20 Kelebihan Dan Kekurangan Sistem Ekonomi Kapitalis

Kelebihan dan kekurangan sistem ekonomi kapitalis
Tidak ada sistem ekonomi yang benar-benar sempurna. Ada kelebihan ada juga kekurangannya. Dengan mengetahui apa kelebihan dan kekurangan sistem ekonomi kapitalis ini, sebuah negara bisa mengambil kebijakan ekonomi yang tepat, sesuai dengan situasi dan kondisi negaranya sendiri.

Jika diterapkan secara sempurna, sistem ekonomi kapitalis bisa memacu inovasi dan efisiensi ekonomi. Namun, sistem perekonomian yang terlalu bebas juga mempunyai risiko besar, sehingga diantaranya menimbulkan kesenjangan ekonomi yang lebar antara si kaya dan si miskin. Di artikel ini kita akan membahas apa kelebihan dan kekurangan sistem ekonomi kapitalis secara terperinci.

Kelebihan dan Kekurangan Sistem Ekonomi Kapitalis

Dari berbagai macam sistem ekonomi yang ada di dunia, semuanya memiliki kelebihan dan kekurangan. Termasuk sistem ekonomi kapitalis. Berikut adalah kelebihan dan kekurangan sistem ekonomi kapitalis secara umum :

Kelebihan Sistem Ekonomi Kapitalis

  • Dalam sistem ekonomi kapitalis berlaku : produk terbaik untuk harga terbaik. Hal ini terjadi karena konsumen akan membayar lebih untuk apa yang paling mereka inginkan. Pengusaha memberikan apa yang diinginkan pelanggan dengan harga tertinggi yang akan mereka bayar. Dengan ini, maka produk yang dihasilkan selalu yang terbaik sesuai keinginan konsumen. Maka inovasi sangat berkembang.
  • Dalam sistem ini, tingkat persaingan sangat tinggi. Konsumen hanya mau membayar tinggi untuk produk yang berkualitas tinggi. Oleh karena itu, para pengusaha akan berusaha membuat produk mereka seefisien mungkin untuk memaksimalkan laba.
  • Sistem kapitalisme sangat mendorong munculnya inovasi, termasuk inovasi dalam metode produksi yang lebih efisien, dan inovasi produk baru.
  • Kebanyakan orang bekerja lebih keras (ancaman kehilangan pekerjaan adalah motivator terbesar). Tingkat persaingan yang tinggi di dunia kerja, membuat orang bekerja lebih ulet untuk membuatnya pantas menduduki posisi tersebut. Hal ini akan meningkatkan produktivitas pekerja.
  • Investasi asing meningkat. Wajar, karena motif utama dari sistem ekonomi kapitalis adalah laba. Ketika peluang mendapatkan laba sangat terbuka maka arus modal asing akan datang dengan sendirinya. Hasilnya, lapangan kerja bertambah.
  • Karena peran swasta sangat besar termasuk di sektor-sektor publik seperti kesehatan, pendidikan, dan lainnya, maka pengeluaran pemerintah untuk menyediakan fasilitas-fasilitas publik turun. Pemerintah memiliki cukup dana untuk melakukan hal lainnya untuk kesejahteraan rakyat.
  • Banyak orang dengan cepat mempelajari keterampilan dan pengetahuan teknis dan sosial yang diperlukan untuk bersaing. Wajar, karena jika tidak memiliki skill yang baik, maka mereka akan tergilas oleh persaingan kejam sistem ekonomi kapitalis ini.
Baca Juga :  10 Ciri-ciri Sistem Ekonomi Sosialis

Kekurangan Sistem Ekonomi Kapitalis

  • Kapitalisme tidak menyediakan kesempatan pada orang-orang yang tidak memiliki keterampilan kompetitif, termasuk orang tua, anak-anak, dan penyandang disabilitas. Hal ini terjadi karena, mereka akan menurunkan kekuatan kompetitif secara ekonomi.
  • Persaingan yang tinggi juga berlalu pada pasar tenaga kerja. Mereka yang tidak memiliki cukup pendidikan dan keterampilan akan tersisih dari perekonomian. Sehinga memunculkan kesenjangan ekonomi.
  • Orang-orang yang berada di lingkaran elit perekonomian bisa memanfaatkan kuasa uangnya untuk mempengaruhi pejabat politik dalam penyusunan undang-undang yang menguntungkan mereka.
  • Kapitalisme mengabaikan biaya eksternal, seperti polusi dan perubahan iklim. Hal ini membuat barang-barang lebih murah dan lebih mudah diakses dalam jangka pendek. Namun seiring waktu, sistem kapitalisme menghabiskan sumber daya alam, menurunkan kualitas hidup di daerah yang terkena bencana, dan meningkatkan biaya lingkungan.
  • Prioritas pembangunan ekonomi mengalami distorsi, karena modal diarahkan hanya pada apa yang akan menghasilkan keuntungan terbesar dan bukan ke dalam apa yang kebanyakan orang benar-benar butuhkan.
  • Sistem ekonomi kapitalisme selalu mengejar efisiensi, dan penggunaan teknologi adalah solusinya. Namun, era otomatisasi, komputerisasi dan robotisasi memiliki efek buruk. Penduduk yang kehilangan pekerjaan karena tergeser mesin jadi tidak mempunyai uang yang cukup untuk membeli yang mereka butuhkan.
  • Daya beli masyarakat yang turun akibat kurangnya pekerjaan (karena tergeser mesin), membuat stok barang melimpah tapi penyerapan rendah. Pada akhirnya mengakibatkan banyak mesin terbengkalai karena tidak difungsikan lagi. Sampah juga meningkat.
  • Penggunaan teknologi dan persaingan yang keras yang selalu diperlukan untuk mencapai efisiensi ekonomi ternyata menghasilkan kenaikan pengangguran.
  • Kesenjangan sosial dan ekonomi meningkat. 80 persen sumber daya hanya dikuasai oleh kurang dari 2 persen populasi. Dengan kesenjangan antara orang kaya dan orang miskin, kesetaraan dalam hubungan sosial menjadi mustahil. Orang-orang dengan banyak uang mulai menganggap diri mereka sebagai jenis manusia yang lebih baik dan memandang orang miskin dengan hina, sementara orang miskin merasakan kebencian, iri hati, dan muak pada orang kaya.
  • Kejahatan di bidang ekonomi meningkat karena uang telah menjadi segala-galanya. Mencari keuntungan dengan cara ilegal pun dilakukan.
  • Mengurangi manfaat sosial dan kesejahteraan. Hal-hal yang terkait masalah sosial hanya dibiayai oleh pajak. Sangat sedikit modal diarahkan untuk hal-hal demikian karena tidak menghasilkan keuntungan.
  • Hubungan sosial antar masyarakat menjadi renggang. Hampir semua aktivitas dianggap upaya mencari keuntungan. Orang menjadi egois, hanya peduli dengan diri mereka sendiri. Mereka juga menjadi sangat gelisah dan tidak aman secara ekonomi, takut kehilangan pekerjaan, rumah, dan lain-lain.
  • Menggenjot keuntungan sebesar-besarnya membuat perekonomian menjadi tidak sehat. Buktinya, secara periodik sistem ekonomi kapitalis menyebabkan terjadinya krisis ekonomi. Hal ini menyebabkan banyak para ahli berpendapat menyerahkan sepenuhnya ekonomi pada pasar bebas tidak selalu aman bagi perekonomian negara.
Baca Juga :  7 Ciri-Ciri Sistem Ekonomi Tradisional

Perbedaan Kapitalisme, Komunisme, Sosialisme, dan Fasisme

Sistem ekonomi berdasarkan hak kepemilikan terhadap faktor produksi bisa dibedakan menjadi empat, yaitu kapitalisme, sosialisme, komunisme dan fasisme. Keempatnya mempunyai perbedaan yang ekstrem di satu titik namun juga mempunyai beberapa persamaan.

Berikut adalah perbedaan sistem ekonomi kapitalis dengan sistem ekonomi lainnya :

Perbedaan Kapitalisme Dengan Sosialisme

Para penganut faham sosialisme mengatakan sistem ekonomi sosialis adalah hasil evolusi dari kapitalisme. Sistem sosialis menyatakan bawa faktor-faktor produksi sebaiknya dimiliki oleh negara daripada dimiliki secara individu. Hal ini akan mengurangi kesenjangan antara kaya dan miskin. Negara mengontrol sepnuhnya perekonomian, terutama sektor-sektor strategis, misalnya minyak dan gas.

Perbedaan Kapitalisme Dengan Komunisme

Komunisme sangat berbeda dengan kapitalisme. Dalam sistem kapitalisme, faktor produksi dimiliki oleh individu/swasta. Distribusi hasil produksi juga dinikmati sebagian besar oleh pemilik modal terbesar.

Dalam sistem ekonomi komunis, pemerintah menyediakan standar hidup minimum bagi setiap orang secara gratis. Tidak peduli seberapa besar kontribusi mereka.

Perbedaan Kapitalisme Dengan Fasisme

Kedua sistem ini, kapitalisme dan fasisme memungkinkan kepemilikan pribadi atas faktor produksi. Kapitalisme memberi pemiliknya kebebasan untuk menghasilkan barang dan jasa sesuai yang diinginkan oleh konsumen. Sedangkan fasisme tunduk pada nasionalisme, yang mengharuskan pemilik bisnis untuk mengutamakan kepentingan nasional. Perusahaan harus mengikuti perintah dari perencana ekonomi pemerintah pusat.

Kesimpulan

Sebenarnya tidak ada satu pun negara yang benar-benar menganut satu sistem ekonomi secara murni, termasuk sistem ekonomi kapitalis. Amerika serikat sering disebut-sebut sebagai negara yang menganut sistem ekonomi kapitalis, namun kenyataannya pemerintah Amerika memiliki kebijakan pembangunan fasilitas publik yang sangat baik. Sekolah-sekolah negeri dibangun begitu pula rumah sakit. Jaminan sosial yang melindungi masyarakat miskin juga disediakan pemerintah. (Baca juga : 10 negara dengan indeks kebebasan ekonomi terbaik di dunia).

Baca Juga :  Sistem Ekonomi : Pengertian, Jenis, Fungsi, Ciri-Ciri dan Contoh

Setiap negara mengatur perekonomiannya dengan menerapkan suatu sistem tertentu. Sistem ekonomi sebuah negara biasanya sangat terkait dengan ideologi yang dianutnya. Negara yang menganut liberalisme atau menjunjung tinggi kebebasan individu cenderung menerapkan sistem ekonomi kapitalis.

Namun, seperti semua sistem lainnya, sistem ekonomi ini tidaklah sempurna. Ada kelebihan ada juga kekurangannya. Dengan mengetahui apa kelebihan dan kekurangan sistem ekonomi kapitalis ini, sebuah negara bisa mengambil kebijakan ekonomi yang tepat, sesuai dengan situasi dan kondisi negaranya sendiri.