Katamasa

Lorazepam 0.5 mg, 1 mg, dan 2 mg Tablet : Info Lengkap

Lorazepam adalah obat golongan long-acting benzodiazepine. Kegunaan Lorazepam adalah sebagai terapi jangka pendek pada kecemasan atau depresi yang terkait dengan kecemasan. Lorazepam juga digunakan untuk mengobati status epilektikus, insomnia, gejala otonom yang diinduksi secara emosional & gangguan psikoneurotik, sebagai obat pra-operasi, diberikan malam sebelum operasi.

Di Apotik, obat ini tersedia berupa Lorazepam 0.5 mg tablet, Lorazepam 1 mg tablet, dan Lorazepam 2 mg tablet. Selain itu juga ada sediaan yang diberikan secara injeksi intravena atau injeksi intramuskular.

Harga Lorazepam relatif terjangkau, sediaan Lorazepam paten juga sangat beragam, misalnya Renaquil (Fahrenheit) dan Merlopam (Mersifarma).

Dalam artikel ini kita akan mengenal lebih jauh mengenai obat penenang ini. Lorazepam obat apa, apa manfaat, efek samping, dan mengenal merk-merk Lorazepam paten yang tersedia di pasaran.

Ringkasan

Berikut tabel yang memuat informasi Lorazepam secara singkat :

Informasi ObatLorazepam
GolonganG (Dengan resep)
Indikasikeadaan neurotik, keadaan psikosomatik, gangguan otot reumatik dan traumatis, gejala penarikan alkohol, status epileptikus
Dosislihat bagian dosis
Aturan PakaiDengan atau tanpa makanan
KontraindikasiGlaukoma sudut tertutup akut, Depresi sistem saraf pusat, Insufisiensi pernapasan berat atau akut, Sindrom sleep apnea, Miastenia gravis, Gangguan hati berat, Psikosis parah.
Sediaan0.5 mg, 1 mg, dan 2 mg Tablet
Merk yang tersediaAtivan, Merlopam, Merlopam, Lorex, Renaquil, Loxipaz.

Lorazepam Obat Apa?

Lorazepam adalah obat dengan sifat anticonvulsan, anxiolytic, sedative, relaksan otot dan amnestic.

Mekanisme aksi

Mekanisme aksi Lorazepam adalah dengan cara meningkatkan permeabilitas membran neuron terhadap ion Cl dengan mengikat reseptor benzodiazepine stereospesifik pada neuron GABA postsinaptik dengan sistem saraf pusat dan meningkatkan efek penghambatan GABA yang menghasilkan hiperpolarisasi dan stabilisasi.

Lorazepam biasanya digunakan dalam situasi seperti kecemasan, kejang otot, sulit tidur/insomnia. dan pra bedah. Lorazepam sebaiknya hanya digunakan dalam terapi jangka pendek.

Absorpsi

Obat penenang ini mudah diserap. Ketersediaan hayati mencapai sekitar 90%. Waktu untuk mencapai konsentrasi plasma puncak kira-kira 2 jam.

Distribusi

Obat ini mampu melintasi sawar darah-otak dan sawar plasenta. Lorazepam juga mampu memasuki ASI.

Volume distribusi pada neonatus sekitar 0,78 L / kg; anak-anak dan remaja sekitar 1,9 L / kg; dewasa sekitar 1,3 L / kg. Ikatan protein plasma sekitar 85%.

Nama Dagang Lorazepam

Obat penenang ini diperdagangkan dalam berbagai merk sediaan, baik sediaan tunggal atau kombinasi dengan obat lain. Beberapa merk terkenal, yaitu : Ativan, Merlopam, Merlopam, Lorex, Renaquil, Loxipaz.

Indikasi dan Kegunaan Lorazepam

Sebelum menggunakan obat penenang ini, harus benar-benar sudah mempertimbangkan potensi manfaat dan risiko yang mungkin terjadi. Gunakan dosis efektif terendah untuk durasi terpendek yang konsisten dengan tujuan perawatan pasien.

Berikut adalah beberapa daftar kegunaan Lorazepam :

Kontraindikasi

Obat penenang ini kontraindikasi pada pasien berikut ini :

Efek Samping Lorazepam

Selain memberikan efek yang dibutuhkan, sebagian besar obat dapat menyebabkan beberapa efek samping yang tidak diinginkan. Meskipun tidak semua efek samping ini dapat terjadi, penggunaan obat tetap harus dilakukan secara hati-hati. Segera dapatkan perawatan medis yang sesuai jika efek samping yang parah terjadi.

Berikut adalah beberapa efek samping Lorazepam yang bisa terjadi :

Peringatan

Waspadai hal-hal di bawah saat menggunakan obat penenang ini :

Penggunaan Lorazepam Untuk ibu hamil atau ibu menyusui

Amankah Lorazepam untuk ibu hamil? Menurut FDA (badan pengawas obat dan makanan amerika serikat), Lorazepam masuk obat kategori D dengan penjelasan sebagai berikut :

Terbukti beresiko terhadap janin manusia berdasarkan bukti-bukti empiris yang didapatkan dari investigasi, pengalaman marketing maupun  studi terhadap manusia. Namun jika potensi keuntungan bisa dijamin  penggunaan obat pada ibu hamil bisa dilakukan meskipun potensi risiko sangat besar.

Seperti obat golongan benzodiazepin lainnya, Lorazepam bersifat lipofilik dan cepat menembus membran. Akibatnya, Lorazepam dapat menyeberang ke plasenta dengan serapan obat yang signifikan.

Penggunaan Lorazepam pada akhir kehamilan, apalagi dengan dosis tinggi, bisa mengakibatkan sindrom bayi floppy, hipotonia, keengganan untuk mengisap, sianosis, hipotermia, dan depresi pernafasan moderat.

Peningkatan risiko malformasi kongenital yang terkait dengan penggunaan obat penenang ringan (Chlordiazepoxide, Lorazepam dan meprobamate) selama trimester pertama kehamilan telah ditemukan dalam beberapa penelitian. Oleh sebab itu sebaiknya penggunaan Lorazepam untuk ibu hamil terutama pada trimester pertama harus dihindari.

Obat ini hanya direkomendasikan untuk digunakan selama kehamilan hanya jika tidak ada alternatif dan manfaatnya lebih besar daripada risikonya.

Beberapa ahli merekomendasikan : Penggunaan dikontraindikasikan pada pasien wanita yang merencanakan kehamilan atau selama kehamilan kecuali ada alasan kuat.

Ada bukti bahwa clonazepam, clorazepate, diazepam, lorazepam, midazolam, nitrazepam, dan oxazepam diekskresikan ke dalam ASI. Data yang dipublikasikan menunjukkan bahwa kadar yang terdeteksi dalam ASI rendah; oleh karena itu, bayi yang menyusu tidak mungkin menelan sejumlah besar obat melalui menyusui. Masalah dapat muncul jika bayi prematur atau telah terpapar obat konsentrasi tinggi baik selama kehamilan atau saat melahirkan. (sumber : Penggunaan obat golongan benzodiazepine dalam kehamilan dan menyusui).

Interaksi

Interaksi dengan obat lain dapat mengubah cara kerja obat atau meningkatkan risiko terjadinya efek samping yang serius. Beritahu dokter dan apoteker tentang obat apa saja yang sedang Anda konsumsi. Jangan memulai, menghentikan, atau mengubah dosis obat apa pun tanpa persetujuan dokter Anda.

Berikut interaksi obat yang mungkin terjadi :

Dosis Lorazepam

Berikut adalah dosis Lorazepam yang lazim digunakan :

A. Dosis Sediaan Intravena

Di bawah ini adalah aturan penggunaan lorazepam pada indikasi tertentu :

Dosis untuk status epilepticus

B. Dosis Sediaan oral (Tablet)

Di bawah ini adalah aturan penggunaan lorazepam pada indikasi tertentu :

Dosis premedikasi dalam operasi/bedah

Dosis untuk kegelisahan

Dosis untuk insomnia terkait dengan kecemasan

C. Dosis Sediaan Parenteral

Di bawah ini adalah aturan penggunaan lorazepam pada indikasi tertentu :

Dosis untuk kecemasan akut

Dosis premedikasi dalam operasi/bedah

Aturan Pakai Lorazepam

Artikel Pengetahuan Obat lainnya

Lorazepam adalah obat yang hanya bisa didapatkan dengan resep dokter. Jangan menggunakan obat ini melebihi dosis dan durasi yang telah diresepkan oleh dokter. Penggunaan yang berlebihan tidak akan meningkatkan manfaat obat ini namun justru akan meningkatkan efek sampingnya.

Sharing is caring