Farsifen 200 mg, 400 mg, Syrup, dan Forte Syrup : Info Lengkap

Farsifen adalah obat pereda nyeri dan penurun panas yang mengandung Ibuprofen. Kegunaan Farsifen adalah untuk menurunkan demam dan menghilangkan nyeri ringan hingga sedang, (misalnya, nyeri haid, sakit gigi, nyeri pasca operasi, sakit kepala, dismenore primer). Bisa juga digunakan untuk meringankan rematik tulang, artikular dan non-artikular, serta trauma otot dan muskuloskeletal.

Obat pereda nyeri dan penurun panas ini diproduksi oleh Ifars Pharmaceutical. Di Apotik, obat pereda nyeri dan penurun panas ini tersedia berupa Farsifen 200 mg Film Coated Caplet, Farsifen 400 mg Film Coated caplet, Farsifen Syrup, dan Farsifen Forte Syrup. Harga Farsifen 200 mg di kisaran Rp. 3.000 – Rp. 5.000 per pepel, harga Farsifen 400 mg di kisaran Rp. 6.000 – Rp. 7.500, harga Farsifen syrup di kisaran Rp. 6.000 per botol, sedangkan harga Farsifen Forte syrup di kisaran Rp. 7.500 per botol.

Dalam artikel ini kita akan mengenal lebih jauh mengenai obat pereda nyeri dan penurun panas ini. Farsifen obat untuk apa, apa manfaat, efek samping, dan mengenal zat aktif kandungan Farsifen.

Farsifen Obat Apa?

Farsifen adalah obat pereda nyeri dan penurun panas yang mengandung zat aktif Ibuprofen. Obat ini di produksi oleh perusahaan farmasi, yaitu, Ifars Pharmaceuticals. Terdapat 4 jenis, yaitu Farsifen 200 mg Film coated caplet, Farsifen 400 mg film coated caplet, Farsifen syrup 100 mg/5 mL, dan Farsifen forte syrup 200 mg/5 mL.

Zat aktif

Ibuprofen adalah obat anti-inflamasi nonsteroid (NSAID). Ibuprofen memiliki sifat analgesik, anti-inflamasi, dan juga antipiretik. Seperti NSAID lainnya, mekanisme kerja Ibuprofen belum sepenuhnya dipahami tetapi beberapa penelitian menunjukan obat ini bekerja dengan cara menghambat cyclooxygenase (COX-1 dan COX-2).

Kegunaan Ibuprofen adalah untuk menurunkan panas/demam; Meredakan nyeri ringan hingga sedang, seperti sakit gigi atau sakit saat pencabutan gigi, sakit kepala, nyeri pasca operasi, nyeri pada kondisi rematik tulang dan sendi, atau nyeri terkait dengan keseleo.

Produsen

Obat pereda nyeri dan penurun panas ini diproduksi oleh Ifars Pharmaceuticals.

Kandungan

Kandungan Farsifen 200 adalah :

per film coated caplet :

  • Ibuprofen 200 mg

Kandungan Farsifen 400 adalah :

per film coated caplet :

  • Ibuprofen 400 mg

Kandungan Farsifen syrup adalah :

per 5 mL syrup :

  • Ibuprofen 100 mg

Kandungan Farsifen forte syrup adalah :

per 5 mL forte syrup :

  • Ibuprofen 200 mg

Bentuk Sediaan

Obat pereda nyeri dan penurun panas ini dijual dengan kemasan :

  • Farsifen 200 : box 10 x 10’s film coated caplet
  • Farsifen 400 : box 10 x 10’s film coated caplet
  • Farsifen syrup 100 mg/5 mL : botol 60 mL
  • Farsifen Forte syrup 200 mg/5 mL : botol 60 mL
farsifen 200, farsifen 400, farsifen syrup, farsifen forte

Ringkasan

Berikut tabel yang memuat informasi merk-merk obat yang mengandung Ibuprofen secara singkat :

Informasi ObatIbuprofen
GolonganDengan atau tanpa resep
IndikasiPereda Nyeri ringan sampai sedang; Penurun panas; anti radang
DosisLihat bagian DOSIS
Aturan PakaiSesuai anjuran dokter
KontraindikasiHipersensitif
Pasien dengan penyakit radang usus, ulserasi aktif atau peradangan kronis pada saluran pencernaan atas atau bawah
Gagal ginjal
Riwayat asma
urtikaria
Sediaantablet 200 mg, 400 mg; syrup 100 mg/5 mL, syrup forte 200 mg/5 mL; Tablet forte 600 mg; Sediaan intravena; sediaan rectal (suppo); Sediaan topikal
Merk dagang IbuprofenAknil, Alaxan, Anafen, Anafen Forte, Arbupon, Arfen, Arthrifen, Arthrifen Forte, Arthrifen Plus, Axofen, Bigestan, Bimacyl, Bintang Toedjoe Puyer 16, Bodrex Extra, Brufen, Brufen Forte, Bufect, Bufect Forte, Bufen, Bufenol, Bunofa, Dofen Forte, Dolofen F, Etafen, Ethifen, Ethifen Forte, Farsifen, Farsifen Plus, Febryn, Fenatic, Fenida, Fenkid, Fenris, Flurofen, Hufagripp Tmp, Ibol, Ibrosic, Ibufenz, Ibufenz Forte, Ibukal, Ifen, Inolin, Insic, Inufen, Iprox, Iremax, Lexaprofen, Liflamal, Mecoprofen, Medicol Advance Rx, Mimsone, Mixagrip Rhema, Mofen, Moris, Moris Forte, Neo Linucid, Neo Rheumacyl, Neo Rheumacyl Forte, Neo Rheumacyl Neuro, Neralgin, Neuralgin Headache, Neuralgin Obat sakit Kepala, Nofena, Nofena Kids, Novaxifen, OKB Galin, Oraprofen, Oraprofen Forte, Oskadon Extra, Ostarin, Ostarin Forte, Pamol Migra, Pamol Plus, Paramex Nyeri Otot, Procold Obat Sakit Kepala, Profen, Profen Forte, Profenal, Prointi, Proris, Proris Forte, Prosic, Prosinal, Provinas, Pyremol Cap 38, Ratnacap, Remasal Pro, Remastop, Remix Cap 38, Rhelafen, Rhelafen Forte, Ribunal, Ribunal Forte, Salfenal, Salfenal Forte, Spedifen, Sudrex Joint & Muscle Pain, Tamaprofen, Tiafen, Tifalsic, Tikaren, Trobuges, Ultradolore, Xepafen, Xepafen forte, Yariven, Zentarin
Baca Juga :  Asam Salisilat Obat Apa? Dosis, Kegunaan, Efek Samping

Indikasi dan Kegunaan Farsifen

Sebelum menggunakan obat pereda nyeri dan penurun panas ini, harus benar-benar sudah mempertimbangkan potensi manfaat dan risiko yang mungkin terjadi. Gunakan dosis efektif terendah untuk durasi terpendek yang konsisten dengan tujuan perawatan pasien.

Berikut adalah beberapa daftar kegunaan Farsifen :

  • Menurunkan demam dan menghilangkan nyeri ringan hingga sedang, (misalnya, sakit gigi, nyeri pasca operasi, sakit kepala, dismenore primer). Bisa juga digunakan untuk meringankan rematik tulang, artikular dan non-artikular, serta trauma otot dan muskuloskeletal.

Kontraindikasi

Obat pereda nyeri dan penurun panas ini kontraindikasi pada pasien berikut :

  • Hipersensitivitas (termasuk asma) terhadap ibuprofen atau obat-obat golongan NSAID lainnya.
  • Memiliki riwayat perdarahan gastrointestinal, perforasi, atau ulserasi terkait dengan penggunaan NSAID.
  • Ulserasi gastrointestinal, perforasi, atau perdarahan.
  • Gagal jantung parah atau pasien yang menjalani operasi coronary artery bypass graft.
  • Gangguan ginjal atau gangguan hati berat.
  • Kehamilan pada trimester ketiga.

Efek Samping Farsifen

Selain memberikan efek yang dibutuhkan, sebagian besar obat dapat menyebabkan beberapa efek samping yang tidak diinginkan. Meskipun tidak semua efek samping ini dapat terjadi, penggunaan obat tetap harus dilakukan secara hati-hati. Segera dapatkan perawatan medis yang sesuai jika efek samping yang parah terjadi.

Berikut adalah beberapa efek samping Farsifen yang mungkin terjadi :

  • Gangguan perut, mual, muntah, sakit kepala, diare, sembelit, pusing, atau mengantuk. Jika salah satu dari efek ini menetap atau memburuk, beri tahu dokter atau apoteker Anda segera.
  • Obat ini dapat meningkatkan tekanan darah. Periksa tekanan darah Anda secara teratur dan beri tahu dokter Anda jika hasilnya tinggi.
  • Informasikan kepada dokter segera jika Anda mengalami efek samping serius, misalnya : mudah memar / berdarah, gangguan pendengaran (seperti dering di telinga), perubahan mental / mood, leher kaku yang tidak dapat dijelaskan, tanda-tanda masalah ginjal (seperti perubahan pada jumlah urin), gangguan penglihatan, gejala gagal jantung (seperti pergelangan kaki / kaki bengkak, kelelahan yang tidak biasa, kenaikan berat badan yang tidak biasa / mendadak).
  • Efek samping obat ini yang termasuk jarang adalah menyebabkan penyakit hati yang serius (mungkin fatal). Dapatkan bantuan medis segera jika Anda mengalami gejala kerusakan hati, misalnya : air seni yang gelap, mual / muntah yang terus-menerus, kehilangan nafsu makan, sakit perut / lambung, mata / kulit menguning.
  • Reaksi alergi yang sangat serius terhadap obat ini jarang terjadi. Namun, segera hubungi pihak medis jika Anda mengalami gejala-gejala reaksi alergi serius, misalnya : ruam, gatal / bengkak (terutama pada wajah / lidah / tenggorokan), pusing parah, kesulitan bernapas.
Baca Juga :  Naproxen Obat Apa : Kegunaan, Dosis, Efek Samping

Peringatan

Waspadai hal-hal di bawah saat menggunakan obat ini :

  • Sebelum menggunakan obat ini, beri tahu dokter atau apoteker jika Anda alergi terhadapnya; atau alergi terhadap aspirin dan/atau NSAID lainnya (seperti naproxen, celecoxib); atau jika Anda memiliki alergi lain.
  • Sebelum minum obat ini, beri tahu dokter atau apoteker tentang riwayat kesehatan Anda, terutama : asma (termasuk riwayat pernapasan yang memburuk setelah menggunakan aspirin atau NSAID lainnya), gangguan darah (seperti anemia, masalah perdarahan / pembekuan), pertumbuhan di hidung (polip hidung), penyakit jantung (seperti serangan jantung), tekanan darah tinggi, penyakit hati, stroke, masalah tenggorokan / perut / usus (seperti pendarahan, mulas, ulkus).
  • Gangguan ginjal terkadang dapat terjadi pada penggunaan obat-obatan NSAID. Masalah ini lebih berpeluang terjadi jika Anda mengalami dehidrasi, gagal jantung atau penyakit ginjal, pasien lansia, atau jika Anda juga minum obat tertentu yang berinteraksi dengan obat ini (lihat juga bagian Interaksi Obat). Minumlah banyak cairan sesuai anjuran dokter untuk mencegah dehidrasi dan segera beri tahu dokter jika ada perubahan jumlah urin.
  • Obat ini bisa menyebabkan pusing atau mengantuk. Alkohol meningkatkan efek samping ini. Jangan mengemudi, menyalakan mesin, atau melakukan apa pun yang membutuhkan kewaspadaan tinggi. Batasi minuman beralkohol.
  • Obat ini dapat menyebabkan pendarahan lambung. Penggunaan alkohol dan produk tembakau setiap hari, terutama jika dikombinasikan dengan obat ini, dapat meningkatkan risiko pendarahan lambung. Batasi alkohol dan berhenti merokok.
  • Obat ini dapat membuat Anda lebih peka terhadap sinar matahari. Hindari paparan sinar matahari langsung selama pengobatan. Gunakan tabir surya dan kenakan pakaian pelindung saat berada di luar ruangan.
  • Pasien lansia lebih sensitif terhadap efek obat ini, terutama perdarahan lambung / usus dan masalah ginjal.

Penggunaan Farsifen Untuk ibu hamil atau ibu menyusui

Amankah Farsifen untuk ibu hamil? FDA (US Food and Drug Administration) memasukan Ibuprofen ke dalam kategori D dengan penjelasan sebagai berikut :

Penelitian pada hewan atau manusia telah menunjukkan efek buruk pada janin dan/atau terdapat bukti positif beresiko terhadap janin manusia berdasarkan data-data efek samping yang dikumpulkan melalui penelitian atau data pemasaran, dan resikonya terbukti jelas lebih buruk daripada manfaat yang bisa diperoleh.

Sebaiknya tidak menggunakan Farsifen untuk ibu hamil, terutama pada usia kehamilan lebih dari 30 minggu. Jika dilakukan, obat ini bisa meningkatkan risiko penutupan prematur atau patent ductus arteriosus.

Penggunaan Ibuprofen untuk ibu hamil saat usia kehamilan 30 minggu atau lebih, juga dikaitkan dengan peningkatan risiko komplikasi, termasuk masalah jantung pada bayi dan berkurangnya jumlah cairan ketuban. Sementara itu, penggunaan Ibuprofen pada 30 minggu pertama kehamilan dapat menyebabkan peningkatan risiko komplikasi, termasuk keguguran.

(sumber : Amankah minum Ibuprofen saat hamil?).

Sebelum menggunakan obat ini, wanita usia subur harus berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter tentang manfaat dan risiko (seperti keguguran, sulit hamil). Beri tahu dokter jika Anda hamil atau jika Anda berencana untuk hamil.

Baca Juga :  Neo Rheumacyl (Obat Nyeri Otot dan Sendi) : Informasi Lengkap

Selama kehamilan, obat ini harus digunakan hanya ketika jelas dibutuhkan. Tidak dianjurkan untuk digunakan selama trimester pertama dan terakhir kehamilan karena bisa membahayakan bayi dalam kandungan dan gangguan pada persalinan normal.

Ibuprofen masuk ke dalam ASI, tetapi efek terhadap bayi relatif kecil. meski demikian, tetap konsultasikan dengan dokter Anda sebelum menyusui.

Interaksi

Interaksi dengan obat lain dapat mengubah cara kerja obat atau meningkatkan risiko terjadinya efek samping yang serius. Beritahu dokter dan apoteker tentang obat apa saja yang sedang Anda konsumsi. Jangan memulai, menghentikan, atau mengubah dosis obat apa pun tanpa persetujuan dokter Anda.

Berikut interaksi obat yang mungkin terjadi :

  • Terjadi peningkatan risiko ulserasi gastrointestinal, perforasi, atau perdarahan jika digunakan dengan obat jenis NSAID lainnya (misalnya. Aspirin), antiplatelet, antikoagulan (misalnya. Warfarin), kortikosteroid, SSRI.
  • Terjadi peningkatan risiko hiperkalemia dan toksisitas ginjal jika digunakan dengan siklosporin, tacrolimus.
  • Terjadi peningkatan kadar dan risiko toksisitas dengan litium, metotreksat.
  • Dapat mengurangi efek antihipertensi obat golongan inhibitor ACE, antagonis reseptor angiotensin II.

Dosis Farsifen

Berikut adalah dosis yang digunakan untuk masing-masing sediaan :

A. Dosis Farsifen 200 dan Farsifen 400

  • Dewasa, untuk inflamasi dan analgesik : 3-4 x sehari 400 mg. Untuk analgesia : 3-4 x sehari 200-400 mg. Maksimal : 2.400 mg setiap hari.
  • Anak 8-12 tahun : 3-4 x sehari 200 mg.
  • Anak 3-7 tahun : 3-4 x sehari 100 mg.
  • Anak 1-2 tahun : 3-4 x sehari 50 mg.

B. Dosis Farsifen Syrup 100 mg/5 mL

  • Dewasa dan anak-anak > 12 tahun : 3-4 x sehari 10 mL atau 200 mg.
  • Anak 8-12 tahun : 3-4 x sehari 10 mL.
  • Anak 3-7 tahun : 3-4 x sehari 5 mL.
  • Anak 1-2 tahun : 3-4 x sehari 2,5 mL.

C. Dosis Farsifen Forte Syrup 200 mg/5 mL

  • Dewasa dan anak > 12 tahun : 5 mL 3-4 x sehari.
  • Anak-anak 8-12 tahun : 5 mL 3-4 x sehari.
  • Anak 3-7 tahun : 2,5 mL 3-4 x sehari.

Aturan Pakai Farsifen

  • Baca Panduan Pengobatan yang disediakan oleh apoteker Anda sebelum Anda mulai menggunakan obat pereda nyeri dan penurun panas ini. Jika Anda memiliki pertanyaan, tanyakan kepada dokter atau apoteker Anda.
  • Dosis didasarkan pada kondisi medis Anda dan respons terhadap pengobatan. Jangan menambah dosis atau minum obat ini lebih sering daripada yang diarahkan.
  • Jika Anda menggunakan bentuk cair dari obat ini, kocok botol dengan lembut sebelum menggunakannya. Hati-hati mengukur dosis menggunakan alat pengukur khusus / sendok. Jangan menggunakan sendok rumah tangga karena Anda mungkin tidak mendapatkan dosis yang tepat.
  • Jika sakit perut terjadi saat menggunakan obat ini, minum obat setelah makan.
  • Gunakan obat ini secara teratur untuk mendapatkan manfaat maksimal. Ingat untuk menggunakannya pada waktu yang sama setiap hari.
  • Katakan kepada dokter jika kondisi Anda memburuk.

Artikel Pengetahuan Obat lainnya

Farsifen 200, Farsifen 400, farsifen syrup, dan Farsifen forte syrup adalah obat yang bisa didapatkan dengan atau tanpa melalui resep dokter. Jangan menggunakan obat pereda nyeri dan penurun panas ini melebihi dosis dan durasi yang telah diresepkan oleh dokter. Penggunaan yang berlebihan tidak akan meningkatkan manfaat obat ini namun justru akan meningkatkan efek sampingnya.