Ibuprofen Obat Apa : Kegunaan, Dosis, Efek Samping

Ibuprofen adalah obat anti-inflamasi nonsteroid (NSAID). Obat ini mempunyai sifat sebagai analgetik (pereda nyeri), anti inflamasi (anti radang), serta anti piretik (penurun panas). Kegunaan Ibuprofen adalah untuk menurunkan panas/demam; meredakan nyeri ringan hingga sedang, seperti sakit gigi atau sakit saat pencabutan gigi, sakit kepala, nyeri pasca operasi, nyeri pada kondisi rematik tulang dan sendi, atau nyeri terkait dengan keseleo. Obat ini umumnya tersedia berupa Ibuprofen 200 mg, 600 mg tablet; Ibuprofen syrup 100 mg/5 mL, dan Ibuprofen Forte Syrup 200 mg/5 mL.

Dalam artikel ini kita akan mengenal lebih jauh mengenai obat ini. Ibuprofen obat apa, apa kegunaan, efek samping, formulasi sediaan, dan mengenal merk-merk dagang ibuprofen yang tersedia di pasaran.

Ringkasan

Berikut tabel yang memuat informasi Ibuprofen secara singkat :

Informasi ObatIbuprofen
GolonganDengan atau tanpa resep
IndikasiPereda Nyeri ringan sampai sedang; Penurun panas; anti radang
DosisLihat bagian DOSIS
Aturan PakaiSesuai anjuran dokter
KontraindikasiHipersensitif
Pasien dengan penyakit radang usus, ulserasi aktif atau peradangan kronis pada saluran pencernaan atas atau bawah
Gagal ginjal
Riwayat asma
urtikaria
Sediaantablet 200 mg, 400 mg; syrup 100 mg/5 mL, syrup forte 200 mg/5 mL; Tablet forte 600 mg; Sediaan intravena; sediaan rectal (suppo); Sediaan topikal
Merk dagang IbuprofenAknil, Alaxan, Anafen, Anafen Forte, Arbupon, Arfen, Arthrifen, Arthrifen Forte, Arthrifen Plus, Axofen, Bigestan, Bimacyl, Bintang Toedjoe Puyer 16, Bodrex Extra, Brufen, Brufen Forte, Bufect, Bufect Forte, Bufen, Bufenol, Bunofa, Dofen Forte, Dolofen F, Etafen, Ethifen, Ethifen Forte, Farsifen, Farsifen Plus, Febryn, Fenatic, Fenida, Fenkid, Fenris, Flurofen, Hufagripp Tmp, Ibol, Ibrosic, Ibufenz, Ibufenz Forte, Ibukal, Ifen, Inolin, Insic, Inufen, Iprox, Iremax, Lexaprofen, Liflamal, Mecoprofen, Medicol Advance Rx, Mimsone, Mixagrip Rhema, Mofen, Moris, Moris Forte, Neo Linucid, Neo Rheumacyl, Neo Rheumacyl Forte, Neo Rheumacyl Neuro, Neralgin, Neuralgin Headache, Neuralgin Obat sakit Kepala, Nofena, Nofena Kids, Novaxifen, OKB Galin, Oraprofen, Oraprofen Forte, Oskadon Extra, Ostarin, Ostarin Forte, Pamol Migra, Pamol Plus, Paramex Nyeri Otot, Procold Obat Sakit Kepala, Profen, Profen Forte, Profenal, Prointi, Proris, Proris Forte, Prosic, Prosinal, Provinas, Pyremol Cap 38, Ratnacap, Remasal Pro, Remastop, Remix Cap 38, Rhelafen, Rhelafen Forte, Ribunal, Ribunal Forte, Salfenal, Salfenal Forte, Spedifen, Sudrex Joint & Muscle Pain, Tamaprofen, Tiafen, Tifalsic, Tikaren, Trobuges, Ultradolore, Xepafen, Xepafen forte, Yariven, Zentarin

Ibuprofen Obat Apa?

Berikut adalah deskripsi singkat tentang obat pereda nyeri dan penurun panas ini :

Mekanisme aksi

Ibuprofen memiliki sifat analgesik, anti-inflamasi, dan juga antipiretik. Seperti NSAID lainnya, mekanisme kerja Ibuprofen belum sepenuhnya dipahami tetapi beberapa penelitian menunjukan obat ini bekerja dengan cara menghambat cyclooxygenase (COX-1 dan COX-2).

Ibuprofen adalah penghambat sintesis prostaglandin. Prostaglandin mengaktivasi saraf aferen dan mempotensiasi aksi bradikinin dalam menginduksi rasa sakit. Prostaglandin adalah mediator peradangan. Karena Ibuprofen adalah inhibitor sintesis prostaglandin, cara kerjanya diduga terkait dengan penurunan prostaglandin di jaringan perifer.

Absorpsi

Ibuprofen diserap dengan baik dari saluran pencernaan, sebagian ke dalam kulit, dan hampir sepenuhnya diserap setelah pemberian rektal. Asupan makanan mengurangi tingkat penyerapan. Waktu untuk mencapai konsentrasi plasma puncak : 1-2 jam (oral); 0,75 jam (dubur).

Nama Dagang Ibuprofen

Obat pereda nyeri ini diperdagangkan dalam berbagai merk sediaan, yaitu : Aknil, Alaxan, Anafen, Anafen Forte, Arbupon, Arfen, Arthrifen, Arthrifen Forte, Arthrifen Plus, Axofen, Bigestan, Bimacyl, Bintang Toedjoe Puyer 16, Bodrex Extra, Brufen, Brufen Forte, Bufect, Bufect Forte, Bufen, Bufenol, Bunofa, Dofen Forte, Dolofen F, Etafen, Ethifen, Ethifen Forte, Farsifen, Farsifen Plus, Febryn, Fenatic, Fenida, Fenkid, Fenris, Flurofen, Hufagripp Tmp, Ibol, Ibrosic, Ibufenz, Ibufenz Forte, Ibukal, Ifen, Inolin, Insic, Inufen, Iprox, Iremax, Lexaprofen, Liflamal, Mecoprofen, Medicol Advance Rx, Mimsone, Mixagrip Rhema, Mofen, Moris, Moris Forte, Neo Linucid, Neo Rheumacyl, Neo Rheumacyl Forte, Neo Rheumacyl Neuro, Neralgin, Neuralgin Headache, Neuralgin Obat sakit Kepala, Nofena, Nofena Kids, Novaxifen, OKB Galin, Oraprofen, Oraprofen Forte, Oskadon Extra, Ostarin, Ostarin Forte, Pamol Migra, Pamol Plus, Paramex Nyeri Otot, Procold Obat Sakit Kepala, Profen, Profen Forte, Profenal, Prointi, Proris, Proris Forte, Prosic, Prosinal, Provinas, Pyremol Cap 38, Ratnacap, Remasal Pro, Remastop, Remix Cap 38, Rhelafen, Rhelafen Forte, Ribunal, Ribunal Forte, Salfenal, Salfenal Forte, Spedifen, Sudrex Joint & Muscle Pain, Tamaprofen, Tiafen, Tifalsic, Tikaren, Trobuges, Ultradolore, Xepafen, Xepafen forte, Yariven, Zentarin

Ibuprofen tablet 400 mg

Indikasi dan Kegunaan Ibuprofen

Sebelum menggunakan obat pereda nyeri dan penurun panas ini, harus benar-benar sudah mempertimbangkan potensi manfaat dan risiko Ibuprofen. Gunakan dosis efektif terendah untuk durasi terpendek yang konsisten dengan tujuan perawatan pasien.

Baca Juga :  Neo Rheumacyl (Obat Nyeri Otot dan Sendi) : Informasi Lengkap

Berikut adalah beberapa daftar kegunaan Ibuprofen :

  • Ibuprofen digunakan untuk menghilangkan rasa sakit pada berbagai kondisi seperti sakit kepala, sakit gigi, kram menstruasi, nyeri otot, atau radang sendi. Obat ini juga digunakan untuk mengurangi demam dan untuk meredakan nyeri ringan dan rasa nyeri karena pilek atau flu biasa. Sebagai anti inflamasi, Ibuprofen membantu mengurangi pembengkakan, rasa sakit, atau demam.

Kontraindikasi

Ibuprofen kontraindikasi pada pasien berikut ini :

  • Hipersensitivitas (termasuk asma) terhadap ibuprofen atau obat-obat golongan NSAID lainnya.
  • Memiliki riwayat perdarahan gastrointestinal, perforasi, atau ulserasi terkait dengan penggunaan NSAID.
  • Ulserasi gastrointestinal, perforasi, atau perdarahan.
  • Gagal jantung parah atau pasien yang menjalani operasi coronary artery bypass graft.
  • Gangguan ginjal atau gangguan hati berat.
  • Kehamilan pada trimester ketiga.

Efek Samping Ibuprofen

Selain memberikan efek yang dibutuhkan, sebagian besar obat dapat menyebabkan beberapa efek samping yang tidak diinginkan. Meskipun tidak semua efek samping ini dapat terjadi, penggunaan obat tetap harus dilakukan secara hati-hati. Segera dapatkan perawatan medis yang sesuai jika efek samping yang parah terjadi.

Berikut adalah beberapa efek samping Ibuprofen yang telah dilaporkan :

  • Gangguan perut, mual, muntah, sakit kepala, diare, sembelit, pusing, atau mengantuk. Jika salah satu dari efek ini menetap atau memburuk, beri tahu dokter atau apoteker Anda segera.
  • Obat ini dapat meningkatkan tekanan darah. Periksa tekanan darah Anda secara teratur dan beri tahu dokter Anda jika hasilnya tinggi.
  • Informasikan kepada dokter segera jika Anda mengalami efek samping serius, misalnya : mudah memar / berdarah, gangguan pendengaran (seperti dering di telinga), perubahan mental / mood, leher kaku yang tidak dapat dijelaskan, tanda-tanda masalah ginjal (seperti perubahan pada jumlah urin), gangguan penglihatan, gejala gagal jantung (seperti pergelangan kaki / kaki bengkak, kelelahan yang tidak biasa, kenaikan berat badan yang tidak biasa / mendadak).
  • Efek samping obat ini yang termasuk jarang adalah menyebabkan penyakit hati yang serius (mungkin fatal). Dapatkan bantuan medis segera jika Anda mengalami gejala kerusakan hati, misalnya : air seni yang gelap, mual / muntah yang terus-menerus, kehilangan nafsu makan, sakit perut / lambung, mata / kulit menguning.
  • Reaksi alergi yang sangat serius terhadap obat ini jarang terjadi. Namun, segera hubungi pihak medis jika Anda mengalami gejala-gejala reaksi alergi serius, misalnya : ruam, gatal / bengkak (terutama pada wajah / lidah / tenggorokan), pusing parah, kesulitan bernapas.

Peringatan

Waspadai hal-hal di bawah saat menggunakan obat Ibuprofen :

  • Sebelum menggunakan ibuprofen, beri tahu dokter atau apoteker jika Anda alergi terhadapnya; atau alergi terhadap aspirin dan/atau NSAID lainnya (seperti naproxen, celecoxib); atau jika Anda memiliki alergi lain.
  • Sebelum minum obat ini, beri tahu dokter atau apoteker tentang riwayat kesehatan Anda, terutama : asma (termasuk riwayat pernapasan yang memburuk setelah menggunakan aspirin atau NSAID lainnya), gangguan darah (seperti anemia, masalah perdarahan / pembekuan), pertumbuhan di hidung (polip hidung), penyakit jantung (seperti serangan jantung), tekanan darah tinggi, penyakit hati, stroke, masalah tenggorokan / perut / usus (seperti pendarahan, mulas, ulkus).
  • Gangguan ginjal terkadang dapat terjadi pada penggunaan obat-obatan NSAID, termasuk ibuprofen. Masalah ini lebih berpeluang terjadi jika Anda mengalami dehidrasi, gagal jantung atau penyakit ginjal, pasien lansia, atau jika Anda juga minum obat tertentu yang berinteraksi dengan obat ini (lihat juga bagian Interaksi Obat). Minumlah banyak cairan sesuai anjuran dokter untuk mencegah dehidrasi dan segera beri tahu dokter jika ada perubahan jumlah urin.
  • Obat Ibuprofen bisa menyebabkan pusing atau mengantuk. Alkohol meningkatkan efek samping ini. Jangan mengemudi, menyalakan mesin, atau melakukan apa pun yang membutuhkan kewaspadaan tinggi. Batasi minuman beralkohol.
  • Obat ini dapat menyebabkan pendarahan lambung. Penggunaan alkohol dan produk tembakau setiap hari, terutama jika dikombinasikan dengan obat ini, dapat meningkatkan risiko pendarahan lambung. Batasi alkohol dan berhenti merokok.
  • Obat ini dapat membuat Anda lebih peka terhadap sinar matahari. Hindari paparan sinar matahari langsung selama pengobatan. Gunakan tabir surya dan kenakan pakaian pelindung saat berada di luar ruangan.
  • Pasien lansia lebih sensitif terhadap efek obat Ibuprofen, terutama perdarahan lambung / usus dan masalah ginjal.
Baca Juga :  Bodrexin Tablet (Obat Demam Untuk Anak-anak) : Informasi Lengkap

Penggunaan Ibuprofen Untuk ibu hamil atau ibu menyusui

Amankah Ibuprofen untuk ibu hamil? FDA (US Food and Drug Administration) memasukan Ibuprofen ke dalam kategori D dengan penjelasan sebagai berikut :

Penelitian pada hewan atau manusia telah menunjukkan efek buruk pada janin dan/atau terdapat bukti positif beresiko terhadap janin manusia berdasarkan data-data efek samping yang dikumpulkan melalui penelitian atau data pemasaran, dan resikonya terbukti jelas lebih buruk daripada manfaat yang bisa diperoleh.

Sebaiknya tidak menggunakan Ibuprofen untuk ibu hamil, terutama pada trisemester ke 3 (usia kehamilan lebih dari 30 minggu). Jika dilakukan, obat-obat NSAID, termasuk Ibuprofen bisa meningkatkan risiko penutupan prematur atau patent ductus arteriosus.

Penggunaan Ibuprofen untuk ibu hamil saat usia kehamilan 30 minggu atau lebih, juga dikaitkan dengan peningkatan risiko komplikasi, termasuk masalah jantung pada bayi dan berkurangnya jumlah cairan ketuban. Sementara itu, penggunaan Ibuprofen pada 30 minggu pertama kehamilan dapat menyebabkan peningkatan risiko komplikasi, termasuk keguguran. (sumber : Amankah minum Ibuprofen saat hamil?).

Sebelum menggunakan obat ini, wanita usia subur harus berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter tentang manfaat dan risiko (seperti keguguran, sulit hamil). Beri tahu dokter jika Anda hamil atau jika Anda berencana untuk hamil.

Selama kehamilan, obat ini harus digunakan hanya ketika jelas dibutuhkan. Tidak dianjurkan untuk digunakan selama trimester pertama dan terakhir kehamilan karena bisa membahayakan bayi dalam kandungan dan gangguan pada persalinan normal.

Obat ini masuk ke dalam ASI, tetapi efek terhadap bayi relatif kecil. meski demikian, tetap konsultasikan dengan dokter Anda sebelum menyusui.

Interaksi

Interaksi dengan obat lain dapat mengubah cara kerja obat atau meningkatkan risiko terjadinya efek samping yang serius. Beritahu dokter dan apoteker tentang obat apa saja yang sedang Anda konsumsi. Jangan memulai, menghentikan, atau mengubah dosis obat apa pun tanpa persetujuan dokter Anda.

Berikut interaksi obat yang mungkin terjadi :

  • Terjadi peningkatan risiko ulserasi gastrointestinal, perforasi, atau perdarahan jika digunakan dengan obat jenis NSAID lainnya (misalnya. Aspirin), antiplatelet, antikoagulan (misalnya. Warfarin), kortikosteroid, SSRI.
  • Terjadi peningkatan risiko hiperkalemia dan toksisitas ginjal jika digunakan dengan siklosporin, tacrolimus.
  • Terjadi peningkatan kadar dan risiko toksisitas dengan litium, metotreksat.
  • Dapat mengurangi efek antihipertensi obat golongan inhibitor ACE, antagonis reseptor angiotensin II.

Dosis Ibuprofen

Berikut adalah dosis Ibuprofen yang digunakan untuk masing-masing sediaan :

A. Sediaan Intravena

Sediaan Ibuprofen intravena diberikan dengan aturan dosis seperti di bawah ini :

Untuk menurunkan Demam

  • Dewasa : Dosis awal, 400 mg, kemudian 400 mg setiap 4-6 jam atau 100-200 mg setiap 4 jam, sesuai kebutuhan. Maksimal : 3,2 g setiap hari.
  • Anak usia 6 bulan hingga <12 tahun : 10 mg / kg selama 10 menit setiap 4-6 jam, sesuai kebutuhan. Maksimal : 2,4 g setiap hari (Maksimal 400 mg / dosis).
  • Anak usia 12-17 tahun : 400 mg selama 10 menit setiap 4-6 jam. Maksimal : 2,4 g setiap hari (Maksimal 400 mg / dosis).

Pereda Nyeri ringan sampai sedang

  • Dewasa : 400-800 mg setiap 6 jam, sesuai kebutuhan. Maksimal : 3,2 g setiap hari.
  • Anak usia 6 bulan hingga <12 tahun : 10 mg / kg selama 10 menit setiap 4-6 jam, sesuai kebutuhan.
  • Anak usia 12-17 tahun : 400 mg selama 10 menit setiap 4-6 jam. Maksimal : 2,4 g setiap hari (maksimal 400 mg / dosis).

Penutupan paten ductus arteriosus

  • Anak : Dosis awal, 10 mg / kg diinfuskan selama 15 menit, kemudian 2 dosis 5 mg / kg setelah 24 dan 48 jam. Dosis harus didasarkan pada berat lahir.

B. Sediaan Oral (Tablet/Syrup)

Untuk sediaan-sediaan oral seperti ibuprofen tablet dan ibuprofen syrup, dosis diatur sebagai berikut :

Juvenile rheumatoid arthritis

  • Anak : Sebagai tablet atau kapsul : 30-40 mg / kg setiap hari dalam 3-4 dosis terbagi. Maksimal : 2,4 g setiap hari. Sebagai tablet atau kapsul lepas lambat : anak usia ≥12 tahun Sama dengan dosis dewasa.
Baca Juga :  Cetirizine Obat Apa : Kegunaan, Dosis, Efek Samping

Dismenorea

  • Dewasa : Sebagai tablet atau kapsul : 200-400 mg setiap 4-6 jam. maksimal : 3,2 g setiap hari. Sebagai tablet atau kapsul lepas lambat : Hingga 1,6 g sekali sehari (malam). Jika diperlukan, selanjutnya dapat ditingkatkan menjadi 2,4 g setiap hari dalam 2 dosis terbagi.

Demam

  • Dewasa : 200-400 mg setiap 4-6 jam. Maksimal : 1,2 (OTC) atau 3,2 g setiap hari. Durasi maksimum : 3 hari (OTC).
  • Anak usia ≥6 bulan : 5-10 mg / kg setiap 6-8 jam. Maksimal : 40 mg / kg setiap hari (Maksimal 400 mg / dosis).

Osteoartritis, artritis reumatoid

  • Dewasa : Sebagai tablet atau kapsul : 400-800 mg 3-4 kali sehari. Maksimal : 3,2 g setiap hari. Sebagai tablet atau kapsul lepas lambat : Hingga 1,6 g sekali sehari (malam). Jika diperlukan, selanjutnya dapat ditingkatkan menjadi 2,4 g setiap hari dalam 2 dosis terbagi.

Nyeri ringan sampai sedang

  • Dewasa : Sebagai tablet atau kapsul : 200-400 mg setiap 4-6 jam sesuai kebutuhan. Maksimal : 1,2 (OTC) atau 3,2 g setiap hari. Durasi maksimum : 10 hari (OTC). Sebagai tablet atau kapsul lepas lambat : Hingga 1,6 g sekali sehari (malam). Jika diperlukan, selanjutnya dapat ditingkatkan menjadi 2,4 g setiap hari dalam 2 dosis terbagi.
  • Anak usia ≥6 bulan : Sebagai tablet atau kapsul : 4-10 mg / kg /hari setiap 6-8 jam. Maksimal : 400 mg / dosis, 40 mg / kg setiap hari. Sebagai tablet atau kapsul lepas lambat : anak usia ≥12 tahun Sama dengan dosis dewasa.

C. Sediaan Rectal

Untuk sediaan rectal, aturan dosisnya sebagai berikut :

Demam, Nyeri sedang sampai sedang

(sediaan suppositoria 60 mg atau 125 mg).

  • Anak usia ≥3-9 bulan dengan berat 6-8 kg : 60 mg setiap 6-8 jam hingga 3 dosis setiap hari.
  • Anak usia > 9 bulan hingga 2 tahun dengan berat 8-12,5 kg : 60 mg setiap 6 setiap jam hingga 4 dosis setiap hari.
  • Anak usia > 2-4 tahun dengan berat 12,5-17 kg : 125 mg setiap 6-8 jam hingga 3 dosis setiap hari.
  • Anak usia > 4-6 tahun dengan berat 17-20,5 kg : 125 mg setiap 6 jam hingga 4 dosis setiap hari.

(sediaan suppositoria 75 mg).

  • Anak usia ≥8-12 bulan dengan berat 7,5-10 kg : 75 mg hingga 3 kali sehari.
  • Anak usia > 12 bulan hingga 3 tahun dengan berat 10-15 kg : 75 mg hingga 4 kali sehari.

D. Sediaan Topikal / Kulit

Sediaan topikal aturan dosisnya seperti di bawah ini :

Nyeri dan peradangan yang terkait dengan gangguan muskuloskeletal dan sendi

  • Dewasa : Sebagai 5% gel, busa, larutan semprotan atau 10% gel : Oleskan ke area yang sakit sesuai petunjuk. Sebagai plester 200 mg : 1 plester setiap hari.
  • Anak : Sebagai 5% gel, busa, larutan semprotan atau 10% gel : ≥12 tahun : Sama seperti dosis orang dewasa. Sebagai plester 200 mg : ≥16 tahun : 1 plester setiap hari.

Aturan Pakai Ibuprofen

  • Baca Panduan Pengobatan yang disediakan oleh apoteker Anda sebelum Anda mulai menggunakan Ibuprofen. Jika Anda memiliki pertanyaan, tanyakan kepada dokter atau apoteker Anda.
  • Dosis didasarkan pada kondisi medis Anda dan respons terhadap pengobatan. Jangan menambah dosis atau minum obat ini lebih sering daripada yang diarahkan.
  • Jika Anda menggunakan bentuk cair dari obat ini, kocok botol dengan lembut sebelum menggunakannya. Hati-hati mengukur dosis menggunakan alat pengukur khusus / sendok. Jangan menggunakan sendok rumah tangga karena Anda mungkin tidak mendapatkan dosis yang tepat.
  • Jika sakit perut terjadi saat menggunakan obat ini, minum obat setelah makan.
  • Bentuk kapsul Ibuprofen bisa mengandung jumlah obat yang berbeda dari tablet dan bentuk larutan. Jangan beralih antara kapsul dan bentuk Ibuprofen lainnya tanpa izin dan arahan dokter Anda.
  • Gunakan obat ini secara teratur untuk mendapatkan manfaat maksimal. Ingat untuk menggunakannya pada waktu yang sama setiap hari.
  • Katakan kepada dokter jika kondisi Anda memburuk.

Artikel Pengetahuan Obat lainnya :

Ibuprofen adalah obat yang bisa didapatkan dengan atau tanpa melalui resep dokter. Jangan menggunakan obat pereda nyeri dan penurun panas ini melebihi dosis dan durasi yang telah diresepkan oleh dokter. Penggunaan yang berlebihan tidak akan meningkatkan manfaat obat ini namun justru akan meningkatkan efek sampingnya.