18 Faktor Penyebab Inflasi Dari Sisi Demand dan Supply

Faktor Penyebab Inflasi Suatu Negara

Faktor penyebab inflasi suatu negara bisa dikelompokan menjadi dua yaitu faktor yang mempengaruhi sisi demand dan faktor yang mempengaruhi sisi supplay

Faktor Penyebab InflasiIstilah inflasi begitu sering muncul di pemberitaan media-media ekonomi. Berita tentang tingkat inflasi dan spekulasi tentang inflasi di masa depan begitu sering dibahas. Namun apakah kita benar-benar tahu apa itu inflasi? Mengingat pentingnya istilah ini dalam ilmu ekonomi, di artikel ini kami akan membahas sedikit dasar-dasar tentang inflasi, khususnya tentang faktor-faktor penyebab inflasi di suatu negara.

Pengertian Inflasi?

Inflasi didefinisikan sebagai kenaikan tingkat harga umum. Dengan kata lain, inflasi adalah saat di mana terjadi kenaikan harga barang dan jasa seperti perumahan, pakaian, makanan, transportasi, bahan bakar, dan barang kebutuhan pokok lain dalam sistem ekonomi secara keseluruhan. Jika hanya harga beberapa jenis barang atau jasa saja yang meningkat, tidak bisa serta merta disebut inflasi.

Inflasi dapat diukur dengan beberapa cara. Inflasi biasanya diukur dengan “salah satu dari Deflator Produk Domestik Bruto (Deflator PDB) atau indikator dari Indeks Harga Konsumen (IHK). Deflator PDB adalah indeks inflasi yang luas dalam perekonomian, sementara itu Indeks IHK mengukur perubahan tingkat harga berbagai produk konsumen.

Setiap periode (biasanya bulanan), biro pusat statistik (BPS) akan merilis perubahan terbaru dalam IHK menurut kategori produk yang diukur di beberapa kota. Ukuran lain dari inflasi adalah Indeks Harga Rantai Pengeluaran Konsumsi Pribadi atau Indeks Harga PCE. Indeks harga PCE mengukur inflasi di seluruh kategori barang yang dibeli oleh setiap rumah tangga. (Baca juga Apa Perbedaan Mendasar Mikroekonomi dan Makroekonomi).

Baca Juga :  4 Perbedaan Ekonomi Mikro dan Ekonomi Makro

Faktor apa saja yang dapat memicu terjadinya inflasi?

Secara umum faktor penyebab inflasi ada dua, yaitu faktor penyebab dari sisi permintaan dan dari sisi suplai barang. Terjadinya gangguan dari salah satu atau keduanya dapat memicu inflasi di dalam suatu negara.

A. Faktor Penyebab Inflasi Yang Mempengaruhi Permintaan/Demand

Secara umum inflasi dari sisi demand disebabkan oleh peningkatan permintaan agregat. Peningkatan permintaan agregat disebabkan oleh faktor-faktor berikut :

1. Peningkatan Uang Beredar

Inflasi disebabkan oleh peningkatan pasokan uang yang menyebabkan peningkatan permintaan agregat. Semakin tinggi tingkat pertumbuhan jumlah nominal uang, semakin tinggi tingkat inflasi. Para ahli teori kuantitas modern tidak percaya bahwa inflasi dimulai setelah terjadinya tingkat pekerjaan penuh (tiada pengangguran). Pandangan ini realistis karena semua negara maju dihadapkan pada tingkat pengangguran yang tinggi dan tingkat inflasi yang tinggi.

2. Peningkatan Penghasilan Sekali Pakai

Ketika pendapatan yang dapat dibelanjakan dari orang-orang meningkat maka permintaan mereka untuk barang dan jasa juga akan meningkat. “Penghasilan langsung habis” dapat meningkat dikarenakan oleh kenaikan pendapatan nasional atau pengurangan pajak atau pengurangan dalam tabungan penduduk.

3. Peningkatan Pengeluaran Publik

Program-program pembangunan pemerintah akan menyebabkan meningkatnya pengeluaran pemerintah. Hal ini akan meningkatkan permintaan agregat untuk barang dan jasa. Pemerintah negara maju dan berkembang menyediakan lebih banyak fasilitas untuk kepentingan umum dan layanan sosial, dan juga menasionalisasi industri dan mendorong perusahaan publik dalam upayanya untuk meningkatkan permintaan agregat, demi pertumbuhan ekonomi.

4. Peningkatan Pengeluaran Konsumen

Permintaan barang dan jasa meningkat ketika belanja konsumen meningkat. Konsumen dapat membelanjakan uang lebih banyak untuk konsumsi barang-barang mewah untuk kepentingan prestise. Mereka juga dapat membelanjakan uang lebih banyak ketika mereka diberi fasilitas kredit untuk membeli barang dengan sistem sewa-beli dan cicilan.

5. Kebijakan Moneter Murah

Kebijakan moneter murah atau kebijakan ekspansi kredit juga mengarah pada peningkatan jumlah uang beredar. Hal ini akan meningkatkan permintaan barang dan jasa dalam perekonomian. Ketika terjadi pertumbuhan penyaluran kredit, maka akan menyebabkan peningkatan jumlah uang beredar, pada gilirannya, meningkatkan permintaan agregat relatif terhadap pasokan, sehingga mengarah ke inflasi. Ini juga dikenal sebagai inflasi yang disebabkan oleh kredit.

Baca Juga :  4 Perbedaan Ekonomi Mikro dan Ekonomi Makro

6. Pembiayaan Defisit

Untuk memenuhi biaya pembangunan yang meningkat, pemerintah menyusun anggaran pembiayaan defisit yang ditutup dengan meminjam uang dari publik dan bahkan dengan mencetak lebih banyak surat utang negara (SUN). Hal ini meningkatkan permintaan agregat dalam kaitannya dengan penawaran agregat, sehingga menyebabkan kenaikan inflasi. Ini juga dikenal sebagai inflasi yang disebabkan oleh defisit.

7. Perluasan Sektor Swasta

Ekspansi sektor swasta juga cenderung meningkatkan permintaan agregat. Untuk investasi besar, akan menghasilkan banyak lapangan kerja dan meningkatkan pendapatan, sehingga menciptakan lebih banyak permintaan barang dan jasa. Di sisi lain investasi ini membuthkan waktu bagi produk-produknya untuk memasuki pasar. Ini menyebabkan kenaikan harga.

8. Uang Haram (korupsi, suap dan lain-lain)

Keberadaan uang haram di semua negara karena korupsi, penghindaran pajak, suap dan lain-lain akan meningkatkan permintaan agregat. Orang membelanjakan uang haram itu secara berlebihan, sehingga menciptakan permintaan yang tinggi terutama untuk barang seperti rumah, tanah, dan kendaraan. Ini cenderung menaikkan tingkat harga pasaran barang-barang tertentu.

9. Pembayaran Utang Publik

Kapanpun pemerintah membayar hutang kepada publik, maka akan menyebabkan peningkatan pasokan uang. Hal ini cenderung meningkatkan permintaan agregat untuk barang dan jasa dan menyebabkan kenaikan harga.

10. Peningkatan Ekspor

Ketika permintaan untuk barang-barang yang diproduksi di dalam negeri meningkat di negara-negara asing, maka akan meningkatkan pendapatan industri-industri yang menghasilkan komoditas ekspor. Hal ini, pada gilirannya, menciptakan lebih banyak permintaan barang dan jasa dalam ekonomi, sehingga mengarah ke kenaikan tingkat harga.

B. Faktor Penyebab Inflasi Yang Mempengaruhi Pasokan/Suplly

Selain faktor-faktor yang mempengaruhi sisi permintaan, ada juga faktor-faktor tertentu yang mempengaruhi sisi lawannya, yaitu sisi pasokan barang (suplly). Faktor-faktor penyebab inflasi ini cenderung mengurangi pasokan agregat. Pengurangan pasokan agregat disebabkan oleh beberapa faktor berikut :

Baca Juga :  4 Perbedaan Ekonomi Mikro dan Ekonomi Makro

1. Kekurangan Faktor Produksi

Salah satu penyebab penting yang mempengaruhi persediaan barang adalah kekurangan faktor-faktor seperti tenaga kerja, bahan mentah, pasokan listrik, modal, dan lain-lain. Mereka menyebabkan kelebihan kapasitas namun rendah hasil produksi industri, sehingga menyebabkan kenaikan harga.

2. Perselisihan Industrial

Di negara-negara di mana serikat pekerja sangat kuat, mereka juga mempengaruhi kelancaran produksi. Serikat pekerja yang sering melakukan pemogokan dan dengan tuntutan yang tidak masuk akal dari sudut pandang pengusaha dan berkepanjangan, akan memaksa pengusaha untuk menyatakan lock-out (berhenti produksi).

Dalam kedua kasus, jika terjadi lock-out maka produksi industri turun, sehingga mengurangi persediaan barang. Jika serikat pekerja berhasil meningkatkan upah anggota mereka ke tingkat yang sangat tinggi dibandingkan produktivitas kerja, ini juga cenderung mengurangi produksi dan pasokan barang. Jadi hal ini cenderung menyebabkan kenaikan harga.

3. Bencana Alam

Kekeringan atau banjir adalah faktor yang berdampak buruk pada pasokan produk pertanian. Yang terakhir, pada gilirannya, menciptakan kekurangan produk makanan dan bahan mentah, sehingga berkontribusi sebagai faktor penyebab inflasi.

4. Kelangkaan Barang Yang Disengaja

Kelangkaan barang yang diciptakan oleh penimbun dan spekulan akan mengurangi persediaan barang. Pada akhirnya akan menyebabkan kenaikan harga.

5. Peningkatan Ekspor

Ketika negara memproduksi lebih banyak barang untuk diekspor daripada untuk konsumsi domestik, ini menciptakan kekurangan barang di pasar domestik. Hal ini menyebabkan inflasi dalam perekonomian.

6. Fokus Industri Yang Salah

Jika hasil industri sebuah negara hanya fokus pada produksi produk mewah, mahal, berteknologi tinggi namun abai memproduksi barang-barang konsumsi penting di negara tersebut, maka akan menciptakan kekurangan barang-barang konsumsi. Hal ini sekali lagi menyebabkan inflasi.

7. Mesin Industri Sudah Tua

Jika industri menggunakan mesin-mesin lama dan metode produksi yang ketinggalan zaman, maka akan meningkatkan biaya per unit produksi. Hal ini akan menaikkan harga produk di pasaran.

8. Faktor Internasional

Di zaman modern, inflasi adalah fenomena dunia. Ketika harga naik di negara-negara industri besar, efeknya menyebar ke hampir semua negara yang memiliki hubungan dagang dengannya. Seringkali kenaikan harga bahan baku dasar seperti bensin di pasar internasional menyebabkan kenaikan harga semua komoditas terkait di suatu negara.