22 Kelebihan dan Kekurangan Sistem Ekonomi Pasar/Liberal

Kelebihan dan Kekurangan Sistem Ekonomi Pasar bebas atau sistem ekonomi liberal
kelebihan dan kekurangan sistem ekonomi pasar bebas/liberal. Kelebihan : Efisiensi, proktivitas, kerja keras, inovasi, investasi, demokrasi dll. Kekurangan : inflasi, pengangguran, eksploitasi, dan kesenjangan sosial

Jika diterapkan secara sempurna, sistem ekonomi pasar/liberal bisa memacu inovasi dan efisiensi ekonomi. Namun, sistem perekonomian yang terlalu liberal juga mempunyai risiko besar, sehingga diantaranya menimbulkan kesenjangan ekonomi yang lebar antara si kaya dan si miskin. Di artikel ini kita akan membahas apa kelebihan dan kekurangan sistem ekonomi pasar atau sistem ekonomi liberal secara terperinci.

Pengertian Sistem Ekonomi Pasar

Sistem ekonomi pasar adalah sistem di mana hukum penawaran dan permintaan adalah penggerak utama produksi barang dan jasa. Sistem ekonomi pasar bebas memacu produksi dan penjualan barang dan jasa, dengan sedikit atau tanpa kontrol atau keterlibatan dari lembaga pemerintah pusat. Sistem ekonomi pasar bebas memungkinkan mekanisme pasar melalui hukum penawaran dan permintaan untuk menentukan harga yang benar-benar mencerminkan nilai pasar sesungguhnya. Kurangnya kontrol pemerintah memungkinkan sistem ekonomi liberal untuk berkembang maksimal, tetapi efek negatifnya juga tidak kurang banyak. (baca juga : karakteristik utama sistem ekonomi pasar bebas).

Dalam sistem ekonomi pasar, sumber daya ekonomi dimiliki oleh individu dan bisnis swasta. Pemerintah praktis hanya berperan sebagai regulator, untuk menjaga persaingan antar pelaku ekonomi terjadi secara sehat. (Baca juga : Macam-macam sistem ekonomi yang dianut negara di dunia?)

Pengusung sistem ekonomi liberal percaya, dengan menyerahkan sepenuhnya perekonomian pada mekanisme pasar, maka akan terjadi persaingan yang memicu pelaku ekonomi untuk melakukan efisiensi. Proses ekonomi (produksi, distribusi, konsumsi) yang efisien akan menekan ongkos ekonomi menjadi minimal sehingga sumber daya bermanfaat maksimal untuk kesejahteraan masyarakat.

Sayangnya, seringkali upah buruh juga dianggap sebagai biang inefisiensi sehingga juga ditekan yang pada akhirnya menimbulkan konflik atara buruh dan pengusaha. Penggunaan teknologi juga bagian dari upaya mengejar efisiensi, hal ini juga berpotensi menciptakan banyak pengangguran.

Kelebihan dan kekurangan Sistem Ekonomi Pasar

Tidak ada sistem ekonomi yang sempurna, begitu pula sistem ekonomi liberal pasti memiliki kelebihan dan kekurangan. Berikut adalah kelebihan dan kekurangan sistem ekonomi pasar bila dibandingkan sistem yang lain :

Baca Juga :  6 Ciri-Ciri Sistem Ekonomi Kapitalis Yang Paling Penting

Kelebihan Sistem Ekonomi Pasar

  • ketatnya persaingan antara perusahaan yang berbeda memicu peningkatan efisiensi. Tiap perusahaan akan melakukan apa pun yang diperlukan untuk menurunkan ongkos produksi, supaya harga produknya bisa bersaing di pasar.
  • Kebanyakan orang bekerja lebih keras (ancaman kehilangan pekerjaan adalah motivator terbesar). Tingkat persaingan yang tinggi di dunia kerja, membuat orang bekerja lebih ulet untuk membuatnya pantas menduduki posisi tersebut. Hal ini akan meningkatkan produktivitas pekerja.
  • Inovasi selalu berkembang karena perusahaan selalu mengembangkan produk baru untuk dijual dan cara yang lebih murah untuk melakukan proses produksinya (efisiensi).
  • Investasi asing meningkat. Wajar, karena motif utama dari sistem ekonomi liberal adalah laba. Ketika peluang mendapatkan laba sangat terbuka maka arus modal asing akan datang dengan sendirinya. Hasilnya, lapangan kerja bertambah.
  • Karena peran swasta sangat besar termasuk di sektor-sektor publik seperti kesehatan, pendidikan, dan lainnya, maka pengeluaran pemerintah untuk menyediakan fasilitas-fasilitas publik turun. Pemerintah memiliki cukup dana untuk melakukan hal lainnya untuk kesejahteraan rakyat.
  • Banyak orang dengan cepat mempelajari keterampilan dan pengetahuan teknis dan sosial yang diperlukan untuk bersaing. Wajar, karena jika tidak memiliki skill yang baik, maka mereka akan tergilas oleh persaingan kejam sistem ekonomi liberal ini.
  • Konsumen memiliki banyak pilihan produk yang sesuai dengan kantong mereka.

Kekurangan sistem Ekonomi Pasar

  • Prioritas pembangunan ekonomi mengalami distorsi, karena modal diarahkan hanya pada apa yang akan menghasilkan keuntungan terbesar dan bukan ke dalam apa yang kebanyakan orang benar-benar butuhkan.
  • Eksploitasi pekerja yang semakin memburuk. Dengan alasan efisiensi, perusahaan akan selalu berusaha mendapatkan pekerja dengan kualitas terbaik tapi dengan bayaran terendah. Ketika terjadi peningkatan populasi, maka pasokan pekerja melimpah, sementara peluang kerja tetap. Hal ini membuat, perusahaan memiliki bargaining lebih kuat daripada pekerja.
  • Sistem ekonomi pasar selalu mengejar efisiensi, dan penggunaan teknologi adalah solusinya. Namun, era otomatisasi, komputerisasi dan robotisasi memiliki efek buruk. Penduduk yang kehilangan pekerjaan karena tergeser mesin jadi tidak mempunyai uang yang cukup untuk membeli yang mereka butuhkan.
  • Daya beli masyarakat yang turun akibat kurangnya pekerjaan (karena tergeser mesin), membuat stok barang melimpah tapi penyerapan rendah. Pada akhirnya mengakibatkan banyak mesin terbengkalai karena tidak difungsikan lagi. Sampah juga meningkat.
  • Penggunaan teknologi dan persaingan yang keras yang selalu diperlukan untuk mencapai efisiensi ekonomi ternyata menghasilkan kenaikan pengangguran.
  • Kesenjangan sosial dan ekonomi meningkat. 80 persen sumber daya hanya dikuasai oleh kurang dari 2 persen populasi. Dengan kesenjangan antara orang kaya dan orang miskin, kesetaraan dalam hubungan sosial menjadi mustahil. Orang-orang dengan banyak uang mulai menganggap diri mereka sebagai jenis manusia yang lebih baik dan memandang orang miskin dengan hina, sementara orang miskin merasakan kebencian, iri hati, dan muak pada orang kaya.
  • Orang-orang kaya juga mulai menggunakan pengaruhnya pada dunia politik. Tujuannya tidak lain untuk memperoleh keuntungan lebih banyak lagi.
  • Meningkatnya korupsi di semua sektor masyarakat. Hal ini terjadi karena pemilik modal dengan mudah menggunakan pengaruh uangnya untuk mempengaruhi kebijakan pemerintah untuk kepentingan bisnisnya namun merugikan masyarakat luas.
  • Kejahatan di bidang ekonomi meningkat karena uang telah menjadi segala-galanya. Mencari keuntungan dengan cara ilegal pun dilakukan.
  • Mengurangi manfaat sosial dan kesejahteraan. Hal-hal yang terkait masalah sosial hanya dibiayai oleh pajak. Sangat sedikit modal diarahkan untuk hal-hal demikian karena tidak menghasilkan keuntungan.
  • Memburuknya kualitas ekologis. Untuk mencari keuntungan sebanyak-banyaknya para pelaku sistem ekonomi liberal menekan segala kemungkinan biaya produksi termasuk biaya rehabilitasi lingkungan.
  • Hubungan sosial antar masyarakat menjadi renggang. Hampir semua aktivitas dianggap upaya mencari keuntungan. Orang menjadi egois, hanya peduli dengan diri mereka sendiri. Mereka juga menjadi sangat gelisah dan tidak aman secara ekonomi, takut kehilangan pekerjaan, rumah, dan lain-lain.
  • Menggenjot keuntungan sebesar-besarnya membuat perekonomian menjadi tidak sehat. Buktinya, secara periodik sistem ekonomi liberal menyebabkan terjadinya krisis ekonomi. Hal ini menyebabkan banyak para ahli berpendapat menyerahkan sepenuhnya ekonomi pada pasar bebas tidak selalu aman bagi perekonomian negara.
  • Mekanisme kunci dari ekonomi pasar adalah persaingan. Akibatnya, ia tidak memiliki sistem yang kuat untuk melindungi mereka yang tidak memiliki kekuatan kompetitif, misalnya, orang tua, anak-anak, dan orang-orang dengan cacat mental atau fisik.
  • Banyak sumber daya terbuang percuma. Meskipun pada prinsipnya sistem ekonomi liberal mendorong terjadinya efisiensi seluruh faktor produksi, pada kenyataannya justru banyak menghasilkan produk yang terbuang secara percuma.
Baca Juga :  5 Contoh Negara yang Menganut Sistem Ekonomi Komando

Kesimpulan

Sebenarnya tidak ada satu pun negara yang benar-benar menganut satu sistem ekonomi secara murni, termasuk sistem ekonomi pasar atau yang dikenal juga sebagai sistem ekonomi liberal. Amerika serikat sering disebut-sebut sebagai negara yang menganut sistem ekonomi pasar, namun kenyataannya pemerintah Amerika memiliki kebijakan pembangunan fasilitas publik yang sangat baik. Sekolah-sekolah negeri dibangun begitu pula rumah sakit. Jaminan sosial yang melindungi masyarakat miskin juga disediakan pemerintah. (Baca juga : 10 negara dengan indeks kebebasan ekonomi terbaik di dunia).

Namun, ketika berhadapan dengan negara lain, Amerika Serikat selalu meminta negara itu menerapkan sistem ekonomi pasar. Tujuannya jelas, untuk keuntungan negara mereka sendiri. Dengan penguasaan teknologi tinggi, kepemilikan modal yang kuat, perusahaan-perusahaan Amerika serikat akan dengan mudah memenangkan persaingan jika kompetisi diselenggarakan secara tarung bebas. Di samping itu, dengan pengaruh global yang sangat besar, perusahaan-perusahaan Amerika serikat bisa dengan mudah lepas dari tanggung jawab sosial atau lingkungan di tempat mana perusahaannya beroperasi.

Setiap negara mengatur perekonomiannya dengan menerapkan suatu sistem tertentu. Sistem ekonomi sebuah negara biasanya sangat terkait dengan ideologi yang dianutnya. Negara yang menganut liberalisme atau menjunjung tinggi kebebasan individu cenderung menerapkan sistem ekonomi liberal atau disebut pula dengan sistem ekonomi pasar bebas.

Namun, seperti semua sistem lainnya, sistem ekonomi ini tidaklah sempurna. Ada kelebihan ada juga kekurangannya. Dengan mengetahui apa kelebihan dan kekurangan sistem ekonomi pasar bebas ini, sebuah negara bisa mengambil kebijakn ekonomi yang tepat, sesuai dengan situasi dan kondisi negaranya sendiri.