Macam-Macam Ras Di Indonesia Dan Dunia (Lengkap)

Ras adalah istilah yang mengacu pada pembagian spesies manusia berdasarkan karakteristik fisik yang diwariskan.

Karakteriktik fisik yang paling banyak digunakan untuk menentukan jenis ras manusia adalah yang terlihat secara visual (seperti warna kulit, tengkorak, fitur wajah, atau jenis rambut).

Konsep tentang ras berkembang dari masa ke masa. Beberapa ahli berpendapat bahwa pengertian ras adalah penggolongan manusia berdasarkan ciri-ciri biologis saja.

Sedangkan ahli lain berpendapat bahwa pengertian ras adalah penggolongan manusia berdasarkan ciri-ciri fisik dan juga sosial budaya.

Hari ini, ras lebih sering dikaitkan dengan ciri-ciri fisik saja, seperti warna kulit atau tekstur rambut.

Sedangkan yang terkait dengan sosial, budaya, bahasa, agama, bahkan kebangsaan digunakan istilah etnik.

Namun, keduanya adalah konstruksi sosial yang digunakan untuk mengkategorikan dan mengkarakterisasi populasi yang memiliki tampilan berbeda baik fisik maupun sosial budaya.

Pengertian Ras

Apa yang dimaksud dengan ras?

Secara umum, pengertian ras adalah sistem pengelompokkan manusia berdasarkan ciri-ciri fenotipe (tampak luar), asal-usul geografis, fisik, dan suku yang diwariskan.

Ras adalah pengelompokkan manusia hanya berdasarkan ciri-ciri biologis saja, tidak termasuk ciri-ciri sosial budaya.

Pada masa lalu, istilah ini tidak hanya digunakan untuk membedakan ciri-ciri fisik saja.

Pada masa lalu, pengertian ras adalah pengelompokan manusia berdasarkan ciri-ciri fisik dan sosial ke dalam kategori yang secara umum dipandang berbeda oleh masyarakat.

Istilah ras pada awalnya dipergunakan untuk mengelompokkan penutur bahasa yang sama dan selanjutnya untuk menunjukkan kebangsaan seseorang.

Baru pada abad ke-17 istilah ras mulai digunakan berdasarkan pada ciri-ciri fisik (fenotif).

Pengertian Ras (Konsep Biologis)

Sekurang-kurangnya terdapat 5 konsep ras secara biologis :

  • Konsep esensialis : Menurut Hooton, E.A. (1926), dalam bukunya Methods of racial analysis, pengertian ras adalah pembagian besar umat manusia, dicirikan sebagai kelompok yang memiliki persamaan ciri-ciri fisik tertentu, yang telah diturunkan dari leluhur bersama, dan membentuk ciri fisik yang serupa, meskipun ada variasi dalam individu-individu.
  • Konsep Taksonomis : Menurut Mayr, E. (1969) dalam Principles of Systematic Zoology, pengertian ras adalah subspesies yang merupakan agregat populasi spesies yang mirip secara fenotip, mendiami subdivisi geografis kisaran spesies, dan berbeda secara taksonomi dari populasi spesies lainnya.
  • Konsep Populasi : Menurut Dobzhansky, T. (1970) dalam Genetics of the Evolutionary Process, pengertian Ras adalah populasi Mendel yang berbeda secara genetis. Mereka bukan individu atau genotipe tertentu, mereka terdiri dari individu yang berbeda secara genetis di antara mereka sendiri.
  • Konsep garis Keturunan : Menurut Templeton, AR (1998) dalam Human races : a genetic and evolutionary perspective, pengertian subspesies (ras) adalah garis keturunan evolusi yang berbeda dalam suatu spesies. Definisi ini mensyaratkan bahwa subspesies dibedakan secara genetik karena hambatan untuk pertukaran genetik yang telah bertahan untuk jangka waktu yang lama; yaitu, subspesies harus memiliki kesinambungan historis di samping untuk diferensiasi genetik saat ini.
  • Konsep Struktur korelasi genetik populasi : Menurut Edwards, AW (2003) dalam Human genetic diversity : Lewontin’s fallacy, pengertian ras adalah sebagian besar informasi yang membedakan populasi tersembunyi dalam struktur korelasi data dan tidak hanya dalam variasi faktor individu.

Pengertian Ras (Kontruksi Sosial)

Istilah ras ternyata memunculkan berbagai masalah.

Selain masalah empiris dan konseptual yang dibawa konsep “ras,” paska Perang Dunia Kedua, para ilmuwan di bidang evolusi dan sosial mulai menyadari ternyata konsepsi tentang “ras” telah digunakan sebagai alat dissriminasi, apartheid, perbudakan, bahkan genosida.

Baca Juga :  31 Pengertian Budaya Menurut Para Ahli (Unsur, Wujud, dan Komponen)

Pada akhirnya, para ilmuwan mulai berpikir bahwa “ras” adalah suatu konstruksi sosial, bukan genetik.

Pada tahun 2000, Craig Venter dan Francis Collins dari National Institute of Health (lembaga kesehatan nasional) di Amerika Serikat mengumumkan hasil penelitian mereka tentang pemetaan genom manusia.

Menurut penelitian mereka, walau besaran variasi genetik pada spesies manusia sekitar 1–3% (yaitu lebih dari 1% yang diperkirakan semula), adanya variasi tersebut tidak mendukung paham “ras” dalam arti genetik.

Venter kemudian mengatakan bahwa “Ras” adalah suatu konsep sosial, bukan konsep genetika.

Manusia memiliki banyak keragaman genetik, tetapi sebagian besar dari keragaman ini mencerminkan keunikan individu dan bukan ras. (sumber).

Saat ini, kebanyakan ilmuwan sosial sudah menggantikan istilah “ras” dengan kata “kelompok etnik” untuk menunjuk kelompok yang mengidentifikasi diri mereka berdasarkan kebudayaan, asal usul dan sejarah bersama.

macam-macam ras

Pengertian ras menurut para ahli

Selain ahli-ahli di atas, di bawah ini kami rangkum beberapa pengertian ras menurut para ahli “

Menurut Banton

Ras adalah suatu ciri peran, perbandingan fisik yang dijadikan kaidah untuk memutuskan peran yang berbeda-beda.

Ras dapat diartikan secara fisik dan sosial. Ras secara fisik meliputi kondisi fisik yang tampak, sedangkan secara sosial menyangkut peran dan kebiasaan-kebiasaan yang dilakukan.

Menurut Daljoeni

Ras adalah penggolongan manusia menurut ciri biologis, misalnya Kaukasoid, Negroid, Australoid, dan Indian.

Menurut Grosse

Ras adalah sekelompok manusia yang merupakan satu kesatuan karena kemiripan sifat jasmani dan rohani yang diwariskan, sehingga dapat dibedakan dengan kesatuan lainnya.

Menurut Koentjaraningrat

Ras adalah kategori manusia yang menunjukkan berbagi macam ciri tubuh tertentu dengan frekuensi yang besar.

Menurut Gill dan Gilbert

Ras adalah kelompok orang yang dapat dibedakan berdasarkan ciri-ciri fisik yang diperoleh melewati prosedur reproduksi.

Menurut Horton dan Hunt

Ras adalah kelompok manusia yang berbeda dengan kelompok-kelompok lainnya dalam segi ciri-ciri fisik bawaan.

Macam-Macam Ras di Dunia

Seperti dijelaskan di atas, pengertian ras berkembang sepanjang waktu.

Pada awalnya, istilah ini digunakan untuk membedakan kelompok orang berdasarkan bahasa.

Namun, pada abad ke 17 istilah ini mulai dipergunakan berdasarkan perbedaan penampakan fisik.

Hari ini, sebagian besar ilmuwan mulai mengembalikan istilah ras sebagai konsepsi sosial bukan genetika. Bahkan mulai meninggalkan istilah “ras” dan menggantinya dengan istilah “kelompok etnik”.

Di bawah ini adalah perkembangan pengelompokkan macam-macam ras yang masih menggunakan fisik sebagai dasar pembedanya :

Johann Friedrich Blumenbach mengelompokkan manusia berdasrkan lima kelompok. Klasifikasi ini pertama kali diusulkan pada tahun 1779, namun baru mulai banyak digunakan pada abad ke-19, dengan berbagai variasi.

  • Ethiopia / kulit hitam.
  • Kaukasia / kulit putih
  • Mongolia / kulit kuning
  • Amerika / kulit merah
  • Melayu / kulit coklat

Pada masa Perang Dunia Pertama, orang-orang di benua Eropa mengelompokkan ‘ras kulit putih’ menjadi empat berdasarkan beberapa ciri fisik yang nampak, yaitu:

  • Arya / Nordik : Rambut pirang, mata biru atau abu-abu, misalnya. Eropa utara dari Rusia sampai Inggris utara.
  • Alpine : Rambut gelap, kulit putih, mata coklat, misalnya. Beberapa wilayah Rusia, Prancis tengah, Italia utara, Austria, Jerman selatan, Eropa timur, dan Welsh.
  • Mediterania : Rambut gelap, kulit coklat kecoklatan zaitun, mata cokelat, misalnya. Italia selatan, Spanyol, Prancis selatan, Yunani, dan Malta.
  • Anglo-Celtic / Gaelic : Rambut merah, kulit putih kecoklatan / zaitun, mata coklat, hijau, biru, misalnya. Skotlandia, Irlandia dan Belanda.

Pada abad ke-20 oleh antropolog Amerika Carleton S. Coon, membagi manusia menjadi lima :

  • Kaukasoid (Putih)
  • Negroid (Hitam)
  • Capoid (Bushmen / Hottentots)
  • Mongoloid (Oriental / Amerindian)
  • Australoid (Aborigin dan Papua)

Carleton Coon dalam bukunya yang berjudul The Races of Europe, mendefinisikan yang termasuk Ras Kaukasia adalah Eropa, Asia Tengah, Asia Selatan, Timur Tengah, Afrika Utara, dan Afrika Timur Laut

Pendapat Carleton Coon mendapatkan banyak kritik bahwa pemikiran itu usang atau rasisme.

Namun, beberapa terminologi dalam bukunya masih digunakan bahkan sampai hari ini, meskipun sufiks “-oid” sekarang memiliki konotasi negatif.

Pendapat lain mengenai macam-macam ras di dunia, misalnya adalah pendapat A. L. Krober.

Baca Juga :  41 Pengertian Sejarah Menurut Para Ahli dan Secara Umum

Menurut A. L. Krober, macam-macam ras di dunia dapat dibedakan menjadi 4, yaitu :

  1. Ras Mongoloid adalah kelompok orang dengan kulit berwarna kuning. Mongoloid kemudian dibagi lagi menjadi beberapa kategori, yakni : Asiatic Mongloid (Asia Utara, Asia Tengah, dan Asia Timur), Malayan Mongoloid (Asia Tenggara, Kepulauan Indonesia, Malaysia, dan Filipina), American Mongoloid (Orang Eskimo di Amerika Utara dan penduduk Terra del Frugo di Amerika Selatan).
  2. Ras Negroid adalah kelompok orang dengan kulit berwarna hitam. Negroid kemudian dibagi lagi menjadi beberapa kategori, yaitu : African Negroid (Benua Afrika), Negrito (Afrika Tengah, Semenanjung Melayu, dan Filipina), dan Melanesia (Papua dan kepulauan Melanesia).
  3. Ras Kaukasoid adalah kelompok orang dengan kulit berwarna putih. Kaukasoid kemudian dibagi lagi menjadi beberapa kategori, yaitu : Nordic (Eropa Utara sekitar Laut Baltik), Alpine (Eropa Tengah dan Eropa Timur), dan Mediterania (sekitar Laut Tengah, Afrika Utara, Amerika, Arabia, Armenia, dan Iran).
  4. Ras khusus yang tidak dapat diklasifikasikan, yaitu diantaranya Bushman (wilayah Gurun Kalahari di Afrika Selatan), Weddoid (Pedalaman Sri Lanka dan Sulawesi Selatan), Australoid (penduduk asli Australia), Polynesian (Kepulauan Mikronesia dan Polinesia), dan Ainu (Pulau Kurufoto dan Hokaido di Jepang bagian utara).

Ras Mongoloid

Ras Mongoloid adalah kelompok orang yang berasal dari Asia Timur, Asia Tengah, Asia Tenggara, Asia Utara, Polinesia, dan Amerika.

Menurut penelitian, orang-orang Mongoloid adalah kelompok yang penyebarannya paling luas di antara semua populasi manusia di permukaan bumi.

Menurut Meyers dalam Konversations-Lexikon (1885-90), kelompok orang yang dimasukkan sebagai bagian ras Mongoloid adalah Mongol Utara, Cina dan Indocina, Jepang dan Korea, Tibet dan Burma, Melayu, Polinesia, Maori, Mikronesia, Eskimo, dan penduduk asli Amerika.

Ciri-ciri ras Mongoloid

Ciri-ciri Ras Mongoloid pada umumnya adalah memiliki rambut lurus, mata berwarna coklat tua dan hitam, dan memiliki wajah yang relatif lebih datar dibandingkan dengan kaukasoid dan Negroid.

Ciri-ciri Mongoloid lainnya adalah tengkorak mesocranic, tulang pipi yang cukup besar dan menonjol, tulang hidung yang rata dan lebar, jembatan hidung yang sedikit cekung.

Ras Asiatic Mongoloid

Ras asiatic mongoloid adalah sub kategori dari mongoloid.

Asiatic mongoloid mencakup wilayah Asia Utara, Asia Tengah, dan Asia Timur.

Penduduk Cina berasal dari ras asiatic mongoloid, begitu pula negara asia timur lainnya seperti Jepang dan Korea.

Ciri-ciri ras Asiatic mongoloid

Di bawah ini adalah beberapa ciri-ciri ras asiatic mongoloid :

  • Kulit putih.
  • Tubuh sedang
  • Rambut hitam.
  • Muka lonjong
  • Muka bulat.

Ras Malayan Mongoloid

Malayan Mongoloid adalah sub kategori dari mongoloid.

Yang termasuk dalam kategori Malayan Mongoloid adalah penduduk di wilayah Asia Tenggara, Kepulauan Indonesia, Malaysia, dan Filipina.

Ciri-ciri ras Malayan Mongoloid

Di bawah ini adalah beberapa ciri-ciri ras malayan mongoloid :

  • Kulit kuning.
  • Mata hitam.
  • Hidung dan bibir tebal.
  • Rambut hitam lurus dan berombak.

Ras kaukasoid

Ras Kaukasoid adalah kelompok manusia dengan ciri paling umum adalah kulit berwarna putih.

Ras Kaukasoid dapat dibagi menjadi beberapa kategori, yaitu :

  • Nordic (Eropa Utara sekitar Laut Baltik)
  • Alpine (Eropa Tengah dan Eropa Timur)
  • Mediterania (sekitar Laut Tengah, Afrika Utara, Amerika, Arabia, Armenia, dan Iran).

Ciri-ciri ras kaukasoid

Di bawah ini adalah beberapa ciri-ciri ras kaukasoid yaitu :

  • Kulit putih agak kuning
  • Kidung mancung
  • Rambut hitam atau pirang
  • Bibir tipis.

Ras Negroid

Ras di benua Afrika termasuk Negroid.

Ras Negroid dapat dibagi menjadi beberapa kategori, yaitu :

  • African Negroid (Benua Afrika)
  • Negrito (Afrika Tengah, Semenanjung Melayu, dan Filipina)
  • Melanesia (Papua dan kepulauan Melanesia).

Ciri-ciri Ras Negroid

Ras Negroid adalah kelompok orang dengan ciri-ciri kulit berwarna hitam.

Ras Melanesoid

Ras Melanesoid adalah sub kategori dari Negroid dengan ciri-ciri yang paling menonjol adalah kulit berwarna hitam.

Ciri-ciri Ras Melanesoid

Di bawah ini adalah beberapa ciri-ciri ras melanesoid yaitu :

  • Kulit hitam
  • Rambut hitam dan keriting
  • Badan tegap.
  • Hidung lebar dan cenderung pesek.

Ras Australoid

Australoid adalah penduduk asli Australia atau aborigin.

Ciri-ciri Ras Australoid

Ciri-ciri Australoid mirip dengan melanesoid yaitu kulit berwarna hitam, rambut hitam dan keriting.

Baca Juga :  41 Pengertian Sejarah Menurut Para Ahli dan Secara Umum

Macam-Macam Ras di Indonesia

Keberagaman ras di Indonesia terjadi karena letak geografis yang strategis.

Kepulauan Indonesia adalah wilayah yang menjadi persinggahan banyak jenis manusia.

Mulai zaman purba kepulauan ini telah dihuni oleh macam-macam ras manusia.

Seperti diketahui, banyak penemuan fosil-fosil manusia purba di beberapa wilayah Indonesia, terutama di Sangiran Jawa Tengah.

Baca juga : Jenis-jenis Manusia Purba Di Indonesia.

Secara kasat mata, penampakan fisik penduduk Indonesia memang berbeda. Ras yang ada di Indonesia dari wilayah barat ke wilayah Timur nampaknya mengikuti pergerakan migrasi manusia purba pada zaman dahulu.

Macam-macam ras di Indonesia dan ciri-cirinya adalah sebagai berikut:

Negroid

Migrasi manusia pertama yang memasuki wilayah Indonesia adalah Negroid.

Seperti dijelaskan di atas, Negroid dibagi menjadi beberapa kategori. Yang masuk ke wilayah Indonesia adalah Melanesoid.

Melanesoid tidak berasal dari Afrika tapi berasal dari benua Asia, yaitu Semenanjung Malaya dan Kepulauan Andaman.

Awalnya, Melanesoid menempati wilayah kepulauan Indonesia bagian barat. Namun, gelombang migrasi manusia berikutnya, mendesak mereka ke wilayah timur Indonesia.

Saat ini, masyarakat Melanesoid sebagian besar bermukim di wilayah Papua, Pulau Aru, dan Pulau Kai.

Weddoid

Selanjutnya, kepulauan Indonesia kedatangan gelombang migrasi manusia yang kedua, yaitu Weddoid.

Ciri-ciri fisik weddoid adalah berkulit hitam, berambut keriting, dan berperawakan sedang.

Orang-orang Weddoid berasal dari India bagian selatan.

Weddoid sebagian besar bermukim di wilayah Kepulauan Maluku, dan Nusa Tenggara Timur (NTT).

Selain itu, mereka juga termasuk orang-orang Kubu di Jambi, orang Sakai di Siak, dan masyarakat Kepulauan Mentawai dan Enggano.

Malayan Mongoloid

Migrasi manusia ketiga yang memasuki wilayah Nusantara adalah Malayan Mongoloid.

Saat ini, sebagian besar penduduk kepulauan Indonesia, terutama wilayah barat dan tengah didominasi oleh Malayan Mongoloid.

Secara umum ciri-ciri Malayan Mongoloid adalah :

  • Kulit sawo matang.
  • Rambut hitam lurus dan berombak.
  • Bentuk wajah cenderung bulat.
  • Berperawakan tubuh sedang.
  • Tinggi badan rata-rata 150-165 cm

Malayan Mengoloid datang ke Indonesia dalam 2 gelombang besar, yaitu :

A. Proto Melayu

Gelombang migrasi yang pertama disebut Proto Melayu atau Melayu Tua.

Masyarakat Proto Melayu berasal dari Yunan, Cina bagian selatan.

Suku bangsa di Indonesia yang dikategorikan Proto Melayu adalah Suku Batak, Suku Toraja, dan Suku Dayak.

B. Deutro Melayu

Migrasi kedua masyarakat Melayu disebut Deutro Melayu atau Melayu Muda.

Secara fisik, Deutro Melayu tidak memiliki banyak perbedaan dengan Proto Melayu.

Masyarakat Deutro Melayu saat ini sebagian besar menempati semenanjung Malaya, Madura, Jawa, dan Bali.

Seiring zaman globalisasi, di mana transportasi yang mudah membuat negara menjadi seperti tanpa batas, penyebaran manusia semakin mudah.

Globalisasi membuat keberagaman ras di Indonesia semakin besar.

Di berbagai kota kita bisa melihat masyarakat Indonesia keturunan Cina, Arab, India, dan Eropa.

Konflik ras

Sejak paruh kedua abad ke-20, ras sering dikaitkan dengan ideologi sehingga penggunaan kata ras sering menjadi masalah.

Misalnya, orang Eropa kulit putih atau orang-orang Asia menganggap diri mereka lebih unggul dibandingkan manusia dengan warna kulit lainnya.

Bahkan dalam hal yang ekstrem, beberapa kelompok yang fanatik menyatakan bahwa masing-masing kelompok ras harus hidup secara terpisah dan tidak saling menikahi.

Sikap seperti itu disebut rasis.

Sikap rasis pada akhirnya memicu sistem perbudakan Afrika, Apartheid, hukum Jim Crow, Nazisme dan imperialisme Jepang.

Saat ini, meskipun masih dipergunakan dalam konteks umum, istilah ini sering digantikan oleh istilah-istilah yang lebih “halus”, misalnya : populasi, orang, kelompok etnis, atau komunitas, tergantung pada konteksnya.

Contoh konflik antar ras

Dalam sejarah dunia, sudah beberapa kali terjadi konflik antar ras yang menimbulkan korban jiwa jutaan orang.

Gerakan-gerakan fasis di Italia, jepang, atau Nazi Jerman adalah beberapa contohnya.

Nazi mempromosikan gagasan rasialis mereka bahwa Jerman adalah bagian dari ras Arya dan percaya bahwa mereka lebih unggul dibandingkan lainnya.

Nazi berusaha memperkuat ‘ras Arya’ di Jerman dengan membunuh kelompok masyarakat lain yang mereka anggap lebih rendah, seperti Yahudi, Slavia, Romanis, homoseksual dan orang cacat.