16 Kelebihan dan Kekurangan Sistem Ekonomi Komando

Kelebihan dan Kekurangan Sistem Ekonomi Komando – Sistem komando atau sistem ekonomi terpusat dikenal dengan salah satu karakteristiknya yaitu penguasaan penuh pemerintah pusat atas seluruh faktor-faktor ekonomi, termasuk : tanah, sumber daya alam, dan faktor-faktor produksi. Seperti sistem ekonomi lainnya, sistem ini tentu memiliki kelebihan dan juga kekurangan. Pada artikel ini, kita akan membahas kelebihan dan kekurangan sistem ekonomi komando bila dibandingkan dengan sistem ekonomi yang lain.

Pengertian Sistem Ekonomi Komando

Pengertian sistem Ekonomi Komando adalah suatu sistem ekonomi di mana seluruh kebijakan ekonomi dikontrol sepenuhnya oleh pemerintah pusat. Sistem yang dikenal juga dengan istilah sistem ekonomi terpusat terencana ini dianggap sebagai sistem ekonomi kiri. Sistem ini didasarkan pada prinsip kolektivisme, seperti : kesetaraan ekonomi, kepentingan kolektif, dan kepemilikan publik. Ini berarti bahwa dalam ekonomi komando intervensi pemerintah dalam kegiatan ekonomi sangat tinggi.

Sistem ekonomi komando memiliki salah satu kekuatan yaitu adanya keselarasan antara visi dan misi pemerintah pusat dengan strata pemerintahan di bawahnya. Hal ini penting supaya segala sumber daya ekonomi difokuskan untuk mencapai tujuan nasional. (Baca juga : Macam-macam sistem ekonomi beserta kelebihan dan kekurangannya).

Ekonom yang berasal dari kota Wina, Austria yaitu Otto Neurath mengembangkan konsep ekonomi komando paska Perang Dunia I. Menurut Otto Neurath sistem ekonomi komando adalah cara untuk mengendalikan hiperinflasi. Istilah “ekonomi komando” berasal dari bahasa Jerman “Befehlswirtschaft.”

Sistem ekonomi komando memiliki karakteristik yang membedakannya dengan sistem yang lain :

  • Pemerintah pusat menyusun rencana pembangunan ekonomi, baik itu rencana ekonomi jangka pendek, menegah, atau jangka panjang. Rencana ekonomi lima tahun menetapkan tujuan ekonomi dan kemasyarakatan untuk setiap sektor dan wilayah negara.
  • Pemerintah mengalokasikan semua sumber daya sesuai dengan rencana yang disusun pemerintah pusat.
  • Pemerintah pusat menetapkan prioritas produksi semua barang dan jasa, termasuk berapa jumlahnya dan berapa harga barang itu dijual. Tujuannya adalah untuk menyediakan cukup makanan, perumahan, dan kebutuhan dasar lainnya bagi seluruh rakyat.
  • Pemerintah memiliki bisnis monopoli. Biasanya monopoli dilakukan pada sektor ekonomi yang dianggap penting untuk tujuan nasional. Tidak ada persaingan domestik di sektor-sektor penting ini.
  • Pemerintah menciptakan undang-undang, peraturan, dan arahan untuk menegakkan rencana pusat. Aktivitas perekonomian akan diarahkan untuk mengikuti rencana produksi dan target yang telah disusun pemerintah.
  • Pemerintah memiliki kekuasaan tertinggi dalam seluruh aktivitas perekonomian. Pihak swasta atau individu tidak punya peran berarti.
Baca Juga :  Sistem Ekonomi Kapitalis : Pengertian, Ciri-ciri, Kelebihan dan Kekurangan

Kelebihan dan kekurangan Sistem Ekonomi Komando

Seperti sistem ekonomi lainnya, sistem ekonomi komando juga memiliki kelebihan dan kekurangan. Berikut adalah kelebihan dan kekurangan sistem ekonomi komando :

Kelebihan Sistem Ekonomi Komando

  1. Dukungan pada sektor industri-industri penting sangat baik. Untuk merealisasikan proyek-proyek besar dan mencapai tujuan nasional, ekonomi komando memberikan dukungan penuh pada sektor-sektor ekonomi penting, misalnya perminyakan, perbankan, bahkan industri militer.
  2. Monopoli pasar oleh pemodal besar tidak terjadi. Karena semua faktor ekonomi diatur oleh pemerintah, tidak akan pernah ada pemodal besar yang mampu mengendalikan harga dengan semena-mena.
  3. Volume produksi dan ketersediaan barang terkontrol baik. Dalam ekonomi komando, volume produksi dapat disesuaikan dengan kebutuhan penduduk.
  4. Sistem ekonomi komando memiliki salah satu kekuatan yaitu, sistem ekonomi menjadi selaras dari atas ke bawah. Sistem ekonomi seperti ini memiliki kemampuan untuk menyesuaikan segala aktivitas ekonomi untuk mewujudkan visi dan misi bangsa. Antara pemerintah pusat dan daerah fokus pada rencana pembangunan yang telah disusun, sehingga mempunyai arah yang jelas.
  5. Mobilisasi sumber daya dilakukan lebih baik. Pemerintah memiliki hak untuk memobilisasi seluruh komponen bangsa dalam skala besar untuk mencapai tujuan nasional secara cepat.
  6. Respons terhadap bencana dan keadaan darurat lebih baik. Otoritas pusat dengan mudah meningkatkan produksi di banyak fasilitas yang dikontrolnya untuk memenuhi kebutuhan saat terjadi bencana. Misalnya, jika di suatu wilayah terjadi bencana, pemerintah dengan mudah menggerakan segala sumber daya yang berada penuh dalam kontrolnya.
  7. Memprioritaskan kesejahteraan sosial secara kolektif. Kesejahteraan sosial adalah perhatian utama dalam ekonomi komando, di mana salah satu tujuan utamanya adalah memastikan bahwa kesejahteraan sosial maksimum akan terjadi. Sistem ini melahirkan rasa kebersamaan karena kurangnya ketimpangan pendapatan, sehingga masyarakat secara keseluruhan dapat mengambil peran dalam proses produksi dan dapat memperoleh manfaat darinya.
Baca Juga :  20 Kelebihan Dan Kekurangan Sistem Ekonomi Kapitalis

Kekurangan sistem Ekonomi Komando

  1. Kebutuhan masyarakat terabaikan. Dalam ekonomi komando, kebutuhan masyarakat sering diabaikan demi kesetaraan. Tidak banyak pilihan pada barang konsumsi, karena apa yang diproduksi ditentukan negara. Untuk pekerja, mereka tidak akan mempunyai banyak pilihan di mana mereka ingin bekerja.
  2. Kebebasan dibatasi. Jenis ekonomi ini biasanya terkait dengan komunisme, yang berarti pemerintah memiliki kontrol penuh terhadap rakyat yang berakibat rendahnya kebebasan rakyat. Warga negara tidak dapat memilih jalur karier berdasarkan minat dan keterampilan yang mereka miliki, tetapi ditentukan otoritas pusat. Karena kelemahan ekonomi komando ini, kebanyakan orang menjadi tidak puas, menciptakan kemalasan dan menurunkan produktivitas.
  3. Inovasi sangat rendah. Jika sistem pasar bebas mendorong inovasi dan perubahan, ekonomi komando justru sebaliknya. Karena pemerintah yang berkuasa mengendalikan pasar, inovasi bukanlah prioritas atau tidak didorong sama sekali.
  4. Tingkat kompetisi sangat renda. Kompetisi yang ketat pada sistem ekonomi pasar adalah kekuatan utama yang mendorong terjadinya inovasi terus menerus, tetapi hal ini tidak ditemukan dalam ekonomi komando.
  5. Berpotensi munculnya pasar gelap. Karena pemerintah membatasi produk dan jasa yang beredar di pasar, sementara keinginan manusia susah dikontrol, maka pemenuhan kebutuhan ini akan disuplai oleh pasar gelap. Akibatnya akan merugikan negara dari sisi pajak.
  6. Kinerja ekspor rendah. Karena inovasi sangat rendah, produktivitas juga rendah, ekspor bisa menjadi masalah karena kalah bersaing dengan produk-produk negara lain.
  7. Jumlah barang yang tersedia tidak seimbang dengan permintaan. Sulit bagi pemerintah untuk memperoleh data aktual tentang kebutuhan konsumen, sehingga pemerintah mengambil kebijakan untuk melakukan penjatahan.
  8. Banyak subsidi ekonomi salah sasaran. Demi menghindari kesenjangan ekonomi, pemerintah banyak menggelontorkan subsidi, namun kebijakan ini sering tidak tepat sasaran dan menghabiskan anggaran yang besar sehingga mengurangi alokasi pada sektor lain yang lebih penting.
  9. Koordinasi antar lembaga sangat sulit. Jika dilakukan dalam skala kecil, sistem ini mungkin sangat baik. Namun, untuk skala negara, nyaris tidak mungkin mengontrol segala aspek kehidupan dari hulu ke hilir. Akibatnya, koordinasi sering tidak efisien. Di sisi lain, banyak kebijakan ekonomi lambat terealisasi karena ketakutan aparat bawah mengambil keputusan secara cepat sesuai keadaan.
Baca Juga :  7 Ciri-Ciri Sistem Ekonomi Tradisional

Contoh-contoh Ekonomi komando

Sistem ekonomi komando pada umumnya dianut oleh negara-negara yang dipimpin seorang diktator yang kuat. Hal ini sangat lumrah, karena tanpa pemimpin yang kuat sangat tidak mungkin mengendalikan seluruh perekonomian dalam satu komando.

Tokoh-tokoh sistem ekonomi komando pun dicitrakan sebagai seorang diktator. Sebut saja Lenin, Joseph Stalin, Mao Zedong, Fidel Castro, atau Kim Jong-Un.

Lebih jauh lagi, ekonomi komando juga sering dikaitkan dengan negara komunis. Komunisme adalah sistem ekonomi dan politik yang didasarkan pada prinsip-prinsip sosialisme. Komunisme berpusat pada gagasan membangun masyarakat yang didasarkan pada kepemilikan publik atas alat-alat produksi dan penghapusan bentuk kelas sosial apa pun. Dengan demikian, diktator komunis sering menggunakan ekonomi komando sebagai cara mengendalikan lebih lanjut negara mereka.

Salah satu contoh ekonomi komando dalam sejarah adalah saat Uni Soviet mengambil alih seluruh tanah pertanian di Ukraina. Tanah yang awalnya adalah milik para petani diambil paksa menjadi milik negara. Kejadian ini pada akhirnya justru menyebabkan terjadinya kelaparan di Ukraina alih-alih meningkatkan kesejahteraan sosial.

Demikian artikel tentang kelebihan dan kekurangan sistem ekonomi komando dibandingkan dengan sistem lainnya. Semoga bermanfaat.