19 Kelebihan dan Kekurangan Sistem Ekonomi Tradisional

Ciri-ciri sistem ekonomi tradisional yang ada di dunia
Ciri-ciri sistem ekonomi tradisional adalah perekonomian berpusat di sekitar keluarga atau suku, mengandalkan kekayaan alam untuk memenuhi kebutuhan dasar, penggunaan teknologi yang sederhana, aktivitas perdagangan yang sangat terbatas, dan lain-lain

Sistem ekonomi tradisional dikatakan lebih mencerminkan ekonomi berkelanjutan. Sebabnya adalah, sistem ekonomi ini menggunakan sumber daya sesuai yang dibutuhkan, tidak berlebihan, sehingga nyaris tidak ada limbah yang dihasilkan. Namun, seperti halnya sistem ekonomi lainnya, pasti ada kelebihan dan kekurangan sistem ekonomi tradisional ini. Di artikel ini kami akan membahas hal itu secara terperinci.

Pengertian Sistem Ekonomi Tradisional

Pengertian sistem ekonomi tradisional adalah sistem yang sangat terkait dengan adat istiadat, sejarah, dan kepercayaan yang dihormati masyarakat setempat. Tradisi menjadi panduan dalam pengambilan keputusan ekonomi seperti produksi dan distribusi. Aktivitas ekonomi tradisional selalu berhubungan dengan pertanian, memancing, berburu, mengumpulkan, atau beberapa kombinasi aktivitas di atas. Dalam bertransaksi, mereka tidak menggunakan alat tukar berupa uang, namun menggunakan sistem barter.

Saat ini, bisa dikatakan hampir tidak ada negara yang menerapkan sistem ekonomi tradisional karena memiliki banyak kekurangan. Kalaupun ada, biasanya diterapkan di komunitas masyarakat adat terpencil atau di wilayah-wilayah yang termasuk dunia ke 3, seperti di banyak negara Afrika, Asia, Amerika Latin, dan Timur Tengah.

Kelebihan dan kekurangan Sistem Ekonomi Tradisional

Tidak ada sistem ekonomi yang sempurna, bahkan sistem ekonomi modern sekali pun. Begitu pula ekonomi tradisional pasti memiliki kelebihan dan kekurangan. Berikut adalah kelebihan dan kekurangan sistem ekonomi tradisional bila dibandingkan dengan sistem ekonomi lain yang digunakan oleh pemerintah di seluruh dunia saat ini.

Kelebihan Sistem Ekonomi Tradisional

Daftar berikut adalah kelebihan sistem ekonomi tradisional dibandingkan dengan sistem ekonomi lainnya.

1. Ekonomi tradisional berpusat di sekitar keluarga.

Sistem ekonomi tradisional berjalan secara turun temurun, keterampilan yang dibutuhkan untuk menghasilkan barang atau jasa diwariskan kepada setiap generasi baru. Itu berarti keterampilan dan tradisi yang dimiliki oleh para tetua dalam setiap kelompok keluarga menjadi pemandu aktivitas ekonomi di masa depan. Proses itu membantu menyatukan unit-unit keluarga, menjaga ekonomi terpusat di sekitar keluarga untuk memenuhi kebutuhan satu sama lain.

Baca Juga :  6 Karakteristik atau Ciri-ciri Sistem Ekonomi Pasar/Liberal

2. Mendorong pergerakan dan kebebasan.

Sistem ekonomi tradisional didasarkan pada konsep bahwa kemana pun Anda pergi, Anda harus mendapatkan sumber daya yang dibutuhkan untuk bertahan hidup. Oleh karena itu pelaku ekonomi tradisional sering kali nomaden untuk mengikuti migrasi hewan atau pola musiman pertumbuhan tanaman pangan. Komunitas yang menerapkan sistem ekonomi tradisional jarang terlibat dalam aktivitas perdagangan dengan pihak luar karena mereka mampu menghasilkan semua yang mereka butuhkan sendiri.

3. Ekonomi tradisional hanya menghasilkan apa yang mereka butuhkan.

Dalam ekonomi tradisional, jarang ada limbah yang tercipta ketika memproduksi barang atau jasa. Kelebihan ini sebenarnya juga termasuk kelemahan sistem ekonomi ini juga. Sebagian besar komunitas ekonomi tradisional hanya akan memproduksi apa yang mereka butuhkan dan tidak lebih dari itu. Hal ini terjadi karena menghasilkan barang berlebih tidak ada gunanya karena mereka jarang melakukan aktivitas perdagangan.

4. Sistem ekonomi tradisional bergantung pada sistem barter.

Transaksi perdagangan pada sistem ekonomi ini dilakukan dengan cara barter. Oleh karena itu, sistem ini tidak terlalu membutuhkan adanya alat tukar berupa uang. Ketika satu kelompok mungkin adalah petani yang sangat baik. Kelompok lain mungkin pemburu yang sangat baik. Dengan memperdagangkan jagung untuk daging rusa, kedua kelompok dapat melayani kebutuhan individu mereka dengan lebih baik tanpa perlu berpindah tangan untuk menyelesaikan transaksi.

5. Ekonomi tradisional biasanya akan berkembang seiring waktu.

Saat ekonomi tradisional berinteraksi dengan ekonomi pasar atau ekonomi komando, maka mereka akan menyerap beberapa pengaruh. Kebutuhan akan uang sebagai alat tukar mungkin mulai ada. Hal ini memungkinkan mereka untuk membeli peralatan ekonomi yang lebih baik, sehingga membuat pertanian, berburu, atau memancing menjadi lebih menguntungkan. Ketika hal ini terjadi, masyarakat disebut telah berkembang dari sistem ekonomi tradisional menjadi ekonomi tradisional campuran

6. Dalam ekonomi tradisional konflik relatif minim.

Karena ruang lingkup aktivitas ekonominya relatif sempit, maka potensi terjadinya konflik ekonomi pun kecil. Adat dan tradisi mendikte distribusi sumber daya. Semua orang mengerti kontribusi mereka terhadap produksi, apakah itu sebagai petani, pemburu, atau penenun. Anggota juga memahami apa yang seharusnya mereka terima. Bahkan jika terjadi ketidakpuasan, mereka tidak memberontak.

7. Ekonomi tradisional lebih ramah lingkungan.

Karena kegiatan ekonomi hanya ditujukan untuk pemenuhan kebutuhan dasar, maka mereka hanya mengambil apa yang dibutuhkan saja, mereka tidak merusak lingkungan seperti ekonomi maju. Hal ini membuat sistem ekonomi tradisional lebih berkelanjutan daripada ekonomi berbasis teknologi.

Baca Juga :  Sistem Ekonomi : Pengertian, Jenis, Fungsi, Ciri-Ciri dan Contoh

8. Melindungi komunitas dari pengaruh bruruk dunia luar.

Karena interaksi dengan dunia luar sangat terbatas, pengaruh buruk (misalnya, penyakit) relatif susah menyentuh komunitas yang kuat mempertahankan sistem ekonomi ini. Komunitas kecil secara alami melindungi diri mereka dari penyakit menular dan masalah kesehatan lainnya yang dibawa komunitas luar. Hal ini membuat kualitas hidup mereka lebih baik secara keseluruhan.

9. Ekonomi tradisional fokus pada keterampilan individu.

Pelaku ekonomi yang terlibat dalam sistem ini memiliki keahlian yang spesisfik yang memanfaatkan bakat dan keterampilan alami terbaik mereka. Karena setiap hari hanya fokus pada kegiatan yang itu-itu saja, maka keterampilannya pun semakin lama semakin baik.

10. Masalah-masalah ekonomi yang rumit jarang terjadi.

Kesenjangan ekonomi tidak terjadi karena pendapatannya cenderung merata. Di dalam sistem ekonomi tradisional tidak akan pernah terjadi inflasi, pengangguran, dan masalah-masalah ekonomi lain yang terjadi pada sistem ekonomi lainnya. (Baca juga : Faktor-faktor Penyebab Inflasi Di Sebuah Negara).

Kekurangan Sistem Ekonomi Tradisional

Daftar berikut adalah kekurangan sistem ekonomi tradisional dibandingkan dengan sistem ekonomi lainnya.

1. Tingkat persaingan yang tinggi dengan naiknya populasi.

Meskipun potensi konflik relatif lebih rendah daripada sistem ekonomi modern, dalam sistem ekonomi tradisional tingkat persaingan untuk menguasai sumber-sumber ekonomi lebih tinggi. Hal ini terjadi karena fokus sistem ekonomi ini hanya pada sumber daya alam tanpa adanya inovasi. Seiring bertambahnya populasi maka kebutuhan kolektif meningkat sementara sumber daya alam tidak bertambah bahkan berkurang. Dengan kondisi seperti ini, tingkat persaingan menjadi semakin tinggi. Persaingan antar kelompok itu bahkan bisa menimbulkan perang, misalnya perang antar suku terkait batas wilayah.

2. Produktivitas sangat rendah.

Teknologi yang ydigunakan masih sangat sederhana. Hal ini menyebabkan produktivitasnya rendah. Kualitas barang yang dihasilkan juga sangat rendah.

3. Inovasi dan efisiensi tidak ada sama sekali

Masyarakat hanya fokus pada pemenuhan kebutuhan primer, sehingga inovasi barang-barang sekunder dan tersier tidak berkembang. Pengolahan lebih lanjut juga sangat minim sehingga efisiensi pemanfaatan sumber daya alam sangat rendah. Pada masyarakat dengan populasi tinggi akan meningkatkan persaingan antar kelompok.

4. Ekonomi tradisional rentan terhadap gangguan dari faktor alam.

Ekonomi tradisional rentan terhadap gangguan dari faktor alam, terutama cuaca. Ketika kekeringan dan terjadi gagal panen atau cuaca buruk sehingga susah melaut, orang-orang kelaparan. Contoh : masyarakat salah satu suku pedalaman Papua pernah mengalami kelaparan yang disebabkan oleh gagal panen ubi.

5. Sangat rentan jika satu saja penyangga ekonominya terganggu.

Jika terjadi gangguan pada salah satu aktivitas ekonominya, maka keseluruhan komunitas langsung menerima dampaknya. Misal, terjadi gagal panen maka stok makanan tiba-tiba menipis. Karena mereka bercocok tanam hanya untuk memenuhi kebutuhan sendiri, cadangan makanan umumnya tidak pernah dipikirkan. Hal ini akan menyebabkan terjadinya kelaparan. Tidak seperti sistem ekonomi lainnya, yang memiliki kebiasaan menyimpan stok makanan dalam sistem rantai perdagangan yang luas.

Baca Juga :  8 Perbedaan Sistem Ekonomi Komando dan Sistem Ekonomi Pasar

6. Rentan terhadap pengaruh komunitas sistem ekonomi lain.

Tipe ekonomi lain, seperti ekonomi komando atau ekonomi pasar, sering mengkonsumsi sumber daya alam yang juga digunakan masyarakat ekonomi tradisional. Karena tipe ekonomi lain lebih maju secara teknologi, mereka dengan mudah mengalahkan masyarakat tradisional. Sebagai contoh, eksplorasi minyak Rusia di kawasan Siberia telah merusak ekosistem. Hal itu berpengaruh terhadap kuantitas penangkapan ikan tradisional dan ekonomi tradisional secara keseluruhan di daerah-daerah tersebut.

7. Sangat berisiko terhadap jenis penyakit baru dari luar.

Jika diterapkan dengan ketat, komunitas ini bisa memiliki pertahanan alami dari pengaruh buruk luar. Namun dalam kondisi tertentu, misalnya perang, kolonialisme atau lainnya mereka berada dalam posisi yang sangat lemah. Contohnya, masyarakat asli benua amerika awalnya tidak pernah terserang penyakit campak. Namun, ketika terjadi kolonialisme bangsa Eropa ke benua Amerika, mereka juga membawa penyakit ini. Karena sebelumnya tidak pernah terjangkit, masyarakat asli tidak memiliki kekebalan tubuh yang memadai. Akibatnya, penyakit ini menjadi wabah buruk bagi komunitas asli di Amerika.

8. Seiring meningkatnya populasi, sistem ini bisa merusak lingkungan.

Saat diterapkan pada komunitas kecil, sistem ini terlihat sangat ramah lingkungan. Namun seiring naiknya jumlah populasi, kondisi berbalik. Sistem ini justru lebih membahayakan lingkungan daripada sistem ekonomi modern.

Ketergantungan mereka pada kayu sebagai sumber utama bahan bakar telah menghancurkan hutan. Hal ini membuat mereka rentan terhadap bencana alam, seperti banjir. Sistem ladang berpindah telah mengurangi luasan hutan secara signifikan, apalagi pembukaan lahan baru dilakukan dengan cara membakar hutan yang menyebabkan populasi udara yang sangat parah.

9. Rentan adanya penyakit genetik.

Karena masyarakat ekonomi tradisional cenderung terisolasi, pernikahan sering terjadi antar kerabat dekat. Hal ini meningkatkan potensi terjadinya penyakit genetik untuk generasi mendatang. Seiring waktu, jika pernikahan antar kerabat dekat sering terjadi, kualitas genetika akan menurun, akhirnya menyebabkan masyarakat ekonomi tradisional terancam kehilangan generasi baru yang berkualitas.

Baca juga : Mengenal apa itu teori ekonomi mikro.

Kelebihan dan kekurangan sistem ekonomi tradisional cukup unik. Ada sedikit surplus yang dihasilkan dari proses produksi karena orang bekerja untuk menghasilkan apa yang mereka butuhkan saja. Kondisi ini juga merugikan, karena jika ada gangguan sedikit saja pada faktor produksi, kelompok ini bisa kelaparan. Jika diterapkan dengan baik, sistem ekonomi tradisional bisa sangat ramah lingkungan. Namun, seiring bertambahnya populasi, sistem ini malah sangat merusak lingkungan. Di sisi lain, meskipun kesenjangan ekonomi jarang terjadi, namun kemiskinan kolektif malah sering terjadi.