Interhistin (Mebhydrolin 50 mg) Tablet & Syrup : Informasi Lengkap

Interhistin adalah obat alergi yang mengandung Mebhydrolin napadisylate. Kegunaan Interhistin adalah untuk mengobati berbagai jenis alergi, seperti rinitis tahunan atau rinitis alergi musiman dan urtikaria idiopatik kronis. Interhistin diproduksi oleh Interbat. Di Apotik, obat ini tersedia berupa Interhistin tablet dan Interhistin syrup.

Harga Interhistin tablet di kisaran Rp. 10.000 per pepel, sedangkan harga Interhistin Syrup di kisaran Rp. 12.500 per botol.

Dalam artikel ini kita akan mengenal lebih jauh mengenai obat alergi ini. Interhistin obat apa, apa kegunaan, efek samping, dan merk-merk obat yang mengandung Mebhydrolin lainnya.

Interhistin Obat Apa?

Interhistin adalah obat alergi yang mengandung zat aktif Mebhydrolin napadisylate. Obat ini di produksi oleh perusahaan farmasi, yaitu, Interbat. Terdapat 2 jenis, yaitu, Interhistin 50 mg tablet, dan Interhistin syrup untuk mengobati alergi pada anak-anak.

Zat aktif

Mebhydrolin adalah antihistamin turunan ethylenediamine dengan sifat antimuscarinik dan sedatif. Kegunaan Mebhydrolin adalah untuk mengobati berbagai jenis alergi termasuk urtikaria, rinitis dan gatal pada kulit.

Mebhydrolin termasuk obat alergi golongan sedatif antihistamin antagonis reseptor histamin H1. Histamin secara alami sudah ada dalam tubuh yang dapat menghasilkan berbagai reaksi alergi. Mekanisme aksi Mebhydrolin adalah dengan cara menghambat efek dari histamin sehingga mengurangi reaksi alergi.

Produsen

Interhistin diproduksi oleh Interbat.

Kandungan

Kandungan Interhistin tablet adalah :

Per tablet :

  • Mebhydrolin napadisylate 50 mg

Kandungan Interhistin Syrup adalah :

Per 5 mL syrup :

  • Mebhydrolin napadisylate 50 mg

Bentuk Sediaan

Interhistin dijual dengan kemasan :

  • Interhistin tablet 50 mg : box 10 strip @ 10’s tablet
  • Interhistin Syrup : botol 60 mL
interhistin tablet dan interhistin syrup

Ringkasan

Berikut tabel yang memuat informasi merk-merk obat yang mengandung Mebhydrolin secara singkat :

Informasi ObatMebhydrolin napadisylate
GolonganG (Dengan resep)
IndikasiAlergi
Dosislihat bagian dosis
Aturan Pakaiselama makan atau segera setelah makan.
KontraindikasiHipersensitif; Bayi prematur dan bayi baru lahir, hipertrofi prostat, glaukoma (peningkatan tekanan bola mata), dan penderita asma akut.
Sediaantablet dan syrup
Merk yang tersediaBiolergy, Interhistin, Cellahist, Omecidal, Gabiten, Omecidal, Histapan, Tralgi, Incitin, Zoline, Interhistin

Indikasi dan Kegunaan Interhistin

Sebelum menggunakan obat alergi ini, harus benar-benar sudah mempertimbangkan potensi manfaat dan risiko yang mungkin terjadi. Gunakan dosis efektif terendah untuk durasi terpendek yang konsisten dengan tujuan perawatan pasien.

Berikut adalah beberapa daftar kegunaan Interhistin :

  • Obat produksi Interbat ini mengandung Mebhydrolin napadisylate, yaitu, antihistamin yang digunakan untuk meredakan gejala alergi seperti mata berair, pilek, mata / hidung gatal, bersin, dan gatal-gatal. Obat ini bekerja dengan menghalangi zat alami yang dihasilkan tubuh (histamin) selama reaksi alergi.
Baca Juga :  Cetirizine Obat Apa : Kegunaan, Dosis, Efek Samping

Kontraindikasi

Interhistin kontraindikasi pada pasien berikut ini :

  • Hipersensitif
  • Bayi prematur dan bayi baru lahir, hipertrofi prostat, glaukoma (peningkatan tekanan bola mata), dan penderita asma akut.

Efek Samping Interhistin

Selain memberikan efek yang dibutuhkan, sebagian besar obat dapat menyebabkan beberapa efek samping yang tidak diinginkan. Meskipun tidak semua efek samping ini dapat terjadi, penggunaan obat tetap harus dilakukan secara hati-hati. Segera dapatkan perawatan medis yang sesuai jika efek samping yang parah terjadi.

Berikut adalah beberapa efek samping yang mungkin terjadi :

  • Depresi sistem saraf pusat.
  • Stimulasi paradoks (pemakaian dosis tinggi, jangka panjang, anak-anak atau orang tua).
  • Sakit kepala, gangguan psikomotorik.
  • Mulut kering, sekresi saluran pernapasan menebal, penglihatan kabur.
  • Kesulitan kemih atau retensi urin, konstipasi, peningkatan refluks lambung.
  • Mual, muntah, diare, nyeri epigastrium.
  • Efek samping dengan frekuensi kejadian jarang : kelainan darah. Konvulsi, berkeringat, mialgia, paraestesi, efek ekstrapiramidal, tremor, gangguan tidur, depresi, kebingungan, tinitus, hipotensi, kerontokan rambut.
  • Efek samping yang berpotensi fatal : Anafilaksis.

Peringatan

Waspadai hal-hal di bawah saat menggunakan obat alergi ini :

  • Sebelum meminum obat ini, beri tahu dokter atau apoteker jika Anda hipersensitif terhadapnya.
  • Sebelum menggunakan obat ini, beri tahu dokter atau apoteker riwayat kesehatan Anda, terutama : Glaukoma sudut sempit; retensi urin, hiperplasia prostat, atau obstruksi piloroduodenal; epilepsi.
  • Jika Anda menggunakan obat ini untuk mengobati gatal-gatal, segera beri tahu dokter jika Anda mengalami gejala-gejala lain karena mungkin merupakan tanda-tanda kondisi yang lebih serius, misalnya : gatal-gatal yang berwarna tidak biasa, gatal-gatal yang terlihat memar atau melepuh.
  • Obat alergi ini bisa menyebabkan kantuk. Alkohol bisa membuat memperparah efek samping ini. Jangan mengemudi, menggunakan mesin, atau melakukan apa pun yang membutuhkan kewaspadaan tinggi. Hindari minuman beralkohol.
  • Pemakaian obat alergi ini harus dihentikan sekitar 48 jam sebelum menjalani tes alergi kulit, karena dapat mengganggu hasil tes.
  • Gunakan secara hati-hati pada penderita gangguan hati, terutama jika akan digunakan secara jangka panjang.
  • Kurangi dosis pada pasien dengan gangguan ginjal.
  • Sediaan cair obat ini mungkin mengandung gula. Perhatian disarankan jika Anda menderita diabetes. Tanyakan kepada dokter atau apoteker Anda tentang menggunakan produk ini dengan aman.

Penggunaan Interhistin Untuk ibu hamil atau ibu menyusui

Banyak ibu hamil atau ibu menyusui menderita alergi. pertanyaannya, amankah obat alergi, misalnya Interhistin untuk ibu hamil?

Berikut adalah data-data penelitian mengenai obat-obat anti histamin saat kehamilan :

Antihistamin generasi pertama dianggap aman untuk digunakan selama kehamilan. Contoh-contoh antihistamin generasi pertama adalah brompheniramine, chlorpheniramine / CTM, dimenhydrinate, diphenhydramine, doxylamine, hydroxyzine, dan pheniramine. Sebagian besar — dengan pengecualian doxylamine dan dimenhydrinate, keduanya digunakan untuk pengobatan mual dan muntah, dan hydroxyzine (hanya resep) – umumnya ditemukan pada obat alergi dan obat flu yang dijual bebas. Tidak ada obat dalam golongan obat ini yang dilaporkan meningkatkan risiko pada janin bila digunakan kapan saja selama kehamilan. Data epidemiologis mendukung keamanan pada awal kehamilan, dengan meta-analisis yang melibatkan lebih dari 200.000 peserta menyimpulkan bahwa tidak ada peningkatan dalam semua jenis kelainan bawaan.

Saat ini, obat-obatan dari golongan anti histamin generasi kedua lebih disukai karena mereka tidak menyebabkan efek samping sistem saraf pusat (misalnya, mengantuk) dan karena mereka tersedia tanpa resep dokter. Contoh-contoh antihistamin generasi kedua adalah cetirizine, desloratadine, fexofenadine, and loratadine.

Sebuah studi prospektif kecil yang dilakukan oleh Motherisk terhadap 120 wanita yang terpapar hydroxyzine dan 39 wanita terhadap cetirizine (37 pada trimester pertama) tidak menemukan perbedaan kondisi antara kelompok yang terpapar dan yang tidak. Studi kehamilan dari Swedish Medical Birth Registry (1995 hingga 1999), dari 17.766 wanita yang terpapar obat antihistamin, 917 di antaranya menggunakan cetirizine, tidak menunjukkan peningkatan risiko malformasi atau hasil kelahiran yang buruk dibandingkan dengan populasi umum. Data terbaru dari layanan informasi teratogen Berlin, dengan 196 wanita yang terpajan pada setiap trimester (11% pada trimester pertama), juga tidak menunjukkan peningkatan risiko cacat lahir. atau hasil buruk lainnya.

Sebuah studi registri Swedia yang melibatkan 292 wanita yang terpajan loratadine tidak menemukan peningkatan risiko malformasi utama. Sebuah studi Motherisk prospektif diikuti 161 wanita yang terpajan loratadine dan jumlah yang sama dari kontrol yang tidak terpapar mengkonfirmasi keamanan penggunaan loratadine pada kehamilan.

(sumber : kemananan anti histamin untuk ibu hamil dan menyusui)

Bagaimana dengan Mebhydrolin? Belum ada data yang cukup untuk membuktikan keamanan obat ini selama kehamilan. Oleh karena itu, penggunaan obat yang mengandung Mebhydrolin, termasuk Interhistin untuk ibu hamil hanya ketika jelas dibutuhkan – dan tidak ada alternatif lainnya. Diskusikan risiko dan manfaatnya dengan dokter Anda.

Baca Juga :  Diltiazem Hcl Obat Apa? Dosis, Kegunaan, Efek Samping

Karena resiko yang lebih tinggi dari antihistamin pada bayi terutama pada bayi yang baru lahir dan prematur, terapi antihistamin sebaiknya tidak dilakukan pada ibu menyusui.

Interaksi

Interaksi dengan obat lain dapat mengubah cara kerja obat atau meningkatkan risiko terjadinya efek samping yang serius. Beritahu dokter dan apoteker tentang obat apa saja yang sedang Anda konsumsi. Jangan memulai, menghentikan, atau mengubah dosis obat apa pun tanpa persetujuan dokter Anda.

Berikut interaksi obat yang mungkin terjadi :

  • Beri tahu dokter atau apoteker jika Anda menggunakan produk lain yang menyebabkan kantuk seperti pereda nyeri opioid atau obat batuk (seperti kodein, hidrokodon), alkohol, obat-obatan untuk tidur atau kegelisahan (seperti alprazolam, lorazepam, zolpidem), pelemas otot (seperti carisoprodol, cyclobenzaprine), atau antihistamin lainnya (seperti chlorpheniramine, diphenhydramine).
  • Periksa label pada semua obat Anda (seperti obat alergi atau obat batuk-pilek) karena dapat mengandung bahan yang menyebabkan kantuk. Tanyakan apoteker Anda tentang menggunakan obat-obat itu dengan aman.
  • Jangan gunakan dengan antihistamin lain yang dioleskan ke kulit (seperti krim/salep diphenhydramine) karena peningkatan efek samping dapat terjadi.
  • Obat ini dapat mengganggu tes laboratorium tertentu (termasuk pengujian alergi kulit), mungkin menyebabkan hasil tes yang salah. Pastikan petugas laboratorium dan semua dokter Anda tahu Anda menggunakan obat ini.
  • Penggunaan bersamaan dengan alkohol dapat menyebabkan depresi sistem saraf pusat aditif.
  • Monoamine oxidase (MAO) inhibitor memperpanjang dan mengintensifkan efek antikolinergik dari antihistamin.

Dosis

Berikut adalah dosis yang lazim digunakan untuk masing-masing sediaan :

A. Dosis Interhistin tablet

  • Dewasa dan anak> 10 tahun : 1½-2 tablet 3 x sehari.
  • Anak 5-10 tahun : 1-1½ tablet 3 x sehari.
  • Anak 2-5 tahun : ½-1 tablet 3 x sehari.
  • Anak <2 tahun : ½ tablet 3 x sehari.
Baca Juga :  Acetylcysteine Obat Apa? Dosis, Efek Samping dll

B. Dosis Interhistin syrup

  • Dewasa dan anak> 10 tahun : 7.5-10 mL sirup, 3 x sehari.
  • Anak 5-10 tahun : 5-7.5 mL sirup, 3 x sehari.
  • Anak 2-5 tahun : 2.5-5 mL sirup 3 x sehari.
  • Anak <2 tahun : 2.5 mL sirup 3 x sehari.

Aturan Pakai

  • Baca Panduan Pengobatan yang disediakan oleh apoteker Anda sebelum Anda mulai menggunakan obat alergi ini. Jika Anda memiliki pertanyaan, tanyakan kepada dokter atau apoteker Anda.
  • Dosis didasarkan pada kondisi medis Anda dan respons terhadap pengobatan. Jangan menambah dosis atau minum obat ini lebih sering daripada yang diarahkan.
  • Jika Anda menggunakan bentuk cair dari obat ini, kocok botol dengan lembut sebelum menggunakannya. Hati-hati mengukur dosis menggunakan alat pengukur khusus / sendok. Jangan menggunakan sendok rumah tangga karena Anda mungkin tidak mendapatkan dosis yang tepat.
  • Obat ini meningkatkan refluks lambung. Minum obat ini selama makan atau segera setelah makan.
  • Bentuk tablet obat alergi ini bisa mengandung jumlah obat yang berbeda dari bentuk syrup. Jangan beralih antara tablet dan bentuk lainnya tanpa izin dan arahan dokter Anda.
  • Gunakan obat ini secara teratur untuk mendapatkan manfaat maksimal. Ingat untuk menggunakannya pada waktu yang sama setiap hari.
  • Katakan kepada dokter jika kondisi Anda memburuk.

Artikel Pengetahuan Obat lainnya :

Interhistin tablet 50 mg, dan Interhistin syrup adalah obat yang hanya bisa didapatkan dengan resep dokter. Jangan menggunakan obat alergi ini melebihi dosis dan durasi yang telah diresepkan oleh dokter. Penggunaan yang berlebihan tidak akan meningkatkan manfaat obat ini namun justru akan meningkatkan efek sampingnya.