang itu dijual. Tujuannya adalah untuk menyediakan cukup makanan, perumahan, dan kebutuhan dasar lainnya bagi seluruh rakyat.
  • Pemerintah memiliki bisnis monopoli. Biasanya monopoli dilakukan pada sektor ekonomi yang dianggap penting untuk tujuan nasional. Tidak ada persaingan domestik di sektor-sektor penting ini.
  • Pemerintah menciptakan undang-undang, peraturan, dan arahan untuk menegakkan rencana pusat. Aktivitas perekonomian akan diarahkan untuk mengikuti rencana produksi dan target yang telah disusun pemerintah.
  • Pemerintah memiliki kekuasaan tertinggi dalam seluruh aktivitas perekonomian. Pihak swasta atau individu tidak punya peran berarti.

Tidak ada sistem ekonomi yang sempurna, begitu pula ekonomi komando pasti memiliki kelebihan dan kekurangan. Berikut adalah kelebihan dan kekurangan sistem ekonomi komando :

Kelebihan Sistem Ekonomi Komando
  • Dukungan pada sektor industri-industri penting sangat baik. Untuk merealisasikan proyek-proyek besar dan mencapai tujuan nasional, ekonomi komando memberikan dukungan penuh pada sektor-sektor ekonomi penting, misalnya perminyakan, perbankan, bahkan industri militer.
  • Monopoli pasar oleh pemodal besar tidak terjadi. Karena semua faktor ekonomi diatur oleh pemerintah, tidak akan pernah ada pemodal besar yang mampu mengendalikan harga dengan semena-mena.
  • Volume produksi dan ketersediaan barang terkontrol baik. Dalam ekonomi komando, volume produksi dapat disesuaikan dengan kebutuhan penduduk.
  • Sistem ekonomi menjadi selaras dari atas ke bawah. Sistem ekonomi seperti ini memiliki kemampuan untuk menyesuaikan segala aktivitas ekonomi untuk mewujudkan visi dan misi bangsa. Antara pemerintah pusat dan daerah fokus pada rencana pembangunan yang telah disusun, sehingga mempunyai arah yang jelas.
  • Mobilisasi sumber daya dilakukan lebih baik. Pemerintah memiliki hak untuk memobilisasi seluruh komponen bangsa dalam skala besar untuk mencapai tujuan nasional secara cepat.
  • Respons terhadap bencana dan keadaan darurat lebih baik. Otoritas pusat dengan mudah meningkatkan produksi di banyak fasilitas yang dikontrolnya untuk memenuhi kebutuhan saat terjadi bencana. Misalnya, jika di suatu wilayah terjadi bencana, pemerintah dengan mudah menggerakan segala sumber daya yang berada penuh dalam kontrolnya.
  • Memprioritaskan kesejahteraan sosial secara kolektif. Kesejahteraan sosial adalah perhatian utama dalam ekonomi komando, di mana salah satu tujuan utamanya adalah memastikan bahwa kesejahteraan sosial maksimum akan terjadi. Sistem ini melahirkan rasa kebersamaan karena kurangnya ketimpangan pendapatan, sehingga masyarakat secara keseluruhan dapat mengambil peran dalam proses produksi dan dapat memperoleh manfaat darinya.
Kekurangan sistem Ekonomi Komando
  • Kebutuhan masyarakat terabaikan. Dalam ekonomi komando, kebutuhan masyarakat sering diabaikan demi kesetaraan. Tidak banyak pilihan pada barang konsumsi, karena apa yang diproduksi ditentukan negara. Untuk pekerja, mereka tidak akan mempunyai banyak pilihan di mana mereka ingin bekerja.
  • Kebebasan dibatasi. Jenis ekonomi ini biasanya terkait dengan komunisme, yang berarti pemerintah memiliki kontrol penuh terhadap rakyat yang berakibat rendahnya kebebasan rakyat. Warga negara tidak dapat memilih jalur karier berdasarkan minat dan keterampilan yang mereka miliki, tetapi ditentukan otoritas pusat. Karena kelemahan ekonomi komando ini, kebanyakan orang menjadi tidak puas, menciptakan kemalasan dan menurunkan produktivitas.
  • Inovasi sangat rendah. Jika sistem pasar bebas mendorong inovasi dan perubahan, ekonomi komando justru sebaliknya. Karena pemerintah yang berkuasa mengendalikan pasar, inovasi bukanlah prioritas atau tidak didorong sama sekali.
  • Tingkat kompetisi sangat renda. Kompetisi yang ketat pada sistem ekonomi pasar adalah kekuatan utama yang mendorong terjadinya inovasi terus menerus, tetapi hal ini tidak ditemukan dalam ekonomi komando.
  • Berpotensi munculnya pasar gelap. Karena pemerintah membatasi produk dan jasa yang beredar di pasar, sementara keinginan manusia susah dikontrol, maka pemenuhan kebutuhan ini akan disuplai oleh pasar gelap. Akibatnya akan merugikan negara dari sisi pajak.
  • Kinerja ekspor rendah. Karena inovasi sangat rendah, produktivitas juga rendah, ekspor bisa menjadi masalah karena kalah bersaing dengan produk-produk negara lain.
  • Jumlah barang yang tersedia tidak seimbang dengan permintaan. Sulit bagi pemerintah untuk memperoleh data aktual tentang kebutuhan konsumen, sehingga pemerintah mengambil kebijakan untuk melakukan penjatahan.
  • Banyak subsidi ekonomi salah sasaran. Demi menghindari kesenjangan ekonomi, pemerintah banyak menggelontorkan subsidi, namun kebijakan ini sering tidak tepat sasaran dan menghabiskan anggaran yang besar sehingga mengurangi alokasi pada sektor lain yang lebih penting.
  • Koordinasi antar lembaga sangat sulit. Jika dilakukan dalam skala kecil, sistem ini mungkin sangat baik. Namun, untuk skala negara, nyaris tidak mungkin mengontrol segala aspek kehidupan dari hulu ke hilir. Akibatnya, koordinasi sering tidak efisien. Di sisi lain, banyak kebijakan ekonomi lambat terealisasi karena ketakutan aparat bawah mengambil keputusan secara cepat sesuai keadaan.
Contoh-contoh Ekonomi komando

Sistem ekonomi komando pada umumnya dianut oleh negara-negara yang dipimpin seorang diktator yang kuat. Hal ini sangat lumrah, karena tanpa pemimpin yang kuat sangat tidak mungkin mengendalikan seluruh perekonomian dalam satu komando.

Tokoh-tokoh sistem ekonomi komando pun dicitrakan sebagai seorang diktator. Sebut saja Lenin, Joseph Stalin, Mao Zedong, Fidel Castro, atau Kim Jong-Un.

Lebih jauh lagi, ekonomi komando juga sering dikaitkan dengan negara komunis. Komunisme adalah sistem ekonomi dan politik yang didasarkan pada prinsip-prinsip sosialisme. Komunisme berpusat pada gagasan membangun masyarakat yang didasarkan pada kepemilikan publik atas alat-alat produksi dan penghapusan bentuk kelas sosial apa pun. Dengan demikian, diktator komunis sering menggunakan ekonomi komando sebagai cara mengendalikan lebih lanjut negara mereka.

Salah satu contoh ekonomi komando dalam sejarah adalah saat Uni Soviet mengambil alih seluruh tanah pertanian di Ukraina. Tanah yang awalnya adalah milik para petani diambil paksa menjadi milik negara. Kejadian ini pada akhirnya justru menyebabkan terjadinya kelaparan di Ukraina alih-alih meningkatkan kesejahteraan sosial.

Sistem Ekonomi Pasar

Sistem ekonomi pasar adalah sistem di mana hukum penawaran dan permintaan adalah penggerak utama produksi barang dan jasa. Yang termasuk penawaran (Pasokan), misalnya : sumber daya alam, modal, dan tenaga kerja. Yang termasuk permintaan, misalnya : pembelian oleh konsumen, perusahaan, dan pemerintah.

Produsen menjual barang mereka dengan harga tertinggi yang mungkin dibayar konsumen. Pada saat yang sama, pembeli mencari harga terendah untuk barang dan jasa yang mereka inginkan. Para pekerja menawarkan jasa mereka dengan upah setinggi mungkin. Sementara, majikan berusaha mendapatkan pekerja terbaik dengan harga serendah mungkin. Disinilah terjadi hukum penawaran dan permintaan, pada akhirnya akan membentuk keseimbangan pasar.

Ciri-ciri sistem ekonomi pasar

Berikut adalah beberapa ciri-ciri sistem ekonomi pasar yang membedakannya dengan sistem yang lain :

  • Mengakui kepemilikan privat/swasta. Sebagian besar barang dan jasa adalah milik pribadi. Pemilik dapat melakukan aktivitas membeli, menjual, atau menyewakan miliknya. Dengan kata lain, mereka memiliki hak untuk mendapatkan keuntungan dari aset yang mereka miliki.
  • Kebebasan ekonomi. Pemilik bebas untuk memproduksi, menjual, dan membeli barang dan jasa di pasar yang kompetitif. Mereka hanya memiliki dua kendala. Hanya ada 2 hal pokok dalam kaitan ini, yaitu soal harga dan soal modal.
  • Motif keuntungan pribadi. Semua produsen berusaha menjual produknya kepada penawar tertinggi, sementara konsumen berupaya membeli dengan harga terendah. Sistem tawar menawar antara para pihak akan menghasilkan harga barang dan jasa yang benar-benar mencerminkan nilai pasar mereka. Hal ini akan memberikan gambaran yang akurat tentang penawaran dan permintaan pada saat tertentu.
  • Kompetisi. Adanya persaingan antar produsen membuat harga tetap terkendali. Kompetisi juga memastikan bahwa masyarakat memproduksi barang dan jasa dengan sangat efisien. Begitu permintaan meningkat untuk barang tertentu, harga naik sesuai hukum permintaan. Ketika barang tersebut menjadi tren maka pesaing pun memproduksinya juga, sehingga pasokan meningkat. Hal ini pada akhirnya akan menurunkan harga kembali ke keseimbangan pasar. Tekanan kompetitif ini juga berlaku untuk pekerja dan majikan. Pekerja saling bersaing satu sama lain untuk mendapatkan pekerjaan dengan bayaran tertinggi. Sementara majikan berusaha mendapatkan pekerja dengan upah murah. Persaingan antar pekerja dan ketersediaan lapangan kerja akan menentukan nilai upah yang sesuai.
  • Sistem Pasar dan Harga. Ekonomi pasar bergantung pada pasar yang efisien untuk menjual barang dan jasa. Perubahan harga adalah cerminan murni dari hukum penawaran dan permintaan.
  • Peran pemerintah Terbatas. Peran pemerintah adalah sebagai regulator yang memastikan bahwa pasar terkendali dengan persaingan yang wajar. Aturan yang dibuat memastikan bahwa setiap orang memiliki akses yang sama ke pasar. Pemerintah melarang adanya monopoli yang membatasi persaingan. Tujuannya untuk memastikan tidak ada yang memanipulasi pasar dan setiap orang memiliki akses yang sama terhadap informasi.
Baca Juga :  22 Kelebihan dan Kekurangan Sistem Ekonomi Pasar/Liberal

Tidak ada sistem ekonomi yang sempurna, begitu pula sistem ekonomi liberal pasti memiliki kelebihan dan kekurangan. Berikut adalah kelebihan dan kekurangan sistem ekonomi pasar bila dibandingkan sistem yang lain :

Kelebihan Sistem Ekonomi Pasar
  • ketatnya persaingan antara perusahaan yang berbeda memicu peningkatan efisiensi. Tiap perusahaan akan melakukan apa pun yang diperlukan untuk menurunkan ongkos produksi, supaya harga produknya bisa bersaing di pasar.
  • Kebanyakan orang bekerja lebih keras (ancaman kehilangan pekerjaan adalah motivator terbesar). Tingkat persaingan yang tinggi di dunia kerja, membuat orang bekerja lebih ulet untuk membuatnya pantas menduduki posisi tersebut. Hal ini akan meningkatkan produktivitas pekerja.
  • Inovasi selalu berkembang karena perusahaan selalu mengembangkan produk baru untuk dijual dan cara yang lebih murah untuk melakukan proses produksinya (efisiensi).
  • Investasi asing meningkat. Wajar, karena motif utama dari sistem ekonomi liberal adalah laba. Ketika peluang mendapatkan laba sangat terbuka maka arus modal asing akan datang dengan sendirinya. Hasilnya, lapangan kerja bertambah.
  • Karena peran swasta sangat besar termasuk di sektor-sektor publik seperti kesehatan, pendidikan, dan lainnya, maka pengeluaran pemerintah untuk menyediakan fasilitas-fasilitas publik turun. Pemerintah memiliki cukup dana untuk melakukan hal lainnya untuk kesejahteraan rakyat.
  • Banyak orang dengan cepat mempelajari keterampilan dan pengetahuan teknis dan sosial yang diperlukan untuk bersaing. Wajar, karena jika tidak memiliki skill yang baik, maka mereka akan tergilas oleh persaingan kejam sistem ekonomi liberal ini.
  • Konsumen memiliki banyak pilihan produk yang sesuai dengan kantong mereka.
Kekurangan sistem Ekonomi Pasar
  • Prioritas pembangunan ekonomi mengalami distorsi, karena modal diarahkan hanya pada apa yang akan menghasilkan keuntungan terbesar dan bukan ke dalam apa yang kebanyakan orang benar-benar butuhkan.
  • Eksploitasi pekerja yang semakin memburuk. Dengan alasan efisiensi, perusahaan akan selalu berusaha mendapatkan pekerja dengan kualitas terbaik tapi dengan bayaran terendah. Ketika terjadi peningkatan populasi, maka pasokan pekerja melimpah, sementara peluang kerja tetap. Hal ini membuat, perusahaan memiliki bargaining lebih kuat daripada pekerja.
  • Sistem ekonomi pasar selalu mengejar efisiensi, dan penggunaan teknologi adalah solusinya. Namun, era otomatisasi, komputerisasi dan robotisasi memiliki efek buruk. Penduduk yang kehilangan pekerjaan karena tergeser mesin jadi tidak mempunyai uang yang cukup untuk membeli yang mereka butuhkan.
  • Daya beli masyarakat yang turun akibat kurangnya pekerjaan (karena tergeser mesin), membuat stok barang melimpah tapi penyerapan rendah. Pada akhirnya mengakibatkan banyak mesin terbengkalai karena tidak difungsikan lagi. Sampah juga meningkat.
  • Penggunaan teknologi dan persaingan yang keras yang selalu diperlukan untuk mencapai efisiensi ekonomi ternyata menghasilkan kenaikan pengangguran.
  • Kesenjangan sosial dan ekonomi meningkat. 80 persen sumber daya hanya dikuasai oleh kurang dari 2 persen populasi. Dengan kesenjangan antara orang kaya dan orang miskin, kesetaraan dalam hubungan sosial menjadi mustahil. Orang-orang dengan banyak uang mulai menganggap diri mereka sebagai jenis manusia yang lebih baik dan memandang orang miskin dengan hina, sementara orang miskin merasakan kebencian, iri hati, dan muak pada orang kaya.
  • Orang-orang kaya juga mulai menggunakan pengaruhnya pada dunia politik. Tujuannya tidak lain untuk memperoleh keuntungan lebih banyak lagi.
  • Meningkatnya korupsi di semua sektor masyarakat. Hal ini terjadi karena pemilik modal dengan mudah menggunakan pengaruh uangnya untuk mempengaruhi kebijakan pemerintah untuk kepentingan bisnisnya namun merugikan masyarakat luas.
  • Kejahatan di bidang ekonomi meningkat karena uang telah menjadi segala-galanya. Mencari keuntungan dengan cara ilegal pun dilakukan.
  • Mengurangi manfaat sosial dan kesejahteraan. Hal-hal yang terkait masalah sosial hanya dibiayai oleh pajak. Sangat sedikit modal diarahkan untuk hal-hal demikian karena tidak menghasilkan keuntungan.
  • Memburuknya kualitas ekologis. Untuk mencari keuntungan sebanyak-banyaknya para pelaku sistem ekonomi liberal menekan segala kemungkinan biaya produksi termasuk biaya rehabilitasi lingkungan.
  • Hubungan sosial antar masyarakat menjadi renggang. Hampir semua aktivitas dianggap upaya mencari keuntungan. Orang menjadi egois, hanya peduli dengan diri mereka sendiri. Mereka juga menjadi sangat gelisah dan tidak aman secara ekonomi, takut kehilangan pekerjaan, rumah, dan lain-lain.
  • Menggenjot keuntungan sebesar-besarnya membuat perekonomian menjadi tidak sehat. Buktinya, secara periodik sistem ekonomi liberal menyebabkan terjadinya krisis ekonomi. Hal ini menyebabkan banyak para ahli berpendapat menyerahkan sepenuhnya ekonomi pada pasar bebas tidak selalu aman bagi perekonomian negara.
  • Mekanisme kunci dari ekonomi pasar adalah persaingan. Akibatnya, ia tidak memiliki sistem yang kuat untuk melindungi mereka yang tidak memiliki kekuatan kompetitif, misalnya, orang tua, anak-anak, dan orang-orang dengan cacat mental atau fisik.
  • Banyak sumber daya terbuang percuma. Meskipun pada prinsipnya sistem ekonomi liberal mendorong terjadinya efisiensi seluruh faktor produksi, pada kenyataannya justru banyak menghasilkan produk yang terbuang secara percuma.

Sistem Ekonomi Campuran

Sistem ekonomi campuran adalah sistem yang menggabungkan aspek-aspek kapitalisme dan sosialisme. Sistem ekonomi campuran melindungi kepemilikan pribadi dan memungkinkan tingkat kebebasan ekonomi dalam penggunaan modal, tetapi juga memungkinkan adanya intervensi pemerintah dalam kegiatan ekonomi untuk mencapai tujuan sosial.

Sistem ekonomi campuran memadukan karakteristik sistem ekonomi komando dan sistem ekonomi pasar. Sebagian besar negara menerapkan sistem ekonomi campuran. Bahkan, Amerika Serikat yang dikatakan biangnya ekonomi pasar, pemerintahnya masih menerapkan peraturan dan struktur pajak yang memungkinkan distribusi pendapatan kepada orang miskin. Negara-negara lain, seperti China, yang dulunya sangat condong ke arah sistem ekonomi komando, selama dua dekade terakhir telah meningkatkan upaya untuk mendorong investasi swasta.

Ciri-ciri sistem ekonomi Campuran

Berikut adalah beberapa ciri-ciri sistem ekonomi campuran yang membedakannya dengan sistem yang lain :

  • Ada kolaborasi antara pemerintah dan swasta dalam menggerakkan roda perekonomian.
  • kepemilikan swasta diakui namun pemerintah juga memiliki kepemilikan pada sektor-sektor ekonomi yang penting bagi tujuan nasional.
  • Pada keadaan tertentu, pemerintah bisa melakukan intervensi pasar. Contoh : operasi pasar untuk mengendalikan harga komoditas penting.
  • Pemerintah memiliki perencanaan berjenjang, undang-undang, dan kebijakan-kebijakan ekonomi untuk mengatur perekonomian.
  • Kompetisi antar perusahaan berdasarkan hukum penawaran dan permintaan (mekanisme pasar). Bahkan, perusahaan milik negara pun harus ikut bersaing secara wajar. Namun, untuk kasus-kasus tertentu yang menyangkut tujuan pembangunan nasional, pemerintah bisa melakukan intervensi bahkan monopoli. Contoh : monopoli penjualan bahan bakar dan penetapan harga secara terpusat.

Tidak ada sistem ekonomi yang sempurna, begitu pula ekonomi campuran pasti memiliki kelebihan dan kekurangan. Berikut adalah kelebihan dan kekurangan sistem ekonomi campuran :

Kelebihan Sistem Ekonomi Campuran
  • Barang dan jasa didistribusikan tersedia dengan berbagai pilihan (karena tidak diatur negara), sementara harga diatur oleh hukum penawaran dan permintaan sehingga selalu berada dalam keseimbangan pasar.
  • Karena kontrol pemerintah tidak begitu besar, persaingan tetap ada sehingga efisiensi industri akan terjadi.
  • Persaingan juga meningkatkan inovasi yang dilakukan produsen untuk menjaga produk mereka di pasar tetap bisa diterima pasar dari waktu ke waktu.
  • Kepemilikan swasta diakui negara. Swasta memiliki hak ekonomi dari aset yang dimilikinya.
  • Harga tidak bergejolak terlalu lama, karena jika itu terjadi pemerintah dapat melakukan intervensi pasar.
  • Perusahaan swasta tidak bisa menguasai sektor-sektor ekonomi yang menyangkut hajat hidup banyak orang.
  • Intervensi negara pada sektor ekonomi yang penting membuat kondisi perekonomian negara yang menganut sistem ekonomi campuran cenderung stabil.
Baca Juga :  15 Kelebihan dan Kekurangan Sistem Ekonomi Campuran
Kekurangan sistem Ekonomi Campuran
  • Pemerintah bertanggungjawab pada pembangunan sektor-sektor publik. Hal ini membuat anggaran pemerintah untuk hal ini sangat besar sehingga membebani keuangan negara. Sementara peran swasta minim karena tidak banyak memberi keuntungan.
  • Sektor-sektor yang dikuasai negara biasanya perkembangannya lebih lambat dibandingkan sektor yang dikuasai swasta. Hal ini terjadi karena peran pemerintah dalam perekonomian selalu disertai muatan politik, misalnya menempatkan orang dekat sebagai pemimpin perusahaan negara. Akibatnya perusahaan menjadi sarang koruptor, tidak efisien dan merugi terus menerus.
  • Keuntungan swasta berkurang karena ada pengeluaran tambahan misalnya CSR, kewajiban rehabilitasi lingkungan, pajak yang besar, dan lain-lain.
  • Faktor-faktor produksi yang dikuasai negara sulit didefinisikan.
Contoh-contoh Ekonomi Campuran

Amerika serikat bisa dijadikan contoh sistem skonomi campuran diterapkan. Negara ini sering mempromosikan ekonomi pasar, dan memang di negaranya prinsip-prinsip ekonomi pasar diterapkan. Contoh : Kepemilikan swasta dilindungi oleh hukum, setiap orang bebas untuk hidup, bekerja, memproduksi, membeli, dan menjual apa pun yang mereka inginkan (asalkan legal.), harga-harga diatur oleh hukum penawaran dan permintaan, konstitusi AS melindungi kebebasan pers yang memungkinkan setiap orang memiliki akses yang sama terhadap informasi.

Disamping memiliki aspek-aspek ekonomi liberal, Amerika serikat juga menerapkan sistem ekonomi komando dalam banyak hal. Contoh : Pemerintah federal USA memilki skala prioritas pembanguna tahunanan, penerapan sturktur pajak dan subsidi, belanja pemerintah mengikuti prioritas untuk mencapai tujuan nasional, pemerintah melakukan monopoli dalam industri nasional yang penting (NASA, sistem jalan raya antarnegara bagian, dan pertahanan), pemerintah federal sering melakukan kebijakan proteksionisme ekonomi (seperti melindungi produk-produk pertanian).

B. Macam-macam sistem ekonomi berdasarkan Kepemilikan Aset

Setiap sistem ekonomi mengatur bagaimana sumber daya ekonomi diatur. Dalam sistem ekonomi kapitalis, faktor-faktor produksi dimiliki oleh individu/swasata. Mereka memiliki hak untuk memanfaatkan aset-aset tersebut secara ekonomi. Di sisi lain, sistem ekonomi sosialis faktor-faktor produksi dimiliki secara bersama melalui negara. Negara akan mengatur bagaimana faktor-faktor produksi itu digunakan untuk kesejahteraan bersama.

Berikut adalah penjelasan terperinci dari macam-macam sistem ekonomi yang dibedakan berdasarkan kepemilikan aset :

Sistem Ekonomi Kapitalis

Kapitalisme adalah sistem ekonomi di mana faktor-faktor produksi dimiliki oleh individu/swasta. Keempat faktor produksi tersebut adalah kewirausahaan, barang modal, sumber daya alam, dan tenaga kerja. Pemilik barang modal, sumber daya alam, tenaga kerja, dan kewirausahaan dikontrol melalui perusahaan-perusahaan swasta.

Ciri ciri sistem ekonomi kapitalis :
  • Kepemilikan kapitalistik bisa dijelaskan dengan dua cara. Pertama, pemilik mengendalikan faktor-faktor produksi. Kedua, mereka memperoleh keuntungan ekonomi dari kepemilikan itu. Hak semacam ini membuat mereka mampu mengoperasikan perusahaan secara efisien. Hal itu juga memberi mereka keleluasaan untuk memaksimalkan laba.
  • Pemilik perusahaan swasta adalah pemegang saham. Seberapa besar tingkat kendali mereka tergantung pada berapa banyak saham yang mereka miliki. Para pemegang saham memilih dewan direksi. Mereka mempekerjakan banyak orang untuk mengelola perusahaan.
  • Kapitalisme membutuhkan sistem ekonomi pasar bebas untuk berhasil. Sistem pasar bebas mendistribusikan barang dan jasa sesuai dengan hukum penawaran dan permintaan. Ketika permintaan naik maka harga naik, ketika penawaran naik maka harga turun.
  • Para penjual bersaing satu sama lain secara terbuka untuk mendapatkan keuntungan tertinggi. Mereka menjual barang-barang mereka dengan harga setinggi mungkin sambil menjaga biaya serendah mungkin. Kompetisi yang terbuka menjaga harga tetap moderat dan mendukung efisiensi produksi.
  • Komponen penting dari sistem ekonomi kapitalis adalah operasi bebas pada pasar modal. Hal ini berarti harga yang wajar untuk saham, obligasi, derivatif, mata uang, dan komoditas diatur oleh hukum penawaran dan permintaan. Pasar modal memberi peluang besar bagi perusahaan untuk mengumpulkan dana untuk berkembang. Perusahaan mendistribusikan keuntungan kepada para pemilik saham.
  • Sistem ekonomi kapitalis menerapkan teori ekonomi Laissez-faire, maksudnya adalah campur tangan pemerintah dalam ekonomi seharusnya tidak boleh ada. Kalaupun ada peran pemerintah dalam sistem perekonomian, hal itu hanya upaya untuk menjaga persaingan berlangsung secara adil, mencegah monopoli, dan oligarki ekonomi.
  • Pemerintah juga masih menerapkan pajak yang digunakan untuk membangun infrastruktur penunjang perekonomian.
Kelebihan Sistem Ekonomi kapitalis
  • Dalam kapitalisme berlaku adagium, produk terbaik untuk harga terbaik. Hal ini bisa terjadi karena konsumen akan membayar lebih untuk apa yang paling mereka inginkan. Pebisnis akan berusaha memperoleh harga tertinggi untuk produk yang mereka jual. Namun, harga akan selalu dijaga pada nilai wajar karena adanya persaingan di antara pebisnis.
  • Untuk bertahan dalam persaingan yang ketat, para produsen selalu berusaha membuat produk mereka seefisien mungkin. Hal ini juga berguna untuk memaksimalkan laba.
  • Persaingan tinggi juga memacu inovasi. Termasuk inovasi dalam metode produksi yang lebih efisien dan juga inovasi produk-produk baru. Melalui inovasi, sistem ekonomi kapitalis mendorong pertumbuhan teknologi semakin maju dari masa ke masa.
Kelemahan Sistem Ekonomi kapitalis
  • Sistem kapitalisme sangat tidak ramah bagi penduduk yang kapasitas dirinya terbatas dalam persaingan ekonomi. Kelompok ini termasuk orang tua, anak-anak, dan penyandang disabilitas.
  • Dalam sistem kapitalis semua ongkos produksi harus ditekan dengan efisiensi di segala sektor.Oleh karena itu, para pekerja yang tidak memiliki cukup pendidikan atau keterampilan akan tersisih secara ekonomi.
  • Dalam jangka pendek, sistem kapitalis terkesan mendorong persaingan sehat. Pada prakteknya, para pemilik modal besar selalu memanfaatkan modal mereka untuk mempengaruhi pejabat politik, sehingga produk undang-undang yang mereka buat menguntungkan mereka. Dengan cara ini, para pemodal besar berada pada sisi yang lebih menguntungkan dalam persaingan dibandingkan pemodal kecil, apalagi pekerja.
  • Kapitalisme selalu berorientasi pada laba yang besar. Pada kapitalisme ekstrem, mereka bahkan mengabaikan rehabilitasi lingkungan.

Sistem Ekonomi sosialis

Sosialisme adalah sebuah sistem ekonomi di mana faktor-faktor produksi dimiliki secara bersama oleh semua orang di masyarakat. Kepemilikan diwakili oleh pemerintah yang dipilih secara demokratis. Bisa juga dalam bentuk usaha koperasi atau perusahaan publik di mana setiap orang memiliki saham.

Ciri ciri sistem ekonomi sosialis :
  • Ciri-ciri utama sosialisme adalah setiap orang berkontribusi masing-masing sesuai dengan kemampuannya, dan memperoleh bagian masing-masing sesuai dengan kontribusinya itu. Jadi, setiap orang di masyarakat menerima bagian berdasarkan pada seberapa besar kontribusinya. Hal ini memberi motivasi untuk bekerja lebih giat.
  • Bagian yang dibagi adalah hasil ekonomi setelah dikurangi oleh bagian yang digunakan untuk kepentingan umum, misalnya untuk transportasi, pertahanan, dan pendidikan. Termasuk memberikan pelayanan bagi orang tua, anak-anak, dan penyandang disabilitas.
  • Menurut penganut sosialisme, sifat dasar manusia adalah kooperatif. Bukan kompetitif seperti asumsi penganut kapitalisme. Oleh karena itu, sistem ekonomi harus dibangun dengan kerja sama untuk kebaikan bersama.
Kelebihan Sistem Ekonomi sosialis
  • Para pekerja tidak mengalami eksploitasi, karena mereka juga pemilik faktor produksi. Semua laba tersebar secara merata di antara semua pekerja, sesuai dengan kontribusinya. Bahkan, mereka yang tidak dapat bekerja (misalnya, penyandang cacat) juga diberi perhatian demi kebaikan keseluruhan.
  • Setiap orang memiliki akses yang sama terhadap perawatan kesehatan dan pendidikan. Tidak ada yang mengalami diskriminasi.
  • Semua orang bekerja lebih giat untuk mendapatkan hasil lebih besar. Hal ini mendorong pertumbuhan.
  • Eksploitasi terhadap lingkungan lebih kecil daripada yang dilakukan kapitalisme.
Kelemahan Sistem Ekonomi sosialis
  • Kelemahan terbesar sosialisme adalah bahwa mereka percaya sifat manusia kooperatif sehingga sangat bergantung pada hal itu. Pada kenyataanya, manusia juga memiliki sifat yang kompetitif. Orang yang kompetitif cenderung mencari cara untuk menggulingkan dan mengacaukan masyarakat demi keuntungan mereka sendiri. Hal ini yang menyebabkan negara yang menganut sistem ekonomi sosialis cenderung tidak stabil secara politik.
  • Kewirausahaan tidak dihargai. Hal ini membuat perekonomian stagnan, masyarakatnya tidak inovatif.
  • Seringkali pemerintah pada negara yang menganut sistem ekonomi sosialis menyalahgunakan kekuasaan untuk mendapat porsi lebih besar dari perekonomian.

Adanya macam-macam sistem ekonomi di dunia seiring waktu semakin lebur. Dahulu, kita bisa dengan mudah menunjuk contoh negara yang menerapkan sistem ekonomi tertentu. Penganut ideologi kapitalisme menerapkan sistem ekonomi pasar untuk menetapkan harga dan mendistribusikan barang dan jasa. Penganut sosialisme dan komunisme menerapkan sistem ekonomi komando untuk membuat rencana pusat yang memandu keputusan ekonomi. Ekonomi pasar berevolusi dari ekonomi tradisional. Sebagian besar masyarakat di dunia modern memiliki elemen dari ketiga jenis ekonomi ini. Sehingga, saat ini sebagian besar dunia sebenarnya menerapkan sistem ekonomi campuran.