Lodia 2 mg (Obat Diare Mengandung Loperamide HCl) : Info lengkap

Lodia adalah obat diare yang mengandung Loperamide HCl. Kegunaan Lodia adalah untuk mengobati diare akut non spesifik dan diare kronis. Obat diare ini diproduksi oleh Sanbe Farma. Di Apotik, obat ini tersedia berupa Lodia 2 mg Tablet. Obat diare ini hanya bisa diperoleh dengan resep dokter. Harga Lodia 2 mg tablet di kisaran Rp. 9.500 per pepel.

Dalam artikel ini kita akan mengenal lebih jauh mengenai obat diare ini. Lodia obat apa, apa kegunaan, efek samping, dan apa saja yang perlu diperhatikan saat menggunakannya.

Lodia Obat Apa?

Lodia adalah obat yang mengandung zat aktif Loperamide HCl. Obat diare ini diproduksi oleh perusahaan farmasi, yaitu, Sanbe Farma.

Zat Aktif

Loperamide adalah agen antispasmodik. Kegunaan Loperamide adalah untuk mengobati diare akut nonspesifik dan diare kronis. Pengobatan diare dengan loperamide hanya bersifat simptomatik sebagai pengobatan tambahan pada terapi rehidrasi.

Produsen

Lodia diproduksi oleh Sanbe Farma.

Kandungan

Kandungan Lodia adalah :

per tablet :

  • Loperamide HCl 2 mg

Bentuk Sediaan

Obat diare ini dijual dengan kemasan :

  • Box, 6 x 10 tablet salut film (film coated tablet)
obat lodia 2 mg Loperamide HCl

Ringkasan

Berikut tabel yang memuat informasi merk-merk obat yang mengandung Loperamide secara singkat :

Informasi ObatLoperamide
GolonganDengan resep
IndikasiDiare akut dan kronis
Dosislihat bagian dosis
Aturan PakaiDengan makanan
KontraindikasiHipersensitivitas, kasus-kasus dimana sembelit harus dihindari, kolitis akut, kehamilan dan laktasi, bayi dan anak < 12 tahun.
Sediaantablet 2 mg
Merk yang tersediaAlphamid, Amerol, Antidia, Colidium, Diadium, Diaston, Gradilex, Imodan, Imodium, Imonut, Inamid, Ipramid, Lexadium, Licodium, Lopamid, Lopemas, Loperamid OGB, Loprium, Loremid, Medilop, Midix, Motilex, Normotil, Normudal, Novadium, Opox, Primodiar, Rhomuz, Trifadium, Vialop
Baca Juga :  Lanolin Cream/Salep : Kegunaan, Dosis, Efek Samping

Indikasi dan Kegunaan Lodia

Sebelum menggunakan obat ini, harus benar-benar sudah mempertimbangkan potensi manfaat dan risiko Lodia. Gunakan dosis efektif terendah untuk durasi terpendek yang konsisten dengan tujuan perawatan pasien).

Kegunaan Lodia adalah untuk mengobati diare akut non spesifik dan diare kronis.

Kontraindikasi

Obat diare ini tidak boleh diberikan untuk :

  • Hipersensitivitas/alergi terhadap obat ini
  • Kasus-kasus dimana sembelit harus dihindari.
  • Kolitis akut yang dapat menyebabkan megakolon toksik.
  • Kehamilan dan laktasi.
  • Bayi dan anak < 12 tahun.

Efek Samping Lodia

Selain memberikan efek yang dibutuhkan, sebagian besar obat dapat menyebabkan beberapa efek samping yang tidak diinginkan. Meskipun tidak semua efek samping ini dapat terjadi, penggunaan obat tetap harus dilakukan secara hati-hati. Segera dapatkan perawatan medis yang sesuai jika efek samping yang parah terjadi.

Berikut adalah beberapa efek samping yang mungkin bisa terjadi :

  • Efek samping dengan frekuensi yang relatif sering : sembelit, kram perut, pusing, kantuk, mual, muntah, dan mulut kering.
  • Efek samping yang jarang tetapi lebih serius : megakolon toksik, ileus paralitik, angioedema, anafilaksis / reaksi alergi, nekrolisis epidermal toksik, sindrom Stevens-Johnson, eritema multiforme, dan retensi urin.

Penggunaan Lodia Untuk Ibu Hamil dan Menyusui

FDA (badan pengawas obat dan makanan amerika serikat) menempatkan Loperamide dalam kategori C, penjelasannya adalah sebagai berikut :

Penelitian pada reproduksi hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin dan tidak ada studi yang memadai dan terkendali dengan baik pada manusia, namun jika potensi keuntungan dapat dijamin, penggunaan obat pada ibu hamil dapat dilakukan meskipun potensi resiko sangat besar.

data penelitian keamanan loperamide untuk ibu hamil masih sangat terbatas. Sebuah penelitian Studi prospektif, terkontrol, multisenter loperamide pada kehamilan memberikan hasil bahwa penggunaan loperamide selama kehamilan tidak berhubungan dengan peningkatan risiko malformasi mayor. Meski demikian, sebagian besar produsen masih mencantumkan bahwa obat ini kontraindikasi untuk kehamilan.

Baca Juga :  Methylprednisolone Obat Apa : Kegunaan, Dosis, Efek Samping

Dengan demikian, Lodia dikontraindikasikan untuk wanita hamil atau menyusui untuk menghindari efek yang tidak diinginkan.

Perhatian

Obat diare ini harus diberikan hanya dengan resep dokter. Berikut adalah hal-hal yang harus diperhatikan :

  • Sebelum meminum obat ini, beri tahu dokter atau apoteker jika Anda alergi terhadapnya; atau jika Anda memiliki alergi lain.
  • Sebelum menggunakan obat ini, beri tahu dokter atau apoteker riwayat kesehatan Anda, terutama : kolitis akut, infeksi bakteri atau infeksi parasit, gangguan fungsi hati, gangguan ginjal.
  • Obat diare ini bisa menyebabkan kantuk. Alkohol bisa membuat memperparah efek samping ini. Jangan mengemudi, menggunakan mesin, atau melakukan apa pun yang membutuhkan kewaspadaan tinggi. Hindari minuman beralkohol.
  • Tidak dianjurkan untuk diare akut yang disebabkan karena infeksi E. coli, Salmonella dan Shigella.
  • Jangan menggunakan obat ini dengan dosis tinggi karena dapat menyebabkan sembelit.
  • Jangan menggunakan obat ini jika diare disertai demam tinggi atau feses berdarah.
  • Hentikan penggunaan obat setelah 48 jam, jika perbaikan tidak jelas.
  • Anak <2 tahun sampai 12 tahun harus hati-hati menggunakan obat ini. Sebaiknya jangan digunakan.

Interaksi Obat

Meskipun obat-obatan tertentu sama sekali tidak boleh digunakan bersama, dalam kasus lain dua obat yang berbeda dapat digunakan bersama-sama bahkan jika interaksi mungkin terjadi. Dalam kasus ini, dokter mungkin akan mengubah dosis, atau tindakan pencegahan lain yang mungkin diperlukan. Katakan kepada dokter jika Anda menggunakan obat-obatan yang diresepkan atau yang tidak diresepkan (over-the-counter [OTC]).

Berikut ini adalah beberapa daftar interaksi yang mungkin terjadi :

  • Loperamide menyebabkan peningkatan konsentrasi desmopresin oral dalam plasma.
  • Konsentrasi Loperamide akan meningkat jika digunakan bersamaan dengan quinidine, ritonavir, dan ketoconazole.
  • Loperamide menurunkan konsentrasi saquinavir.
  • Terjadi peningkatan risiko sembelit jika digunakan bersamaan dengan obat antimotility lain seperti obat-obat golongan opioid, anti histamin, anti psikotik dan antikolinergik.
Baca Juga :  Mucopect Tablet, Drop, Syrup, Forte (Ambroxol HCl) : Info Lengkap

Dosis Lodia

Secara umum Lodia diberikan dengan dosis seperti berikut :

A. Dosis Untuk Diare akut non spesifik

  • Dosis awal 2 tablet, diikuti oleh 1 tablet setelah buang air /diare.

B. Dosis Untuk Diare kronis

  • 2-4 tablet/ hari dalam dosis terbagi. Maksimal : 8 tablet/ hari.

Aturan Pakai Lodia

  • Baca Panduan Pengobatan yang disediakan oleh apoteker Anda sebelum Anda mulai menggunakan obat diare ini. Jika Anda memiliki pertanyaan, tanyakan kepada dokter atau apoteker Anda.
  • Dosis didasarkan pada kondisi medis Anda dan respons terhadap pengobatan. Jangan menambah dosis atau minum obat diare ini lebih sering daripada yang diarahkan.
  • Gunakan Lodia secara teratur untuk mendapatkan manfaat maksimal. Ingat untuk menggunakannya pada waktu yang sama setiap hari.
  • Katakan kepada dokter jika kondisi Anda memburuk.

Artikel Pengetahuan Obat lainnya

Lodia adalah obat yang hanya bisa diperoleh dengan resep dokter. Jangan menggunakan obat diare ini melebihi dosis dan durasi yang telah diresepkan oleh dokter. Penggunaan yang berlebihan tidak akan meningkatkan manfaat obat ini namun justru akan meningkatkan efek sampingnya.