Katamasa

Kendaron Tablet & Kendaron Injeksi (Amiodarone) : Info Lengkap

Kendaron adalah obat sakit jantung yang mengandung Amiodarone. Kegunaan Kendaron adalah untuk mengobati kondisi detak jantung tidak teratur yang serius, misalnya fibrilasi ventrikel persisten atau takikardia.

Obat jantung Kendaron hanya bisa diperoleh dengan resep dokter. Di Apotik, obat ini tersedia berupa Kendaron tablet 200 mg dan Kendaron injeksi 150 mg/3 mL.

Kendaron Amiodarone HCl diproduksi oleh Darya-Varia.

Harga Kendaron tablet 200 mg di kisaran Rp. 51.000 per pepel, sedangkan harga Kendaron injeksi di kisaran Rp. 21.000 per ampul.

Dalam artikel ini kita akan mengenal lebih jauh mengenai obat sakit jantung ini. Kendaron obat untuk apa, apa kegunaannya, efek sampingnya, dan mengenal merk-merk obat yang mengandung Amiodarone lainnya.

Kendaron Obat Apa?

Kendaron adalah obat yang mengandung Amiodarone. Amiodarone umumnya digunakan dalam bentuk garamnya, yaitu, Amiodarone HCl.

Amiodarone adalah obat anti-aritmik. Obat ini bekerja dengan memblokir sinyal listrik tertentu di jantung yang dapat menyebabkan detak jantung yang tidak teratur.

Amiodarone adalah agen antiaritmia kelas III tetapi menunjukkan semua karakteristik dari  kelas Vaughn-Williams. Efek utamanya adalah untuk menunda repolarisasi dengan memperpanjang durasi aksi potensial (APD) dan periode refraktori efektif (ERP) dalam jaringan miokardial. Selain itu, menghambat influks transmembran ion  Na melalui saluran cepat, mengurangi tingkat maksimum depolarisasi yang mirip dengan antiaritmia kelas I.

Kendaron diproduksi oleh perusahaan farmasi, yaitu Darya-Varia. Ada 2 jenis, yaitu Kendaron tablet dan Kendaron injeksi.

Produsen

Kendaron Amiodarone HCl diproduksi oleh Darya-Varia.

Kandungan

Kandungan Kendaron Tablet adalah :

per tablet :

Kandungan Kendaron Injeksi adalah :

per 3 mL :

Bentuk Sediaan

Obat sakit jantung ini dijual dengan kemasan :

Ringkasan

Berikut tabel yang memuat informasi obat yang mengandung Amiodarone secara singkat :

Informasi ObatAmiodarone
GolonganDengan resep
Indikasifibrilasi ventrikel persisten atau takikardia
DosisDosis masing-masing sediaan lihat bagian DOSIS
Aturan PakaiSesuai anjuran dokter
KontraindikasiHipersensitif
Bukti atau riwayat disfungsi tiroid, sensitivitas yodium, kegagalan respirasi yang berat, kolaps sirkulasi, hipotensi berat, syok kardiogenik, bradikardia sinus, blok jantung SA
SediaanTablet 200 mg
Injeksi intravena
Merk yang tersediaCordarone, Lamda, Rexidron, Kendaron, Tiaryt, Tiaryt Injection

Indikasi dan Kegunaan Kendaron

Sebelum menggunakan obat ini, harus benar-benar sudah mempertimbangkan potensi manfaat dan risiko yang mungkin terjadi. Gunakan dosis efektif terendah untuk durasi terpendek yang konsisten dengan tujuan perawatan pasien.

Kegunaan Kendaron adalah :

Kontraindikasi

Kendaron kontraindikasi pada pasien berikut ini :

Efek samping Kendaron

Selain memberikan efek yang dibutuhkan, sebagian besar obat dapat menyebabkan beberapa efek samping yang tidak diinginkan. Meskipun tidak semua efek samping ini dapat terjadi, penggunaan obat tetap harus dilakukan secara hati-hati. Segera dapatkan perawatan medis yang sesuai jika efek samping yang parah terjadi.

Berikut adalah beberapa efek samping Kendaron yang mungkin bisa terjadi :

Peringatan

Waspadai hal-hal di bawah saat menggunakan obat Kendaron :

Penggunaan Kendaron Untuk ibu hamil atau ibu menyusui

Amankah Kendaron untuk ibu hamil?

Beritahukan dokter jika Anda hamil atau berencana untuk hamil.

Obat yang mengandung zat aktif Amiodarone dapat membahayakan bayi yang belum lahir. Komunikasikan dengan dokter segera tentang risiko dan manfaat dari obat ini.

FDA (badan pengawas obat dan makanan amerika serikat) menempatkan Amiodarone dalam kategori D, penjelasannya adalah sebagai berikut :

Terbukti beresiko terhadap janin manusia berdasarkan bukti-bukti empiris yang didapatkan dari investigasi, pengalaman marketing maupun  studi terhadap manusia. Namun jika potensi keuntungan bisa dijamin  penggunaan obat pada ibu hamil bisa dilakukan meskipun potensi risiko sangat besar.

Penelitian Bartalena L, Bogazzi F, Braverman LE, Martino E. di University of Insubria, Varese, Italy menghasilkan data berikut :

Amiodarone adalah obat yang kaya yodium. Metabolit utamanya (desethylamiodarone) dan yodium diketahui masuk ke plasenta, menghasilkan paparan janin yang signifikan.

Kelebihan yodium dapat menyebabkan hipotiroidisme dan gondok janin / neonatal.

Di antara 64 kehamilan yang dilaporkan ibunya menggunakan amiodarone, 11 kasus (17%) mengalami hipotiroidisme (10 terdeteksi saat lahir, 1 dalam rahim), 9 tidak mengalami gondok (82%) dan 2 (18%) terkait dengan gondok.

Hipotiroidisme bersifat sementara dalam semua kasus, dan hanya 5 bayi yang diobati jangka pendek dengan hormon tiroid.

Hanya 2 bayi baru lahir yang mengalami hipertiroxinemia sementara, terkait dengan konsentrasi TSH serum rendah.

Penilaian perkembangan saraf bayi hipotiroid menunjukkan kasus kelainan ringan, paling sering seperti Non-verbal Learning Disability Syndrome.

Namun, gejala-gejala ini juga dilaporkan pada beberapa bayi euthyroid yang terpapar amiodarone, menunjukkan bahwa mungkin ada efek neurotoksik langsung dari amiodarone selama kehidupan janin.

Menyusui dikaitkan dengan konsumsi substansial amiodarone oleh bayi, tetapi dalam beberapa kasus yang diteliti tidak menyebabkan perubahan fungsi tiroid bayi baru lahir.

Kesimpulannya, penggunaan amiodarone selama kehamilan dapat menyebabkan hipotiroidisme janin / neonatal dan, lebih jarang, gondok.

Dengan demikian, penggunaan amiodarone dalam kehamilan harus dibatasi pada ibu / janin takiaritmia yang resisten terhadap obat lain atau mengancam jiwa.

Jika amiodarone digunakan selama kehamilan, evaluasi fungsi tiroid dan morfologi janin / neonatal secara hati-hati.

Jika pemberian ASI diperbolehkan, evaluasi yang cermat terhadap fungsi tiroid bayi dan morfologi diperlukan karena paparan obat pada bayi yang terus menerus.

sumber : efek penggunaan amiodarone selama kehamilan terhadap fungsi tiroid neonatal dan perkembangan saraf

Dengan demikian, penggunaan Kendaron untuk ibu hamil tidak direkomendasikan.

Amiodarone masuk ke ASI dan mungkin memiliki efek yang tidak diinginkan pada bayi yang menyusui. Penggunaan Kendaron untuk ibu menyusui tidak direkomendasikan.

Interaksi Obat

Interaksi dengan obat lain dapat mengubah cara kerja obat atau meningkatkan risiko terjadinya efek samping yang serius. Beritahu dokter dan apoteker tentang obat apa saja yang sedang Anda konsumsi. Jangan memulai, menghentikan, atau mengubah dosis obat apa pun tanpa persetujuan dokter Anda.

Berikut interaksi obat yang mungkin terjadi :

Dosis Kendaron

Dosis didasarkan pada kondisi medis dan respons terhadap pengobatan. Dokter dapat menyesuaikan dosis secara bertahap. Ikuti instruksi dokter dengan hati-hati.

Berikut kisaran dosis yang umum diberikan :

A. Dosis Kendaron Injeksi Intravena

Di bawah ini adalah aturan dosis yang direkomendasikan :

Fibrilasi ventrikel pulseless atau takikardia ventrikel

Aritmia supraventrikular dan ventrikel

B. Dosis Kendaron tablet 200 mg

Di bawah ini adalah aturan dosis yang direkomendasikan :

Aritmia supraventrikular dan ventrikel

Aturan Pakai Kendaron

Artikel Pengetahuan Obat lainnya

Kendaron tablet dan Kendaron injeksi harus digunakan dengan tepat sesuai yang dianjurkan. Jangan menggunakan obat ini secara tidak wajar. Penggunaan obat yang berlebihan atau tidak sesuai aturan tidak akan meningkatkan khasiatnya namun justru meningkatkan efek sampingnya.

Sharing is caring