Indeks Harga : Pengertian, Tujuan, Ciri, Jenis & Rumus

grafik indeks harga produsen

Harga barang dan jasa di pasaran selalu berubah-ubah, dipengaruhi oleh inflasi atau pun deflasi.

Untuk mengetahui variabel-variabel penting mengenai perubahan harga barang dan jasa dalam kurun waktu tertentu, maka diperlukan Indeks Harga.

Karena Inflasi secara luas didefinisikan sebagai kenaikan tingkat harga umum, maka untuk mengukur inflasi secara akurat kita harus terlebih dahulu menilai tingkat harga umum. Tingkat harga umum diukur dengan indeks harga.

Untuk membuat indeks harga, kita mulai dengan menentukan tahun dasar. Kemudian kita tentukan sampel barang dan jasa yang representatif dan menghitung nilainya pada tahun dasar dan harga saat ini.

Rasio antara harga sekelompok barang dan jasa saat ini dengan harga pada tahun dasar inilah yang disebut sebagai indeks harga.

Pengertian Indeks Harga

Indeks harga adalah angka statistik yang menunjukan perubahan harga barang dan jasa di suatu tempat dari waktu ke waktu.

Indeks harga awalnya dikembangkan untuk mengukur perubahan dalam biaya hidup untuk menentukan kenaikan upah yang diperlukan guna mempertahankan standar hidup yang konstan.

Selanjutnya, terus digunakan secara luas untuk memperkirakan perubahan harga dari waktu ke waktu dan juga digunakan untuk mengukur perbedaan biaya di antara berbagai daerah atau negara.

Adapun beberapa ciri indeks harga, seperti :

  • Indeks ini bisa digunakan sebagai standar perbandingan harga.
  • Indeks dihitung pada periode waktu tertentu saat kondisi perekonomian stabil.
  • Untuk menghasilkan angka yang valid diperlukan data-data yang relevan, dan berdasarkan sample.

Tujuan Perhitungan Indeks Harga

Seperti dijelaskan di atas, Indeks harga pada awalnya dikembangkan untuk mengetahui berapa sebenarnya kenaikan upah yang diperlukan untuk mengimbangi kenaikan biaya hidup.

Namun, saat ini angka indeks ini bisa digunakan sebagai indikator perekonomian yang penting untuk pengambilan keputusan-keputusan baik di level perusahaan atau pun di level negara.

Secara ringkas di bawah ini adalah berbagai tujuan perhitungan indeks harga :

  • Digunakan sebagai indikator perekonomian yang penting.
  • Digunakan untuk mengamati tren perdagangan barang dan jasa.
  • Digunakan sebagai dasar penentuan harga barang dan jasa termasuk seberapa banyak stok yang harus disediakan pedagang.
  • Bisa digunakan sebagai salah satu variabel dalam penentuan upah, misalnya penentuan Upah Minimum Regional (UMR).
  • Bisa digunakan sebagai parameter penting untuk menilai sektor ekonomi tertentu, misalnya Indeks harga petani penting untuk menilai kesejahteraan petani. Hal ini bisa digunakan pemerintah untuk menentukan kebijakan yang baik dalam bidang pertanian.

Jenis-jenis Indeks Harga

Indeks harga bisa digunakan untuk mengukur satu jenis barang saja atau berbagai kelompok barang dan jasa dalam sektor ekonomi tertentu.

Di bawah ini adalah berbagai jenis Indeks harga dan penjelasannya masing-masing.

1. Indeks Harga Konsumen (IHK)

Indeks Harga Konsumen (CPI) adalah ukuran yang menggambarkan perubahan rata-rata harga sekelompok barang dan jasa konsumen pada periode waktu tertentu.

IHK adalah salah satu data statistik yang paling sering digunakan untuk mengidentifikasi periode inflasi atau deflasi.

Perubahan dalam IHK digunakan untuk menilai perubahan harga yang terkait dengan biaya hidup, seperti transportasi, makanan, dan perawatan medis.

2. Indeks Harga Produsen (IHP)

Indeks harga produsen (IHP) adalah data statistik yang menunjukkan perubahan harga barang atau jasa yang dibeli produsen (bahan mentah/bahan baku).

IHP menghitung dan mewakili pergerakan rata-rata harga jual dari produksi dalam negeri dari waktu ke waktu.

Apa perbedaan IHP dengan IHK?

IHP menunjukkan perubahan harga barang dan jasa pada awal distribusi. Sementara itu, IHK menunjukkan perubahan harga barang dan jasa pada tingkatan harga eceran.

3. Indeks Harga Petani

Indeks harga petani adalah data statistik yang secara spesifik menggambarkan perubahan harga yang harus dibayar dan/atau diterima petani.

Indeks harga yang harus dibayar petani adalah angka yang menggambarkan berapa harga yang dibutuhkan petani agar bisa melakukan proses produksi pertaniannya.

Sebaliknya, indeks harga yang diterima petani adalah angka yang menggambarkan berapa penghasilan petani dari penjualan hasil pertaniannya.

4. Indeks Harga Implisit

Indeks harga implisit adalah data yang digunakan untuk membandingkan pertumbuhan ekonomi nominal dengan pertumbuhan ekonomi riil.

Indeks ini dihitung dengan menggunakan semua data barang yang diproduksi di suatu negara/wilayah.

Rumus Indeks Harga

Bagaimana cara menghitung Indeks harga?

Kita bisa menggunakan dua metode untuk menghitungnya, di bawah ini kita bahas secara detail.

1. Rumus Indeks Harga Agregatif Tidak Tertimbang

Rumus ini memerlukan data harga barang atau jasa tiap tahunnya. Kemudian, dibagi dengan harga pada tahun dasar. Hasilnya dikalikan 100.

Rumus indeks harga agregatif tidak tertimbang

Keterangan :

IA = indeks harga

Pn = harga yang dihitung angka indeksnya

Po = harga pada tahun dasar

2. Rumus harga agregatif tertimbang

Metode ini bisa dihitung menggunakan berbagai rumus. Di bawah ini kami jelaskan beberapa contoh rumus perhitungan yang digunakan.

a. Metode Laspeyres

Pertama-tama kalikan harga barang dan jasa pada tahun yang akan dihitung indeksnya dengan kuantitasnya, kemudian jumlahkan.

Selanjutnya, lakukan hal yang sama pada tahun dasar.

Kemudian, angka yang diperoleh pada tahun yang akan dihitung dibagi dengan angka yang diperoleh pada tahun dasar.

Terakhir, dikalikan 100.

Rumus indeks harga agregatif tertimbang metode Laspeyres

IL= Angka Indeks Laspeyers

Pn= Harga yang dihitung

PO= Harga pada tahun dasar

QO= Kuantitas pada tahun dasar

b. Metode Paasche

Kalau pada metode Laspeyyers harga dikalikan dengan kuantitas pada masing-masing tahun, maka pada metode Paasche ini, harga pada tahun yang dihitung indeksnya dan harga pada tahun dasar, sama-sama dikalikan kuantitas pada tahun yang dihitung (Qn)

Selanjutnya, angka yang diperoleh pada tahun yang dihitung indeksnya dibagi dengan angka pada tahun dasar.

Kemudian, hasilnya dikalikan 100.

Indeks Harga : Pengertian, Tujuan, Ciri, Jenis & Rumus 1

IP = Angka Indeks Paasche

Pn = Harga yang dihitung

PO = Harga pada tahun dasar

Qn = Kuantitas pada tahun yang dihitung

Kesimpulan

Seperti kita ketahui, harga barang atau jasa sering berubah dari waktu ke waktu.

Perubahan-perubahan harga barang dan jasa ini kemudian dicatat dan dilakukan perhitungan dengan beberapa metode menghasilkan angka tertentu.

Angka yang mencerminkan perubahan harga dan jasa dari waktu ke waktu di suatu wilayah tertentu inilah yang disebut indeks harga.

Di Indonesia, pencatatan data dan perhitungan serta rilis Indeks harga dilakukan oleh Badan Pusat Statistik (BPS). Biasanya berdampingan dengan data inflasi.

Indeks harga yang dikeluarkan oleh BPS ini berguna sebagai indikator perekonomian negara.